Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
168. Kembali ke Lembah Tiga Puncak


Alam makin bergetar saat dua kekuatan di angkasa meledak dan menyebar.


Bukan hanya Sesepuh Rong yang melonjak Kekuatan nya, Yuang Fengying pun sudah meningkat kan kekuatan nya.


"Hm, aku tak melihat berandalan ini mengaktifkan kekuatan leluhur nya, namun mengapa kekuatan nya bisa melonjak begitu kuat?."


Saat ini tekanan di sana sudah meningkat pada area sejauh beberapa kilometer, membuat tempat itu seperti di kurung dan terkungkung dengan domain nya tersendiri.


Sesepuh Rong melesat maju menghantamkan pukulan nya, sebuah gelombang kekuatan angin berputar dengan debu gelap melesat menerjang ke arah Yuang Fengying.


Kekuatan yang mampu mengikis sekitarnya itu menderu mengeluarkan suara desingan yang menakutkan.


WUIIIING....


Raungan serangan itu sungguh menakutkan, apalagi kini serangan tersebut di ikuti dengan kekuatan dari leluhur garis darah keturunan.


"Hm, kali ini pasti anak itu akan celaka, sesepuh Rong sudah menyerang dengan kekuatan garis darah keturunan nya." Sesepuh Ling menatap ke arah pertarungan keduanya.


Tempat di mana kedua orang itu bertarung kini bergetar hebat, seakan terbebani dengan gejolak kekuatan yang ada di sana.


Yuang Fengying kembali melindungi tubuh nya dengan Seribu Perisai yang kembali terpancar mengelilingi tubuh nya, sementara tangan kanannya juga terayun kedepan mengeluarkan Lesatan serangan yang terdiri dari kekuatan tanah, logam dan petir.


Kekuatan tanah membuat gravitasi makin pekat dan berat, sedangkan kekuatan logam serta petir yang paling agresif dalam serangan sudah menggelegar menerjang kedepan dengan mengerikan.


BOOM..!!


Dua kekuatan kembali bertemu, menciptakan ledakan yang sungguh kian dahsyat, membuat tempat itu bergetar lebih lama.


Sebaran kekuatan liar yang menyapu ke segala arah akibat benturan dua kekuatan itu, membuat Sesepuh Ling dan Fen Shanming meloncat mundur jauh untuk menghindar.


"Apa ini sungguh kekuatan anak itu?."


"Mengapa aku merasa anak ini akan menjadi sosok hebat di masa mendatang."


Fen Shanming menatap pertarungan tersebut dengan mata berbinar.


Berbeda dengan gadis putri mahkota itu yang penuh kekaguman, sesepuh Ling kini mulai menyadari kekuatan remaja lawan sesepuh Rong menjadi ketakutan.


Akibat serangan itu sesepuh Rong terhantam dada nya dan terlempar, badannya mencelat hingga beberapa puluh meter dari pusat ledakan.


Pria tua itu kini wajahnya makin muram, dadanya terasa sesak akibat benturan tadi.


Sedangkan serangan sesepuh Rong yang di lepaskan menghantam perisai yang di aktifkan Yuang Fengying, membuat remaja itu terpental beberapa meter.


Dua orang yang bertarung itu kini sudah kembali tegak berhadapan, saling menatap dengan sorot mata tajam.


Tiba tiba pecahan alam kuno itu bergetar sangat hebat, makin lama makin hebat, membuat semua yang ada di sana terkejut dan ketakutan.


"Bahaya..!, waktu disini sudah selesai.." Sesepuh Ling berseru kepada sesepuh Rong, mengingatkan.


Memasuki dimensi lain sebelum waktu nya memang selalu memiliki batasan, dan semua orang tahu itu.


Jika batasan waktu di sepelekan maka akan sangat berbahaya bagi para penyusup itu, bisa jadi akan terjebak di sana sampai batas waktu tertentu atau bahkan bisa celaka karena bisa jadi alam tersebut akan mengerucut, menyempit hingga mencacah tubuh penyusup tersebut.


"Beruntungnya kau.., karena aku harus pergi," sesepuh Rong masih mencoba sombong dan melemahkan mental lawan.


Yuang Fengying hanya tersenyum sinis, remaja itu juga tahu sudah waktunya keluar dari dimensi alam tersebut.


Tiga sosok peri itu langsung meloncat ke arah portal pemindah yang di ciptakan oleh sesepuh Ling untuk membawa mereka kembali ke asalnya.


Sementara Yuang Fengying kembali mengaktifkan gelang giok cahaya untuk kembali.


**


"Aku harus mempelajari artefak ini lagi." gumam Yuang Fengying dengan muram, saat sudah keluar dari pecahan alam kuno.


Yuang Fengying memutar matanya, menatap ke arah sekeliling nya, saat ini tempat tersebut masih seperti saat di tinggalkannya.


Beberapa pohon yang tercerabut masih menyisakan onggokan sampah pepohonan yang menggunung, sementara tanah yang tercabik masih terlihat belum di tumbuhi rerumputan.


"Hm, nampaknya waktu di sini lebih lambat dari pecahan alam kuno."


Yuang Fengying berkata demikian karena melihat sisa sisa pertarungannya masih terlihat mengepul, seperti hanya di tinggalkan beberapa jam saja.


Padahal dirinya yang berada di pecahan alam kuno, merasa sudah tinggal selama beberapa hari di sana.


"Aku harus ke kelompok Lembah Tiga Puncak, mungkin masih ada aliansi penyerang di sana." remaja itu melesat kearah kelompok Lembah Tiga Puncak berada.


WEEENG...


Yuang Fengying melesat menjadi seberkas cahaya, bergerak sangat cepat menuju ke arah lembah tiga puncak.


**


Di lembah tiga puncak.


Terlihat tiga sosok nampak memimpin anggota nya untuk mulai mencari harta Karun di kelompok yang telah di hancurkannya.


"Ambil apapun yang berharga di sini." Iblis Ungu memerintahkan sisa sisa anak buahnya berburu peninggalan kelompok Lembah Tiga Puncak.


Pria dari benua lain mengangguk setuju dengan apa yang di lakukan Iblis Ungu.


Sementara pria tinggi besar dengan kepala plontos bergerak ke arah bangunan dimana tempat harta Karun dimungkinkan berada.


Gerakan pria tinggi besar di ikuti beberapa anak buahnya, mencari dimana harta kelompok itu di simpan.


Saat ini pria tinggi besar bersama sepuluh anak buahnya sudah memasuki reruntuhan bangunan.


"Periksa semuanya, kumpulan semua harta yang kalian lihat." perintah pria tinggi besar dengan kepala plontos, sambil melemparkan cincin cincin penyimpanan kosong ke arah anak buahnya.


Kelompok sebesar lembah tiga puncak pastinya memiliki harta Karun yang tak terhitung.


Sepuluh orang itu menangkap cincin cincin penyimpanan untuk menyimpan harta rampasan.


Meski bangunan tersebut sudah roboh, namun tak benar benar runtuh dan beberapa bagian kamar masih terlihat utuh.


"Berpencar...!.ambil semua yang berharga."


Sepuluh orang langsung bergerak cepat, menyisir semua ruangan dan mengambil apapun yang di lihat berharga.


"Ha..ha...," pria tinggi besar dengan kepala plontos tertawa senang ketika anak buahnya berhasil mendapatkan gunungan harta Karun.


Ruang harta memang berada di sudut yang lain dari lembah tiga puncak dan jauh dari tempat pria dari benua lain dan iblis Ungu berada.


"Cepat kumpulkan cincin cincin penyimpanan yang telah terisi harta Karun, " pria tinggi besar dengan kepala plontos mulai mengumpulkan cincin penyimpanan yang tadi di sebarkan kepada anak buahnya.


Saat ini pria tinggi besar dengan kepala plontos itu telah menggenggam cincin cincin penyimpanan yang berisi harta Karun yang sangat banyak, karena semua anak buahnya berhasil menguras gudang harta kelompok Lembah Tiga Puncak.


"Ha.. ha...," kembali pria tinggi besar dengan kepala plontos tertawa senang dengan kilatan keserakahan di matanya.


"Nampak nya kau sangat senang hari ini..!," sebuah suara terdengar pelan, namun cukup mengagetkan semua yang ada di sana.


Pria tinggi besar dengan kepala plontos bahkan langsung pucat wajahnya.


_________


Jangan lupa dukungannya