Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
226. ?


Puluhan lesatan energi itu berasal dari kelompok kelompok aliansi Pertengahan yang ternyata sudah berdatangan.


Kini ratusan orang itu sudah mengurung tempat tersebut dengan Yuang Fengying sebagai sasaran nya dan mereka mulai melepas serangan.


SLAAASSH..


SLAAASSH...


Serangan serangan itu melintas di sekitar remaja tersebut yang terlihat meliuk liuk menghindari nya.


Lintasan serangan yang terdiri dari aneka unsur elemen itu mengenai ruang kosong saat Yuang Fengying bergerak layaknya kilat.


"Hm, gesit juga berandalan ini." salah satu utusan dari keluarga Xue mendengus marah saat serangannya tak sekalipun mengenai remaja tersebut.


Kali ini keluarga Xue mengutus tiga anggota nya yang juga merupakan tetua di keluarga itu, dan kemampuan tempur nya jelas lebih kuat dari Xue Joliang Jian yang menjadi pemimpin kota.


Tiga orang itu kini sudah mengeluarkan senjatanya, di belakang ketiga nya ada puluhan orang yang juga sudah mengeluarkan senjata masing masing.


Di sisi lainnya perwakilan kelompok Lembah Bulan juga sudah mengepung remaja itu bersama anak buahnya.


Dan di sisi lainnya terlihat pasukan Manusia kerdil yang memiliki tubuh tubuh kekar berotot dengan senjata yang lebih besar dari tubuhnya juga sudah mengancam dengan sengit.


"Mati..!," seorang pria mendekat kearah Yuang Fengying sambil menebaskan pedangnya, pria ini adalah seorang tetua yang menjadi anggota aliansi Pertengahan.


Pedang pria itu menciptakan kilatan petir di sekitar senjatanya, menandakan jika dia pengolah elemen petir.


Begitu pedang itu di tebas kan, selarik cahaya putih melesat menyambar Yuang Fengying, itu adalah muatan listrik perwujudan dari serangan dahsyat itu.


PLAASS...


Yuang Fengying dengan berani menangkis langsung serangan tersebut dengan gelombang pukulan tangan kirinya, padahal jika orang lain pasti akan menghindar dari serangan dengan kekuatan petir, kecuali orang tersebut memiliki kekuatan unsur elemen petir atau tanah.


DAARR...


"Apa..!, berandalan itu berani menghadang kekuatan petir?."


"Dia juga memiliki elemen petir?."


"Bangsaat keparaat, serangan petir itu musnah begitu saja..!."


Orang orang berteriak dan bereaksi atas tangkisan serangan tersebut.


Belum selesai suara ledakan kekuatan petir yang bergemuruh, Yuang Fengying mengayunkan pedang pelangi yang tiba tiba muncul dalam genggaman remaja itu.


SLAAASSH...


Lesatan energi langsung membelah udara menghantam dan meledakkan tetua yang memiliki kekuatan unsur petir tersebut beserta para pengikutnya.


DBAAAMM..


"Uugh.."


"Argh.."


Jeritan jeritan tertahan orang orang yang langsung berubah menjadi genangan darah terdengar hanya sesaat sebelum akhirnya terdiam selama nya.


"Bajingaan, bocah ini benar benar monster jahat..!."


**


Di langit sisi yang lain, terlihat sebuah tandu dengan pria baju katun bersih bergerak dengan sangat ke cepat ke arah pertarungan yang kini tengah terjadi.


"Akhirnya berandalan itu berhenti cukup lama di tempat itu." pria tua itu tersenyum senang di dalam tandu nya.


Tandu itu bergerak makin cepat menuju ke arah yang di tuju tersebut.


**


Area pertarungan Yuang Fengying melawan para pengeroyoknya sudah tak berbentuk lagi.


Ratusan pepohonan sudah tercerabut, terbakar dan terlempar tak tentu arah.


Bahkan perbukitan di sisi kiri sudah runtuh hancur hingga rata.


Di sisi kanan cerukan cerukan tercipta dengan sebagian tempat tertutupi salju dari para pengolah elemen Air - Es.


Orang orang yang memiliki kultivasi di bawah Kuasa Sejati sudah tak ada lagi, sebagian mati sebagian lagi terluka dan menghindar dari tempat tersebut.


Saat ini yang mengepung Yuang Fengying tak lebih dari dua puluh orang, mereka adalah para tetua dan Patriark yang menjadi anggota aliansi Pertengahan.


"Berandalan ini sungguh mengerikan," salah satu wanita dari Lembah Bulan mulai bergetar dan ketakutan, pasalnya hanya dalam beberapa jurus ratusan orang mati terkena serangan Yuang Fengying.


"Ya, benar benar monster yang seharusnya jangan di singgung." Sebagian orang kini mulai menyadari dan malah terkesan menyesal telah berurusan dengan nya.


Yuang Fengying yang kini menari nari sambil menebaskan pedang Pelangi di tangan kanan dan cambuk ekor naga di tangan kiri terlihat bagai Dewa perang di tengah keroyok musuhnya.


Sesekali Sabit Dewa yang melesat diagonal juga menghampiri nya seperti meminta pasokan kekuatan spiritual untuk kembali melesat menebas lawan nya.


"Hancuuur..!."


"Musnaaah...!!."


Yuang Fengying kembali mengayunkan pedang pelangi, gelombang energi yang selalu berubah sesuai keinginan nya karena Kuasa atas banyak elemen itu makin mengerikan bagi lawan lawannya.


Dengan elemen yang sama saja belum tentu ada yang mampu meredam, apalagi kini dengan unsur elemen yang berbeda setelah sebelum nya menyerap kekuatan unsur yang sama, membuat orang orang itu makin ketakutan.


"Sial, kekuatan ku di serap dan diganti dengan kekuatan unsur tandingannya."


Ya, di alam ini memang semua unsur elemen ada penangkal nya, tidak ada kekuatan yang absolut.


Api akan melemahkan kayu, kayu akan melemahkan air, air melemahkan logam, logam melemahkan tanah, tanah melemahkan api.


Begitu sebaliknya Api menghasilkan tanah, tanah menghasilkan logam, logam menghasilkan air, air menghasilkan kayu dan kayu menghasilkan api.


Itulah yang makin membuat lawan Yuang Fengying ketakutan, saat mereka mengeluarkan kekuatan Api untuk menyerang, saat yang sama remaja itu mampu menangkal nya dengan mengeluarkan unsur tandingannya yakni unsur tanah yang melemahkan, lalu memunculkan unsur air untuk menghancurkan kekuatan api tersebut.


Begitu lawan menyerang dengan unsur Air, Yuang Fengying akan mengeluarkan unsur kayu untuk melemahkan nya, lalu mengeluarkan unsur tanah untuk menghancurkan kekuatan air tersebut.


Begitu lah kini para pengeroyok nya lambat laun makin menyadari kekuatan itu dan makin ketakutan.


"Sampah sampah seperti ini mau membunuh ku..!." Yuang Fengying menyeringai ke arah lawan lawanya yang kini sudah pucat wajah wajahnya.


Seringaian itu makin membuat sisa pengeroyok tersebut makin menggigil Ketakutan.


Meski demikian mereka sadar tak ada lagi kesempatan untuk mundur atau melarikan diri.


Dengan terpaksa sisa para pengeroyok itu tetap bertarung meski tahu nyawa akan melayang.


Saat Yuang Fengying ingin mengakhiri perlawanan sisa para pengeroyok nya.


Tiba tiba.


Aura yang sangat menekan langsung menyebar ke area itu.


Saking kuatnya sebaran aura kekuatan itu hingga membuat para pengeroyok Yuang Fengying memuntahkan darah kental, bahkan ada yang langsung ambruk dan pingsan.


____________


Jangan lupa dukungannya...