
"Serahkan semua hartamu..!." sebuah suara terdengar menggelegar di antara reruntuhan bangunan tersebut.
Yuang Fengying kini tengah berada di area reruntuhan yang mengelilingi nya, nampak nya tempat tersebut sudah di rancang untuk menjebak mangsa dari kelompok begal tersebut.
"Aku tak memiliki apa apa.." balas Yuang Fengying dengan tenang, kini di perlahan lahan bermunculan beberapa orang bertopeng yang mengepung tempat tersebut.
"Ha..ha...bagus Wang kau membawa mangsa yang berharga." kata salah satu sosok bertopeng tersebut.
Pria tiga puluhan yang di panggil Wang itu langsung menyingkir setelah mendapat beberapa keping perak dan perunggu dari kelompok bertopeng itu.
Rupanya Wang hanyalah umpan yang mengarahkan para mangsa agar ke tempat jebakan tersebut.
Kini hanya ada Yuang Fengying dan para penjebaknya, entah mereka berasal dari kelompok mana.
"Sekali lagi jika kau sayang dengan nyawa mu serahkan semua yang kau miliki anak muda..!."
"Sudah ku bilang aku tak memiliki apa apa..!." Yuang Fengying masih berkilah.
"Dasar keparat..!, kau pikir kami bodoh..!, lepas cincin di tangan mu, itu pasti cincin penyimpanan bukan?!." sosok bertopeng lainnya ikut menggertak Yuang Fengying.
Ada sekitar sepuluh orang bertopeng yang kini mengurung Yuang Fengying.
"Bagaimana jika aku tak mau melepas harta milik ku?." dengan tanpa rasa takut Yuang Fengying berkata.
Dilihat nya para pengepung rata rata berada di ranah Bumi Dasar awal, meski ada yang berada di ranah Bumi sejati, mereka dengan terang terangan menunjukan kultivasi nya untuk menakut nakuti mangsanya.
"Cari mati..!, hajar...!," teriak pria bertopeng yang memiliki ranah paling tinggi yakni Bumi sejati menengah.
Dua orang melesat kearah Yuang Fengying dengan mengedarkan kekuatan unsur elemen logam.
Telapak tangan para penyerang kini sudah terlihat keperakan, itu tanda jika mereka berdua memiliki unsur elemen logam dan sudah di aktifkan.
Weeeng...
Gelombang serangan menyibak udara melesat kearah Yuang Fengying.
Baang...!
Yuang Fengying menahan serangan tersebut langsung dengan tangannya, tinju ketemu tinju beradu menciptakan suara dentuman yang cukup menggetarkan hati.
"Aarggh..!," suara jeritan terdengar di sertai terlempar nya sosok bertopeng.
Pria itu meraung kesakitan setelah tangannya meledak akibat bertemu dengan tinju Yuang Fengying.
Sementara satu pria lagi yang menyerang juga menjerit kesakitan setelah tinju Yuang Fengying berhasil mendarat di dadanya.
Dua perampok kini terkapar dengan luka di masing masing anggota badannya.
"Berandalan tengik..!, hancurkan..!," teriak pria bertopeng dengan ranah Kultivasi paling tinggi.
Sosok itu kini tangannya sudah membara, unsur elemen api yang di miliki nya sudah diaktifkan dan bersiap membakar apapun.
Alam juga terasa terbakar saat 'Aura Kekuatan' di lepas bebaskan oleh pria tersebut.
Sementara sosok lainnya sudah mengedarkan kekuatan unsur elemen nya.
Braall...!
Tiba tiba tanah yang di pijak Yuang Fengying seperti merekah, mencoba menelan badan anak itu hingga sebatas pinggang, nampak nya lawan yang memiliki elemen unsur tanah mencoba memperangkap nya.
Dari arah yang lain seorang pria yang memiliki elemen Air-Es, juga sudah mengunci dengan Aura Kekuatan dingin yang mengurung Yuang Fengying, sebuah tombak es yang di ciptakan nya siap menikam badan Yuang Fengying.
Yuang Fengying kini mulai terpancing marah, dengan lawan lawan nya yang jelas menginginkan nyawanya.
"Seraang...!."
Tiba-tiba..
KRAAAK...!
Tanah yang semula menjepit Yuang Fengying kini malah mengangkat anak itu, membentuk panggung setinggi beberapa meter, mengangkat dan membuat badan Yuang Fengying lebih tinggi dari yang lain.
Serangan serangan senjata bentukan dari unsur elemen lawan kini menyasar tanah yang menjadi pijakan Yuang Fengying, namun tanah yang kini dalam 'Kuasa' kendali anak itu bahkan tak bergeming menerima serangan berbagai senjata ciptaan lawan, karena mengeras bagai logam kuat.
"Tebasan Awan..!." Yuang Fengying mengayunkan lengannya kearah sosok terdekat darinya.
BLAAAR...!
Ledakan terdengar saat sebuah kilatan cahaya meletus dan melesat menebas badan lawan.
Craaas..!
Tanpa ampun sosok yang juga memiliki unsur elemen tanah itu terbelah badannya, terkena lesatan serangan Yuang Fengying yang berunsur logam-petir itu.
Darah berceceran kemana mana di sertai dengan organ tubuh yang sudah terburai.
Tak mundur para penyerang itu kembali beraksi menyerang Yuang Fengying.
"Badai Pisau terbang..!." sosok yang ber-elemen unsur Air-Es, memutar tangannya, dari belakang punggung orang tersebut tercipta gelombang air yang terus memutar dan membentuk ratusan pisau .
Siu.. siu...
Pisau pisau itu melesat kearah Yuang Fengying saat kedua tangan orang itu di kibaskan kedepan.
Yuang Fengying melambaikan tangannya, kabut langsung tercipta di sekeliling nya makin lama makin menebal.
"Hancurkan...!."
Dorongan tangan anak tersebut membuat kabut itu melesat bergerak maju kemudian menelan pisau pisau itu dan melebur menjadi uap air kembali.
"Apa..!, anak ini memiliki beberapa unsur elemen?, dan dia memiliki tingkat 'Kuasa' yang menakutkan."
"Benar benar salah pilih mangsa kita kali ini."
Semua sudah muram wajahnya, niat bertempur kini sudah mulai berkurang, apalagi saat beberapa orang di belah badan nya oleh Yuang Fengying tanpa rasa ampun.
"Ha..ha..ayo maju lagi, dasar cacing cacing lemah tapi mau bertingkah..!," teriak Yuang Fengying sambil tertawa keras, wajah nya terlihat mengerikan seperti malaikat pencabut nyawa bagi lawan lawan nya.
Kini hanya tersisa empat orang pengeroyok yang masih berdiri, setelah lainnya terkapar, ada yang tewas namun ada juga yang masih bernafas, namun terluka parah dengan tangan terpisah atau anggota badannya hancur.
Wajah keempat orang itu kini sudah pucat selayaknya mayat.
"Biarkan kami pergi, aku tak akan mengganggumu lagi," pria bertopeng dengan ranah tertinggi kini berkata menurunkan nada suaranya.
Namun kemarahan Yuang Fengying sudah memuncak, "Cuih..dasar sampah..!, kini kau mau pergi begitu saja setelah semua ini." Kata Yuang Fengying sambil menunjuk kearah mayat mayat dan anggota yang terkapar. "Tak semudah itu..!."
Sosok bertopeng dengan ranah Kultivasi Bumi Jiwa awal itu tercekat, "Jika kau juga membunuhku.., kau tak akan lolos dari pengejaran kelompok Lonceng Suci..!." teriak sosok tersebut sambil membuka topengnya, menunjuk kan jati diri nya yang berkepala plontos dengan atribut salah satu perguruan kuat di wilayah itu yakni Lonceng Suci.
Sosok berkepala botak itu juga mengeluarkan plakat kelompok tersebut sambil mengancam Yuang Fengying, "Dengan plakat kelompok ini kau akan terdeteksi membunuh ku, membunuh seorang anggota kelompok pencerah keagamaan." kata pria itu sambil tertawa penuh kemenangan.
"Aarggh, sial..!," Yuang Fengying mengumpat dan jelas masih nampak kemarahan di wajahnya.
Bukan takut, namun Yuang Fengying menyesal kan tindakan salah satu anggota perguruan Lonceng Suci yang merupakan kelompok berbasis keagamaan namun menggunakan identitas tersebut untuk kejahatan yang telah di lakukannya.
__________
Jangan lupa dukungannya...