
Dua manusia naga itu sudah mengeluarkan aura kekuatan yang menjebak Yuang Fengying.
Aura dengan warna sedikit gelap tersebut menyebar menutupi alam sekitar hingga beberapa kilometer jauhnya.
"Sekarang tunjukan artefak penyimpanan mu, dan serahkan pada kami." manusia naga yang lebih tinggi terlihat mulai menggertak setelah, sementara pria naga baju hijau tersenyum penuh dengan kelicikan. "Jika kau masih sayang kepada nyawamu.., serahkanlah nak." sahutnya.
Kedua manusia naga ini sudah berada di ranah Raja Bumi awal, kekuatan yang mampu membuat orang orang di luaran begidik ngeri.
"Kalian ingin memeras ku..?." Yuang Fengying langsung menekuk wajahnya, terlihat jelas jika remaja tersebut sungguh tak senang.
"Ha..ha... bisa di katakan begitu, aku rasa kau sudah menemukan sesuatu di tempat ini, bukan?." pria naga berbaju hijau berkata dengan tersenyum licik.
"Kalian memang rendahan..!, bisanya menekan yang di anggap lemah." raung Yuang Fengying.
"He..he.. kau tau itu, karena kau lemah, cepat serahkan artefak penyimpanan mu..!."
Yuang Fengying tersenyum sinis, "Sayangnya aku tidak lemah, datang lah kesini jika kau menginginkan artefak penyimpanan ku."
Remaja itu membuka kedua lengannya seperti gestur menantang keduanya.
"Tekaan..!!." Dua manusia naga itu makin menguatkan aura kekuatan yang kini di gabungkan dengan serangan kekuatan jiwa melalui dimensi alam jiwa.
Alam seperti terdistorsi, kabut gelap seperti bergerak makin memadat, yang semula melebar beberapa kilometer, namun kini hanya beberapa ratus meter saja tapi mencoba membelenggu Yuang Fengying.
Gabungan kekuatan fisik dan jiwa itu mencoba menjerat Yuang Fengying, kekuatan yang sungguh menakutkan bagi yang lainnya.
"He..he... sungguh sial nasibmu bocah..!."
Yuang Fengying tak bergeming, masih berdiri dengan gagah di tempat nya terbang.
Alam yang bergolak golak seakan tak memberikan pengaruh apapun bagi nya.
"Hanya seperti ini kekuatan yang mampu kalian pancarkan..?." Yuang Fengying tersenyum mengejek keduanya.
Tiba tiba kedua tangan Yuang Fengying menepuk dengan keras, sebagaimana orang menepuk serangga yang melintas.
Plook..!!
BYAAAR...!
Dengan tepukan tangan itu buyarlah seluruh serangan aura kekuatan dan dimensi alam jiwa yang di bentuk oleh dua lawannya.
Seiring dengan Yuang Fengying menepukkan tangan nya, remaja itu melepaskan aura kekuatan kehadiran dan keberadaan yang juga di padu dengan kekuatan jiwa nya, melawan kekuatan yang di lepaskan dua lawannya.
"Apa..!, bocah berandalan ini mampu menghancurkan dua kekuatan bentukan kita..!."
Sungguh sulit untuk percaya, dua kekuatan yang di ciptakan dua manusia naga itu sungguh lah sangat kuat.
Di ras Naga pun mereka di kenal sebagai generasi penerus yang cukup berbakat dan mampu mengalahkan calon calon lainnya, sehingga mereka sungguh terkejut aura kekuatan nya di buyarkan begitu saja oleh remaja di depan keduanya.
"Keparaat..!, aku tak akan menahan lagi..!," pria Naga yang lebih tinggi langsung menerjang kedepan dan melakukan serangan langsung.
Slaaassh...
Pria itu melepas pukulan ber-elemen Angin, dan menciptakan gelombang serangan yang lurus membelah badan Yuang Fengying.
Kekuatan dari Raja Bumi awal sungguh luar biasa, lesatan kilatan angin itu sungguh sangat mampu membelah karang.
Nampaknya kini di mana mana, semua kekuatan sudah meningkat kan kultivasi nya, termasuk ras manusia naga.
Yuang Fengying mengangkat lengannya, menciptakan sebuah bayangan tipis yang menjadi perisai di depan tubuhnya.
Meski tubuhnya jenis tubuh 'Manusia Penguasa' seandainya di hantam pun belum tentu terluka, tapi dia tak mau mengadu peruntungan tanpa melapisi nya dengan kekuatan perisai.
BAAANG..!
Serangan itu meledak beberapa meter sebelum mencapai badan Yuang Fengying, serangan itu di ledakkan oleh perisai yang menghalangi jalur serangan tersebut.
Pria naga yang lebih tinggi kembali terkejut, serangan nya hancur begitu saja.
Kini pria naga berbaju hijau yang mulai menyerang, pria itu melesat menendang ke depan.
Gelombang serangan yang berunsur api melesat menerjang Yuang Fengying.
Panas yang membakar apapun di jalur nya itu menerjang remaja yang masih kokoh berdiri.
"Matilah kau terbakar api naga ..!." pria berbaju hijau berkata pelan, tersenyum sinis, menatap Yuang Fengying seperti seonggok mayat.
Yuang Fengying melesat maju menyongsong serangan tersebut.
" Menebas Angin Menghadang Badai - Lesatan Kehancuran...!."
Gelombang serangan di ciptakan oleh Yuang Fengying, semakin meningkat nya kultivasi, serangan yang di ciptakan tersebut semakin kuat dan menakutkan.
Gelombang serangan yang diciptakan dari unsur Air-Es itu melesat kedepan menyongsong lesatan gelombang api yang di ciptakan pria naga berbaju hijau tadi.
WEEENG...
BLAAARR...!
Kedua serangan bertemu, menimbulkan ledakan yang melempar kekuatan dan meluber kemana mana.
Lemparan kekuatan itu menerjang balik pria berbaju hijau, membuat sosok tersebut langsung pucat pasi.
"Celaka..!, serangan balik ini sungguh menakutkan..!."
Pria naga berbaju hijau sedikit terlambat menyadari itu, jaraknya yang begitu dekat dengan benturan serangan tak memungkinkannya menghindar.
"Aarggh...!!." pria itu menjerit, dan melempar dirinya, usaha terakhir untuk meminimalkan korosi daya ledak itu.
Meski sudah berusaha menghindari namun dia masih terluka juga.
Kini pria naga itu jatuh bebas ke daratan setelah dadanya terkena imbas sernagan tersebut.
Meski fisik nya manusia naga kuat, namun kekuatan serangan Yuang Fengying sungguh sangat dahsyat, membuat nya tetap terluka.
Boom...!
Bumi meledak saat sosok manusia naga terjatuh dan menghantam nya dengan keras, meski demikian pria naga berbaju hijau tidak tewas karena fisik nya sungguh luar biasa.
Kini hanya tinggal satu sosok pria naga yang lebih tinggi, wajahnya kini sudah sedikit memucat, niat bertempur sudah hilang dari wajahnya.
"Apakah perseteruan ini masih ingin di lanjutkan..?." Yuang Fengying berkata sedikit mencibir.
Pria naga yang lebih tinggi sedikit kelu menelan ludahnya.
"M..m-maaf senior, aku punya mata namun tak mampu melihat tinggi nya gunung Dewata," katanya tergagap untuk mengakui kesalahannya.
Kini pria naga yang lebih tinggi tak lagi memandang Yuang Fengying sebagai seorang remaja, tapi menganggap nya sebagai sosok yang lebih hebat dan senior darinya.
Yuang Fengying masih terdiam, hukum di sana memang berlaku siapa kuat dia yang berkuasa.
Sudah tak aneh jika yang memiliki kekuatan akan di hormati dan di sanjung, yang lemah akan di tindas.
"Aku akan membayar kompensasi," kata pria naga itu lagi, baginya saat ini nyawa lebih berharga dari apapun.
Yuang Fengying yang masih terdiam kini mulai tersenyum, "Aku terima jika memang sepadan." katanya mengulurkan tangannya.
Pria naga yang lebih tinggi itu melempar sebuah cincin penyimpanan kepada Yuang Fengying, yang langsung di tangkapnya.
Sejenak remaja itu memeriksa dengan Indra spiritual nya, menuangkan kesadaran nya ke dalam cincin penyimpanan itu dan tersenyum.
"Aku terima, terima kasih." Yuang Fengying tersenyum simpul lalu melesat pergi meninggalkan tempat tersebut dengan acuh tak acuh.
Pria naga itu mengangguk dengan tersenyum kecut, lalu melesat turun ke bumi mencari temannya yang terjatuh tadi.
_________
Jangan lupa dukungannya..