
Yuang Fengying membuka matanya, senyuman tersungging di bibir nya menyadari dirinya kini sudah menerobos ke alam tertinggi di benua itu, meski masih dalam level permulaan.
Meski berada di ranah awal Kuasa Sejati namun sesungguhnya kekuatan Yuang Fengying setingkat dengan kultivator di ranah puncak Kuasa Sejati.
"Jadi begitu, sekarang aku bisa memasuki alam pagoda dewa sekehendak hati ku."
Yuang Fengying teringat bagaimana cara masuk dan keluar dari alam pagoda dewa, hanya saja dia masih belum mampu memasuki wilayah area bangunan inti dari Pagoda Dewa yang berdiri kokoh di alam tersebut.
Alam Pagoda Dewa memiliki bentang alam yang luasnya tak terbayangkan.
Di alam tersebut juga ada lautan dan samudra ,gurun dan daratan yang luas, bahkan gunung, sungai dan belantara nya juga ada.
Di salah satu sudut alam ini terdapat sebuah bangunan pagoda sembilan lantai yang berdiri kokoh di tempat tersebut, bernama Pagoda Dewa.
Pagoda tersebut seperti tiang pancang yang menjadi pusat dari segala yang ada di alam tersebut.
Setiap kali melihat nya, yang mampu di tangkap Yuang Fengying dari bola kristal itu adalah bangunan Pagoda tersebut, meski sesungguhnya alam itu sangatlah luas.
Dan setiap kali memasuki alam itu nanti nya kemunculan Yuang Fengying selalu akan di tempat yang sama, yakni di sekitaran Pagoda Dewa.
"Kekuatan ku makin bertambah, dan jiwaku makin kuat, sayangnya aku belum memiliki sebuah jurus seni dari kekuatan jiwa yang mampu untuk melakukan serangan."
Jurus seni kekuatan jiwa sangat jarang di temukan di benua tersebut, bahkan kultivator yang mempelajari serangan jiwa juga sangat jarang di sana.
"Tak apa, meski aku belum memiliki sebuah jurus seni serangan kekuatan jiwa, namun dengan kekuatan jiwa ku saat ini akan sulit di tembus oleh seseorang yang ada di puncak Kuasa Sejati sekalipun." senyuman kembali terbit di bibir remaja tersebut.
Satu lagi yang membuat Yuang Fengying tersenyum makin lebar adalah, waktu di alam pagoda dewa lebih lambat di banding alam sesungguhnya, artinya waktu satu bulan di alam pagoda dewa hanya serasa satu menit di alam sesungguhnya, luar biasa bukan? Dan itu tentu saja bisa di manfaatkan untuk berkultivasi.
Yuang Fengying tak pernah menyangka akan secepat ini memasuki ranah Kuasa Sejati, dengan usia masih belum ada lima belas tahun dirinya sudah berada di tingkatan seperti ini.
Namun jika mengingat akan serangan dari penghuni benua lain, senyuman remaja itu menjadi suram.
Tingkatan ranah Kuasa Sejati bukanlah apa apa, bagi penduduk benua lain itu kekuatan ranah Kuasa Sejati ibarat hanyalah seekor semut, yang akan dengan mudah mati diinjak.
"Hm, tak apa.., setidaknya aku bisa lebih kuat jika bertemu dengan orang orang itu lagi."
Yuang Fengying berniat keluar dari ruangan penginapan nya, karena hari telah berganti dan saatnya mereka kembali melanjutkan perjalanan.
**
"Nak apakah yang menerobos kemarin adalah dirimu?." Ying Zhi Dao menatap Yuang Fengying dengan tatapan pemujaan dan kekaguman.
Yuang Fengying mengangguk dengan sopan.
"Ah..sudah ku duga, meski penginapan ini sangat hebat dalam menyembunyikan para tamu nya, namun aku sudah mengira itu pasti kamu."
"He..he..aku juga tak menyangka paman, di tempat ini aku bisa menerobos dengan perlindungan struktur segel formasi pengaturan yang demikian kuat dan hebat."
"Aku tak bisa lagi mengukur kekuatan mu?, apakah kau menerobos tingkatan atau hanya naik level?."
"Tingkatan paman." jawab remaja itu dengan enteng.
"Apa..?!, jadi sekarang kau sudah berada di ranah Kuasa Sejati?." dengan terbelalak kaget Ying Zhi Dao menebaknya.
"Benar paman.."
Ying Zhi Dao masih juga terkejut meski sudah menduga demikian, bocah yang baru beranjak remaja memiliki kultivasi ranah Kuasa Sejati?, tak percaya tapi itu nyata.
Keduanya meninggalkan penginapan dan bergerak menuju ke arah di mana keluarga Ying berada.
Sayangnya ada aturan dilarang terbang selama di wilayah pecahan istana monster tersebut, jika tidak maka mereka pasti akan terbang karena tentu lebih cepat.
Terbang di wilayah pecahan istana monster hanya di perbolehkan untuk para penguasa di sana, bahkan keluarga kaya dari penduduk wilayah itu juga di larang terbang, dan itu di patuhi oleh semua orang.
"Kita lewati hutan itu, lalu melintasi sedikit perbukitan maka akan tiba di sisi kota Wuheng tetangga kota Teratai Salju."
Kota Wuheng adalah kota terdekat dari kota Teratai Salju, meski terdekat jaraknya masih beberapa ratus kilometer.
Dua orang itu sudah tiba di pinggiran kota dan akan memasuki wilayah hutan saat beberapa bayangan bergerak mendekati.
"Berhenti..!."
Wess..
Weess..
Sembilan bayangan berloncatan mendekat,, diikuti bayangan lainnya di belakang dan mengurung Yuang Fengying dan Ying Zhi Dao.
"Kalian..?." Yuang Fengying mengerutkan keningnya.
Rupanya mereka adalah orang orang dari keluarga Jin, yang pernah mengacau saat itu.
Kali ini Jin Jia Feng membawa sembilan orang dengan jumlah lebih banyak dan tentu nya lebih kuat di banding saat kemarin.
"Rupanya kau tak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa kemarin ya." Yuang Fengying menatap Jin Jia Feng dengan sinis.
"Selagi kau belum menyerahkan kristal itu aku akan terus mengejar mu."
Bagi orang normal menyerap sebuah kristal akan membutuhkan waktu beberapa hari dan butuh kesempatan berkala, apalagi setingkat kristal Mata Dewa pasti membutuhkan waktu beberapa bulan.
"Ha..ha...dasar bodoh," Ying Zhi Dao tertawa, karena tahu saat ini kekuatan Yuang Fengying pasti meningkat pesat.
Saat ini lima orang sudah makin mendekat kearah Yuang Fengying, empat lainnya mengurung Ying Zhi Dao membuat pria paruh baya itu sedikit suram.
"Cari mati..!." Yuang Fengying yang merasakan niat membunuh dari para pengeroyok nya langsung bergerak cepat.
Meski para pengurung nya bergerak cepat, namun kecepatan mereka bukan apa apa.
BANG...!
Yuang Fengying langsung menghantam salah satu dada orang yang mengurungnya.
"Aah..!"
Satu orang langsung terlempar dengan dada bengkah, begitu terkena kekuatan pukulan Yuang Fengying.
Serangan remaja itu yang tidak main main langsung membuat para pengeroyok nya naik pitam.
"Bunuh..!."
"Bunuh..!!."
Pengeroyok itu langsung menebaskan pedang dan senjata yang di miliki nya ke arah Yuang Fengying.
Sementara Ying Zhi Dao sudah kewalahan di keroyok empat orang yang setingkat dengan nya.
Pria paruh baya itu hanya bertahan dari serangan mereka tanpa sempat memberikan serangan, karena serangan orang orang itu begitu mengerikan.
"Aku harus cepat, dan segera membantu paman ke sembilan belas."
Yuang Fengying bergerak makin cepat, jika kemarin dia tak berniat membunuh lawan, namun kali ini tidak lagi.
"Tebasan Awan..!."
Yuang Fengying mengayunkan lengannya, jurus sederhana itu membuat lesatan gelombang kekuatan yang menebas segala arah begitu remaja itu mengayunkan ke beberapa arah.
Siu... Siu....
Lesatan energi dari ranah Kuasa Sejati memang sungguh mengerikan, gerakan gerakan itu menciptakan sebuah pedang angin yang menyambar ke mana mana.
"Hah..?!, sekuat itu?!." wajah wajah para pengeroyok nya langsung pucat pasi.
___________
Jangan lupa dukungannya