Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
230. 1 vs 4


Rasanya sangat sakit sekali di area lengan yang terpotong, namun anehnya meski sangat sakit perdarahan di sana langsung berhenti.


Bukan hanya berhenti perdarahan nya, namun kini terlihat di sana mulai tumbuh jaringan yang pelan namun pasti makin bertambah.


"Apa..?." Yuang Fengying sendiri yang mengalami itu terkejut dengan kenyataan tersebut, di lengan yang terputus kini tumbuh jaringan baru mulai dari tulang, otot dan jaringan lainnya.


Rupanya Pohon Suci yang ada di ruang jiwa sekarang tengah menunjukkan daya magis nya.


Ras yang memiliki kehebatan dengan cepat mampu meregenerasi sel itu mulai membangun dan menumbuhkan sel baru di tubuh Yuang Fengying, menumbuhkan tangan remaja itu yang terpotong.


Kecepatan pemulihan Yuang Fengying juga di sebabkan oleh 'kuasa' atas unsur air dan unsur kayu yang di miliki nya, karena dua element tersebut diketahui memiliki kekuatan pembangun dan penyembuh yang hebat.


"Hah..!, bagaimana ini bisa terjadi?, apa berandalan itu sudah memasuki ranah Berdaulat? Sehingga bisa memulihkan diri nya?."


Ya, pada tingkatan kultivasi di ranah 'Alam Berdaulat' memang seseorang mampu menumbuhkan anggota tubuhnya, bahkan pada tingkatan di atasnya yakni 'Alam Dewa' kultivator tak akan bisa mati, jiwanya bisa mencari wadah baru setelah tubuhnya hancur.


"Tidak, tidak..!, jelas jelas kultivasi berandalan itu di ranah Kuasa Sejati." sahut pria berjubah lainnya.


"Tapi mengapa bisa menumbuhkan tangan nya secepat itu?."


Alam Berdaulat pun tak akan secepat ini dalam menumbuhkan anggota badan nya, mereka butuh tanaman herbal pendukung dan waktu beberapa hari hingga minggu dalam sekali menumbuhkan anggota badan nya.


"Entah lah, yang jelas ini tak bisa di biarkan .." pria dengan jubah nomer empat sudah meloncat mendekati Yuang Fengying sambil melepas serangannya kembali.


Pria itu pemilik elemen Air-Es, saat ini di tangannya sudah memegang tombak yang di ciptakan dari unsur yang di miliki nya.


Tombak dengan aura dingin itu melesat ke arah Yuang Fengying saat di lempar pria berjubah nomer empat tersebut.


Aura dingin makin menyebar, di iringi dengan gelombang kekuatan yang meluas mengurung remaja yang masih memulihkan dirinya.


"Mati kau ..!," gumam pria itu dengan senyuman di bibir nya.


Saat ini pria itu berada paling dekat dengan Yuang Fengying, sekitar dua puluh meter jarak nya.


Tombak es itu melesat membawa aura kehancuran yang kuat karena di dukung oleh alam Peta Dimensi.


Yuang Fengying masih terdiam tak bergerak di tempat nya, itu memang di sengaja.


Dengan kekuatannya yang di tekan dan di serap alam tersebut, sengaja Yuang Fengying tak ingin menghambur hamburkan nya dengan melepas bebaskan aura kekuatan nya, Karena itu percuma dan sia sia.


Wuung...


Tombak es makin dekat dan hanya tinggal beberapa meter, Yuang Fengying melambaikan tangan kiri yang sudah pulih untuk menepis tombak itu, jika bukan pengolah unsur Air-Es tentu saja tak akan berani berlaku demikian karena itu bisa membuat anggota tubuhnya membeku dan mudah di hancurkan.


TAk..!


Ujung tombak melenceng beberapa centi dari badan Yuang Fengying, itu adalah tangkisan yang efektif dan tak membutuhkan banyak kekuatan spiritual.


Dan itu bukan pilihan yang tepat bagi kultivator lainnya.


"Hah..!, serangan tombak ku meleset?, kurang ajar..!!." pria berjubah hitam nomer empat terbelalak tak percaya.


Biasanya lawan yang sudah di jebak dengan aura dingin pasti akan kesulitan mempertahankan kecepatan gerakan nya, namun kali ini tidak.


"Bajingaan..!," pria berjubah hitam nomer empat makin mendekat, pria itu menciptakan pedang dari usnur yang dimiliki lalu mengayunkannya, "Terima ini..Ombak Salju Menghantam..!."


Kembali gelombang kekuatan melesat ke arah Yuang Fengying.


Lesatan serangan itu mendarat di tubuh Yuang Fengying, remaja itu menangkisnya dengan mudah, menciptakan suara yang memekakkan telinga.


Gagal di serangan tersebut pria berjubah nomer empat makin penasaran dan kian mendekat sambil terus melepaskan serangannya.


Yuang Fengying sengaja terlihat lemah dan tertekan oleh serangan itu, membuat pria tersebut makin semangat mengayunkan pedang es nya bertubi tubi dan maju mendekat.


"Sekarang..!." Begitu dirasa sudah pas saatnya, pedang pelangi muncul kembali di tangan kanan Yuang Fengying dan bergerak horisontal sangat cepat.


Tiga rekan pria berjubah nomer empat hanya melihat sinar putih yang melesat membelah kehampaan di antara debu dingin yang mengelilingi tempat tersebut.


Pria berjubah nomer empat tercekat sesaat, "A..a-apa yang...te terjadi?."


Tiba tiba di rasa badan bagian atasnya seperti limbung, tak mampu kokoh untuk tegak dan bahkan kini pandangan matanya terasa miring seiring dengan tubuh bagian atas nya jatuh ke tanah karena terpotong bagian pinggang terpisah dari bagian kakinya.


"Arghh.." pria itu menjerit keras, tubuhnya terpisah menjadi dua dengan usus terburai dan darah memancar di mana mana, sebelum akhirnya semua menjadi gelap karena nyawa lepas dari tubuh nya.


Tiga pria yang menjadi rekan dari pria berjubah nomer empat membelalakkan matanya, debu es kini sudah menghilang dan menampakkan pemandangan sebenarnya, yakni dua bagian tubuh pria nomer empat itu yang sudah terpisah dan mati.


"Bedebaah...!, kita cincang bajingan ini..!." dengan luapan emosi ketiga orang itu meloncat mendekat sambil melayangkan serangannya.


Yuang Fengying kini tak banyak melakukan manuver, alam yang mampu menghisap kekuatan nya membuat remaja itu ingin bertarung secara efektif.


Mengandalkan pertahanan yang kuat dan kecepatan serangan jarak pendek itu yang di harapkan saat ini.


Pedang Api dari pria berjubah nomer tiga sudah menyambar dari sisi kiri, tinju tanah dari pria nomer dua juga melesat dari sebelah kanan tubuh nya, semetara piringan bergerigi melesat membelah ke arah tubuh nya dari depan.


Wuuung..


Wuuuss....


Srrriing...


Tiga lesatan energi itu mendekat, dengan segera Yuang Fengying berguling ke arah kanan sambil menghindari tinju dari unsur tanah yang akhirnya menghantam pohon besar yang tadi digunakan untuk bersandar Yuang Fengying.


BAAAMM...


Tiga Lesatan serangan itu meledakkan bekas keberadaan Yuang Fengying, menciptakan kawah dan lajur kerusakan yang memanjang sejauh beberapa puluh meter.


**


Di dunia luar pria tua berbaju katun terlihat murka dan mengumpat marah.


Penyebab nya sudah jelas karena bawahan nya tak mampu segera mengalahkan lawannya, bahkan di lihatnya sudah ada satu yang mati karena di rasa sangat tolol.


"Bajingaan keparaat..!, dasar lemah dan bodoh, melawan berandalan tengik yang sudah ku lemahkan masih juga kewalahan..!."


"Seandainya aku tak harus mengendalikan kekuatan dari sini, sudah pasti aku ingin memasuki Peta Dimensi dan mencincang bocah berandalan itu."


"Keluarla kalian..! para piaraan ku..!." pria tua itu berteriak sambil menunjuk ke sebuah lokasi di peta yang kini kembali di rentang kan.


Dari bagian wilayah pegunungan yang berada di sisi lain peta terlihat ada beberapa pergerakan yang mengarah ke lokasi pertarungan Yuang Fengying berlangsung.


________


Jangan lupa dukungannya..