Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
165. Mencoba Peruntungan


Yuang Fengying merasa kekuatan tanahnya kini meluap luap dalam tubuh nya.


Kekuatan bumi yang menguar di udara dan kini terserap Yuang Fengying serasa meledak ledak, namun berangsur angsur kekuatan yang luar biasa itu kembali stabil dan tersimpan di dalam tubuh remaja tersebut.


Bilik unsur elemen tanah kini lebih luas dan bercahaya di banding unsur lainnya, berkat kekuatan unsur elemen tanah yang meningkat unsur elemen kayu yang ada di sisinya juga ikut meluas.


"Saatnya aku keluar dari stupa ini." Yuang Fengying tersenyum senang kemudian keluar dari bangunan itu, berniat menuju ke stupa yang lebih besar lagi, karena pasti di tempat itu artefak penguat unsur elemen nya lebih kuat.


Di sisi yang lain kelompok tiga manusia peri masih terlihat bertarung melawan pasukan batu untuk memasuki stupa kecil lainnya.


"Berandalan itu sudah keluar dari stupa itu..?" Pria tua ras peri sesepuh Rong, terlihat bergumam dan melirik ke arah Yuang Fengying dengan kilatan keserakahan.


Demikian pula dengan wanita tua Ling, "Apa mungkin dia sudah berhasil mendapatkan benda itu?." tanyanya dengan rasa penasaran yang membuncah.


"Ayo kita selesaikan semua ini, lalu kita rebut harta berandalan itu." sesepuh Rong kembali mengobarkan semangat, hingga ke-tiga orang itu makin mempercepat serangannya, membuat pasukan batu makin tercerai berai, dan akhirnya mereka bertiga berhasil masuk ke stupa kecil yang menjadi sasaran nya.


**


"Ambillah kristal roh inti bumi itu putri, kami yang akan berjaga di pintu." Sesepuh Rong berkata demikian.


"Ya kami akan berjaga jaga di sini." sesepuh Ling mengangguk.


Pria dan wanita tua dari ras peri itu terlihat berjaga di pintu masuk, menjaga dari segala kemungkinan serangan sosok sosok batu atau musuh lainnya.


Gadis calon ratu bangsa peri itu bergerak cepat menghampiri benda yang ada di tengah ruangan tersebut.


Sebuah kristal yang sangat indah terletak di tengah tengah ruangan dengan aura tanah yang menakjubkan.


Gadis cantik itu mengulurkan tangannya lalu menyentuhnya, mencoba untuk terkoneksi dengan benda tersebut.


Sesaat gadis itu menyelaraskan diri nya dengan kristal roh inti bumi sebelum akhirnya mengangkatnya.


Sebuah senyuman tersungging di bibirnya, saat kristal itu bergetar dan mulai selaras dengan kekuatan tanah nya.


Fen Shanming langsung duduk, konsentrasi dan mencoba sedikit menyerap kekuatan dari kristal itu.


Weeng...


Gelombang kekuatan yang tak terhingga seperti memaksa memasuki dirinya, membuat gadis itu bergetar hebat lalu menghentikan usaha penyerapan tersebut.


"Hmm, aku rasa sudah cukup, akan berbahaya jika aku memaksa untuk menyerap lebih dari dua puluh persen kekuatan kristal roh inti bumi ini."


Fen Shanming membuka mata, lalu berdiri, "Aku sudah selesai."


Gadis cantik itu menyimpan kristal berharga itu ke dalam cincin penyimpanan nya.


**


Di luar Yuang Fengying tengah mendekati stupa kecil lainnya, meski bayi perunggu roh inti bumi sudah tak berguna baginya, tetap saja benda berharga itu akan sangat berguna bagi dirinya, mungkin nanti bisa di jual di pasaran bebas atau di jadikan alat penukar dengan benda berharga lainnya.


Remaja itu sebenarnya ingin mendekati stupa yang lebih besar untuk mencari kristal yang lebih kuat, namun bahayanya pasti juga berkali lipat dan itu penuh resiko, bisa bisa nyawanya benar benar terancam, dia bukan orang yang bodoh untuk melakukan itu.


"Aku akan ke stupa kecil itu." Yuang Fengying melesat menuju stupa kecil lainnya.


Remaja itu kembali menemukan hadangan dari para penjaga tempat itu, namun Yuang Fengying sudah siap akan hal tersebut.


Seiring kelompok Fen Shanming memasuki stupa kecil di sisi lainnya, Yuang Fengying juga memasuki stupa kecil untuk kedua kalinya bagi remaja tersebut.


Dengan kekuatan nya saat ini serta rahasia kelemahan pasukan batu yang sudah terungkap, akan sangat mudah bagi Yuang Fengying memasuki beberapa stupa kecil tersebut.


Saat ini Yuang Fengying sudah memasuki stupa kecil yang kelima, bahkan saat kelompok Fen Shanming baru memasuki satu stupa kecil dan kini belum keluar dari sana.


Namun ternyata tak semua stupa kecil memiliki kristal roh inti bumi, mungkin sudah di ambil oleh orang orang yang pernah ke tempat itu.


Dari lima stupa kecil yang di masukin ya Yuang Fengying hanya menemukan tiga kristal roh inti bumi, dan kini dua kristal sudah di simpan di cincin ruang penyimpanan nya.


"Aku sudah tak tertarik untuk memasuki stupa kecil, bagiamana dengan stupa lainnya?." pandangan remaja itu kini beralih ke deretan stupa yang lebih besar lagi, berada di barisan lebih dalam dan memiliki pelataran yang lebih luas dengan besarnya stupa dua kali dari stupa kecil di pinggiran.


**


Kelompok Fen Shanming sudah keluar dari stupa kecil yang di masuki nya.


Saat ini suasana terlihat tenang karena tak ada lagi pertempuran di sana.


"Apa yang di lakukan nya?." Sesepuh Rong menatap di kejauhan sosok Yuang Fengying yang tengah mendekati stupa yang lebih besar.


"Cari mati, dasar berandalan bodoh..!."


"Apa di kira semua ujian di tempat ini akan sama?." Sesepuh Ling mencibir dengan sinis menimpali ucapan rekannya.


Fen Shanming tak mengucap sepatah kata pun, gadis itu masih menatap sosok yang berada di kejauhan namun membuatnya sedikit kagum dengan kemampuan nya.


"Mari kita lihat saja, apa yang mampu di lakukan orang itu." akhirnya Fen Shanming berkata menenangkan dua penjaga nya yang terlihat makin gusar dengan tindakan seseorang itu.


Jauh dari ketiga sosok peri itu, Yuang Fengying sudah mendekat ke arah stupa yang sedikit lebih besar.


Stupa itu mungkin berukuran dua kali dari stupa kecil dan memiliki pelataran yang lebih luas.


Jarak satu stupa dengan stupa lain yang sejenis adalah beberapa puluh meter.


Kali ini Yuang Fengying tak lagi grusa grusu untuk memasuki tempat tersebut, dirinya tak ingin kecolongan dengan memasuki tempat yang ternyata kosong.


"Aku harus melihat apa yang ada di dalamnya." remaja itu makin menguatkan kekuatan visualisasi nya sebelum memasuki pelataran stupa itu, karena jika sudah memasuki pelatarannya pasti para penjaganya akan langsung bereaksi.


"Hmm, roh inti bumi dengan warna sedikit berbeda, pasti ini bayi perak dari roh inti bumi." senyum Yuang Fengying terbit di bibir nya.


Remaja itu langsung melangkahkan kakinya dan memasuki pelataran stupa tersebut.


Jeeng... jeeng....


Begitu remaja itu menginjakan kakinya, alam seperti terbalik dan berubah.


"Hmm, alam ilusi." Yuang Fengying hanya bergumam pelan, sambil menatap waspada alam sekitarnya.


Nampak nya ujian memasuki stupa tersebut kali ini selain serangan fisik juga ada serangan ilusi jiwa.


__________


Jangan lupa dukungannya