Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
115. Warisan Pagoda Lima lantai


Yuang Fengying terus memanjat batang pohon yang sangat besar itu dengan berpegangan dan berpijak pada corakan aneh itu.


Jika semula orang orang akan di lingkupi kekuatan tersembunyi untuk berpindah ke lantai berikutnya, namun Yuang Fengying harus memanjatnya hingga ketinggian tertentu.


Setelah mencapai ketinggian tertentu Yuang Fengying baru merasakan getaran aneh yang membuat alam berganti.


Saat ini anak remaja itu sudah berada di lantai dua dari Pagoda tersebut, dia tak terlalu kaget dengan semua yang di alami karena sewaktu di desa sudah pernah masuk bangunan semacam ini.


"Saat ini aku sudah di lantai berikutnya, melihat dari luar tadi ada lima lantai, masih ada tiga lantai lagi hingga menuju ke lantai lima dimana sinar pelangi itu berada."


Yuang Fengying menatap hutan yang terpampang di depannya, kali ini terlihat bekas bekas pertempuran di sana, nampak nya itu bekas pertempuran yang baru saja terjadi.


Bekas jejak pertempuran masih terlihat baru, bahkan ada beberapa mayat manusia dan binatang buas biasa yang tergeletak di sana.


Jika di lantai pertama tak ada perlawanan dari dunia itu, namun berbeda dengan lantai dua ini.


Di lantai dua yang menampakkan gambaran hutan terlihat ada ujian yang harus di lewati untuk bisa di kirim ke lantai yang lebih tinggi.


"Binatang ini sudah tak memiliki inti Jiwa binatang, mungkin sudah di ambil oleh orang orang yang telah membunuhnya tadi." Yuang Fengying sempat sejenak memeriksa hewan hewan tersebut.


Yuang Fengying sedikit mengerutkan keningnya, pasalnya melihat mayat binatang yang berharga itu berserakan, kenapa tidak di ambil?, padahal daging binatang itu pasti juga bisa di jual.


Belum sempat Yuang Fengying berpikir jauh, tiba tiba.


Roooorrr....


Sekelompok banteng tanduk perunggu sudah berdiri beberapa meter dari Yuang Fengying.


Yuang Fengying sedikit terkejut, pasalnya dirinya tak mendengar langkah banteng banteng itu mendekat, padahal binatang tersebut sangat besar dan berat, seakan binatang itu seperti di munculkan di dekatnya dengan tiba tiba begitu saja.


Binatang binatang itu tak membutuhkan waktu lama untuk langsung menyerang Yuang Fengying.


Weess.. weeess...


Begitu mereka tersadar, binatang itu langsung menerjang dan menanduk ke arah Yuang Fengying, begitu melihat ada manusia di sekitar nya.


Terjangan yang sangat mematikan, gerakannya sangat kuat dan cepat, jika kalah gesit sedikit saja pasti akan cidera parah atau jika tidak korban akan langsung tewas, tertusuk tanduk mengkilat itu.


Yuang Fengying melempar tubuhnya kesamping menghindari serangan binatang tersebut, angin sambaran binatang itu bahkan bisa merobek kulit manusia biasa jika berada di sekitarnya.


"Binatang buas yang sudah mendekati evolusi menuju binatang iblis-siluman." Yuang Fengying menghindar sambil mengukur kekuatan binatang tersebut.


Tangan Yuang Fengying sudah berpendar, menandakan Unsur elemen logam sudah di aktifkan.


"Tebasan Awan...!."


Sebuah gambaran pedang tercipta dari unsur elemen logam bercampur dengan api dan petir melesat ke arah salah satu banteng tanduk perunggu itu.


Craaass....!


Satu banteng yang terdekat dan pertama menyeruduk nya, terbelah badannya begitu terkena tebasan pedang ciptaan Yuang Fengying.


Darah berhamburan saat binatang itu terjungkal dan badannya terbelah.


Tak lama inti jiwa binatang itu berpendar, lalu keluar dari tubuh banteng itu dan melayang keudara.


Bersama dengan itu tubuh Yuang Fengying juga berpendar dan terlingkupi oleh sebuah kekuatan yang membawanya ke lantai tiga.


Nampaknya inilah yang membuat bangkai binatang itu masih tertinggal di sana, karena tak sempat di ambil oleh pembunuhnya, sebab pemenang pertarungan itu akan langsung di kirim ke lantai berikutnya, sebelum sempat menyimpan bangkai binatang itu.


**


"Cepat kita susul anjing langit bersayap, aku yakin dia mencium aroma pembunuh orang orang Cakar Iblis." Tan Yoengsan masih memimpin semua yang mengikutinya menuju kearah dimana anjing itu melesat.


Orang orang yang kini makin banyak, dibanding jumlah awal karena kelompok lain telah bergabung itu, makin turun ke lembah gunung Logam.


Mereka makin mendekati diaman lembah Kabut Pelangi berada.


"Nampaknya sasaran kita ada di lembah itu."


"Benar tetua, mungkin orang itu mencari warisan di lembah itu juga, karena terasa aura kuat berasal dari sana."


Tan Yoengsan menatap lembah yang di lapisi kabut warna warni, "Hm, Lembah Kabut Pelangi nampak nya sudah kembali terbuka."


"Dan target kita nampaknya masuk ke sana."


"Benar, apa tetua."


Kelompok itu lalu bergerak cepat menuju ke arah lembah kabut pelangi.


**


Di lantai tiga dari pagoda lima lantai, rombongan pangeran mahkota terlihat sudah memanen barang berharga di sana.


Di sini terlihat beberapa ada benda pusaka.


Tak seperti di lantai pertama dan kedua di lantai tiga tak ada perpindahan ruang dimensi, tapi benar benar alam nyata sebuah bangunan, namun benda semacam pohon sangat besar dengan corakan aneh tetap ada, dan terlihat menjulang menembus ke lantai selanjutnya.


Benda aneh semacam pohon dengan corakan tak biasa itu tampak seperti tiang penyangga dari Pagoda tersebut, tertanam dari lantai pertama hingga keatas.


Semua orang terlihat sibuk mengambil apa yang di inginkan, namun seperti aula Keadilan disana satu orang juga hanya bisa mengambil satu benda saja.


"Itu pedang dengan tingkatan Legenda..aku ingin memiliki nya."


"Itu pisau hebat, memancarkan aura yang kuat ..aku memilih itu."


Semua orang bergerak kearah benda yang di inginkan, bahkan tak jarang terjadi pertarungan di sana untuk memperebutkan benda pusaka tersebut.


Pangeran mahkota sudah berdiri di dekat sebuah tombak yang memancarkan aura kuat.


Begitu pangeran mahkota mendekati benda itu sekelompok penjaga langsung mengerubungi seakan menjaga sang putra mahkota itu.


"Tak buruk, itu tombak pusaka tingkat Legenda bisa di sempurnakan ke tingkat Raja Mistik, jika pangeran memilih nya aku setuju." Long Duan tersenyum bangga dengan pilihan putra mahkota yang juga cucunya tersebut.


"Kalian pilihlah benda yang kalian inginkan sebelum kita menaiki ke tingkatan selanjutnya." seru sang pangeran mahkota kepada seluruh prajurit nya. "Jangan khawatir aku bisa menjaga diri."


Seluruh anak buahnya langsung menyebar mencari apa yang diinginkannya.


Bersama putra mahkota Long Duan dan panglima berbaju zirah keemasan, menjaga sosok pangeran tersebut.


Saat itulah muncul seorang remaja yang terlihat sendirian, tanpa kelompok.


Remaja yang tak lain Yuang Fengying itu, telihat terpana dengan ruangan tersebut, ada banyak senjata tergeletak begitu saja di ruang luas itu.


"Pasti ini juga ruang 'Keadilan', karena orang orang itu hanya mengambil satu benda."


Bukan itu yang di cemaskan Yuang Fengying, tapi setelah itu di luar pasti akan terjadi peperangan dan perampokan.


Yuang Fengying tak memperdulikan saat persoalan tersebut untuk saat ini.


Pandangan matanya di perjelas, kekuatan visualisasi nya di edarkan ke seluruh ruangan.


Dalam pandangan anak itu semua senjata yang menampilkan aura kekuatan mencolok sudah di kerubuti orang, bahkan ada yang masih bertarung untuk memperebutkan nya.


"Apa itu?."


Yuang Fengying melihat sebuah benda kuno dengan aura samar, namun sebenarnya sangat bercahaya dalam pandangan anak tersebut.


"Tungku Alkemis..?."


___________


Jangan lupa dukungannya...