Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
213. Mengurangi Jumlah lawan ( penj kehebatan alam lanjutan)


Tiga orang itu tak menyangka jika lawannya akan menerabas dan maju aktif menyerang terlebih dahulu, terutama pria dengan baju zirah emas yang di sasar.


Lebih terkejut lagi saat tiba-tiba di tangan remaja itu muncul sebuah pedang dengan aura warna warni erat dalam genggaman nya.


"Apa itu?, apakah itu senjata?.''


Semua terkejut dengan kemunculan senjata yang tiba tiba itu, jika biasanya senjata yang di simpan di ruang penyimpanan akan muncul secara perlahan lahan tak seperti senjata yang muncul dari kehampaan.


Selain kemunculan yang begitu tiba tiba, senjata itu juga mengeluarkan aura yang lain dari biasanya.


SIUU....


Yuang Fengying menebaskan pedang Pelangi yang memancarkan aura mengerikan ke arah pria dengan baju zirah emas.


Gelombang tebasan langsung melesat membelah udara menerjang menuju pria itu.


BAAMM....


"Aargh." Pria dengan baju zirah emas mencoba menangkis serangan yang menyasar tubuhnya, namun itu membuat pria itu terpental, seandainya bisa dia ingin menghindari serangan itu, namun kecepatan tebasan pedang Pelangi sungguh luar biasa.


Zirah emas yang di pakai pria itu melesak kedalam, rusak karena tebasan itu.


"Apa..!, baju Zirah Ping Chu penyok..?." Pria kurus dengan tatapan tajam terkejut dengan itu.


Zirah emas adalah senjata perlindungan yang terkenal sangat kuat, selama ini tak pernah ada yang mampu menggoresnya, bahkan Pendamping Satu pun tak mampu melakukan itu saking hebatnya artefak perlindungan tersebut.


Maoyin pun terkejut dengan hasil tebasan pedang Pelangi, membuat wanita itu menekuk wajahnya.


"Ayolah.. Jangan main main lagi, kita bisa benar benar celaka jika tak cepat menghabisi nya."


"Siapa yang main main, berandalan ini memang sangat kuat." mereka saling berbicara dengan transmisi suara.


"Keparaat...!, bocah gila ini sungguh mengerikan." Ping Chu alias pria dengan baju zirah emas berteriak saat dirinya kembali bangkit, setelah terpental.


Saat itulah Maoyin sudah meloncat mendekati jarak ideal untuk menyerang, tangannya sudah terulur kedepan, lalu dari jari telunjuk wanita itu melesat sebuah Lesatan serangan yang terbentuk dari tornado yang di padatkan.


SLAAASSH...


Lesatan serangan itu sungguh mengerikan, bahkan mampu memotong batang pepohonan yang diameternya tiga kali roda truk tronton yang ada di sekitar mereka bertarung.


"Aish, serangan yang mengerikan," Yuang Fengying hanya bisa mengeluh, tak mampu menghindarinya karena saat ini dirinya baru selesai menyerang Ping Chu.


Yuang Fengying hanya kembali memutar cambuk di tangan kiri nya, menciptakan sebuah perisai warna warni yang tadi juga di ciptakan nya.


BLUAAARR...!


Saat Lesatan serangan Maoyin menerjang Yuang Fengying, serangan itu membentur perisai yang tercipta itu.


Ledakan jelas terjadi, bahkan saking kuatnya hingga menciptakan gelombang kejut yang melempar semua orang.


"Sial..!," Ping Chu kembali terlempar, saat tadi baru saja berdiri belum menstabilkan posisi nya.


Pria itu terlempar jauh dan menabrak pepohonan yang ada hingga banyak yang tumbang.


Sementara yang lain juga terdorong beberapa puluh meter.


"Uugh," Maoyin kini muram wajahnya, tangannya terasa kebas, bahkan jarinya kini mati rasa.


Benturan itu jelas membuat wanita itu paling merasakan akibat dari beradunya serangan itu di banding dua rekan lainnya.


Yuang Fengying juga terpental, serangan serangan lawan juga demikian hebat, membuat remaja itu merasakan akibat nya.


"Giliran ku..!," pria dengan tatapan tajam kali ini meloncat, gerakannya sungguh sangat cepat.


Seiring dengan gerakan pria itu melesat tombak putih dari unsur air yang kini terlihat sangat padat mengiringi nya di belakang tubuh nya.


"Hancurkan..!." pria itu mengibaskan tangannya, tombak itu makin cepat meluncur melewati pria itu menusuk ke arah Yuang Fengying.


Dengan jarak sedemikian dekat membuat serangan tombak itu tak mungkin di hindari lawan.


SRIIING..


Yuang Fengying menebaskan pedangnya, melepaskan gelombang tebasan yang langsung menerjang ke arah tusukan tombak yang di lepaskan pria kurus dengan tatapan tajam.


KRAAAK...!


Lesatan energi yang di lepaskan Yuang Fengying menerjang tombak padat dari unsur Air-Es yang di ciptakan pria kurus itu, membuat tombak yang terlihat mengerikan itu langsung retak di ujungnya, serta aura serangannya langsung luruh tak sekuat sebelumnya.


BLAARR..


Begitu tombak ciptaan pria itu makin mendekat langsung kembali di tebas pedang Yuang Fengying dan langsung hancur.


Tak berhenti di sana, Yuang Fengying juga menjejakkan kaki nya hingga makin mendekat ke arah pria kurus tersebut, lalu kembali menebaskan pedangnya.


BAAAM...


"Aarggh..!." pria kurus dengan tatapan tajam menjerit kesakitan saat dada dari pria itu terbelah hingga menampakkan tulang iga-nya.


Serangan itu terjadi begitu cepat, bahkan sebelum dua rekan pria kurus itu kembali berada dalam posisi nya.


"Bangsaat keparaat..!." pria kurus itu mengumpat, dadanya robek dari tulang selangka hingga ke perut nya, menyemburkan darah kental dan menampakkan tulang iga nya.


Meski demikian pria kurus itu mencoba meloncat menghindar, berharap bisa lepas dari tekanan Yuang Fengying dan memulihkan diri nya.


Bagi kultivator setingkat Kuasa Sejati, tak akan mati hanya terbelah dadanya, dia akan mampu meregenerasi tubuhnya.


Bahkan konon saat kultivasi dari seseorang sudah mencapai ranah di atas Kuasa Sejati, yakni ranah 'Alam Berdaulat' maka orang itu akan mampu menumbuhkan anggota tubuhnya yang terpotong atau rusak.


Lebih tak masuk akal lagi jika kultivasi seseorang mencapai ranah di atas ranah 'Alam Berdaulat' yakni ranah 'Alam Dewa' maka dia tak akan mudah mati, sekalipun tubuhnya hancur maka jiwanya bisa mencari wadah baru, atau mencuri tubuh baru untuk di huni Jiwa nya.


Sreeettt...!


"Eeh."


Saat pria itu berniat meloncat melarikan diri, tiba tiba kakinya terbelit cambuk ekor naga, membuat pria itu memucat wajahnya.


"Ha..ha... Mau kabur?, tak semudah itu..!." tiba tiba Yuang Fengying sudah berada di depan pria tersebut dan menebaskan pedangnya kembali.


Gerakan itu sungguh sangat cepat dan tiba tiba.


CRAAAK...


Pedang Pelangi kembali menebas tubuh pria kurus dengan tatapan tajam itu, tepat di tempat yang sama, di luka yang terbelah itu.


"Aaargh..!." laki laki itu kembali menjerit, kali ini dadanya terbelah makin lebar, membuat isi di dalam rongga dada nya bahkan hingga terlihat.


Kali ini itu sungguh sangat parah, darah sudah membanjiri seluruh tubuh pria kurus itu, bahkan saat ini aura spiritual dari laki laki itu sudah merosot tajam.


Maoyin dan Ping Chu hanya bisa terbelalak, serangan cepat itu membuat keduanya tak mampu menolong rekannya itu.


Saat ini pria kurus sudah ambruk di bawah kaki Yuang Fengying, sementara Ping Chu dan Maoyin berada dalam jarak puluhan meter jauhnya.


"Bebaskan teman kami, dan kami akan melupakan semua ini." Ping Chu mencoba negosiasi untuk membebaskan rekannya yang kini dalam kuasa lawan.


Yuang Fengying hanya mengerling, tersenyum sinis dan acuh tak acuh, mengambil tas penyimpanan pria itu dan berkata, "Kau pikir aku juga tak bisa membunuh kalian berdua?!."dengan arogan remaja itu menjawab nya.


SLAAASSH..


Tanpa banyak berkata lagi, pedang Pelangi terayun membelah badan pria kurus tersebut, hingga benar benar terpisah menjadi dua bagian dan pria tersebut mati saat itu juga.


_________


Jangan lupa dukungannya...