
Yuang Fengying makin memahami maksud dan niat orang orang itu.
Dengan kekuatan nya saat ini wajar jika roh penjaga warisan ketakutan dengan kedatangan orang orang dari benua lain.
Roh penjaga warisan pastinya tahu jika orang orang itu memiliki kemampuan merebut kristal Pagoda Dewa yang telah tertanam di jiwa Yuang Fengying.
Yuang Fengying menatap sosok master Krook di depannya, apa yang telah mereka bicarakan cukup membuat wawasan remaja itu terbuka.
"Apa yang ingin kau lakukan sekarang?." katak berbaju hijau itu menatap Yuang Fengying, mencoba membaca apa rencana remaja tersebut.
"Sesuai pesan dari sosok penjaga warisan dewa yang anda katakan bernama Nuara, aku ingin mengambil kristal penguat Air-Es, lalu meninggalkan wilayah ini."
"Mau pergi ke wilayah mana?, jika hanya sebuah wilayah kecil pasti kau akan mudah di temukan." master Krook menyampaikan pendapat nya.
Memang benar juga, jika hanya pergi ke wilayah yang di katakan benua Tanah Tengah, benua timur atau benua lainya yang ternyata hanya setitik wilayah, akan percuma karena itu bukan sebuah benua yang sesungguhnya.
Yuang Fengying juga tak memiliki tujuan pasti, remaja itu hanya ingin menghindar semetara, sambil memperkuat diri, sebelum nanti bertemu dan bertarung dengan para pengejar nya.
"Bagaimana jika kau pergi ke benua yang sesungguhnya yakni Benua Dong?."
"Benua Dong?, di mana itu benua Dong?." tanya Yuang Fengying yang sedikit bingung dengan nama benua tersebut.
Master Krook menghela nafasnya, "Sesungguhnya benua yang sebenar benarnya benua ada lima yakni benua Dong atau lengkap nya Wu Li Dong."
"Lalu ada benua Ba Kai, benua Gang, benua Ya Qi dan benua Ri Re.''
Yuang Fengying hanya mengangguk angguk mendengar pengetahuan bentang alam tersebut.
"Luas benua Dong ribuan kali dari wilayah ini, dan pastinya kau akan sulit di temukan jika berada di sana."
Remaja itu kembali mengangguk, "Baik.., aku akan menuju benua itu."
Master Krook yang kini gantian mengangguk, "Jika menuju benua itu, aku bisa membantu mu."
"Membantu ku?, dengan armada apa master mau membantuku?." tanya Yuang Fengying.
"Armada?, maksudmu menggunakan alat transportasi?."
"Ya, bukankah itu caranya?, baik lewat armada air atau armada udara?."remaja itu menatap sosok katak tersebut.
"Ha..ha... Jika kau menggunakan dua armada itu, kau akan sampai di sana setelah lima puluh tahun, itupun dengan armada tercepat."
"Hah?, selama itu?." Yuang Fengying membelalakkan matanya, perjalanan selama itu menggambarkan betapa jauhnya tempat yang akan di tuju.
"Ya.. memang lama, karena jaraknya sangat jauh dari wilayah ini." master Krook tersenyum melihat kekagetan remaja di depannya, "Tapi jangan khawatir, aku memiliki portal yang bisa mengirim mu ke sana tanpa waktu lama."
Kembali Yuang Fengying terkejut dengan berita itu.
**
Jauh dari wilayah tanah tengah, tepatnya di tengah samudra terlihat sebuah kapal tak terlalu besar maupun terlalu kecil.
Kapal itu saat ini tengah di kepung oleh puluhan kapal perompak laut.
Meski kapal yang melaju tak terlalu besar atau kecil, tapi semua tahu jika kapal itu sangat kuat dan tentu saja mewah dan mahal, itu yang membuat para bajak laut tertarik untuk merebut nya.
Konon kapal dengan spesifikasi seperti itu juga memiliki ruang kultivasi, bisa melaju dengan sangat cepat dan bahkan bisa menyelam ke dalam lautan.
Bahkan jika memiliki biaya, armada seperti ini bisa di tingkatkan lagi dengan kemampuan bisa terbang, luar biasa bukan?
"Tuan.., kita telah di kepung puluhan atau ratusan kapal perompak." kapten kapal terlihat sedikit panik dan mulai berkata kepala salah satu pria yang menjadi penumpang nya.
Pria tinggi besar dengan dua anting di telinga nya itu hanya menatap acuh tak acuh puluhan atau ratusan kapal yang melingkupi kapal mereka dalam jarak beberapa mil.
Beberapa rekan pria tinggi besar bahkan masih asyik memancing, seakan bukan sebuah masalah kapal mereka di kepung ratusan kapal.
"Ahaa.. Aku dapat ikan hiu gigi pedang..!," teriak salah satu pria kegirangan.
Ikan hiu gigi pedang meloncat dan mencoba menyambar pemancing tersebut.
SLAAASSH...
Pria itu mengayunkan lengannya, terlihat hanya sekali ayun, namun hasilnya sungguh mengerikan.
Ikan hiu itu kini sudah terpotong potong menjadi seukuran dadu kecil, dan pria itu merentangkan tangan nya, tiba tiba muncul sebuah panci besar dari uluran tangan tersebut.
Tap.. Tap... Tap...
Potongan ikan hiu besar itu masuk ke dalam panci dan siap untuk di olah.
"Kita bisa makan ikan lagi..!," pria itu berjingkrak jingkrak kegirangan.
Dari arah lain tepatnya arah kapal kapal pengepung itu terlihat ada beberapa orang menaiki kapal kecil yang mampu bergerak cepat selayaknya kapal buru sergap.
Mereka adalah para pemimpin perompak, nampak nya ingin menyampaikan ancaman nya.
Seorang bajak laut berdiri di ujung kapal buru sergap itu, "Kami adalah perompak lintas samudera, memerintahkan kepada kalian untuk menyerahkan kapal beserta isinya..!."
Suara perwakilan perompak yang menggelegar itu memecah angin laut yang menerpa.
"Bagaimana ini Tuan?." kapten kapal kembali berkata kepada pria tinggi besar yang masih terdiam dengan acuh menatap kapal kapal di kejauhan.
"Kau tenang saja, nikmati minumannya dan lihatlah apa yang akan aku tunjukkan." pria tinggi besar dengan anting di dua telinga nya itu melangkah maju hingga ujung pinggir kapal.
Pria itu lalu meloncat ke atas samudera.
Taap...
Dan sungguh hebat, laki laki itu tak tenggelam, tapi malah berdiri kokoh di atas air samudera itu.
Begitu kakinya menginjak air laut, air itu langsung terlihat mulai membeku dengan sangat cepat.
Air yang membeku itu bahkan terus menjalar dengan kecepatan di luar nalar, menjalar melebar dan menjebak kapal kapal yang mengepung nya.
"Apa..? Cepat kembali...!." orang orang yang berada di kapal buru sergap langsung terkejut, mereka dengan cepat memutar kapal kecilnya untuk kembali ke kapal induk guna menyiapkan serangan.
Gerakan putaran kapal buru sergap yang cepat masih kalah cepat dengan gelombang dingin yang membekukan lautan.
Bahkan kapal cepat itu kini terjebak di padatnya gumpalan es di bawah nya, yang tercipta begitu cepat.
Melihat rekannya terjebak, kapal kapal induk langsung bergerak menerjang ke depan agar memperoleh jarak ideal melepaskan meriam senjata nya.
"Siapkan serangan...!," masing masing kapten kapal perompak memerintahkan anak buahnya menyiapkan serangan.
SRAAAK..!
Namun tiba tiba ratusan kapal kapal induk itu terhenti bergerak, kapal itu sudah terjebak dalam gumpalan es padat.
Kapal buru sergap yang terjebak itu kini di hampiri oleh pria tinggi besar dengan anting di kedua tangannya.
WEENG..
Tiba tiba tangan pria itu di angkat ke atas, lalu keluar bola kristal es yang makin membesar dengan sangat cepat membentuk sebuah bukit es.
Tanpa berkata apa-apa pria itu menghantam kan bukit es yang di ciptakan nya ke arah kapal kecil buru sergap hingga mengubur dan menenggelamkannya ke dasar lautan.
Gerakan yang sungguh cepat dan tak di duga siapapun.
_________
Jangan lupa dukungannya...