
Dua wakil tetua maju mendekat kearah tetua agung dan tetua regulasi.
Empat orang itu mendekat ke arah gerbang besar untuk memasuki gedung kuno itu.
Di sudut pintu yang sangat besar itu terdapat rajah mantra yang menyegel tempat kuno tersebut.
Setelah keempat orang itu berkonsentrasi dan menggabungkan kekuatan nya, pelan namun pasti rajah mantra yang menyegel tempat itu dengan terukir indah mulai bergerak-gerak.
Mula mula sedikit pelan, namun makin lama makin cepat kemudian membentuk sebuah pola yang berputar seperti ikan pari mengikuti rombongan nya.
Cekleeek...!
Suara keras seperti kunci terbuka membuat semua orang yang ada di sana terkejut, begitu ada celah sedikit dari pintu gerbang itu, luapan aura kekuatan merembes keluar dan menyebar mulai menekan semua orang.
"Masuklah, pintu gerbang hanya bisa kami buka seukuran ini." tetua Agung berkata sambil menahan nafasnya karena menyetabilkan segel formasi penjagaan.
Yuang Fengying memasuki gedung kuno, setelah satu langkah pintu dengan sendirinya tertutup.
Saat ini tempat itu sudah terputus dengan dunia luar, hanya butuh waktu satu hari satu malam untuk bertahan sebelum pintu kembali terbuka.
Yuang Fengying menautkan kedua alisnya, bagaimana bisa tahu jika waktu sudah menunjukan satu hari satu malam? sedangkan lingkungan di sana terlihat tanpa pencahayaan matahari yang biasa di lihatnya.
Yuang Fengying menatap sekeliling nya, meski dari luar terlihat seperti sebuah gedung biasa namun sesungguhnya di dalamnya tak menggambarkan sebuah bangunan, tapi lebih mirip sebuah alam dimensi lain.
Yuang Fengying menoleh kebelakang dimana tadi dirinya melangkah, bukan lagi daun pintu namun sudah berganti menjadi sebuah bukit yang bahkan terlihat banyak pepohonan lebat memanjang jauh hingga ke sebuah gunung yang terlihat sangat jauh.
"Jika demikian belum tentu aku bertemu dengan makhluk yang terlepas itu," Yuang Fengying merasa sedikit lega, meski saat ini kekuatannya sudah meningkat tapi dirinya tak ingin terlihat bodoh dengan menganggap sepele tempat tersebut.
Alam yang membentang begitu luas pasti memiliki bahaya di dalamnya.
"Aku harus memetakan tempat ini." Yuang Fengying mengedarkan pandangannya, kekuatan visualisasi nya mulai memetakan bentang alam di sana.
Perlahan remaja itu mulai melangkah maju, meski tak memiliki tujuan pasti namun dia harus melangkah juga, setidaknya akan mencoba mencari keuntungan dari alam dimensi tersebut.
"Dari sini terlihat ada dua gunung tinggi," Yuang Fengying menatap dua gunung yang ada di sisi kanan dan kirinya.
"Entah apakah masih ada gunung lainnya, aku juga penasaran." Yuang Fengying melesat ke sisi kanan.
Saat ini dengan ranah Bumi sejati, Yuang Fengying sudah mampu terbang cukup lama, dan dia sungguh beruntung.
"Pemetaan bentang alam di sini akan makin mudah buatku." sambil tersenyum Yuang Fengying bergumam.
Namun belum tuntas rasa senang nya, sebuah aura yang terasa mengancam menyebar ke arah Yuang Fengying.
Sekumpulan burung elang pemakan daging yang ukuranya sangat besar terlihat melintas dalam satu rombongan.
"Apa..!?, kekuatan ini," Yuang Fengying merasakan sebuah tekanan dari serombongan binatang itu begitu menekan.
Sungguh pancaran kekuatan yang menakutkan bagi orang lain, tapi tidak bagi Yuang Fengying.
"Tuan nampaknya alam dimensi ini adalah pecahan wilayah binatang kuno, tuan bisa memanfaatkan kondisi ini dan menaklukkan binatang di sini untuk menjadi hewan tunggangan". Jiwa suci berkata kepada Yuang Fengying.
Remaja itu kini mengerti, mengapa aura binatang di sana begitu kuat, nampak nya mereka berasal dari pecahan 'wilayah binatang kuno'.
Sebuah tempat dimana binatang binatang kuat berasal.
Pecahan wilayah binatang kuno seperti sebuah alam kecil ciptaan sosok hebat yang di fungsikan seperti kebun binatang buatan.
"Koaaakk..!."
Seekor Elang pemakan daging melesat kearah Yuang Fengying, bulunya yang hitam legam berkilat terkena cahaya.
Kepala elang yang botak dengan paruh sebesar daun pintu itu terlihat sungguh menakutkan.
Aura Kekuatan yang di pancarkan dari binatang tersebut sungguh sangat kuat, sesaat Yuang Fengying ingin menaklukannya untuk di jadikan hewan peliharaan, namun aroma yang menjijikan dari binatang itu membuat remaja tersebut mengurungkannya.
CRAAK...!
Paruh elang botak itu menyerang Yuang Fengying begitu dekat, namun dengan mudah remaja itu menghindarinya.
Dengan pertarungan begitu dekat membuat Yuang Fengying sangat mual, aroma tubuh hewan yang busuk itu sungguh menggangunya.
"Sialan..!, hewan keparat ini sungguh menjijikan."
Yuang Fengying meloncat menjauh, untuk menyiapkan serangan jarak jauhnya.
"Menebas Angin Menghadang Badai - Lesatan Kehancuran..!."
Sebuah serangan yang bisa di lakukan jarak jauh sudah di lepaskan remaja itu.
BRAAAKK...
Serangan yang biasanya mampu membelah badan lawan kini hanya seperti menabrak tembok.
Lesatan gambaran senjata itu hanya mampu memberikan goresan kecil di dada elang raksasa pemakan bangkai itu.
"Koaaakk...!"
Elang pemakan bangkai itu seperti mengejek serangan Yuang Fengying yang hanya mampu merontokkan bulu bulu kecilnya.
Saat ini banyak elang pemakan daging yang bergerak mendekat kearah Yuang Fengying, nampaknya mereka akan melakukan serangan bersama sama.
Soouu.... souuu...
Elang elang pemakan bangkai itu mulai menyambar nyambar badan Yuang Fengying.
Kekuatan tebasan sayapnya saja bisa merobek badan orang biasa, belum patokan paruhnya jika mengenai sasaran pasti akan hancur tubuh nya.
"Dasar sial..!, aku tak memiliki senjata tajam, sedangkan senjata yang aku ciptakan dari unsur elemen tak terlalu melukainya." Yuang Fengying merutuk kesal, selama ini tak memiliki senjata andalan.
"Oho..aku memiliki sabit tanpa gagang," remaja itu teringat akan senjata buluk nya, sebuah senjata lempar mirip Boomerang tapi bukan Boomerang.
"Baik akan aku coba..!."
Yuang Fengying mengeluarkan senjata aneh itu, begitu di keluarkan dari ruang penyimpanan aura kuat langsung terpencar dari senjata tersebut, seakan senjata itu menyelaraskan diri dengan alam lingkungan nya.
Sebuah kilatan sinar menyelimuti Sabit tanpa gagang itu, seperti membasuh dan menyepuh kembali, menjadi kan senjata itu lebih baru, kini senjata itu terlihat begitu menawan dengan beberapa ukiran huruf huruf Kuno di bagian sisi tumpul nya.
"Saatnya bekerja..!." Yuang Fengying melempar senjata tersebut ke arah seekor elang raksasa pemakan bangkai yang melesat mendekat ke arahnya.
Weeng ..weeeng...
Senjata itu melesat dengan aura kekuatan yang menakutkan, kekuatan dan ketajamannya mampu menebas apapun di jalur serangannya.
Elang raksasa pemakan bangkai, masih menerjang ke arah Yuang Fengying dengan kuat, seakan tak ada takut takutnya dengan senjata yang di lempar Yuang Fengying.
Tubuhnya yang kuat dan kebal serangan membuat binatang buas yang mendekati evolusi menjadi binatang iblis itu percaya diri untuk menghadang serangan tersebut.
CRAAASH...
Sabit tanpa gagang itu melesat dan masuk ke dalam tubuh elang pemakan bangkai, bahkan elang itu matanya langsung terbelalak kaget.
Tubuh nya yang selama ini sangat kuat, namun kini bisa di tembus senjata yang terlihat lemah, bukan hanya itu, kini senjata itu masih berputar di dalam tubuhnya seperti menghancurkan apapun 'organ dalam' yang ada di tubuh nya.
Elang pemakan bangkai itu menjerit begitu merasakan 'organ dalam'nya di rusak oleh senjata yang berputar sangat kuat dan menghancurkan tersebut.
Dari mulut elang pemakan bangkai itu keluar darah segar, saat dia berteriak kesakitan.
Braaal...
Senjata sabit itu keluar dari tubuh elang pemakan bangkai, lewat dari arah dimana senjata itu masuk tadi, dan kini kembali melesat ke arah sang pemilik.
Yuang Fengying sangat terpana dengan gerakan sabit tanpa gagang tersebut, senyuman jelas terpampang di wajah nya, senjata yang sangat luar biasa telah di milikinya, meski masih banyak uji coba yang perlu di lakukan untuk membuktikan kehebatan senjata nya.
____________
Jangan lupa dukungannya