
Yuang Fengying sengaja memancing ular kepala tujuh menjauh dari kolam, agar Ling Fei bisa memanen gingseng kelopak darah saat dia menyibukkan ular tersebut.
Kini mereka bertarung di tempat yang jauh nya beberapa kilometer dari kolam tempat gingseng kelopak darah.
Ular kepala tujuh kembali menyemburkan serangannya.
Alam kembali bergetar karena kali ini kepala - kepala ular itu menyemburkan beberapa serangan dengan unsur berbeda sekaligus.
Sungguh serangan itu mampu merobek alam sekitar nya.
Tiap tiap kepala itu mengeluarkan serangan yang berbeda beda unsur elemen nya, membuat Yuang Fengying mulai kewalahan.
Usia ular yang sudah mencapai umur ratusan tahun itu menjadi kan pengalaman bertempur nya sungguh luar biasa.
Selain itu tingkatan ranah kultivasi hewan buas yang sudah berevolusi itu sudah setingkat dengan manusia di ranah Raja Bumi akhir, sungguh kekuatan yang sangat luar biasa.
Weeeng ... swwooss...
Lontaran momentum kekuatan yang mampu meluruhkan bukit itu menerjang kembali ke arah Yuang Fengying, membuat anak tersebut harus mengeluarkan kekuatan terbaiknya.
Selama ini baru kali ini Yuang Fengying bertarung benar benar begitu serius, lawannya sungguh sungguh kuat.
"Menebas Angin Menghadang Badai - Lesatan Kehancuran - Badai Kematian..!."
Seluruh unsur elemen di tubuh Yuang Fengying sudah aktif di tingkat puncaknya.
Seluruh badan Yuang Fengying sudah berpendar, dengan kekuatan yang mampu menekan bumi dan langit.
Kekuatan langit dan bumi seperti terkumpul di kedua tangan remaja tersebut, sebelum akhirnya di lepaskan menjadi sebuah serangan.
JREEENG..
Pukulan Yuang Fengying yang luar biasa itu melesat menerjang ke arah badan ular kepala tujuh.
Kekuatan yang sungguh sanggup menghancurkan apapun tersebut melesat dengan cepat bagai kilat.
BAAAMM...!!
Ular kepala tujuh terdorong kebelakang karena terhantam serangan tersebut, beberapa bagian dari badannya yang sebesar gerbong kereta terkoyak, mata ular terbelalak merasa kan kekuatan hantaman remaja itu.
Meski terluka dengan hantaman tersebut, pemulihan binatang yang berevolusi itu sungguh sangat luar biasa, meski tadi beberapa bagian tubuh nya sempat hancur namun kini sudah mulai pulih kembali.
Yuang Fengying sungguh terkejut dengan kekuatan regenerasi dari ular tersebut.
"Kekuatan mu sungguh hebat bocah..!, namun sayang hari ini kau harus mati di hadapan ku." ular itu berkata, lalu kepala kepala ular itu seperti membentuk sebuah formasi, dengan gerakan tertentu.
Mereka seperti menyatukan kekuatan dengan formasi yang di ciptakan itu.
Weeeng...
Aura kekuatan lawan seperti mengunci sosok Yuang Fengying, membuat remaja itu sedikit muram.
Kekuatan langit dan bumi kini berkumpul di sekitar ular kepala tujuh, setelah dia menciptakan sebuah formasi serangan.
Semua unsur elemen kini seperti terhisap dan berputar mengelilingi badan ular itu.
Sepanjang radius dua hingga tiga kilometer dari area itu kini terasa bergetar karena esensi alam seperti di tarik oleh ular itu untuk menciptakan sebuah gelombang serangan.
SLAAASSH...
Kilatan serangan yang luar biasa dahsyat terlepas dan menyasar Yuang Fengying.
**
Shenglong Ling Fei begitu bersemangat memanen beberapa gingseng kelopak darah.
Dari beberapa umbi akar tersebut beberapa sudah mencapai usia emas, di mana itu berarti herbal tersebut siap untuk di panen dengan kualitas terbaik karena usianya sudah puluhan atau bahkan ratusan tahun.
"Sungguh herbal yang sangat berharga..!." gadis itu dengan cepat memanen beberapa tanaman herbal itu.
Mereka adalah orang orang dari ras manusia Naga yang juga di kirim ke alam tersebut.
"Ayo cepat..!, pertempuran itu ku rasa dari arah sana..!." pria usia dua puluhan dengan tanduk naga dan berbaju merah gelap terlihat memimpin rombongan tersebut.
Mereka terdiri dari lima orang laki laki dan dua perempuan.
"Ya, aku juga merasa begitu.., mungkin itu anggota kita yang sedang melawan mahluk di sini." balas gadis naga yang memakai baju hitam.
Tujuh orang itu kembali melesat menuju ke arah danau, yang juga searah dengan Yuang Fengying yang tengah bertarung dengan ular kepala tujuh.
**
Kekuatan yang sangat dahsyat siap di lepaskan oleh ular kepala tujuh, menyasar ke arah Yuang Fengying.
Tiba tiba sebuah cahaya menyinari alam jiwa Yuang Fengying, cahaya itu berasal dari Kristal Roh Pagoda Dewa.
Benda yang lebih besar dari bola tenis itu bahkan keluar dari alam Jiwa remaja tersebut tanpa Yuang Fengying bisa mengontrolnya, bertepatan dengan Lesatan aneka kekuatan dari serangan ular kepala tujuh.
SLAAASSH...
Cahaya warna warni yang mengandung esensi kekuatan unsur elemen menerjang Yuang Fengying.
Ular kepala tujuh tertawa sinis, "Matilah kau manusia..!." melihat lawannya seperti melihat seonggok mayat.
Serangan dahsyat menerjang.
WOOONG...
Alam sekitar makin bergetar saat serangan itu menerjang, namun begitu mendekati badan Yuang Fengying, serangan itu bukan menyapu dengan ledakkan kekuatan tapi malah makin melemah terhisap oleh kristal Roh Pagoda Dewa, membuat kristal tersebut menyala seperti mau meledak.
"Apa..!, benda apa itu..?, mengapa seperti sebuah keberadaan yang sangat kuat?."
Ular kepala tujuh mulai menyadari aura kehadiran dan keberadaan lain yang begitu menakutkan, membuat nya langsung pucat dan menggigil ketakutan.
Yuang Fengying yang masih linglung dengan apa yang terjadi bahkan tak melakukan apapun saat serangan dahsyat ular kepala tujuh seperti hilang begitu saja terhisap ke dalam kristal cahaya.
Serangan itu seperti guyuran air yang masuk ke dalam kolam, tertelan begitu saja.
Ular kepala tujuh langsung menundukkan badannya dengan sangat cepat, begitu menyadari ada kekuatan yang begitu dahsyat melindungi remaja di hadapan nya.
"Ampuni aku tuan pemilik kristal cahaya, aku yang bodoh ini berani menyerang mu."
Sementara kristal Cahaya Pagoda Dewa sudah kembali ke alam Jiwa Yuang Fengying, saat ini kristal cahaya itu bahkan menyalurkan kekuatan yang di dapatkan dari ular kepala tujuh ke arah kristal pelangi, seperti mengisi ulang kristal yang biasa di serap Yuang Fengying itu.
Badan Yuang Fengying bergetar, seperti tersadar dengan apa yang sudah terjadi.
Bahkan dirinya sendiri juga terkejut dengan semua itu, apalagi kini di lihatnya ular kepala tujuh tunduk di hadapannya.
"Kristal Pagoda Dewa kembali menyelamatkan ku."
Remaja itu tersenyum senang, saat menyadarinya.
"Sesungguhnya aku tak ingin mengusik mu, aku hanya menginginkan beberapa gingseng kelopak darah milik mu."
Ular kepala tujuh kembali mengangguk, "Silahkan tuan manusia mengambil gingseng itu, aku tak akan menghalanginya lagi."
"Terima kasih, ayo kita kembali ke danau itu jika demikian."
Dengan cepat Yuang Fengying kembali ke arah danau dimana Ling Fei memanen beberapa gingseng kelopak darah, diikuti oleh ular kepala tujuh di belakangnya.
Begitu berada di danau Yuang Fengying terkejut, karena sudah ada beberapa orang yang juga memanen herbal tersebut.
"Apa yang terjadi..?!?." seru Yuang Fengying dengan terkejut.
___________
Jangan lupa dukungannya...