Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
67. Tugas Pertama


Saat ini rombongan tersebut sudah berada di sebuah keramaian, tepatnya di salah satu kota di wilayah kerajaan Bumi Mulia.


Kota Diqiu adalah salah satu kota besar yang ada di wilayah kerajaan wilayah tengah tersebut.


Jika di banding kota Yinying, kota Diqiu beberapa kali lebih besar dan luas.


Bangunan bangunan tinggi menjulang juga lebih banyak dan berjajar rapi.


Nampaknya bangunan bangunan itu di buat oleh para pemilik unsur elemen tanah, karena akan begitu sulit untuk membuat hal itu, jika tanpa memiliki kendali atas tanah.


Yuang Fengying terpana dengan apa yang di lihatnya, ini baginya adalah pengalaman yang pertama, pergi jauh dan di wilayah yang benar benar baru baginya.


Rombongan tersebut kini berjalan di keramaian kota setelah menyimpan hewan terbang di kantong penyimpanan hewan.


Kantong penyimpanan hewan adalah sebuah artefak penyimpanan yang di khususkan untuk hewan hewan hidup, harganya dua tiga kali lebih mahal di banding cincin atau gelang penyimpanan.


"Kota ini adalah wilayah para pemilik elemen unsur tanah, kita harus hati hati, jangan sampai menyinggung siapapun." Ying Xue Yu terdengar menasehati Ying Lan, meski Ying Lan sudah berumur paruh baya, namun tuan ke delapan belas itu tetap memberikan wejangan.


"Apakah keluarga cabang kita tak ada yang tinggal di sini?."


Ying Lan bertanya, nampak nya sang keponakan memang tak memiliki pengalaman banyak di wilayah ini.


"Ada.., tapi sudah lama pamanmu ini tak berkunjung kemari, mungkin sudah ada seperempat abad tak ke tempat ini."


"Maka dari itu hari ini kita akan coba kesana."


**


Kota Diqiu termasuk kota metropolitan.


Kota besar dengan di kelilingi oleh kota kota kecil di sekitarnya.


Di pimpin oleh seorang pemimpin kota yang berasal dari keluarga Ming.


Selain keluarga Ying di benua Tanah Tengah, ada dua keluarga lagi yang memiliki kekuatan hebat yaitu keluarga Ming dan keluarga Xue.


Mereka saling berebut kuasa atas benua Tanah Tengah yang sangat luas, namun persaingan tersebut tak di tampakkan secara terang terangan.


"Bagaimana dengan pendapatan kita bulan ini?." seorang pria tua tengah berkata kepada yang lebih muda.


"Tidak lebih baik dari bulan kemarin ayah."


"Apakah ini karena pengaruh kuasa keluarga Ying?."


"Sedikit banyak memang keberadaan mereka mempengaruhi usaha ini."


Pria tua itu meremas tongkatnya, jika saja tongkat tersebut bukan sebuah senjata kuat pasti sudah remuk.


"Bagaimana pun juga keluarga kita tak bisa damai dengan keluarga Ying."


"Selalu saja ada pergesekan di sana sini."


"Tapi selagi aku masih menjadi pemimpin kota ini, keluarga Ming tak akan pernah kalah." Pria tua itu bernama Ming Yuansa, saat ini menjabat sebagai Pemimpin kota.


"Ayah memang yang terbaik." Ming Ryong memuji ayahnya.


"Bagaimana dengan kiriman biji besi dari Utara?." Biji besi dari Utara adalah kiriman dari salah satu rekan bisnis keluarga Ming yaitu dari ras iblis di tanah dalam.


Wilayah Tanah Dalam terletak di ujung benua paling Utara, luasnya hampir separuh dari seluruh luas Benua Tanah Tengah, di wilayah tersebut ada beberapa kekuatan yaitu ras iblis, ras Naga, ras peri serta ras Raksasa dan ras kurcaci.


Selain ras ras tersebut ada juga istana Monster yang berbatasan dengan bagian barat wilayah tanah dalam.


"Kiriman sedikit terlambat, membuat produk senjata kita juga berkurang."


"Ras iblis memang tak bisa di andalkan jika menyangkut tentang bisnis."


"Tapi kita juga tak bisa melakukan apapun, bahkan jika para Iblis itu kembali menekan kita, kitalah yang akan merugi." Ming Yuansa kembali berkata.


Kota Diqiu adalah kota bebas, di sana banyak banyak dari ras-ras selain ras manusia berlalu lalang di tempat tersebut, dan itu adalah pemandangan yang biasa.


**


"Itu adalah tempat keluarga Ying yang berada di kota ini." tuan Ying Xue Yu menunjuk ke arah sekumpulan bangunan di ujung sana.


Ying Lan mengangguk, menatap bangunan bangunan yang masih terlihat jauh.


"Nanti kita akan ke sana, tapi sebelum itu kita ketempat sahabat ku terlebih dahulu."


"Seorang master alkemis dan mekanik."


Yuang Fengying menoleh ke arah tuan ke delapan belas, bertemu dengan master alkemis adalah salah satu keinginan Yuang Fengying dalam hidup ini.


"Apakah itu Master Seribu Ketrampilan?." Ying Lan terlihat antusias.


"Benar, aku ingin bertemu dengan pria tua gila itu..he..he..," Ying Xue Yu tertawa.


Master Seribu Ketrampilan adalah seorang ilmuwan di bidang Alkemis yang sangat gila dalam gagasan gagasan nya, bahkan yang terbaru dia berencana membuat sebuah gagasan gila tentang senjata pemusnah masal (Bom).


Dan karena penemuan nya itu, dia di buru banyak pihak, hingga akhirnya mengasingkan diri ke wilayah ini, tak banyak yang tahu tentang rahasia tersebut, kecuali orang orang terdekatnya.


Rombongan tersebut kini sudah tiba di sebuah gang sempit di satu wilayah yang ada di sudut kota.


**


Sebuah bangunan yang berbeda dari yang lain tampak berdiri kokoh di sudut kota.


Sebuah bangunan berbentuk mirip telur raksasa, dengan separuh bagian terkubur di kedalaman tanah dan terbuat dari unsur logam.


Bangunan yang keseluruhannya terbuat dari besi itu terlihat sangat kokoh dan tak mudah di bobol.


Struktur segel formasi pengaturan terlihat samar melindungi tempat tersebut, dan Yuang Fengying mampu melihat itu.


"Nak, tugas pertama mu di mulai..!." Ying Xue Yu menatap Yuang Fengying sambil tersenyum penuh arti.


Yuang Fengying masih terpana, mendengar perintah tersebut.


"Bobol lah keamanan rumah jelek ini." sambung tuan kedelapan belas selanjutnya, membuat Yuang Fengying paham maksud nya.


Yuang Fengying maju mendekat kearah Rajah Matra yang ada di salah satu sudut tempat itu.


Matanya yang tajam, serta ingatan yang tersimpan tentang pola ribuan Mantra-rajah langsung berkelebat di layar pikiran nya.


Tiiing...!


Sebuah pola gambaran Rajah Matra yang sama terpampang di layar pikiran nya, dan kebetulan itu sama persis dengan pola yang di pakai oleh Master Seribu Ketrampilan untuk menyegel rumah telur baja-nya.


Yuang Fengying merentangkan kedua tangannya, lalu menarik nafasnya,seperti seseorang yang ingin mengeluarkan kekuatan tenaga dalam, padahal itu hanya gerakannya yang di dramatisasi agar yang lain melihat pekerjaan itu dengan makin terpana.


Tiik... tiik.... tiik...


Cekrrekk..


Rajah mantra mulai bergerak, saat Yuang Fengying menekan beberapa tombol yang menjadi kuncinya.


Pola rajah mantra yang rumit itu lalu mulai bergerak seperti ikan pari mengikuti rombongan nya, berputar dan terbukalah pintu masuk dari bangunan kokoh tersebut.


Semua terpana, terbelalak dengan kemampuan yang di pertontonkan Yuang Fengying.


"Kau memang hebat Nak, tak sia sia kami menjemput mu sejauh ini." Ying Xue Yu tak bisa menutupi rasa kagum nya.


____________


Jangan lupa dukungannya...