
Satu elang pemakan bangkai langsung terjatuh dengan keras dari udara, setelah di rusak organ dalam nya oleh senjata 'Sabit Dewa', demikian Yuang Fengying menamai nya.
Namun burung elang - burung elang yang lain belum menyadarinya, mereka masih mencoba mendekat dan menyerang sosok Yuang Fengying.
"Baik kalian yang meminta..!, jangan salahkan aku jika bertindak kejam..!," teriak remaja itu sambil kembali melemparkan senjata Sabit Dewa.
Kini lemparan Yuang Fengying semakin di beri tambahan kekuatan tenaga sejati, membuat senjata itu makin mengeluarkan aura yang menakutkan.
Langit seperti bergolak dengan gelombang kekuatan menyibak dan membelah, seperti mengancam dengan ketajaman senjata yang mampu memotong apapun di jalur nya.
CRAAASH...!
CRAAASH...!
Satu persatu binatang penguasa angkasa itu berguguran, rontok setelah tubuhnya di terjang senjata sabit dewa, meski di lihat dari luar tubuhnya masih utuh, sesungguhnya organ dalam nya sudah terpotong potong dan tercacah hancur.
Koaaakk..
Koaaakk...
Elang elang pemakan bangkai yang tersisa kini menyadari itu, terlihat jelas ketakutan di mata mereka, tanpa di komando lagi binatang binatang itu terbang tunggang langgang ketakutan.
Yuang Fengying melesat turun dari angkasa, dia akan mengambil semua bangkai binatang yang telah di bunuhnya.
**
"Alam yang aneh, kemana lagi aku harus pergi?." Yuang Fengying sudah menyimpan mayat mayat elang pemakan bangkai setelah menyimpan kristal inti jiwa.
Remaja itu kembali memutar pandangannya, menjelajahi tempat tersebut, meski tanpa pusat cahaya namun alam itu terlihat sangat terang.
"Nampaknya gunung yang ada di sisi kiri lebih menarik," gumam Yuang Fengying menatap jajaran pegunungan yang ada di sisi kiri, semula dia ingin pergi ke arah gunung sisi kanan namun kini di batalkan.
"Baik, aku akan ke arah gunung itu." remaja tersebut kembali terbang dan kini berganti arah menuju ke gunung sisi kiri.
Saat ini Yuang Fengying sudah berada di bukit yang akan mendaki ke arah gunung, anak itu kembali mengawasi daerah tersebut, menyalin dan mencetak bentang alam di sana.
"Hmm, gunung ini mirip bentuk naga aku akan menamai gunung naga, sedangkan gunung yang ada di sana lebih mirip perahu yang terbalik, maka aku namai itu gunung perahu." remaja itu bergumam.
"Apa itu..??!."
Yuang Fengying terpana sejenak melihat ke arah puncak gunung naga, meski sangat jauh dia mampu melihat sosok binatang kecil nampak meloncat loncat dari terjalnya dinding batu, dan mencoba terbang dengan sayapnya yang terlihat masih lemah, di belakangan nya terlihat banyak sosok binatang yang lebih besar dan terlihat mengusir sosok kecil tersebut.
Yuang Fengying mendekat dengan cara mengendap endap, bagaimana pun juga aura yang di pancarkan binatang binatang itu sangat kuat, bahkan lebih kuat dari Elang pemakan bangkai.
"Apa..?, mereka jenis Griffin?.'' Yuang Fengying tercekat, Griffin adalah makhluk yang termasuk legenda dengan kekuatan yang sangat luar biasa.
"Pantas saja aura nya sangat menakutkan, nampak nya gua itu adalah markasnya Griffin kuno." remaja tersebut menelan ludahnya dengan kesulitan.
Bagaimana pun juga dia ada di wilayah Griffin kuno, kekuatan binatang itu sungguh menakjubkan, keringat sudah membanjiri punggung Yuang Fengying, dengan kekuatannya saat inipun dia pasti kesulitan melawan puluhan Griffin di sana.
"Tapi apa yang di lakukan oleh para Griffin dewasa itu terhadap Griffin muda?." fenomena itu membuat Yuang Fengying sangat penasaran, selama ini binatang tersebut selalu kompak dan bersatu, mereka golongan binatang yang setia terhadap kelompok nya.
GROOOAARKkk..
Lengkingan suara Griffin dewasa itu terdengar menakutkan, nampaknya itu adalah pemimpin kelompok ini.
Yuang Fengying merapat ke dinding, menyembunyikan auranya sedemikan dalam, agar tak ketahuan para binatang itu.
Bayi Griffin yang masih lemah itu akhirnya tertangkap oleh paruh Griffin dewasa, lalu dengan bengisnya binatang itu melempar bayi Griffin yang masih penuh dengan noda darah karena baru lahir.
GROAAARRKK...
Griffin itu memekik, beberapa Griffin dewasa itu terlihat mempermainkan bayi Griffin, seperti memainkan sebuah bola mainan.
Melempar bayi Griffin itu dari mulut ke mulut.
"Apa yang terjadi?, mengapa ada perundungan di dunia binatang ini."
Mata tajam Yuang Fengying langsung melihat ke arah bayi Griffin tersebut, memang bukan bayi Griffin pada umumnya.
Jika selama ini perwujudan Griffin memiliki kepala elang dengan paruh hebat nya, kaki depan seperti cakar elang dan bersayap, sedangkan bagian belakang berwujud badan singa.
Tapi ini sangat aneh, bayi Griffin itu berwajah ikan hiu, bukan berwajah burung elang, mungkin itu yang membuat bayi Griffin itu di sia siakan oleh kelompok nya.
Yuang Fengying kini timbul rasa kasihan kepada bayi binatang tersebut, bagaimana pun juga dia tidak bersalah dengan keadaan tubuhnya, tapi mengapa kelompok nya memusuhi nya, bahkan terkesan ingin membunuhnya.
GROOOAARKKK...
Bayi Griffin itu kembali di lemparkan, lalu seekor Griffin dewasa lainnya mencoba menangkap dengan cakar depannya, namun sayang cengkeraman cakar nya sedikit meleset membuat bayi Griffin itu terlepas dan jatuh ke lereng gunung dimana Yuang Fengying tengah mengendap endap.
Bayi Griffin itu menjerit kesakitan, binatang itu terlihat mengerang, nampaknya dia menyadari keberadaan sosok Yuang Fengying yang saat ini tengah merapat ke arah dinding bukit.
Bayi Griffin itu melihat kearah Yuang Fengying, meminta belas kasihan.
"Sial..!, aku tak bisa membiarkan binatang kecil ini mati di siksa." gumam Remaja itu sambil menangkap sosok bayi binatang yang sebesar kucing dewasa tersebut.
Namun saat itu, Griffin Griffin dewasa melihat apa yang di lakukan Yuang Fengying.
Mereka langsung melesat dan mengurung remaja itu, bahkan salah satu Griffin itu langsung menyemburkan api dari paruhnya ke arah Yuang Fengying.
Yuang Fengying melambaikan tangannya, membentuk sebuah perisai yang juga dari unsur elemen api dan logam, sehingga api dari semburan Griffin dewasa itu mampu di netral kan.
Kini bukan hanya satu Griffin dewasa yang menyerang remaja itu, hampir semua makhluk ganas yang ada di sana mengejar dan mencoba memangsa Yuang Fengying.
"Tebasan angin menuai badai - Lesatan Kehancuran..!.'' Yuang Fengying mengibaskan tangannya.
Kilatan sinar terbentuk dari unsur elemen logam dan petir melesat menebas ke arah makhluk makhluk itu.
BAAM... BAAAMM...
Kilatan sinar itu menabrak Griffin Griffin dewasa itu, membuat mereka terpental beberapa puluh meter.
Sungguh menakjubkan kekuatan fisik binatang binatang itu, entah di tempa dari benda apa membuat kekuatan fisik hampir semua makhluk di sana sangat kuat.
Kini Yuang Fengying di serang oleh puluhan Griffin yang juga makin berdatangan, seranganya sungguh mengerikan, bahkan batu sebesar kerbau saja bisa langsung hancur saat di remas oleh cakar binatang itu.
"Bahaya..jika terus seperti ini, bisa bisa aku celaka." Yuang Fengying mulai mengeluh, sementara bayi Griffin yang ada di gendongan nya seperti di timang timang malah tidur.
"Kau harus membalas apa yang aku lakukan," gumam Yuang Fengying kepada bayi Griffin itu.
Jangan lupa dukungannya