
Pertarungan antara dua pemuda dari dua keluarga tersebut berlangsung beberapa saat dan akhirnya di menangkan oleh Ming Tse hutian meski dia juga cidera saat itu.
Saat ini sudah berdiri di panggung partai kedua yaitu Ying Sen Pii melawan Ming He Yun, dua remaja muda yang juga berunsur elemen api dan air itu terlihat mulai bersiap.
Mereka telah mengaktifkan unsur elemen di tubuh masing masing, membuat alam itu bergolak.
Ying Sen Pii yang berusia lebih tua yakni 17 tahun nampak mulai memutar tangannya, udara dingin mulai makin menyebar.
Meski Ming He Yun masih berusia 15 tahun namun ranah nya juga sama dengan lawannya berada di ranah Menengah 9, jadi anak tersebut tak terlihat takut sama sekali.
Ming He Yun sudah menggetarkan kedua tangannya bertanda dia makin meningkat kan kekuatan unsur elemen nya.
Byaaar...!
Api menjalar di lengannya, lalu dengan sangat cepat anak 15 tahun itu menyerbu ke depan.
Gelombang api mengiringi langkah nya, ketika tangannya menebas ke depan sebuah bayangan tombak Api tercipta dan menerjang lawan.
Ying Sen Pii tak mau kalah, melempar lengannya kedepan, sebuah gambaran pedang tercipta dan melesat kedepan.
BLAAAR..!
Dua bentukan kekuatan yang berwujud senjata itu saling bertubrukan, menciptakan ledakan yang cukup menggetarkan sekitarnya.
"Hmm, kau makin meningkat He Yun.." Ying Sen Pii yang juga mengenal anak tersebut sedikit memuji, mereka hidup dalam kota yang sama, sedikit banyak pernah bersinggungan.
Ming He Yun tak banyak bicara, dia kembali meloncat, mengandalkan kelincahan tubuhnya.
"Api Menyapu Mangsa..!."
Gelombang Api bergulung gulung tercipta saat tangan anak tersebut bergerak melempar kedepan.
Wwooss...
Ying Sen Pii meloncat memutar tubuhnya, membentuk gelombang air yang menyebar mengguyur ke arah gulungan api yang menerjangnya. "Hancurkaan...!.''
PYAARR...
Kembali gelombang serangan keduanya bertemu.
Beradunya dua kekuatan itu membuat dua remaja itu terdorong kebelakang.
Mereka juga terlihat seimbang, karena memang sama sama di ranah Menengah 9.
"Musnah...!." teriak Ming He Yun, sambil meloncat menendang ke arah lawan.
Tendangan yang sangat kuat dengan aura panas itu menusuk ke arah Ying Sen Pii.
Braakk...!
Tendangan itu hanya di tahan dua lengan Ying Sen Pii.
Kembali keduanya saling terpental.
"Lagi lagi kekuatan peserta kedua juga berimbang."
"Ya.. mereka memang Keluarga dengan kekuatan yang sama, tak heran jika para peserta nya sama sama kuat."
"Entah bagaimana jika melawan keluarga lain, pasti sudah hancur semenjak tadi."
Para penonton dari keluarga lain makin ngeri dengan kemampuan generasi penerus keluarga kuat tersebut.
"Api Menyapu Mangsa..!," kembali Ming He Yun menerjang ke arah lawan, dengan kobaran api di sekitar nya.
Ying Sen Pii juga kembali maju menyongsong serangan tersebut.
DUAAR..
Keduanya kembali terpental, namun Ming He Yun kini sedikit terseok, setelah bertarung beberapa puluh jurus mulai terlihat daya tahan kedua remaja tersebut sedikit berbeda.
Kali ini partai kedua di menangkan oleh peserta dari pihak keluarga Ying.
Seorang gadis dari keluarga Ying sudah berdiri di panggung arena.
Adalah Ying Yufei gadis berusia 16 tahun dengan ranah Kultivasi Menengah 8.
Kemudian menyusul ke arena, salah satu dari pemuda kembar yang berusia 17 tahun, pemuda ini memakai baju hitam, saat ini pemuda tersebut berada di ranah Menengah 9.
"Silahkan nona memulai," katanya dengan sopan, namun terlihat jika kesopanan tersebut hanya di buat buat.
Ying Yufei terlihat kesal dengan pandangan tersebut, "Baik aku akan langsung menyerang mu..!."
Gadis 16 tahun yang badannya mulai berkembang itu melesat cepat menerjang lawannya.
Dengan tertawa pemuda kembar yang berbaju hitam itu menggerakkan tangan nya, lalu gelombang kekuatan meledak dari tubuhnya.
Begitu Ying Yufei menghantam dengan kekuatan dingin, sang lawan juga menghantam kan serangannya.
DAARR..
Kedua pukulan itu bertemu, dan karena tingkat kultivasi yang berbeda satu level membuat Ying Yufei sedikit kalah tenaga.
"Ough..!," Ying Yufei tersentak kaget, tangan lawan mencoba menyerang area dada nya.
"Keparaat kurang ajar..!," teriak gadis itu, namun hanya di balas kekehan anak muda 17 tahun tersebut.
"Jika tak ingin itu terjadi, menyerah lah..!." kata pemuda kembar berbaju hitam sambil mencibir.
"Dasar berandalan cabul, mati sana..!," Ying Yufei melesat maju sambil melempar sejumlah paku air yang di ciptakan nya.
"He..he... musnah..!!." Tangan anak kembar baju hitam mengembang, lalu kekuatan panas nya menyebar merontokkan serangan itu.
Sejumlah paku air tersebut langsung berguguran begitu di terpa gelombang panas yang menyapu nya.
Cees... ceess....
"Huh, hanya serangan lemah..," seru anak muda tersebut.
Di sini terlihat jelas jika kekuatan keduanya sangat timpang, meski kultivasi nya hanya beda satu level saja, namun pada kenyataan nya daya tempur keduanya sangat jauh.
Pemuda itu lalu melesat cepat menyerang menghantam dada gadis muda tersebut.
Buugh...!
"Aah...," Ying Yufei menjerit, selain karena serangan lawan juga sasaran yang di serang adalah area dadanya, membuat gadis tersebut marah juga malu, tubuhnya terpental cukup jauh karena kaget.
Penonton dari pihak keluarga Ying marah dengan kejadian tersebut, hampir saja Ying Xue Yu sebagai keluarga utama meloncat menyerang ke arah pihak keluarga Ming.
"Dasar berandalan kurang ajar..!."
Namun juri pertandingan menenangkan amarah tersebut dengan mengatakan, " Ini adalah pertarungan, tak mungkinkan dalam pertarungan tidak menyentuh lawan?."
Meski sangat marah keluarga Ying akhirnya terdiam.
"Yuang Fengying..!."
Nama Yuang Fengying di panggil maju untuk pertarungan partai ke empat.
Di atas panggung sudah ada anak kembar kedua dengan baju putihnya, dia melihat Yuang Fengying dengan tatapan penghinaan, selain masih sangat muda juga ranah kultivasi ada nya di bawahnya.
"Kamu benar benar mau melawan ku adik kecil." anak itu bertanya setelah saling berhadapan.
"Hmm," Yuang Fengying hanya mendengus dan mengangguk.
Sepanjang dirinya menjadi penonton, Yuang Fengying sudah bisa mengukur kekuatan semua peserta yang ada di sini.
Dia merasa sangat yakin mampu menghadapi nya bahkan dengan mengeluarkan Kekuatan beberapa persen saja.
"Baik ayo mulai," teriak anak kembar berbaju putih, anak itu langsung mengaktifkan unsur elemen Api.
Jika di pikir pikir Keluarga Ming adalah keluarga yang kebanyakan anggota nya berunsur elemen api, hampir 90 persen berunsur api murni, hanya ada lima persen berunsur ganda dan sisanya unsur lain.
Kini alam terasa bergolak, suhu langsung meningkat tajam, nampaknya anak tersebut ingin sesegera mungkin mengalahkan Yuang Fengying.
"Api Kehancuran...!," anak itu mengeluarkan serangan tingkat tinggi rahasia dari keluarga Ming.
"Apa..!, si kembar langsung mengeluarkan senjata andalan kita.!!." Ming Yuansa terlihat kaget namun juga tersenyum.
"Ya..makin cepat makin baik.." gumamnya lagi.
"Mampus kau bocah.."
______________
Jangan lupa dukungannya...