Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
131. Pertolongan


Gadis naga itu masih di kepung oleh rubah api, bahkan pengepungan itu kini langsung di pimpin oleh raja nya.


Kekuatan yang menekannya kini makin berlipat ganda, tekanan dari langit dan bumi seperti di curahkan kepada gadis tersebut.


"Kau telah menghancurkan sebagian anak buah ku, kau harus membayar dengan nyawa mu..!." Raja Rubah Api berkata mengancam, matanya kini makin bersinar dengan penuh kebencian.


"Gawat, gadis itu bisa celaka," Yuang Fengying mampu melihat kejadian itu dalam jarak dua hingga tiga kilometer.


Remaja itu sebenarnya masih mencoba memahami keadaan, mengapa di Pecahan alam dimensi wilayah kuno ada manusia lain, itu yang belum di pahami oleh Yuang Fengying hingga detik ini.


Apakah di alam tersebut juga ada komunitas manusia?


Wwooss...!


Raja rubah api itu menyemburkan api dari mulutnya, mencoba membakar gadis naga tersebut.


Kembali gadis itu melambaikan lengannya, menciptakan pelindung tanah yang langsung melonjak membentuk benteng yang tinggi.


Panas yang sangat kuat itu membuat perisai tanah itu membara saking panasnya, retakan kecil mulai terlihat dari perisai tersebut, seperti sarang laba laba.


Wajah gadis naga itu mulai memucat, kultivasi yang hanya berada di ranah Bumi Jiwa membuat Kekuatan perisai ciptaanya juga sedikit lemah, jika di banding Raja rubah api yang setingkat dengan manusia di ranah Raja Bumi.


"Naga Angin Kehancuran...!." Gadis naga itu kembali menampilkan sosok naga transparan, dari kekuatan elemen angin yang di miliki nya.


Naga transparan sepanjang sepuluh meter dengan diameter tubuh sebesar pohon kelapa, kembali melesat menyerang ke arah rubah api.


Namun raja Rubah Api langsung maju dan menerkam naga transparan tersebut.


Wwwooooss...


Kembali dari mulut raja Rubah menyemburkan api yang mampu membuat naga transparan itu bergerak mundur.


"Bahaya, kekuatan raja rubah api terlalu tinggi." gadis naga mulai pucat wajahnya.


Gelombang panas makin membuat alam sekitar bergolak, dengan di pimpin raja Rubah, pasukannya menyembur kan api di mana mana.


Gerakan semburan api itu seakan mengepung tempat dimana gadis naga berdiri.


Gadis naga mulai memucat wajahnya, niatnya di kirim ke dimensi lain oleh ras Naga untuk mendapatkan harta warisan namun kini dirinya malah akan menemui ajal di tempat tersebut.


Saat dirinya sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi, Keinginan niat bertempur nya sudah memudar seiring kekuatan nya yang makin terkuras.


Tiba tiba..


"Menebas Angin Menghadang Badai - Lesatan Kehancuran Badai Air-Es..!."


Yuang Fengying mengayunkan lengannya kedepan, kekuatan pukulan dengan gelombang Air-Es menghantam ke arah para rubah api.


Raja Rubah api yang kekuatannya lebih rendah dari raja Griffin terdorong ke belakang.


Kekuatan Yuang Fengying kini sudah selangkah lebih maju dari sebelumnya, badai gelombang kekuatan Air-Es itu menyapu ke arah anak buah rubah api.


Bahkan raja Rubah api juga terdorong beberapa meter kebelakang.


Bukan hanya para rubah yang terkejut dengan penampakan Yuang Fengying, gadis naga itu juga sungguh kaget, ada manusia lain selain dirinya di alam tersebut.


"Manusia Keparaat..!, kalian sungguh mahluk serakah..!, memasuki alam ini pasti akan mencuri semua warisan di sini, kan?." Raja Rubah meraung dengan marah.


Mahluk dengan ranah Raja Bumi itu kembali memasang kuda kuda bersiap untuk menyerang.


Mata raja Rubah yang tajam, menilai kultivasi lawannya hanya di ranah Bumi sejati, membuat Raja rubah itu kembali memancarkan niat bertempur nya.


"Huu huu...!."


Raja Rubah melolong sebelum akhirnya menerjang ke depan.


Bola api langsung tercipta di ujung moncong binatang tersebut, melesat maju dan meledak di depan Yuang Fengying.


Kekuatan api yang dahsyat meledak, menciptakan riak gelombang, membakar semua yang ada di dekat tempat tersebut.


Tapi itu bagi orang lain, yang tidak memiliki unsur elemen api, bagi Yuang Fengying serangan api tersebut tak ubahnya semacam suplemen yang bahkan bisa meningkatkan kekuatan api nya.


Yuang Fengying merentangkan tangannya, dengan kristal pelangi yang mampu meningkatkan semua unsur element dia menyerap api yang datang tersebut.


Api yang berkobar sangat menakutkan, kini makin memadat, memusatkan diri seperti semacam pusaran api lalu menerjang ke arah remaja yang masih membentangkan tangannya.


Siuu... siuuu...


Api api itu mengitari badan Yuang Fengying, membuat para rubah api tertawa senang.


"Mati kau manusia Keparaat..!."


Gadis naga terbelalak matanya, Pemuda yang berniat menolongnya kini dalam situasi terpojok, terkurung oleh amukan api yang makin mengerikan berkobar.


"Sungguh celaka anak itu..!, apa yang harus aku lakukan?," sedikit gemetaran gadis naga itu mencoba mengerahkan Naga anginnya untuk menghancurkan kobaran api, namun begitu Naga transparan ciptaan nya mendekati api itu, naga ciptaan gadis itu langsung buyar terkena panasnya api yang berkobar kobar.


"Apa..!, aku tak mampu menolong anak itu..!, maafkan aku teman." gadis itu menggigil ketakutan.


JREEENG..


Api yang berkobar dan berputar selayaknya pusaran itu, semua melesat dan masuk ke dalam tubuh Yuang Fengying.


Kekuatan panas api itu seperti tersedot masuk ke dalamnya nya.


"Tunggu..!," kesadaran Yuang Fengying memindai kejadian itu.


Itu bukan kristal pelangi yang menghisap kekuatan api tersebut, tapi kristal Roh Pagoda Dewa.


Kristal yang menyinari alam jiwa Yuang Fengying itu menghisap semua kekuatan panas yang ada di sekeliling remaja tersebut, kemudian memasukkan ke dalam kristal pelangi, seakan mengisi kembali kristal pelangi dengan kekuatan api yang melimpah ruah.


"Apa..!, bocah berandalan itu mampu menghilangkan api?, kemana api api yang ku ciptakan tadi?." Raja Rubah dan anak buah nya terkejut, melihat itu.


Selama ini belum pernah ada kekuatan yang bisa melakukan semua itu.


Yuang Fengying membuka matanya, senyuman licik terlihat di raut wajahnya.


"Giliran ku..!." kata pemuda itu pelan.


Tangan Yuang Fengying sudah memegang Sabit Dewa, lalu mengaliri senjata itu dengan kekuatan berbagai unsur elemen terutama petir dan logam, membuat senjata itu makin terlihat tajam serta berkilat kilat menakut kan.


"Hancurkan...!."


Sabit Dewa di lempar dengan kekuatan, membuat senjata itu melesat dengan sangat cepat, langsung mengarah ke badan Raja rubah api.


Slaaassh...


Jleeeb...!


Sabit Dewa dengan cepat melesat, berputar dan menembus badan raja rubah.


Senjata itu langsung terus berputar dan merusak organ dalam dari binatang berunsur api.


Jeritan dan lolongan binatang itu mengisi dimensi pecahan alam kuno tersebut, membuat alam seperti bergetar.


Anak buah rubah api hanya bisa melolong, kebingungan dengan apa yang terjadi.


Slaaassh...


Sabit Dewa kembali keluar dari badan raja rubah, setelah semua organ dalamnya hancur, rubah sebesar kerbau itu tumbang dan memuntahkan darah segar dari mulut dan hidung nya.


Semua masih terpana, termasuk gadis naga.


"Apa yang terjadi?, benarkah raja Rubah itu mati?."


________


Jangan lupa dukungannya