
Tiga bayangan sudah terlempar dan di 'Teleportasi' kan ke alam lain, alam dimana Tiga Puncak gunung terlihat menjulang di angkasa.
Itu adalah gunung Tiga Dewa, sebuah wilayah dimana dahulu kala kekuatan tertinggi para penguasa unsur elemen tanah berada.
Gunung Tiga Dewa adalah 'tempat suci' bagi para penguasa kekuatan unsur elemen tanah, dan menurut legenda tiap tiap kekuatan memiliki tempat suci masing masing dimana itu adalah pusat dari kekuatan tersebut.
Para pengolah kekuatan unsur elemen tanah pasti akan datang ke tempat ini untuk meningkatkan dan memahami kekuatannya, tak terkecuali juga manusia ras peri.
Pria tua berambut putih dan wanita tua itu masih terus mendampingi Fen Shanming di alam tersebut.
Gravitasi yang kuat di alam itu membuat semua gerakan menjadi sedikit melambat, semua tahu akan hal itu.
Jika mereka bukan pengolah unsur elemen tanah, pasti mereka sudah tak mampu bergerak berada di alam itu, apalagi saat ini mereka berada di wilayah gunung Tiga Dewa.
Gunung Tiga Dewa tepatnya berada di pecahan alam kuno.
Sebuah wilayah yang sangat luas dengan kekuatan yang masih alami serta kuno berada.
Alam Kuno ini terdiri dari beberapa wilayah ada kepulauan, lautan dan daratan luas atau biasa di sebut zona benua.
Kepulauan terkecil di alam tersebut sebanding dengan luas Benua Tanah Tengah, padahal ada ribuan pulau kecil, pulau besar dan zona benua yang sesungguhnya, di pecahan alam itu.
"Tetap fokus di arah tiga gunung, jangan sampai kita tersesat dan terjebak di sini." wanita tua itu memperingatkan yang lainnya.
Memang benar apa yang di katakan nya, mereka bisa tersesat di tempat itu jika sampai terpisah.
Saat ini mereka memaksa masuk ke alam itu, jadi pulangnya juga harus menggunakan kekuatan teleportasi yang harus di lakukan dengan kekuatan tertentu seperti yang di lakukan oleh perempuan tua tersebut.
"Benar, jika begitu kita mulai saja perburuan harta warisan di sini." pria tua berucap dan mulai memimpin di depan.
Ketiga orang itu mulai berjalan ke arah tiga Gunung Dewa.
Jika dahulu Fen Shanming mengunjungi tempat ini hanya dengan jiwanya, namun kali ini dia melewati portal teleportasi dan itu sungguh jauh berbeda.
"Yang Mulia harus mengerahkan seluruh kekuatan yang ada, untuk melawan tekanan kekuatan di alam ini." pria tua itu memberikan informasi nya kepada Fen Shanming, dan gadis itu mengangguk mengerti.
**
Rombongan Luang Yiang kembali melanjutkan perjalanan, mereka sudah berada di wilayah Utara dari istana Bintang, namun masih jauh dari tempat tujuan nya.
Kali ini mereka melewati sebuah wilayah dimana kelompok perguruan yang berada di bawah tingkatan Bukit Bayangan bermukim, kelompok itu bernama Shanhu shan.
Perguruan Shanhu shan sedikit lebih kuat dari Tameng Jiwa dan sedikit di bawah Bukit Bayangan, namun saat ini terlihat kekacauan di sana.
Dari jarak yang masih cukup jauh tersebut, semua sudah bisa merasakan lonjakan kekuatan yang berasal dari pusat kelompok tersebut berada.
"Nampak nya disini tengah terjadi peperangan." Luang Yiang berkata sedikit muram, setelah mereka sedikit mendekat.
"Apa yang harus kita lakukan Tetua?," Yuang Fengying bertanya, meminta pendapat dari sang Tetua.
Mereka sebenarnya tak ingin ikut campur urusan kelompok lain, namun rombongan Luang Yiang harus melewati wilayah tersebut, mau tidak mau harus melintas di sana.
"Kita berjalan sedikit menyamping, saat ini kita belum tahu apa yang mendasari permasalahan mereka, dan kita tak perlu ikut campur." Luang Yiang mengeluarkan perintah nya.
Semua mengangguk, memang seperti itu sikap yang harus di lakukan, ikut campur dalam kelompok lain bisa diibaratkan seperti memasang jeratan di leher sendiri, menyinggung banyak pihak yang seharusnya tak memiliki urusan dengan nya.
Dari mayat mayat tersebut bisa di katakan mereka adalah orang yang lemah, karena sebagian adalah orang tua, wanita lemah dan anak anak.
Mungkin mereka adalah orang lemah yang berniat meninggalkan wilayah tersebut.
"Siapa yang berlaku kejam dan menjijikan ini?." Yuang Fengying sedikit gusar, pasalnya para korban hanya orang biasa tanpa kultivasi.
Sesaat Yuang Fengying bersitatap dengan Luang Yiang, seakan mengatakan 'ini tak bisa di biarkan.'
Luang Yiang mengangguk, "Ayo kita lihat, siapa yang melakukan ini."
Rombongan itu makin mempercepat laju kereta kudanya, begitu semakin dekat mereka langsung meloncat meninggalkan kereta tersebut, agar lebih mudah dalam pengintaian.
Jiwa kemanusiaan para anggota perguruan Bukit Bayangan tak bisa membiarkan penindasan tersebut begitu saja.
Saat ini di pusat kelompok Shanhu shan terlihat beberapa orang tengah mengepung wilayah tersebut.
"Ha..ha...kalian benar benar bodoh..!, bertahan disini dengan membiarkan sebagian anggota kelompok meninggalkan tempat ini."
"Kalian pikir bisa mudah begitu saja pergi dari sini setelah kalian terang terangan menolak usulan para pemimpin kami..!."
Salah satu dari kelompok yang mengepung pusat kelompok Shanhu shan berkata dengan penuh penghinaan, bibir nya tersenyum miring meremehkan. "Jika kalian mau menjadi bawahan dari atasan kami, hal seperti ini tak perlu lagi."
Mendengar perkataan itu, salah satu pria paruh baya yang berdiri di benteng kelompok Shanhu shan berkata, "Menjadi bawahan kalian berarti menyerahkan kedaulatan dan kebebasan diri kami, itu seperti binatang piaraan, apa untungnya?."pria tersebut menjawab perkataan para pengepung nya.
"Lebih baik kami sedikit kekurangan tapi hidup bebas merdeka."
Pemimpin kelompok pengepung tertawa lagi, "Itulah bodohnya kalian, padahal jika kalian tahu, tak seperti ini harusnya."
Sesungguhnya sudah banyak beredar berbagai cerita tentang penaklukan beberapa wilayah oleh kelompok Aliansi, dari berita yang beredar memang banyak yang memberitakan jika penaklukan beberapa wilayah itu bermaksud untuk mengambil orang orang yang ada di tempat itu, orang orang itu nanti nya akan di kirim di sebuah tempat.
Dan tempat itu di sinyalir adalah sebuah tempat yang akan membuat orang orang kiriman itu menjadi pasukan Kematian, sebuah pasukan yang di ciptakan dari orang orang yang telah di ambil jiwanya.
Yuang Fengying dan tetua Luang Yiang melihat dan mendengar semua percakapan tersebut.
Para pengepung adalah orang orang yang setingkat dengan Kelabang pemangsa, akan sangat sulit untuk berurusan dengan kelompok tersebut, apalagi mereka berjumlah lebih dari dua puluh orang.
"Kita tinggalkan tempat ini, akan mengantar nyawa jika kita memaksa ikut campur disini." Luang Yiang berbisik pelan, takut di ketahui pihak pengepung Shanhu shan.
**
Rombongan Yuang Fengying sudah mendekati wilayah Lembah Tiga Puncak, mungkin masih beberapa puluh kilometer lagi untuk sampai ke pusat kelompok tersebut.
Sejauh sepanjang perjalanan ini dapat di ambil kesimpulan jika bukan hanya perguruan Bukit Bayangan saja yang sudah di hancurkan oleh kelompok aliansi, tapi banyak kelompok lain yang juga bernasib sama.
"Semoga Lembah Tiga Puncak masih ada dan belum di hancurkan aliansi." tetua Luang Yiang bergumam pelan, di samping Yuang Fengying yang kini hanya mengangguk.
"Benar Tetua, ternyata aliansi sungguh memiliki kekuatan yang begitu besar, dalam waktu yang berdekatan mampu membuat seluruh kekuatan di wilayah istana Bintang hancur berantakan." Remaja itu kembali mengingat semua yang dilihatnya selama di perjalanan, banyak tempat dari beberapa perguruan atau kelompok yang setingkat dengan Bukit Bayangan dan di bawahnya, sudah di hancur dan tinggal puing puingnya saja.
Rombongan makin maju menuju wilayah lembah tiga puncak.
_________
Jangan lupa dukungannya