Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
210. Pedang Pelangi


Tiga bayangan terlihat melesat di angkasa dengan kecepatan tinggi, mereka terlihat berputar beberapa kali di tempat yang sama, seperti sedang memastikan sesuatu.


"Terakhir kali jejaknya ada di bawah itu." Pria dengan baju zirah emas berkata sambil menunjuk ke sebuah arah.


"Mungkin memang di tempat itu, aku melihat ada puing puing bekas pertarungan di sana, barangkali mereka bertarung di tempat tersebut." pria kurus dengan pandangan tajam yang ada di sampingnya juga menyahut.


Wanita dengan cadar jala, hanya terdiam menatap area bawah yang jauhnya ribuan meter dari tempat nya saat ini melayang.


"Ayo kita periksa ke bawah..!." pria berzirah emas langsung menukik tanpa menunggu kedua rekan nya.


Tiga orang itu saat ini berada di bekas reruntuhan sisa pertarungan, mengamati dan mengawasi apa yang ada di sekitarnya.


"Hm, siapa memangnya lawan Bong dan Roa?, mengapa sisa pertarungan nya sedemikian hebat?."


"Ya, apa mungkin Bong dan Roa di jebak dan dikeroyok di sini?."


"Bisa jadi demikian, karena tak mungkin hanya dua orang mampu mengalahkan Bong dan Roa."


Ketiga orang itu bersahut sahutan, saling berspekulasi dengan apa yang terjadi di tempat itu.


Mereka mengira ada penjebakan terhadap dua rekannya itu.


Seandainya mereka tahu yang mengalahkan dua rekannya hanya satu orang bocah remaja, mungkin mereka langsung batuk darah di tempat.


"Aku menangkap sisa jejak spiritual Bong," wanita dengan cadar jala tiba tiba berteriak setelah memejamkan mata dan mengendus udara yang ada di sana.


"Dimana?." hampir bersamaan dua orang rekannya langsung bertanya.


"Auranya berasal dari sana." tunjuk wanita itu ke arah lain.


Pria dengan zirah emas mengerutkan keningnya, "Tak salah deteksi mu?, bukankah sisa pertempuran ada di bawah kaki kita ini?."


"Ya, sisa pertarungannya ada di sini, mengapa kau menunjuk tempat yang berbeda?." Pria kurus dengan tatapan mata tajam juga kurang percaya dengan pendeteksian rekan wanitanya itu.


"Ck, kurang ajar..!, kau meremehkan ku?!." wanita itu terlihat berdecak dengan kesal, hasil kerjanya di ragukan oleh dua rekannya.


"Maoyin jangan marah, aku berkata demikian karena faktanya demikian." pria dengan zirah emas melunak.


"Ya, benar .. Bukan berarti kami meragukan kehebatan mu dalam melacak, tapi ini berdasar fakta yang kita lihat."


Wanita bernama Maoyin itu mendengus, "Terserah kalian..!, aku akan mencoba memeriksa daerah sana."


Maoyin langsung melesat menuju perbukitan yang jauh berada di sisi yang lain.


Wanita pemilik unsur elemen angin itu kembali memejamkan mata, mengendus udara yang ada di depannya.


Tangannya meraup kehampaan lalu di lemparkan nya, setelah itu menghirup nya, kemudian wajah wanita itu kembali terlihat serius dan menatap tajam ke sebuah arah.


**


Yuang Fengying sudah berdiri di dekat kota transparan yang memancarkan cahaya warna warni.


"Oh, rupanya cahaya itu berasal dari pedang ini." dengan penuh kekaguman remaja itu melihat kotak transparan tersebut.


Di dalam kotak memang terlihat sebuah pedang dengan tampilan yang tak biasa, karena pedang itu memancarkan cahaya aneka warna.


"Pedang apa ini?, tampilannya sungguh unik," remaja itu menatap dengan penuh ketakjuban, senjata yang masih berada di kotak nya itu.


Saat Yuang Fengying mencoba menyentuh kotak itu, tiba tiba.


"Argh....!." Yuang Fengying kaget karena ada kekuatan yang seperti menyetrum lalu menghisap kekuatan spiritual nya.


"Ada apa ini?."


Bisa di lihat sejenak pedang itu seperti bergerak gerak di dalam kotaknya.


"Mengapa bisa begini?," Yuang Fengying jadi mundur selangkah, sejujurnya sedikit takut karena kotak transparan itu mampu menghisap kekuatan spiritual nya.


Banyak kisah yang mengatakan jika banyak kultivator mati karena kekuatan spiritual nya di hisap hingga habis oleh senjata pusaka, dalam artian kultivator itu tak mampu menaklukkan senjata pusaka dan malah mati konyol.


Melihat Yuang Fengying mundur menjauh, entah mengapa pedang yang ada di dalam kotak itu terlihat lesu.


"Eh, hanya perasaanku apa memang pedang itu jadi lesu ya?."


Yuang Fengying melihat pancaran cahaya itu meredup saat dirinya menjauh.


"Baik, aku akan kembali mendekat, tapi jangan kau habiskan esensi tenaga spiritual ku." Remaja itu berkata entah pada siapa.


Begitu Yuang Fengying maju selangkah demi selangkah, cahaya itu kembali bergolak, seakan pedang di dalam kotak transparan bergembira, menari dan melonjak lonjak.


Yuang Fengying kembali mengulurkan tangannya, menyentuh kotak transparan itu.


Srreettt..!


Klaaak...!


Dalam waktu sepersekian detik tenaga sejati kekuatan spiritual Yuang Fengying tersedot dan di tarik oleh kekuatan dari kotak transparan itu, lalu kemudian kotak itu retak dan terbuka.


Cahaya warna warni makin bersinar terang, membuat lorong itu menjadi terang benderang, bahkan bumi menjadi bergetar karena lonjakan cahaya yang menekan ke seluruh permukaan dinding.


"A-apa yang terjadi.?." Yuang Fengying terperanjat dan mundur beberapa langkah.


PLAASS...!


Pedang yang memancarkan cahaya warna warni melesat ke udara, berputar putar ke segala arah, seakan benda itu tengah merayakan kebebasan nya.


Aura kekuatan yang terpancar dari pedang itu juga sangat luar biasa, membuat Yuang Fengying tertekan hebat dan kesulitan bernafas.


"Senjata apa ini?, kekuatannya sungguh mengerikan, dan mampu menekan tubuhku sedemikian rupa."


Ingin rasanya Yuang Fengying menghindar dan pergi karena melihat senjata itu bergerak acak tak beraturan, mengitari lorong yang tak lagi luas itu, namun itu tak mungkin.


"Merepotkan," Umpat pelan remaja itu karena peristiwa itu dirinya jadi tertekan saat ini.


Begitu Yuang Fengying berniat mengaktifkan unsur elemen tanah untuk membuka jalur pelarian, tiba tiba kristal pelangi terasa bergetar hebat, memancarkan cahayanya seperti mengajak Yuang Fengying mendekati pedang itu.


"Aah.. Benarkah aku harus melakukan ini?." Tangan Yuang Fengying terulur ke udara, lalu tiba tiba pedang itu mendekat pelan dan saat ini berada di genggaman Yuang Fengying.


CEEESS....


Begitu kulit remaja itu menyentuh gagang pedang, rasa nyaman yang sulit di jabarkan terasa memasuki tubuh nya, kekuatan yang bersinergi dengan dirinya terasa begitu saja padu padan.


Cahaya warna warni dari pedang yang ternyata perwujudan berbagai unsur elemen itu kini saling bersinergi dengan segala unsur elemen yang dimiliki remaja itu, membuat rasa nyaman karena luapan kekuatan tenaga sejati yang melimpah ruah.


"Ooh, rupanya ini pedang Segala Unsur.." sebuah senyuman tersungging di bibir Yuang Fengying begitu menyadari itu.


Belum hilang rasa terkejut Yuang Fengying atas peristiwa itu sebuah bisikan terdengar di dalam pikiran Yuang Fengying.


"Panggil aku Pedang Pelangi......"


Lalu pedang di tangan Yuang Fengying berlahan lahan mengabur menjadi transparan dan tak terlihat.


"Eeh." Yuang Fengying hanya terkejut, namun tetap tersenyum.


___________


Jangan lupa dukungannya...