
Yuang Fengying sudah berada di penginapan, ternyata itu adalah penginapan yang sangat mewah.
Biaya sewanya juga terbilang mahal jika di bandingkan dengan penginapan yang lainnya, bahkan beberapa kali lipat harga nya.
Namun ada harga ada rupa, di penginapan ini setiap ruangnya di sediakan tempat kultivasi bagi para kultivator, dan memang ini yang diinginkan oleh Yuang Fengying.
Meski cukup menguras pundi pundi harta nya, namun semua itu sepadan.
Saat ini Yuang Fengying tengah berada di ruang kultivasi yang ada di penginapan itu, sebuah ruangan yang kaya akan kekuatan spiritual dengan tatanan formasi pengaturan rajah mantra yang membuat ruangan itu seperti dunia lain yang terpisah.
Tangannya memegang kristal Mata Dewa yang memancarkan kekuatan jiwa yang meluap luap, kekuatan spiritual jiwa yang terpancar dari artefak itu sungguh mengagumkan, pantas saja harga artefak tersebut begitu mengerikan.
Begitu remaja itu mulai mengaktifkan kekuatan penyerapan, jiwanya seperti di cerahkan dan dibasuh oleh kekuatan yang tak terlukiskan, mengalir dan mengalir.
Kekuatan Jiwa yang berasal dari kristal Mata Dewa langsung masuk ke jiwa Yuang Fengying seperti air bah yang menerjang.
Jiwanya terasa makin kuat, sangat segar dengan luapan kekuatan jiwa yang meledak ledak, kekuatan jiwa itu terus menembus beberapa tingkatan pada kultivasi jiwa, sekarang kekuatan kultivasi jiwa Yuang Fengying bahkan berada di ranah yang tak tertandingi di benua Tanah Tengah, di atas kekuatan seorang Kuasa Sejati, itu bisa di buktikan oleh Jiwa Yuang Fengying yang mulai menampakkan sebuah perwujudan raga.
Jika sebelumnya perwujudan jiwa Yuang Fengying hanya seperti gelembung tipis bahkan tak terbentuk, kini jiwa remaja itu sudah memiliki wujud sebagaimana wujud dirinya, hanya saja wujudnya tampak bersinar terang.
Kesadaran Yuang Fengying langsung memasuki Palung Ruang Jiwanya, di mana di alam tersebut tengah terjadi pergolakan, dengan adanya luapan kekuatan Jiwa yang meluber kemana mana.
Aura spiritual yang menyebar dari kristal Mata Dewa saat ini tengah di serap oleh semua yang ada di alam tersebut, terutama Kristal Pagoda Dewa, membuat benda itu makin membesar dengan gambaran pagoda sembilan tingkatan makin jelas.
Kesadaran Yuang Fengying bergerak di ruang jiwa nya itu, memeriksa semua yang ada di sana.
"Eh..?."
Kali ini Yuang Fengying seperti tertarik ke arah kristal Pagoda Dewa.
Tarikan itu makin kuat membawa perwujudan jiwa remaja itu.
Jika sebelumnya hanya tertarik ruh dari jiwanya saja, namun kali ini wujud raga dari jiwa remaja itu lah yang tertarik kesana, ke alam Pagoda Dewa.
"Apa yang terjadi?."
Perwujudan raga jiwa Yuang Fengying kini tertarik dan terhisap ke arah kristal Pagoda Dewa, memasuki alam yang ada di sana.
Kali ini makin terasa tarikan itu, membuat Yuang Fengying sedikit ketakutan dan ingin melawannya.
Namun kekuatan hisapan dari pagoda dewa sulit untuk di hindari.
"Apa aku akan terjebak di dalam kristal ini?."
Weeeng...
Saat ini perwujudan raga jiwa Yuang Fengying sudah sepenuhnya berada di dalam alam dari kristal pagoda dewa.
"Hah?, ini..?, bukankah ini alam yang pernah ku masuki?, alam raksasa waktu itu bukan?."
Yuang Fengying melihat sekitarnya, jika dahulu kala jiwanya memasuki alam ini dengan perwujudan seperti sebuah gelembung transparan yang terombang ambing, kali ini tidak.
Di alam itu semua terlihat sangat besar, bahkan rumput dan daun daun semak belukar sebesar balai balai tempat tidur.
Fisik jiwa Yuang Fengying bisa berjalan, meloncat dan berlari sebagai mana biasanya.
"Ha..ha.. Aku bisa melakukan seperti ini?," Yuang Fengying meloncat, berlari dan terbang di angkasa alam tersebut.
Bahkan Yuang Fengying bisa memanjat pohon pohon raksasa yang ada dan berlarian di sana layaknya seekor semut di dahan dan ranting nya.
"Hah?, kekuatan spiritual tempat ini bahkan sangat kuat?."
Yuang Fengying baru menyadari itu, segera perwujudan jiwa Yuang Fengying duduk dan melakukan kultivasi di sana.
BOOM...
Ranah kultivasi Yuang Fengying langsung memasuki ranah Kuasa Sejati, sebuah penerobosan yang tak pernah di sangka sangka.
Menerobos ranah Kuasa Sejati sesungguhnya bukan hal yang semudah ini, memerlukan tahunan hingga puluhan tahun hanya untuk memasuki ranah tersebut.
Bahkan Patriark keluarga Ying pernah gagal dan cidera saat berniat memasuki ranah itu dahulu kala.
Di luar penginapan alam seperti berputar, langit yang cerah tiba tiba menjadi gelap dengan gumpalan awan gelap menggantung di atas penginapan dengan lima tingkat itu.
Kekuatan bumi juga seperti berpusat di sana.
"Apa yang terjadi?, apakah ada yang melakukan terobosan di penginapan itu?."
"Terobosan ranah apa? bisa sekuat ini?, bukankah di penginapan ada struktur formasi yang menghalangi limpahan kekuatan terobosan seseorang?."
"Ini aneh, sekuat kuatnya seseorang yang melakukan terobosan di tempat ini tak pernah ada yang menimbulkan efek seperti ini, apa mungkin ini kekuatan dari luar?."
Meski tempat kultivasi penginapan itu sudah di lindungi oleh segel formasi pengaturan, namun kuatnya terobosan yang terjadi tetap saja membuat alam bergolak.
Alam makin menakutkan seakan ada badai di angkasa, guntur dan petir terlihat menyambar nyambar dan bertubrukan, demikian juga dengan bumi yang terasa bergetar seperti akan terjadi gempa yang kuat.
Weeeng...
Seiring Jiwa Yuang Fengying kembali ke raganya, semua pergolakan itu tiba tiba berhenti dan musnah entah kemana.
"Ah..ku kira akan terjadi penempaan oleh petir kesengsaraan."
"Mungkin bisa hancur tempat ini jika itu terjadi."
"Memangnya siapa yang menerobos di penginapan itu?, mungkinkah ada seorang ahli yang menginap di sana."
Bisik bisik dan pergunjingan terjadi dari orang orang yang berada di luar maupun dari dalam penginapan, semua berasumsi sesuai yang di pikirkan nya.
**
Jauh dari wilayah itu, sebuah armada terbang terlihat di angkasa yang masih berjarak ribuan kilometer jauhnya.
Armada terbang itu terlihat melayang menuju ke arah Benua Tanah Tengah.
Mereka adalah rombongan yang di bawa oleh pria dengan baju katun bersih.
Demi mempercepat gerakan, tuan Penguasa meminjamkan armada terbang tersebut.
"Beruntung tuan Penguasa meminjamkan kita armada terbang ini, kita bisa menghemat beberapa pekan perjalanan." seorang kapten armada terbang yang mengemudikan benda terbang itu terlihat senang.
"Ya.. itu semua berkat Tuan Pendamping satu."
Tuan Pendamping satu maksud nya adalah pria tua berbaju katun bersih.
Pria itu memang memiliki jabatan sebagai Pendamping satu dari sang tuan Penguasa.
Armada terbang makin melaju, membelah angkasa dengan kecepatan yang sangat cepat.
Kecepatan itu setingkat dengan dua kali kecepatan terbang kultivator dengan terbang tercepat, sungguh luar biasa.
___________
Jangan lupa dukungannya