
Dua sosok sudah saling berhadapan, Kelabang Pemangsa dan juga Yuang Fengying kini saling menatap.
Sementara Luang Yiang langsung menyingkir untuk memulihkan diri begitu ada kesempatan.
"Kau tahu apa yang kau lakukan ini bocah berandalan?," Kelabang pemangsa mendengus dengan marah. "Tindakan mu ini seperti mengalungkan pisau ke lehermu."
Yuang Fengying menyeringai mendengar perkataan orang di depannya, menatap tajam lawannya, "Kau sungguh banyak omong kosong, mau bertarung? bertarung saja..!."
Pria bernama Kelabang Pemangsa itu menekuk wajahnya, kini raut wajah itu terlihat merah penuh amarah, "Jika begitu..!, mati saja kau..!."
Kelabang pemangsa menggerakkan tangannya, sosok Kelabang raksasa yang melayang kembali melesat menerjang Yuang Fengying.
WEEENG...
Gelombang serangan kekuatan logam yang mampu menghancurkan apapun melesat seiring dengan Kelabang Besi Mata Api yang menerjang.
Wwwooooss...
Kembali dari mulut binatang tersebut menyemburkan bongkahan api dengan unsur logam, menyerang Yuang Fengying.
Api yang sungguh sangat panas dan mampu membakar apapun itu melesat cepat menyerbu ke arah Yuang Fengying.
Serangan panas yang di semburkan oleh binatang Kelabang kuno itu bercampur dengan aura panas yang di keluarkan Kelabang Pemangsa, membuat area pertarungan seluas beberapa kilometer terkena imbas dari kekuatan panas nya.
Orang orang makin menjauh, menyingkir dari area pertarungan dua orang tersebut.
"Sungguh kuat sekali panas yang di pancarkan lawan," Yuang Fengying bergumam pelan, saat ini unsur elemen Air-Es sudah melingkupi seluruh badan Yuang Fengying, badan remaja tersebut kini berkilat seperti sebongkah kristal Es, beberapa meter di depannya sebelum itu bahkan Yuang Fengying menciptakan perisai dari unsur elemen api petir untuk menetralkan kekuatan serangan panas lawan.
Perisai api petir untuk menetralkan panas yang di ciptakan lawan, sedangkan kekuatan Air-Es langsung menghilangkan hawa panas dari serangan itu.
Saat kini hawa panas dari serangan lawan sudah musnah beberapa meter dari area Yuang Fengying berdiri.
"Apa..!, serangan ku bisa di musnahkan begitu saja..!."
Kelabang Pemangsa membelalakkan matanya, selama ini sangat jarang ada yang bisa menghentikan dan menandingi serangan nya, apalagi setelah dirinya memanggil kekuatan garis darah keturunan nya.
Namun saat ini ada seorang remaja yang mampu menangkis serangan yang di keluarkan nya, bagi nya itu adalah sebuah penghinaan yang sangat menyakitkan.
Pria itu makin menguatkan panas yang di ciptakan nya, menatap ke arah Yuang Fengying menelisik mencari kebenaran.
Mengukur kekuatan dan tingkatan kultivasi sesungguhnya dari anak tersebut.
Mencoba mencari kebenaran tentang usia sesungguhnya dari lawan yang berdiri di hadapan nya, mungkin saja sosok yang berdiri menjadi lawannya adalah sosok tua yang sedang menyamar dan menekan tingkatan kultivasi nya.
Seperti dirinya yang sesungguhnya sudah berusia ratusan tahun namun memiliki penampilan pemuda dua puluh atau tiga puluhan tahun.
"Siapa sesungguhnya dirimu.?." Kelabang pemangsa menahan serangan nya, mencoba berdiplomasi dengan lawan nya, akan sangat menguntungkan bila bisa menarik remaja berbakat tersebut menjadi anggota kelompok nya.
"Aku hanya seorang murid perguruan Bukit Bayangan." balas Yuang Fengying dengan masih membuat struktur perlindungan di sekeliling nya.
"Apakah kau ingin menjadi orang hebat nak?." kata Kelabang Pemangsa dengan tatapan berkilat dan senyum kelicikan. "Mungkin aku bisa membantu mu dengan menyalurkan mu kepada kelompok kuat yang kami miliki." bujuknya.
"Kami memiliki sumber daya yang melimpah, jurus dan seni beladiri yang kuatnya tak terbayang kan." pria itu masih terus berbicara, menarik perhatian Yuang Fengying.
Memang di akui jika kelompok seperti itu pasti memiliki harta Karun yang melimpah ruah, mampu membuat orang orang berbakat silau dengan semua itu.
Kelabang pemangsa kini menyadari, jika sudah tak bisa lagi untuk menggoyahkan pendirian remaja di depannya, jalan satu satunya hanya membunuh nya agar tak semakin merepotkan kedepannya, jika calon sosok kuat tak berada di 'kubu' nya, maka satu satunya jalan hanya kematian yang pantas bagi sosok tersebut.
"Aku sudah memberimu pilihan, jangan menyesal kau..!." pria itu kini melesat mendekat hingga jarak keduanya kini tinggal beberapa puluh meter, mereka masih terus melayang di udara dan kembali bersiap melepaskan serangan nya.
Kelabang pemangsa makin menguatkan unsur elemen Logam dan Api yang di kuasainya.
Kekuatan itu meledak, dan saat ini tubuh pria itu sudah terlihat berkilat dan sedikit berpendar, menandakan jika kekuatan Logam dan Api sudah merasuki nya.
"Hmm, tingkatan Kuasa atas unsur elemen yang lumayan," Yuang Fengying menatap apa yang di lakukan lawannya.
Remaja itu tak mau kalah, unsur yang sama pun di keluarkan oleh anak tersebut.
Badan Yuang Fengying sudah makin mengkristal, membara seperti sebongkah permata api yang tak mudah tergores apapun, saat menatap badan tersebut.
Dahi Kelabang Pemangsa berkerut, lawan juga mampu melakukan apa yang di lakukan nya dan terlihat memiliki raga yang bahkan lebih kuat, itu menandakan jika lawannya juga memiliki 'Kuasa' atas dua unsur yang di miliki nya.
"Apa..!, tubuh nya bisa memunculkan loncatan petir?, apakah dia juga memiliki Kuasa atas petir?." Kelabang pemangsa makin muram wajahnya, melihat lawan bahkan mampu memunculkan kekuatan unsur lainya.
Jika lawan memang memiliki unsur yang sama, maka hanya kekuatan dan tingkatan kultivasi yang bisa menjadi pembeda, namun jika lawan memiliki unsur lainnya maka akan semakin menyulitkan untuk di hadapi.
Namun saat ini Kelabang Pemangsa semakin yakin untuk memusnahkan lawannya, kekuatan lawan yang cukup menakutkan untuk anak seusianya, akan semakin berbahaya, jika tak segera di hentikan.
"Tapak Kelabang Hitam..!.'' pria itu mengayunkan tangan nya, gumpalan asap membentuk telapak raksasa terlepas dan mengiringi Sosok Kelabang raksasa yang sudah kembali melesat menyerang Yuang Fengying.
Saat ini Yuang Fengying seperti di serang dua kekuatan, selain telapak raksasa tentu saja semburan kobaran api dari Kelabang Besi Mata Api juga pasti berbahaya.
Yuang Fengying memutar tangannya, gelombang angin mulai mengkristal di lengannya.
"Menebas Angin Menghadang Badai - Lesatan Kehancuran..!." Setelah memasang perisai dengan unsur yang sama dengan yang dimiliki lawan, mengaktifkan Pertahanan diri dengan kekuatan unsur Air-Es, lalu remaja tersebut melepaskan serangan dengan kekuatan Petir dan Angin yang mampu merobek apapun.
Lesatan angin dengan elemen petir yang meloncat loncat itu menerjang kedepan, menyongsong serangan telapak hitam lawan dan Kelabang raksasa yang melesat maju.
BAAAMM...! BZZZZ...!!
Telapak hitam itu langsung buyar begitu bertemu dengan angin yang berputar dengan kilatan petir, sementara semburan kelabang raksasa seperti meleleh saat mengenai perisai dan hawa dingin dari unsur elemen Air-Es.
Serangan Yuang Fengying makin menerjang ke depan, seakan serangan itu tak terhentikan meski tadi sempat berbenturan dengan kekuatan lawannya.
Lesatan gelombang kekuatan angin berputar yang di lepaskan Yuang Fengying dan memiliki kekuatan petir berhasil menerjang dada Kelabang Pemangsa.
DUAAARR..!
Kelabang pemangsa terlempar, dadanya terbakar oleh percikan kekuatan api dan petir yang menghanguskan.
Wajahnya sudah pucat pasi, saat ini niat keinginan bertempur nya sudah menghilang, berganti dengan rasa gemetaran di dalam dadanya.
Serangan yang menghantamnya cukup menggambarkan betapa kekuatan lawan sungguh mengerikan, itu membuat Kelabang Pemangsa ketakutan.
___________
Jangan lupa dukungannya