Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
238. Masih Bertarung dengan Pria berbaju katun


Yuang Fengying yang sudah di kendalikan sosok bercahaya, seakan tak menggubris apa yang ucapkan pria tua tersebut.


Saat ini remaja itu malah menciptakan banyak bulatan cahaya yang mulai menggerus dan menyerap cahaya gelap yang tadi menyebar dan meredupkan alam sekitar.


Bulatan bulatan cahaya kini tidak hanya satu namun bertambah menjadi beberapa titik dan mulai menyerap Kegelapan yang sempat meraja lela sebelum nya.


"Benar, kau pasti memiliki pusaka yang tuan Penguasa inginkan, aku akan merebutnya darimu." pria tua itu makin terlihat beringas.


Kekuatan yang menyebar dari pria tua itu makin meningkat, tekanan yang begitu mengerikan membuat alam sekitar seakan layu.


Selain tekanan aura yang meningkat, bola kegelapan juga makin kuat menghisap apapun di sekitarnya.


Namun dengan adanya bola cahaya yang menyebar di area itu seakan menjadi obat bagi penyakit kegelapan yang kian kronis itu.


Bola cahaya yang semula sangat besar kini mulai tertekan dan mengecil, meski kekuatan hisapannya masih belum berkurang, namun setidaknya jangkauan nya sudah menyempit.


"Bangsaat kecil keparaat..!, kau sungguh memiliki kemampuan untuk itu rupanya." pria itu berteriak marah saat menyadari jika kekuatan kegelapan yang di aktifkan nya kini tergerus oleh cahaya yang menekan.


"Ha.. ha... Hanya kemampuan seperti ini, bukankah mudah untuk menghentikan nya." suara yang keluar dari mulut Yuang Fengying kini berbeda dengan suara asli remaja itu, membuat pria tua itu menautkan alisnya.


"Hei.. nampak nya kau sudah dirasuki roh pusaka..!, cuih..!, aku harus melaporkan semua ini." meski pria tua itu kaget, namun itu juga sebuah temuan yang di nanti nanti.


"Lakukanlah sesuka mu, yang pasti kau harus mati karena sudah mengetahui semua ini." suara asing kembali terdengar dari mulut remaja tersebut.


Seiring berakhirnya kata ancaman dari sosok yang mengendalikan Yuang Fengying, terlihat remaja itu melesat sangat cepat menyerang pria itu.


Weeng...


Tiba tiba Yuang Fengying sudah berada di sisi pria itu dan menebaskan pedangnya.


Gelombang tebasan yang mengerikan langsung mengarah ke pria tua itu.


"Ugh.., tak semudah itu." dengan sangat cepat pula pria tua itu meloncat menghindari lesatan energi.


CRAAK...


BOOOMM...


Serangan itu menebas ruang kosong dan menciptakan alur lintasan yang sebesar sungai kering.


Pria tua membalas serangan tersebut denganmenyabetkan pisau hitamnya, Lesatan gelombang kekuatan yang mampu menggerus apapun menyambar ke arah Yuang Fengying.


Dengan cekatan remaja itu membuat seribu perisai menghadang lesatan serangan yang sungguh menakutkan tersebut.


DEEERRR.....


Gelombang hitam menabrak benteng warna warni, lalu tergerus cahaya yang sudah menyebar di area itu.


Gelombang kekuatan kegelapan hanya bisa di musnahkan oleh kekuatan cahaya.


**


Di tempat yang sangat jauh.


Seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan nampak masih melihat sebuah lempengan segitiga yang sangat besar, segita logam itu terpampang di dinding ruangan yang saat ini dia berada.


"Hmm, benar saja.. Di wilayah kecil itu memang ada serpihan kekuatan dari nya."


Pria itu menatap benda yang kini terlihat bersinar dan berkedip itu cukup lama, sebelum sedikit kaget.


"Apa..?!, Jinhu meminta bantuan?, memangnya siapa yang di hadapi nya?."


Pria itu menatap sebuah layar kecil di sudut artefak segitiga raksasa, di layar itu tertulis jika pria tua berbaju katun yang bernama Jinhu itu meminta bantuannya, untuk mengkap seseorang yang memiliki pusaka yang saat ini di cari nya.


"Memang sekuat apa sosok itu? Hingga Jinhu meminta bantuan ku?."


Pria paruh baya itu adalah laki laki yang biasa di sebut 'tuan Penguasa'.


Tik..


Sebuah bayangan tiba tiba berdiri di sampingnya diiringi beberapa bayangan lainnya.


"Kalian Bayangan Kegelapan, datanglah ke wilayah..." pria itu menyebutkan sebuah wilayah, lalu melemparkan segitiga kecil yang sama seperti yang pernah di berikan kepada pria berbaju katun atau Jinhu, " itu alat pelacak, gunakan untuk mencari lokasi dan sosok yang Jinhu temukan."


Bayangan Kegelapan adalah salah satu divisi pemburu dan pembunuh yang di miliki oleh pria tersebut, berisi sepuluh orang.


Kekuatan Bayangan Kegelapan tentu saja sangat mengerikan, rata rata dari mereka berada di ranah Alam Berdaulat menengah.


"Baik Tuan."


"Jika memang sosok itu benar benar kuat, dan kalian tak mampu merebut apa yang dimiliki (pusaka), maka musnahkan saja."


"Agar orang itu tak menjadi duri dalam daging, bagi kita."


"Di mengerti Tuan ku."


"Pergilah dengan gerbang teleportasi, kita sudah memilikinya di sebuah wilayah yang dekat dengan lokasi tersebut."


Di Kepulauan yang jauh dari benua tengah, di tengah samudra memang ada markas dari kelompok itu, meski demikian itu masih sangat jauh jarak nya dari benua Tanah Tengah.


"Baik Tuan."


Sepuluh orang menangkupkan tangannya, merunduk sangat dalam kemudian menghilang satu persatu.


**


Bola raksasa yang berwarna hitam dan mampu menghisap apapun kini sudah mengecil.


Ukurannya kini hanya sebesar tempayan.


Bola hitam itu kini makin tergerus oleh cahaya yang kian menyebar melingkupi alam tersebut.


Pria berbaju katun kini wajahnya kian jelek, kemarahan terlihat di mata nya yang kini tampak membara.


"Tak ada pilihan lain.." pria itu mengangguk, nampak nya di tengah berpikir dan mengambil keputusan.


"Reinkarnasi Garis Darah Iblis Kegelapan absolute..!."


Pria berbaju katun yang bernama Jinhu itu nampak nya mulai mengaktifkan garis darah keturunan nya, pria itu merasa akan kesulitan melawan Yuang Fengying yang tengah di rasuki roh pusaka pagoda dewa, maka dia mengaktifkan dan memanggil kekuatan leluhur nya.


Saat ini, tubuh pria itu mulai di selimuti oleh asap hitam yang perlahan lahan makin menebal.


Perlahan namun pasti tubuh pria itu mulai berubah, warna hitam mulai timbul di kulitnya dan terus menyebar hingga seluruh tubuh nya.


Sosok nya kini bertambah tinggi hingga kurang lebih tiga meteran.


Seluruh tubuh nya kini di penuhi oleh bulu dan di beberapa tempat terlihat sisik serta duri tajam keluar dari lengan dan kakinya.


Mata pria itu kini memerah dengan pupit menyipit layaknya mata seekor reptil.


Di sisi dahi kepala Jinhu kini muncul dua tanduk berwarna merah seakan akan tanduk itu sebuah bara yang tak pernah padam.


Aura nya tentu saja meledak kuat dan menekan seluruh alam.


"Ha..ha.. Baguslah kalau kau menampakan wujud asli mu.." bukannya takut, sosok yang mengendalikan Yuang Fengying malah tertawa melihat perubahan dari lawan nya.


"Jangan tertawa dulu, masih ada yang ingin aku tunjukkan kepada mu wahai roh pusaka..!." Jinhu kini menggeram dan berkata dengan suara menggelegar mengerikan.


Jinhu lalu mengusap usap kedua tanduknya, tanduk yang membara itu makin terlihat merah dan terang seperti menggambarkan jika makin panas derajat suhu nya.


___________


Jangan lupa dukungannya