Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
101. Lolos dari Pengejaran


"Anak setan...!, kau membunuh Pencerahan keagamaan lagi..!." sembur salah satu pengeroyok nya, meski terkejut pria botak itu terlihat makin murka.


"Kau akan kami tandai, sebagai target pengejaran Lonceng Suci..!," seru yang lain.


Yuang Fengying tak menjawab, tangannya berputar kembali menciptakan sebuah bayangan pedang bersiap menebas kearah ketiga lawannya.


Alam makin bergolak dengan bermacam unsur elemen yang makin memadat.


Lawan kini lebih waspada, serangan Yuang Fengying yang mematikan membuat mereka mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Satu penyerang yang berunsur elemen api kembali mengedarkan kekuatan api nya, beberapa meter dari area pertarungan tersebut langsung membara terimbas hawa panas dari kekuatan orang tersebut, panas api cukup menakutkan orang orang yang terlihat menonton di sekitar itu.


"Lonceng Suci memang kelompok yang hebat, bahkan di provinsi Lembah Naga menduduki peringkat sepuluh besar."


"Ya, kelompok yang hebat itu tengah menertibkan anak yang bendel."


"Atau mungkin anak itu pelaku kriminal, sehingga Lonceng Suci mengambil tindakan."


"Benar, mungkin anak itu kelompok pendosa yang jahat..!."


Semua yang menonton terlihat berasumsi sesuai jalan pikiran nya masing masing, yang jelas dalam pikiran semua orang saat ini, siapapun yang berurusan dengan Lonceng Suci adalah orang orang yang berada di jalur sesat.


Yuang Fengying kini sudah mengaktifkan unsur logam Air-Es, panas yang di ciptakan lawan makin membakar, bagaimana pun lawan lebih berpengalaman dan memiliki ranah kultivasi yang lebih tinggi.


Dari ranah kultivasi yang lebih tinggi terbentuk aura kekuatan yang lebih kuat secara alami, meski Yuang Fengying juga mampu menahan itu dengan tingkatan kultivasi yang jauh lebih rendah.


"Gelombang ombak api...!." sosok botak pemilik unsur elemen api, mengayunkan kedua tangannya kedepan berniat membakar Yuang Fengying.


Api merah kebiruan menggumpal membentuk semacam gelombang yang siap menyapu apapun di jalurnya.


Meski terlihat mengerikan gelombang ombak api yang akan menerjangnya, namun Yuang Fengying masih terlihat acuh tak acuh, seakan tak ada rasa takut dengan kematian.


Anak itu menggerakkan tangannya, kini perisai transparan sedikit keperakan melingkupi badannya, perubahan perubahan perisai yang di tampilkan Yuang Fengying sesungguhnya sangat menakjubkan karena selalu di bangkitkan dari unsur elemen yang berbeda, jika orang jeli maka akan membuat decak kagum.


"Hancurkan...!." teriak Yuang Fengying sambil melempar lengannya kedepan saat gelombang ombak api datang bergulung gulung ke arahnya.


BLAAAR..!


Gelombang Api itu buyar begitu menerjang ke arah Yuang Fengying, percikan api menyebar kemana-mana, namun anak tersebut masih kokoh berdiri di tempat nya.


Namun hanya sesaat saja Yuang Fengying bisa berdiri kokoh, karena sudah di hantam kembali oleh serangan tanah yang kini membentuk sebuah cakar rakasa.


"Cakar Naga Bumi..!"


Sebuah perwujudan cakar dari unsur tanah dan bebatuan yang cukup besar, terlihat menggeliat sedikit meliuk dan mencabik ke arah badan Yuang Fengying.


Masih dengan perisai dari unsur yang sama yakni logam Air-Es, Yuang Fengying menghadang gempuran itu.


BRAAKK...


Cakar itu menabrak tinju yang di ayunkan Yuang Fengying, lalu hancur dan luruh menjadi semula yakni serpihan tanah dan batu.


Sementara itu di sebelah area yang lain, sosok bertopeng dengan pakaian tertutup masih menghajar Pemimpin pengejaran.


Meski terdesak hebat pria botak dengan tongkat timah yang ada cincin logam di ujungnya masih mampu bertahan.


"Siapa kau..?!."


"aku merasa tak asing dengan kekuatan mu ini..?!."


Nampaknya Pemimpin pengejaran mulai sedikit curiga dengan lawannya.


"Badai Angin Derita...!." Pemimpin pengejaran memutar tongkat nya, menciptakan angin kencang bergelombang yang menerjang sosok bertopeng.


Namun pria bertopeng itu meloncat menjauh, tangannya membentuk mudra tertentu, lalu telapak tangannya di bentangkan di depannya dengan posisi membuka.


"Tapak Budha..!."


BLAAAR...!


Sebuah gambaran telapak tangan sebesar gajah membentang melindungi sosok bertopeng.


Ledakan keras terdengar saat serangan pemimpin pengejaran membentur gambaran telapak tangan besar itu.


Pemimpin pengejaran terpana, jurus Tapak Budha hanya di kuasai oleh para petinggi Lonceng Suci, setidaknya seorang tetua yang di ajarkan jurus itu, di sana.


Apakah sosok bertopeng itu salah satu anggota Lonceng Suci yang setidaknya memiliki jabatan tetua?.


Sesaat kemudian, Pemimpin pengejaran meloncat menjauh, menatap tajam lawan di depannya.


Terlihat ada keraguan dalam pandangan matanya, namun jika memang sosok bertopeng lawannya anggota Lonceng Suci mengapa menghalangi 'pekerjaan' nya?


"Siapa anda?, apakah kita satu kelompok?."


Sosok bertopeng hanya terdiam, sebenarnya dia juga terpaksa mengeluarkan pukulan Tapak Budha karena dengan itu pasti akan ketahuan jika dirinya berasal dari perguruan itu, namun kuatnya serangan lawan tak akan bisa di tahan jika tidak dengan serangan terkuat nya.


Kini pemimpin pengejaran sudah memanggil tiga orang pengeroyok Yuang Fengying, dengan ikut campur nya pria bertopeng yang segolongan dengan mereka, membuat regu pengejaran itu menahan serangan.


"Tinggalkan anak ini." sosok bertopeng berkata dengan suara aneh, mungkin agar suara aslinya tak bisa di kenali.


Pemimpin pengejaran kini muram wajahnya, namun dia tahu diri, meski belum tahu identitas asli sosok bertopeng, tapi pasti memiliki 'jabatan' di perguruan Lonceng Suci karena sudah mampu memainkan jurus Tapak Budha.


Sudah bukan rahasia lagi jika di dalam tubuh Lonceng Suci saat ini terjadi perpecahan, namun orang orang yang berbeda pendapat itu masih menahan diri, tak bertindak lebih jauh.


Mendengar perintah untuk 'melepas mangsanya' dari sosok bertopeng, pemimpin pengejaran langsung berbalik tanpa berkata apa-apa lagi, diikuti oleh tiga orang lainnya, mayat salah satu anggota nya di biarkan begitu saja.


Yuang Fengying terpana, matanya yang tajam mampu melihat menembus penutup wajah itu, tampak dalam pandangan nya sosok botak yang sama seperti para penyerangnya tadi.


"Terima kasih senior, junior ini berhutang nyawa dengan anda, semoga kedepan bisa membalas nya."


Sosok bertopeng mengangguk tanpa berkata apa-apa, menatap Yuang Fengying penuh kekaguman, anak yang terlihat masih sangat muda mampu menampilkan pertarungan sehebat itu.


Yuang Fengying kembali ke gerbong kereta, bertepatan dengan kereta yang sudah siap berangkat.


Pandangan orang orang kini terlihat berbeda, ada yang kagum namun ada juga yang waspada karena orang yang berseteru dengan kelompok kabajikan pasti orang jahat.


Kuda sayap Api kembali bergerak dengan kecepatan tinggi, hari yang mulai gelap membuat para awak kereta memacu binatang hebat itu lebih cepat, apalagi mereka sudah beristirahat.


Meski suasana malam, namun dalam pandangan Yuang Fengying tetap sama jelasnya, anak itu kini tak memejamkan mata nya, dia melihat semua yang di lewati dan memetakannya.


Sebuah pengalaman yang berharga baginya, bisa bepergian dan melihat alam yang lebih luas.


Gunung gunung, hutan dan pemukiman, semua sudah tercatat di dalam otak Yuang Fengying.


"Sayangnya aku tak memiliki hewan tunggangan udara, jika aku memiliki binatang itu, pasti Kuasa atas bentang alam makin hebat." keluhnya pelan.


Memang seseorang setingkat Yuang Fengying belum bisa terbang di angkasa, hanya bisa meloncat dan bergerak sesaat di udara, meski memiliki Kuasa atas unsur elemen angin, baru setelah memasuki ranah Bumi Dasar seseorang mampu sedikit lebih lama terbang di angkasa.


_________


Jangan lupa dukungannya...