
Tujuh kereta beriring iringan menuju ke Utara, mereka adalah murid murid dari perguruan Bukit Bayangan yang akan menuju ke tempat tujuan baru, yakni kelompok Lembah Tiga Puncak.
Dalam setiap kereta berisi lima belas hingga dua puluh orang.
Rombongan tersebut di pimpin oleh salah satu tetua yang bernama Luang Yiang.
Kebetulan tetua Luang Yiang baru saja kembali dari menjalankan misi sehingga dia tak berada di lokasi perguruan saat kejadian penyerangan.
Sebenarnya master Xingguang juga ingin ikut dalam rombongan tersebut, namun karena suatu hal pria paruh baya itu membatalkannya.
Yuang Fengying berada di kereta pertama, bergerak di depan bersama beberapa murid di dalamnya.
Beberapa murid senior bertindak sebagai kusir bersama tetua Luang Yiang.
Sebenarnya di beberapa kereta juga ada tetua tetua muda yang menjadi pemimpin rombongan, mereka adalah murid senior yang berbakat dan berprestasi sehingga di angkat menjadi tetua muda.
Saat ini mereka sudah keluar dari wilayah kota Yinying, kota yang menjadi penyokong perekonomian di sekitar wilayah perguruan Bukit Bayangan sebelum nya.
Sepanjang perjalanan dapat mereka lihat keadaan kota yang juga sedikit kacau, karena ulah orang orang tak di kenal.
Yuang Fengying makin terbakar hatinya melihat semua itu, dia bersumpah dalam hatinya jika sudah benar benar kuat akan membasmi segala kejahatan, akan membalas apa yang sudah mereka lakukan terhadap kelompok nya.
"Nampaknya kelompok itu benar benar ingin mengacaukan semuanya." Luang Yiang melihat semua yang di laluinya, dan memang di mana mana terlihat kekacauan.
"Sungguh kekuatan aliansi yang benar benar kuat, mampu mempengaruhi sebegitu banyak orang."
Bukan hanya Luang Yiang yang mampu melihat semua kekacauan tersebut, para murid yang duduk di kereta juga mampu melihat itu dari gerbong kereta mereka yang tak beratap.
Gerbong kereta yang membawa mereka bukanlah gerbong yang mewah dengan atap menaunginya, namun gerbong sederhana bahkan seperti semacam gerobak, yang penting bisa menampung dan membawa penumpang, itu saja.
Membawa rombongan begitu banyak bukan perkara mudah, selain harus memikirkan makanan selama perjalanan, keamanan juga perlu di perhitungkan apalagi di saat era kekacauan seperti ini.
"Kita akan kembali memasuki hutan selepas dari wilayah pemukiman yang mengelilingi kota Yinying." terdengar tetua Luang Yiang berteriak memperingatkan semuanya.
Tetua Luang Yiang berkata demikian agar semua orang tak mengendurkan kewaspadaan karena di hutan tersebut pastinya banyak bintang buas atau bahkan binatang iblis yang bersembunyi.
Belum selesai tetua Luang Yiang berkata dari balik pepohonan sudah terdengar suara daun daun yang bergesekan dan tersibak dengan keras.
Sruaak ....sruaaakk...
Grooor...
Dalam sesaat saja terlihat rombongan Badak Petir Cula Emas menghadang rombongan murid murid perguruan Bukit Bayangan.
Badak Petir Cula Emas merupakan binatang buas yang memiliki strata tinggi di dunia binatang, mereka merupakan binatang dengan strata kelas tiga.
Golongan strata kelas satu tentu saja ada binatang Naga, Qilin, Phoenix, Kura kura Abadi dan lainnya.
Golongan strata kelas dua ada Griffin, Singa Api bersayap, Gagak Naraka dan lainnya.
Sedangkan golongan strata kelas tiga ada Badan Cula Emas, Harimau Besi, Burung Gunting Perak dan lainnya.
"Badak Petir Cula Emas..!." teriak orang orang mulai panik.
Bukan hanya satu binatang, tapi ini rombongan satu koloni Badak Petir Cula Emas, membuat orang-orang langsung muram wajahnya.
"Semua harap bersiap, kita lawan binatang binatang ini." Tetua Luang Yiang mulai berteriak sedikit panik karena dari binatang tersebut pimpinan nya berada di tingkat Raja Super.
Groaaarr...!
WEESS...
Salah satu badak bercula emas itu melesat menerjang ke arah kereta kuda, gerakan yang sangat cepat dan kuat di sertai dengan semburan petir dari mulutnya, sangat menakutkan.
BLAAAR....!!
Bahkan serangan itu tepat mengenai satu gerbong dimana penumpang nya belum sempat meloncat.
"Binatang sialan..!." teriak orang orang mulai berhamburan, meloncat dari gerbong kereta tersebut.
Weeng... weeeng....
Beberapa badak Petir cula emas pun meloncat dan mulai menyerang gerbong gerbong lainnya.
Tetua Luang Yiang meloncat membalas serangan binatang binatang itu, sosok paruh baya itu menebaskan pedang yang kini sudah membara, nampaknya pria ini mengolah kekuatan dengan unsur elemen api.
Gelombang Api yang bergumpal gumpal terlepas dan melesat menerjang ke arah Badak Petir Cula Emas.
SRAAATT...
Lesatan gelombang api yang mampu membakar apapun itu menerjang.
Namun badak Petir Cula Emas bukan binatang lemah, seperti memiliki kecerdasan binatang itu melawan, menyemburkan kekuatan petir dari mulutnya.
BAAAMM...
Kekuatan petir bertemu dengan gelombang api yang menerjang, menciptakan ledakan cukup keras.
Di sisi lain Yuang Fengying juga sudah meloncat menyerang rombongan binatang buas tersebut, saat ini mereka tengah berkelana menuju Utara yang membutuhkan waktu berhari tanpa portal teleportasi, mereka membutuhkan makanan dan saat ini serombongan binatang datang menyerang bukankah itu sebuah keberuntungan bukan?.
"Cari mati...!." Yuang Fengying melempar tangannya kedepan, sebuah pisau pisau es langsung bermunculan di udara begitu remaja tersebut mengaktifkan unsur elemen Air-Es nya.
Tingkatan Kuasa atas Air-Es yang berada di tingkat Penguasa puncak membuat pisau pisau itu sungguh kuat dan tajam.
Suiing .. suiing...
Seperti hujan, pisau pisau itu menyembur ke arah badak Petir Cula Emas.
BAAM... BAAM....
Sebagian pisau itu di ledakkan oleh lesatan serangan petir dari binatang tersebut, namun masih banyak pisau lain yang tetap lolos dan melesat menerjang ke arah badan badak Petir Cula Emas.
Jaap.... jaaapp...
Pisau yang sangat kuat dan tajam itu langsung menembus badan binatang buas tersebut, membuat binatang tersebut berteriak dan bertumbangan.
NGUIIK...!
Beberapa binatang yang tertembus pisau ciptaan Yuang Fengying berteriak sebelum ambruk ke tanah, membuat badak Petir Cula Emas lainnya sesaat menghentikan serangan nya.
Puluhan binatang yang mengamuk itu kini mengarahkan tatapan nya kepada Yuang Fengying, dari sekian serangan yang menyerang koloni binatang tersebut, serangan dari remaja itu lah yang paling efektif dan mematikan.
GRoooaar..!
Salah satu pemimpin koloni terlihat marah, mengarahkan tatapannya kepada Yuang Fengying.
Sementara kereta yang mengalami kerusakan dan beberapa korban sudah di singkirkan ke pinggiran dengan di jaga oleh beberapa orang yang masih terlihat kuat.
"Obati yang terluka, aku akan mengalihkan perhatian binatang itu bersama Yuang Fengying dan lainnya, "teriak tetua Luang Yiang mulai memberikan arahannya.
Kini Sebagian orang menjaga dan merawat yang terluka, mengobatinya agar pulih kembali, sementara yang lain bertempur melawan binatang tersebut.
Weeeng... weeeng...
Yuang Fengying memutar tangannya, gelombang api mulai berputar dan melesat menyerang binatang yang kini mulai terlihat melemah.
Bagaimana pun serangan dari orang orang bekas anggota perguruan Bukit Bayangan masih sangat kuat.
BAAM... BAAAMM...
Gempuran gempuran itu mengakibatkan binatang binatang itu bercerai berai ketakutan.
__________
Jangan lupa dukungannya...