
Ratusan orang kini sudah berkumpul di alun alun desa Bunga Abadi, mereka adalah para warga desa itu
Atas perintah kepala desa mereka di kumpulkan di tengah tanah lapang sembari membawa upeti yang harus di serahkan, seperti bulan bulan sebelum nya.
Meski Yuang Fengying sudah bersedia membantu, namun warga tetap di minta menyiapkan upeti seperti biasa nya.
Itu untuk berjaga jaga jika upaya Yuang Fengying gagal, mereka tak di bantai para perampok tersebut.
Hari sudah mendekati tengah hari saat rombongan para kelompok Ular Hijau berdatangan.
"Ha..ha... Kalian memang orang orang baik, menyambut kami dengan bermacam upeti.." Wang Ji tertawa terbahak bahak di ikuti Cen Laun dan Lui Fe.
Mata ketiga orang itu jelalatan ke segala arah, karena yang mereka inginkan bukan hanya itu tapi juga para wanita dari desa tersebut.
"Mana kepala desa..!." Wang Ji sudah berteriak dan mulai mengancam dengan aura kekuatan yang di lepas bebaskan nya.
Aura itu menyebar dan menekan semua orang.
Cen Laun yang berkepala botak juga mendengus menatap nyalang ke arah sekitar nya.
Meski para warga tetap berkumpul seperti biasa, namun para pemimpin desa tak terlihat di sana, itu membuat sedikit aneh.
Lui Fe mulai memerintahkan anak buahnya mengepung tanah lapang tersebut. "Jangan ada yang mencoba bertindak bodoh, jika tak ingin mati..!." ancamannya.
Aura kekuatan makin terasa kental dan menyelimuti seluruh tempat itu, menekan dan memberikan teror bagi para warga di sana.
"Sekali lagi..!, Di mana para pemimpin desa?, apa kalian tak ingin mewakili yang lain menyerahkan upeti upeti itu kepada kami?." Tiga pemimpin dari kelompok Ujar Hijau itu mulai kesal.
Weeesss...
Sesosok remaja mendekat dengan pelan ke arah tiga pemimpin. "Apakah kau ingin bertemu dengan pemimpin desa?."
"Ya..! siapa kau..?, bocah berandalan berani berbicara kepada kami..!," bentak Wang ji, pria bercodet di wajah nya itu meraung marah karena ada seorang remaja berbicara kepada nya.
"Aku saat ini mewakili para pemimpin desa, mau menyerahkan sesuatu kepada kalian." remaja yang tak lain adalah Yuang Fengying itu mendekat dengan tanpa ada rasa takut sama sedikit pun.
"Siapa itu?, berani mendekati para perampok?."
"Bocah kurang pengalaman..!, sok berani berbicara dengan penjahat..!."
"Dasar bodoh..!, bisa bisanya mengajak berbincang kelompok Ular Hijau..!."
Tiga orang pemimpin Ular Hijau itu menautkan alisnya, jelas terkejut karena pemimpin desa di wakili seorang remaja, apa benar demikian?.
"Bajingan tengik, mana mungkin bocah ingusan seperti mu mewakili pemimpin desa."
"Nyatanya demikian, aku mewakili mereka untuk menyerahkan sesuatu untuk mu." Yuang Fengying kini berdiri dengan jarak belasan meter dari tiga orang itu.
"Bajingaan tengiik..!, cepat serahkan benda apa yang akan di serahkan..!." Cen Laun yang berkepala botak berteriak tak sabar.
Yuang Fengying yang ingin bermain-main, mengambil sesuatu yang tertutup kain dari balik bajunya.
"Ini yang akan ku serahkan..!." remaja itu memperlihatkan benda bulat yang di tutup kain.
"Lemparkan kepada kami..!." Wang Ji melihat benda yang tertutup kain itu menampakkan sedikit sinar keemasan nya.
Menurut pria tersebut, itu pasti bulatan emas murni yang akan di persembahkan.
Wuuss..
Yuang Fengying melempar benda tertutup kain tersebut ke arah tiga orang tetua Ular Hijau.
Ketiganya terlihat berebutan menangkap benda itu, lalu berebutan untuk membuka nya.
Jeng.. jeng...
Saat mereka membuka kain penutup bolatan itu, mereka membelalak dan membulatkan matanya.
"Bom Logam Angin Petir..!."
Rupanya bulatan itu adalah bom yang di ciptakan dari unsur logam yang di selimuti angin dan berkekuatan petir.
Tiga pemimpin kelompok pengacau Ular Hijau yang menyadari itu melempar benda jebakan tersebut dan berniat melompat menghindar.
BLAAAR...
Namun semua itu terlambat mereka tetap terkena hempasan dari ledakan bom Logam Angin Petir yang meledak itu.
"Aargh..!."
"Arghh...!."
"Uugh...!."
Tiga pemimpin kelompok Ular Hijau itu berteriak saat masing masing orang terkena ledakan yang menghajar tubuh nya.
Tiga orang itu terlempar dengan rasa sakit yang hebat.
"He..he...!." Yuang Fengying tertawa senang bisa bermain main dengan orang orang tersebut.
"Keparaat...!."
"Aku bunuh kau bocah berandalan..!." Wang Ji, Cen Laun dan Lui Fe meraung marah, merasa di jebak dan di kerjai oleh seorang remaja.
Saat ini suasana di tanah lapang itu sudah kacau balau, akibat ledakan itu para penduduk mulai menyingkir di satu sisi, dan para perampok kini terlihat mengepung Yuang Fengying.
"Cincang bajingaan tengiik ini..!." Wang Ji berteriak kepada seluruh anak buah nya.
WROOONG...
Tiba tiba alam seperti beriak, kekuatan yang mengerikan mulai menyelimuti tempat itu, membentuk sebuah domain alam dimensi yang terpisah dari yang lain.
Apalagi kini para penduduk sudah terpisah dari para perampok tersebut, makin mudah bagi Yuang Fengying mengurung mereka ke dalam domain yang di bentuknya.
"Haah..!, apa itu..?."
"Apakah itu alam dimensi domain?."
Orang kampung terbelalak terkejut dengan lapisan pelindung tiba tiba terbentuk, dan memisahkan mereka dengan para perampok.
Sementara para perampok mulai gemetaran.
"Hei..apa yang terjadi..?!.''
"Mungkinkah ini hasil karya Bajingan cilik itu..?!."
Wang Ji menatap dan merasakan sekitarnya, dirinya yang berada di ranah Bumi Jiwa pasti tahu apa ini, demikian pula dengan Cen Laun dan Lui Fe.
"Mungkinkah berandalan ini pelakunya, mengapa di tempat ini tiba tiba badan ku sangat berat?."
Ya, itu adalah kekuatan Aura yang di padu dengan unsur elemen tanah di tingkat lanjut, tentu saja gravitasi nya meningkat kuat.
"Bajingan apa yang kau lakukan..?!." Lui Fe berteriak menatap Yuang Fengying dengan tatapan nyalang.
"Ha..ha... Kalian belum sadar juga rupanya." Yuang Fengying tertawa dan terlihat mengejeknya.
"Bangsaat keparaat...!." Wang Ji meracau.
Weeeng...
Gravitasi makin menguat, membuat kaki kaki anak buah ketiga perampok itu seperti di bebani massa ratusan kilogram.
"Aaargh.."
"Uughh.."
Bahkan beberapa anak buah perampok itu tulang tulang kakinya hancur.
"Bajingaan...!." tiga pimpinan itu meloncat, sekuat tenaga bergerak mencoba menebaskan pedangnya ke arah Yuang Fengying.
Tebasan itu di iringi oleh beberapa ular kecil yang melesat dari punggung punggung mereka.
Siu..
Siu...
Ular ular itu sangat berbisa dan bersembunyi di belakang punggung majikannya, selama ini itulah salah satu senjata yang di andalkan nya untuk menghancurkan lawan lawannya.
"Hmm.. Mainan bocah..!," Yuang Fengying mengayunkan tangannya, beberapa percikan api langsung melesat dan membakar ular ular itu, membuat binatang tersebut menjadi abu seketika.
Lalu Yuang Fengying kembali mengibaskan tangannya, membentuk lesatan energi menghadang sambaran pedang tiga orang itu.
DEEENG...!
"A.. apa..!."
Semudah itu Yuang Fengying menghentikan serangan senjata tiga pemimpin kelompok Ular Hijau.
"Hancur kalian..!."
Yuang Fengying mengibaskan tangannya, tanpa menggunakan senjata tangan itu membetuk lesatan energi menebas tiga orang tersebut.
Craaas...!
Craaass...!!
Lesatan tebasan energi itu mencabik ketiga orang tersebut, hingga badan mereka seperti tersayat pedang.
"Aaargh...!." lolongan panjang ketiga orang tersebut menggema seantero tanah lapang.
"Haah.. sekuat itu kekuatan Yuang Fengying?."
Para penduduk tercengang dan menurunkan dagunya, tak percaya dengan kekuatan satu orang mampu menundukkan ratusan orang.
__________
Jangan lupa dukungannya...