
Dua orang itu berjalan memasuki wilayah istana monster tersebut.
Yuang Fengying masih terpana dengan apa yang lihat nya, sebuah tempat di namakan wilayah monster namun ternyata tidak terlihat ada sosok monster sama sekali.
Semua yang ada di sana terlihat seperti manusia biasa, hanya ada beberapa yang mengalami komuflase tidak sempurna, seperti manusia dengan sebagian anggota tubuh nya masih berwujud anggota tubuh binatang, dan itu sangat jarang.
"Sungguh tak ku sangka akan seperti ini paman," bisik Yuang Fengying tak bisa menutupi keheranan nya.
Yuang Fengying juga menatap sekitarnya yang sungguh berbeda dengan alam lainnya, pepohonan terlihat lebih tinggi dan lebih subur.
"Makanya aku pernah bilang jika di sini berbeda dengan wilayah lain, dan pasti kau tak akan menyangka situasi kondisi nya akan seperti ini bukan?."
Remaja itu mengangguk, memang tempat itu berbeda dengan wilayah lain, serta penampilan penduduk nya tak se-mengerikan yang di bayangan.
"Ayo kita cari penginapan dan tempat makan, waktu tiga hari perjalanan sungguh membuat ku lelah." Ying Zhi Dao mengajak Yuang Fengying mencari tempat istirahat, memulihkan kondisi fisiknya. Meski sesungguhnya orang orang seperti mereka tak harus makan tiap hari untuk mengisi lambungnya.
Bagi para kultivator, perihal makan bukan termasuk kebutuhan pokok, bahkan jika tingkatannya makin tinggi mereka hanya butuh makanan sekali dalam beberapa bulan atau tahun.
Yuang Fengying mengikuti langkah Ying Zhi Dao, nampaknya pria paruh baya tersebut sudah terbiasa di wilayah ini.
"Kita ke sana, kita menginap di penginapan itu."
Ying Zhi Dao menunjuk sebuah penginapan yang terlihat megah berada di samping bangunan yang juga tak kalah tinggi.
"Penginapan Sanca Hitam?.." Yuang Fengying membaca nama dari penginapan itu.
Tiba tiba Kristal Pagoda Dewa di relung jiwa Yuang Fengying bergetar, saat remaja tersebut berjalan di bangunan yang berada di sebelah penginapan itu.
"Ini bangunan apa paman?." Yuang Fengying bertanya kepada Ying Zhi Dao sambil melihat sebuah bangunan yang juga terlihat ramai saat ini.
"Ini toko Rumah Harta, sebuah tempat jual beli segala macam kebutuhan kultivator."
"Seperti Pundi Emas?," Yuang Fengying jadi teringat tempat yang serupa dengan itu.
"Ya semacam itu."
Yuang Fengying berhenti sejenak di depan tempat itu, Kristal Pagoda Dewa makin terasa bergetar kala itu.
"Apakah kau ingin mengunjunginya nak?."
"Ya aku ingin melihat lihat tempat itu."
Kedua orang itu lalu memasuki toko Rumah Harta, dimana di sana sudah banyak yang mengunjungi tempat tersebut.
**
Di tempat yang jauh.
"Ayo kita berangkat," pria tua dengan baju katun bersih mulai memimpin beberapa orang orang nya, salah satunya adalah Li Chung.
Kali ini ada sepuluh orang yang di bawa pria tua dengan baju katun bersih itu, termasuk Li Chung yang sudah sedikit lemah kultivasi nya.
Li Chung terpaksa kembali di bawa karena dia yang selama ini tahu kondisi yang ada di wilayah itu.
Sebuah armada terbang yang cukup kuat terlihat sudah bersiap membawa orang orang itu ke wilayah benua tanah tengah, atau mereka menyebutnya Zona Sembilan.
Sembilan orang yang berada di ranah Kuasa Sejati itu terlihat begitu kejam dengan aura yang meletup letup.
**
Yuang Fengying sudah memasuki toko Rumah Harta, tempat jual beli yang lebih besar jika di banding dengan toko Pundi Emas di kota Yinying.
Ada berbagai benda yang di jual di sana, bahkan benda benda itu memiliki kualitas yang cukup bagus.
"Pantas saja biaya masuknya mahal, di dalam toko ini banyak barang berharga," Yuang Fengying bergumam pelan, karena tadi dia sedikit kesal saat masuk tempat itu, dia harus mengeluarkan satu koin emas penukar, itu termasuk mahal hanya untuk biaya masuk saja.
Yuang Fengying hanya tersenyum mendapatkan reaksi Ying Zhi Dao.
Seorang perempuan dengan tampilan yang sangat cantik terlihat menghampiri keduanya, wanita dengan baju putih bersih itu dengan sopan berkata, "Selamat datang tuan tuan, apa ada yang bisa saya bantu?."
Ying Zhi Dao menatap Yuang Fengying, dirinya memang tak menginginkan apapun saat ini, remaja itu yang memaksa masuk ke sana.
Yuang Fengying masih terdiam, getaran dari Pagoda Dewa saat ini sudah berhenti, sehingga remaja itu tak tahu apa yang diinginkan saat ini.
"Aku ingin keliling melihat lihat, jika ada yang menarik baru aku akan membelinya," Jawab Yuang Fengying.
"Ah, begitu.. Kalau demikian bisakah saya pandu tuan?."
Yuang Fengying menatap wanita itu, meski terlihat cantik namun remaja itu tahu wujud asli sosok tersebut, wanita itu adalah siluman Buaya Putih.
"Berapa biayanya?." tanpa malu malu Yuang Fengying bertanya, baginya lebih baik ramai di depan daripada di palak di akhir nya.
Ying Zhi Dao sedikit tersenyum dengan kelakuan Yuang Fengying, "Benar benar anak yang perhitungan."
"Hanya satu koin emas penukar, maka tuan muda bisa memperoleh informasi apapun yang ada di sini."
"Nanti jika tuan muda membeli sesuatu saya akan mendapatkan dua persen dari nilai barang tersebut." wanita berbaju putih itu menjawab dengan jujur.
"Oh.. Baik, setuju." akhirnya Yuang Fengying menyetujui itu, karena baginya lebih baik seperti itu sambil menunggu Pagoda Dewa kembali memberikan sinyalnya.
Sesungguhnya pagoda dewa memiliki ruh, bisa berbicara dengan nya, dan pernah berinteraksi dengan Yuang Fengying, namun saat saat terakhir ini, benda itu seperti tertidur dan hanya bisa memberikan sedikit kode, entah mengapa mungkin memang sedang dalam masa evolusi nya.
"Mari tuan muda..," wanita itu memandu Yuang Fengying dan Ying Zhi Dao.
"Di sisi sana tempat beberapa pil kultivator di jual, dari yang harganya murah karena khasiatnya sederhana hingga yang berharga ratusan koin emas."
Yuang Fengying hanya menatap sekilas karena memang tak terlalu tertarik.
"Sebelah sana ada berbagai senjata dan artefak pendukung nya."
"Lalu yang sebelah sana berbagai benda peningkat ranah kultivasi."
Drrt... Drrt....
Kali ini Pagoda Dewa kembali bergetar saat Yuang Fengying menatap ke arah benda benda pendukung kultivasi.
Yuang Fengying yakin di tempat itu mungkin ada sesuatu yang berharga.
"Ayo antar aku ke sana."
"Baik."
Ying Zhi Dao mengikuti langkah Yuang Fengying yang terlihat antusias kembali, laki laki paruh baya itu tak terlalu tertarik dengan benda benda di sana, dia hanya mengikuti keinginan remaja itu.
"Ini adalah Bunga Bintang Surga, sebuah tanaman yang mampu meningkatkan kultivasi seseorang."
"Ini adalah Batu Api Magma, mampu meningkatkan kekuatan api bagi pemiliknya."
Wanita itu menunjuk beberapa benda yang terpajang di sebuah lemari kaca.
Yuang Fengying masih mengangguk saja, saat ini Pagoda Dewa kembali terdiam.
"Ini Mata langit, kristal yang di percaya mampu meningkatkan kekuatan jiwa." wanita itu mulai menerangkan benda selanjutnya, sebuah benda kaca berbentuk seperti telur, bulat oval dengan sebuah bulatan hitam di dalamnya.
Saat ini Pagoda Dewa kembali bergetar, "Ambil benda itu," sebuah suara yang terdengar lemah seperti suara orang bangun tidur tiba tiba mengisi kepala Yuang Fengying.
__________
Jangan lupa dukungannya