Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
171. Berimbang


Saat ini pria dari benua lain tengah memainkan kipas rakasa yang di pegang nya, dan tengah bersiap mengayunkan kipas yang terlihat memiliki aura menakutkan.


Semua angin seperti berputar dengan berpusat di senjata itu.


Nampak nya kipas itu adalah senjata Raja Mistik dengan tingkatan sempurna, Yuang Fengying yang memahami tingkatan senjata mulai bergetar badannya, memandang dan merasakan kekuatan aura yang terpancar dari senjata itu.


(Tingkatan senjata adalah senjata Biasa, Bertuah, Legenda, Raja mistik, Kaisar Langit dan Spiritual Illahi)


"Kau sudah memaksaku mengeluarkan senjata ini, maka jangan harap kau akan selamat ..!." pria dari benua lain sudah mengeluarkan ancaman nya, terlihat pria tersebut menatap Yuang Fengying seperti seekor semut, lalu pria itu mulai memutar mutar senjata tersebut.


Langit seperti di aduk, kekuatan alam yang berada di sekitar tempat tersebut hingga sejauh beberapa kilometer sudah berputar putar dengan kipas itu sebagai pusatnya.


"Sungguh senjata yang mengerikan," keringat dingin mulai membasahi punggung Yuang Fengying.


Senjata dari wilayah benua lain memang sungguh menakutkan, senjata tersebut seperti menjadi pusat dari segala kekuatan saat ini.


"Kibasan Badai..!."


Pria dari benua lain mengibaskan tangan yang memegang kipas raksasa dengan wujud mirip daun waru tersebut.


WOOOONGGG...


Angin yang berputar putar dan menarik kekuatan sejauh beberapa kilometer itu melesat dan menerjang ke arah Yuang Fengying.


Terpaan angin dengan kekuatan sungguh dahsyat itu sanggup merusak apapun yang di lewati nya.


"Seribu Perisai.!." Yuang Fengying bergerak cepat mengaktifkan perlindungan nya.


Sraaakk...


Sebuah lapisan warna warni terlihat makin kuat menyelimuti dan melapisi badan Yuang Fengying, seperti sebuah plastik melaminating kertas, menutupi dengan sempurna badan remaja tersebut.


Selain jurus pertahanan berujut Perisai yang terdiri dari tujuh unsur elemen itu, baju Zirah Bayangan Malam serta topeng Perak Raja Setan juga sudah mengedarkan kekuatan nya, melapisi dan melindungi badan remaja tersebut.


"Seribu Kehancuran Tujuh Elemen..!."


Tidak hanya pertahanan yang di tampilkan Yuang Fengying, remaja itu juga menghantamkan pukulannya yang terdiri dari esensi kekuatan tujuh elemen.


Saat ini gelombang Angin topan rakasa yang di lepaskan pria dari benua lain, bertemu dengan gelombang pukulan yang berujut lesatan cahaya yang terbentuk dari tujuh unsur elemen dan menerjang ke depan.


WEEENG...


BAAAMM....


Ledakan keras jelas tercipta dari bertemunya dua kekuatan yang sungguh menakutkan itu.


Ledakan hebat yang menimbulkan gelombang kejut yang melingkari lalu menyebar dari wilayah pusat ledakan, membuat tanah seperti di keduk dan di balik- kan, pepohonan seperti di cerabut dan di lemparkan oleh kekuatan tanpa tandingan.


Yuang Fengying terlempar beberapa ratus meter, begitu juga dengan pria dari benua lain, mereka sama sama terpental sangat jauh dari lokasi awal tadi.


Ledakan itu sungguh luar biasa, merusak apapun di sekitarnya dengan diameter beberapa kilometer, membentuk sebuah cerukan kawah seluas puluhan meter.


Pria dari benua lain terlempar, tangan kanannya mati rasa dengan kipas sudah terlepas dari pegangan nya.


"Sungguh kekuatan yang mengerikan, tak ku sangka akan sekuat ini serangan bocah berandalan ini." wajah pria itu kini benar benar pucat dan terlihat lemah.


Begitu pula dengan Yuang Fengying, remaja tersebut terlempar dengan kekuatan yang sudah terkuras.


Menghadapi kekuatan yang secara kultivasi berada di atasnya, sungguh sangat mengerikan.


"Argh..bahaya..!, kekuatan senjata itu sungguh mengerikan, di padukan dengan kekuatan pemilik nya, membuat aku menguras hampir seluruh kekuatan yang kumiliki." Yuang Fengying sedikit muram wajah nya, menyadari itu.


Sesungguhnya kedua belah pihak saat ini tengah mengalami krisis energi, mengeluarkan serangan yang demikian kuat sangat menguras tenaga dari dua orang itu.


**


Sementara di tanah dalam, tepatnya di istana peri, saat ini tengah terjadi kegembiraan karena putri mahkota berhasil membawa pulang bayi perunggu roh inti bumi.


Sebuah kristal yang mampu membuat kekuatan unsur elemen tanah meningkat pesat pesat.


Ratu peri terlihat gembira dan itu jelas nampak dari wajah beliau yang cantik makin bersinar dan berseri seri.


"Tak salah aku mengirimkan dua Sesepuh untuk mendampingi putri mahkota Fen Shanming, memasuki alam pusaka."


"Sesepuh Rong dan sesepuh Ling memang selalu bisa di andalkan."


Dua sosok pria dan wanita tua itu juga tersenyum senang, misinya berhasil di lalui meski dalam hati kecilnya ada yang sedikit mengganjal.


Meski kedua Sesepuh itu tersenyum namun ada sedikit kekecewaan di sana, dan itu bisa di tangkap oleh Ratu Peri yang memang memiliki kekuatan jiwa yang sangat kuat.


"Apakah ada sesuatu yang ingin Sesepuh utarakan?." kata Ratu peri dengan suara halus namun penuh ketegasan dan kewibawaan bertanya.


Sesepuh Rong mengangguk sedikit ragu.


"Saat kami berada di alam tanah pusaka, ada sosok lain yang juga mampu menerobos ke sana."


Setiap kelompok mungkin memberi nama yang berbeda dari tiap tiap pecahan alam kuno yang tersembunyi.


"Sosok lain?." Ratu peri sedikit terkejut, meski menerobos ke alam pusaka bukan peristiwa yang mampu di lakukan ras peri saja, namun itu sangat sulit di lakukan, bahkan ras manusia Iblis saja kesulitan.


Maka tak heran semua terkejut dengan berita tersebut.


"Benar Yang Mulia, bahkan sosok tersebut mampu memanen harta pusaka melebihi kami."


Ratu peri makin terkejut dengan kemampuan tersebut, "Dari kelompok mana, pasukan yang menerobos tersebut?."


Sesepuh Ling menggeleng, "Bukan sebuah pasukan Yang Mulia, tapi seorang remaja yang melakukan itu?."


"Ya, seorang remaja..., mungkin seumuran dengan ku Ibu ratu.., bahkan dia sangat tampan," putri Fen Shanming yang masih terbayang ketampanan remaja itu bahkan kelepasan bicara.


Perkataan putri mahkota membuat semua manusia peri yang tengah berkumpul tesebut terkejut, bukan hanya berita usia penerobos yang masih begitu muda menurut sang putri, tapi juga sikap Fen Shanming yang memuji sosok penerobos yang membuat semua terkejut.


"Apa maksud putri Fen Shanming memuji pemuda itu sangat tampan?," Seorang pemuda ras peri yang juga merupakan keluarga Kerajaan terlihat tersinggung dan marah. "Apakah putri mahkota Fen Shanming membantu penerobos itu?."


Pemuda yang merupakan pangeran dari ras peri itu terlihat geram.


"Aku bahkan tak melakukan apapun, memang kenyataan nya penerobos itu kuat dan tampan." Fen Shanming membela diri.


Seketika suasana menjadi sedikit tegang, bagaimana pun pangeran Lexuliang memiliki banyak pengikut di kerajaan Istana peri.


Pangeran Lexuliang adalah anak dari kakak kandung tertua Ratu Peri yang saat ini menjabat sebagai Ratu.


Dan sesungguhnya pangeran Lexuliang berambisi menjadi pemimpin serta ingin merubah tatanan dan aturan kerajaan peri, ingin menjadikan kerajaan peri tersebut penganut sistem Patriarki, bukan matriarki seperti yang saat ini berlangsung.


_________


Jangan lupa dukungannya