Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
126. Tantangan dari dua Tetua


"Jangan bergurau nak, cepat kamu sampaikan kepada master Xingguang perihal undangan ini." salah satu pria paruh baya itu sedikit kecewa dengan Yuang Fengying, menurutnya anak muda di depannya kurang memperhatikan guru nya.


"Maaf senior, sungguh aku tidak tahu jika guru menerobos, karena aku sendiri juga baru keluar dari latihan tertutup ku."


Orang orang itu menatap Yuang Fengying, mencoba menelisik tingkatan kultivasi nya, dan mereka sedikit terkejut.


"Hah..?, anak muda ini sudah berada di ranah Bumi sejati?."


"Apa jangan jangan yang telah menerobos anak ini?."


Mata semua orang itu kini terkunci pada sosok Yuang Fengying.


Saat itulah master Xingguang datang dari bepergian nya, sedikit terkejut dengan keberadaan orang orang yang ada di kediaman nya.


"Master Xingguang..?!?!." seru orang orang yang menyadari kedatangan nya.


"Ada apa ini?."


Salah satu orang kemudian menceritakan maksud kedatangan nya, termasuk masalah penerobosan yang terjadi baru baru ini.


"Aku bepergian selama satu pekan ini, yang jelas bukan aku orang yang melakukan terobosan."


Kemudian sang master menoleh ke arah Yuang Fengying.


"Apakah kau barusan menerobos Fengying?," guru nya itu menatap Yuang Fengying dan memeriksa nya.


"Benar master, murid baru saja menerobos naik ke ranah Bumi sejati." jawab Yuang Fengying dengan jujur.


Jawaban Yuang Fengying membuat semua yang ada di sana sedikit limbung, ranah Bumi sejati untuk anak semuda itu sungguh di luar nalar.


Bahkan beberapa orang itu sengaja menginjak kakinya sendiri, memastikan mereka tak bermimpi atau berhalusinasi.


"Jika memang benar demikian, maka sebaiknya master Xingguang dan murid mu segera ke Balai Utama, tetua agung menunggu kalian berdua." salah satu penyampai pesan itu, sebelum mengakhiri kunjungan nya.


**


Master Xingguang dan Yuang Fengying sudah berada di Balai Utama, sebuah bangunan khusus yang menjadi pusat dari pengelolaan Perguruan Bukit Bayangan.


Ruangan itu sangat luas, berada di lantai tertinggi dari gedung utama dari kelompok tersebut.


Di depan nampak duduk tetua agung, pria tua dengan baju longgar dan rambut yang sudah memutih.


Di sisi nya duduk wakil tetua, juga tetua regulasi dan wakilnya.


Di sebelah sedikit jauh duduk para tetua dari kelompok tersebut.


Master Xingguang dan Yuang Fengying duduk berhadapan dengan tetua Agung.


Pria tua itu menatap tajam, terutama ke arah Yuang Fengying yang menurut informasi yang di dapatnya, baru saja melakukan terobosan.


Kepalanya mengangguk angguk, meski Yuang Fengying mencoba menutupi kultivasi nya namun pria tua itu masih mampu menangkap nya.


"Apakah informasi yang aku dapat kan itu benar?, kau yang telah melakukan terobosan baru baru ini?." tetua agung bertanya kepada Yuang Fengying.


"Benar, tetua agung, murid ini memang baru saja menerobos."


"Bagus, jika demikian perguruan ini akan makin banyak melahirkan murid murid yang hebat."


Tetua agung lalu menatap tetua regulasi, sorot mata keduanya seperti berbicara.


Keduanya lalu sama sama mengangguk. "Apakah murid bersedia jika kami uji?."


Master Xingguang menatap kedua pimpinan di depan, 'Ujian' yang akan dilakukan kedua pucuk pimpinan itu pasti bukan ujian biasa.


"Murid bersedia tetua." tanpa ragu Yuang Fengying langsung menjawab.


Yuang Fengying kembali mengangguk, dari raut wajahnya tak tampak sedikit pun remaja itu ragu.


"Baik, ayo kita menuju ke tempat pengujian." tetua agung berdiri dan beranjak dari duduknya, sosok tua itu memimpin langkah semua orang menuju ke sebuah arah.


**


Semua orang sedikit penasaran, karena langkah kaki tetua agung dan tetua regulasi tak melangkah menuju arena pertarungan, dimana semua ujian fisik di langsungkan di sana.


Tapi langkah kaki mereka mengarah ke sebuah gedung kuno yang bahkan master Xingguang tak pernah masuk menginjakkan kakinya di sana.


Semua orang kecuali tetua Agung dan tetua regulasi terlihat penasaran dengan tempat tersebut, sebuah gedung kuno yang masih kokoh berdiri dengan aura kuno terpancar dari sana.


"Ini sesungguhnya gedung utama kelompok kita sejak awal mula, dari tetua agung terdahulu dan pendahulunya aku menjadi mengerti," tetua agung yang sudah tua itu menerangkan.


Semua orang tetua yang hadir terlihat terkejut dengan kenyataan itu.


"Namun semenjak sembilan ratus tahun yang lalu, tidak di fungsikan lagi."


Tetua agung menatap Yuang Fengying sekali lagi, " Apakah kau benar benar siap untuk masuk kedalam nya nak?."


Yuang Fengying terdiam sejenak, "Beri murid gambaran apa yang ada di dalam bangunan ini? dan apa yang harus murid ambil?."


Tetua regulasi maju, dia adalah tetua yang mengurusi semua misi, semua tugas dan semua rencana.


"Mengapa kami berdua memutuskan untuk menguji dan memberi mu misi, disini?, karena kamu adalah satu satunya murid termuda yang mampu mencapai tingkatan kultivasi setinggi ini dalam sejarah."


Tetua regulasi menarik nafasnya kemudian menghembuskan nya dengan pelan.


"Sebenarnya aku sendiri ragu, termasuk tetua Kim ( nama asli tetua agung), namun jika kau berhasil di dalamnya maka keberuntungan besar akan menaungi perguruan Bukit Bayangan ini."


"Kenapa harus kamu yang di uji?, karena kamu memiliki syarat syaratnya, itu yang di sampaikan dari para pendahulu kita."


"Mohon berikan sedikit gambaran apa yang ada di dalam gedung ini." kembali Yuang Fengying bertanya.


"Sejujurnya kami belum pernah masuk kesana," tetua Kim atau tetua agung menjawab dengan wajah sedikit lesu.


"Namun kami bisa sedikit memberi gambaran sesuai yang telah di sampaikan para pendahulu kami, bahwa di dalam gedung ini banyak sosok makhluk yang terlepas, jika kau mampu menaklukkan dan menundukkan nya, apalagi mengikat jiwa dengan nya, maka kau sungguh beruntung, tugasmu hanya perlu mengambil apapun harta Karun di dalam nya."


"Namun jika gagal, pasti banyak bahaya yang akan mengancam mu, pikirkan lah kembali nak."


"Tapi jangan khawatir, gedung ini memiliki sedikit kelemahan, kamu hanya tinggal bertahan sekuat tenaga hingga pintunya akan terbuka dengan sendiri nya, jika waktu nya telah tiba dan kamu bisa keluar," kata tetua Kim, memotong penjelasan tetua regulasi.


"Waktu?, berapa waktu yang murid miliki untuk kembali menunggu membuka gedung ini?."


"Sehari semalam waktu di sini." kata tetua regulasi sambil tersenyum kecut.


Yuang Fengying menarik nafasnya.


Tiba tiba sebuah suara dari relung jiwanya terdengar.


"Tuan, ada sesuatu yang menarik dari gedung ini, tuan bisa mencobanya, mungkin tuan bisa memperoleh keuntungan dari sana." Jiwa suci yang telah bergabung dengan pagoda dewa terdengar berkata dengan Yuang Fengying.


Getaran yang selaras dengannya terasa menarik nya untuk memaksa Yuang Fengying masuk kedalam bangunan kuno tersebut.


"Baik tetua..!, murid akan mencoba masuk dan bertahan di dalamnya." Yuang Fengying akhirnya mengambil sebuah keputusan, sambil menatap dua pimpinan Bukit Bayangan tersebut.


Tetua yang lain saling pandang dengan seribu pikiran yang sulit di jelaskan.


"Baiklah nak, kau sudah membuat keputusan, ambillah beberapa keuntungan di sana, kami harap perguruan ini juga bisa mendapatkan sedikit keuntungan yang nanti kau dapatkan di dalam."


___________


Jangan lupa dukungannya