Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
162. Kekuatan Tanah (Penj alam jiwa)


Sejenak Yuang Fengying terdiam di tempatnya setelah keluar dari sinar portal pemindah, saat ini dia sudah sedikit yakin jika tempat itu bukan Benua Tanah Tengah, dimana para penyerangnya berada.


"Ck, persetan dengan di mana aku berada, aku harus memulih-kan diri sejenak." remaja itu lalu duduk bersila dan mulai meditasi memulihkan diri nya, semua itu di lakukan setelah memeriksa sekitarnya sejenak dan di pastikan aman.


Meski tadi dia sudah menelan bunga salju tujuh jiwa, namun masih perlu waktu untuk bisa di serap sempurna guna mengembalikan kekuatan nya seperti semula.


Sekarang dengan kondisi yang memungkinkan untuk melakukan meditasi dengan tenang, Yuang Fengying tak menyia nyiakan kesempatan itu.


JREEENG...


Bunga salju tujuh jiwa memang sangat luar biasa, pantas saja waktu itu Patriark keluarga Ying langsung bisa pulih bahkan langsung menerobos ke ranah Kuasa Sejati berkat mengkonsumsi tanaman tersebut.


Saat ini alam jiwa Yuang Fengying makin luas dan terang, bola cahaya Pagoda Dewa makin terlihat cerah cemerlang, ukurannya makin meningkat sebesar bola tendang dengan gambaran pagoda sembilan lantai yang makin jelas terlihat di dalamnya.


Di bawah bola cahaya Pagoda Dewa yang melayang paling tinggi, kristal Pelangi juga makin kuat warnanya, seakan kristal pelangi itu tak pernah di serap sebelum nya, kini cahaya yang di hasilkan makin tegas dan kuat, siap untuk di distribusikan ke semua unsur elemen di bawahnya.


Dua bola kristal yang sangat luar biasa itu bersinergi memenuhi semua kebutuhan esensi dari tujuh unsur elemen yang di miliki Yuang Fengying.


Jika ini di ketahui oleh para kultivator lain, pastinya akan menimbulkan keserakahan yang bisa mengancam jiwa remaja tersebut, karena semua pasti ingin merebutnya.


Dengan menyerap bunga salju tujuh jiwa bukan hanya dua benda itu yang mengalami perubahan namun hampir semua yang ada di alam jiwa mengalami peningkatan.


Kolam tenaga sejati yang sempat terkuras habis tadi, kini sudah terisi penuh kembali dengan ukuran yang makin melebar, mungkin sekitar satu setengah meter persegi luasnya.


Kolam tersebut memiliki tujuh saluran yang mengalirkan tenaga sejati ke tiap bilik unsur elemen.


Bilik bilik unsur elemen makin melebar seiring dengan bertambahnya ukuran luas alam jiwa, dan tentu saja itu menandakan jika kekuatan unsur elemen tersebut makin meningkat kuat.


Unsur unsur elemen itu terlihat makin bergolak dengan Kekuatan yang meleptup letup, menandakan kekuatan meluap luap.


WEEENG...


Entah sudah berapa lama remaja tersebut meditasi berkultivasi, saat ini kekuatan langit dan bumi yang ada di alam itu seperti tersedot ke arah tubuh nya.


Unsur angin, petir dan air terlihat berputar putar di atas kepala Yuang Fengying, lalu unsur api dan logam bergerak di sekitar badan remaja itu sedangkan unsur tanah dan kayu berputar di bawah tubuhnya.


BOOM...!


Kekuatan yang berkumpul meledak dari tubuh remaja tersebut, saat ini ranah kultivasi Yuang Fengying sudah menembus ke ranah Raja Bumi, sebuah tingkatan kultivasi yang membuat seseorang akan berdecak tak percaya.


Sepanjang sejarah di benua Tanah Tengah, belum ada kultivator di ranah Raja Bumi yang berusia sedemikian muda seumur Yuang Fengying.


**


Di tempat lain.


Di sebuah bangunan sangat besar mirip sebuah candi dengan satu stupa besar dan ratusan stupa kecil mengelilingi nya.


Terlihat tiga sosok tengah bertarung dengan pasukan batu yang ada di wilayah yang akan di masuki nya itu.


Mereka tengah bertarung di pelataran dari candi besar yang mirip sebuah istana kuno.


Pasukan batu yang terdiri dari puluhan sosok itu benar benar menyulitkan para tamu tak di undang tersebut.


"Sungguh menyulitkan makhluk makhluk ini." pria tua dari bangsa peri itu berkeluh kesah pelan.


Ya, mereka bertiga adalah sesepuh Rong, Sesepuh Ling dan tentu saja putri mahkota Fen Shanming.


Meski hanya jenis bayi perunggu dari Roh Inti bumi, namun penjagaan di sana sungguh mengerikan, karena memang bayi perunggu roh inti bumi di daratan benua Tanah Tengah sungguh sebuah warisan yang sangat berharga.


(Roh Inti Bumi terbagi dalam beberapa tingkatan Emas, Perak dan Perunggu, dari tiga tingkat itu ada jenis Bayi, Remaja dan Dewasa)


"Bumi Bergulung Akar Menjerat..!." sesepuh Rong mengangkat tangan nya, dari gerakan tersebut tiba tiba tanah didepannya terbelah, lalu munculah sulur sulur tanaman rambat dari dalam tanah itu dan mulai mengejar para pasukan batu.


Sreeettt...


Sreeettt...


Sulur sulur tersebut mulai membelit pasukan batu yang berjumlah puluhan itu, mengikat kencang dan menarik nya untuk memasuki bumi yang terbelah.


Dari Puluhan pasukan batu itu meloncat satu manusia batu yang lebih besar dari yang lainnya.


Weeng...


Manusia batu itu menghantam puluhan sulur yang menjulur dan menjerat sosok sosok batu lainnya.


Kraaak..


Suara retakan keras terdengar saat beberapa sulur sulur itu pecah, terputus dan berhamburan.


"Grooooo...!.''


Manusia batu yang mungkin Pemimpin itu terlihat berteriak dengan marah, sungguh hebat pencipta dari sosok sosok penjaga ini, dengan hanya sebagian kesadaran yang di tinggalkan di sosok sosok tersebut, manusia batu itu bisa menjadi makhluk yang memiliki sedikit keinginan.


Sesepuh Rong tercekat menyadari kekuatan para penjaga tersebut, serangannya berhasil di gagalkan oleh salah satu manusia batu itu.


"Hati hati..! makhluk ini memiliki sedikit keinginan dari pencipta nya." Sesepuh Rong mengingatkan sesepuh Ling dan Fen Shanming.


Dengan sedikit kesadaran dan keinginan yang di tinggalkan dari pencipta nya, sosok tersebut mampu memiliki keinginan dan alam pikir untuk bertarung dan bertahan.


Sesepuh Ling mengangguk, wanita tua itu memang tahu akan hal itu dan masih terlihat menelisik untuk mencari kelemahan dari para penjaga tersebut, sedangkan Fen Shanming terus melawan dan menahan serangan manusia manusia batu itu.


BAM.. BAM... BOOM


Suara suara benturan terdengar di tempat itu membuat alam berderak dan bergetar oleh hempasan gelombang serangan yang menyebar.


**


"Apa yang terjadi?.'' Yuang Fengying membuka matanya, telinga nya yang sangat tajam mendengar ada pertarungan jauh dari wilayah tersebut.


"Nampak nya ada pertarungan disana." Dengan pandangan yang tajam, remaja itu mampu melihat apa yang terjadi jauh beberapa kilometer dari sana.


Pandangan Yuang Fengying terus berputar dan kini beralih ke arah puncak bangunan mirip candi dengan stupa paling besar, "Apa itu?.''


Dalam pandangan Yuang Fengying telihat sebuah benda yang berdegup layaknya jantung, dan berada di tengah stupa batu yang paling besar tersebut.


"Apakah itu Roh Inti Bumi?." senyum terpancar dari bibir remaja tersebut, namun kemudian senyuman itu memudar berganti dengan keterkejutan. "Itu bukan roh inti bumi, tapi itu Jantung Bumi, sebuah artefak yang puluhan kali lebih berharga dan kuat jika di banding roh inti bumi." sebuah suara dari pohon suci mencoba memberitahukan Yuang Fengying.


"Apa Jantung Bumi?, bukankah jantung bumi di jaga oleh Naga Bumi?."


__________


Jangan lupa dukungannya