
"Puncak Raja Bumi tapi kekuatan nya begitu mengerikan!?."
Iblis Xuo Yang mulai muram wajahnya, ketakutan sedikit menggerogoti hatinya.
Dengan terburu buru pemimpin divisi 236 itu mengambil senjata dari ruang penyimpanan, saat ini pedang panjang sudah tergenggam di tangan kanannya.
Aura yang mengerikan terpancar dari senjata tersebut, diiringi aroma busuk juga menguar dari nya.
Dengan pedang panjang kini aura kekuatan iblis Xuo Yang makin meningkat dan mengerikan.
Namun itu bukan masalah bagi Yuang Fengying, remaja tersebut bahkan kini melesat mendekati iblis itu.
Jika mereka bertemu sebelum Yuang Fengying menyerap aura kekuatan dari bejana kurcaci, pasti remaja itu akan mudah di kalahkan bahkan mungkin bisa terbunuh karena Xuo Yang sangat kuat, namun dengan kekuatan saat ini iblis Xuo Yang tak akan mudah mengahadapi nya.
"Ayunan Pedang Kegelapan..!."
Xuo Yang menebaskan pedangnya ke udara, gelombang kekuatan langsung merobek ruang hampa terus menerjang menciptakan sebuah garis lesatan yang mencoba membelah kekuatan gravitasi yang di ciptakan Yuang Fengying.
Remaja itu sedikit bergetar merasakan kekuatan lawan yang jauh lebih kuat di banding Riong Ma, namun Yuang Fengying langsung mengaktifkan seni beladiri jurus Seribu Perisai untuk pertahanan, dan melepaskan ayunan lengannya dengan jurus Menebas Angin Menghadang Badai yang sudah makin menakutkan.
WEEENG...
Gelombang kekuatan yang terpancar dari ayunan lengan Yuang Fengying juga tak kalah mengerikannya, serangan itu melaju kencang menerjang ke arah lawan nya.
BOOM... BOOM...
Dua serangan itu menciptakan beberapa ledakan, yang cukup mengguncang alam sekitarnya, dan mendorong keduanya.
Xuo Yang terkejut dan makin meningkat kan kekuatan nya, bahkan kali ini domain kekuatan unsur elemen tanah yang di ciptakan Yuang Fengying juga berguguran dengan peningkatan kekuatan lawan.
"Huh, sungguh kuat iblis ini, untung saja, aku sudah menerima banyak warisan kekuatan, seandainya tidak aku bisa musnah hanya dengan satu jurusnya." Yuang Fengying mengeryit kan dahinya, merasakan lawan sungguh sangat kuat.
Xuo Yang terdorong kebelakang juga mulai mengeluh, "Berandalan ini sungguh kuat, tak kukira akan sekuat ini."
Xuo Yang kembali menebaskan pedangnya, namun sebelum melakukan itu, iblis tersebut memutar tangannya yang memegang pedang pusaka, putaran itu menciptakan sebuah bulatan yang makin lama makin membesar.
Bulatan bola energi itu lalu menghisap dan menarik beberapa benda yang ada di sekitar nya seperti tanah, batu, kayu dan pepohonan, lalu di hempaskan ke arah Yuang Fengying.
Wroong...
Bola energi dengan beberapa benda yang terhisap dan menumpuk menggumpal menjadi satu itu melesat, menghantam ke arah Yuang Fengying.
"Celaka.., aku bisa terkubur gunungan benda benda ini."
Yuang Fengying merentangkan tangannya, menarik nafas dan menghisap seluruh elemen yang ada di sekitarnya. "Aku harus menghancurkan serangan lawan."
Dari gerakan itu tiba tiba tanah bergetar dan mulai bergerak, Yuang Fengying sudah mengaktifkan kekuatan unsur elemen tanah lebih kuat dari sebelumnya, mengalirkan kekuatan tenaga Sejati nya.
Tanah disekitar mulai naik ke udara seperti tersedot, membentuk gunungan besar di samping remaja tersebut.
"Hancurkan...!."
Tangan Yuang Fengying terayun kedepan, membuat gunungan tanah dan bebatuan itu terlontar ke depan menuju ke arah lintasan bulatan bola ciptaan lawan.
Gruduk.. gruduk....
Dua kumpulan benda ukuran sangat besar yang satu mirip bola raksasa dan satunya mirip gunung terlihat melesat dan bertubrukan.
BAAAM...
Benturan itu sungguh mengerikan, membuat dua gundukan itu meledak dan menyebarkan material ke segala arah, membuat alam sekitar menjadi gelap seperti malam hari.
Iblis Xuo Yang terengah engah nafasnya, menciptakan serangan yang mampu menghancurkan sebuah kota sungguh menguras tenaga, demikian juga dengan Yuang Fengying yang cukup menguras Qi sejati nya untuk menciptakan gunungan tanah dan batuan.
Para kurcaci dan pasukan iblis yang bertarung di bawah juga ketakutan begitu menyaksikan dua benda raksasa tercipta di angkasa hingga menutupi pandangan dan daratan dari pencahayaan.
"Ku akui, kau memang hebat hingga sejauh ini." Iblis Xuo Yang mendengus dingin.
Kemudian iblis itu melempar dua potongan tanduk itu kearah Yuang Fengying.
"Jadilah..!."
Dua tanduk itu tiba tiba berubah menjadi dua sosok raksasa yang wajahnya sangat mengerikan.
Satu berwajah tengkorak dengan sisa sisa daging di wajahnya, satu lagi berwajah setan dengan mata lebar dan mulut yang lebar pula.
"Itu adalah piaraan ku, dua iblis Pemangsa...," Xuo Yang menyeringai menatap Yuang Fengying, seperti menatap mayat.
Dua raksasa itu langsung melesat ke arah Yuang Fengying, mereka menatap Yuang Fengying sesaat sebelum menghambur untuk menghancurkannya.
"ROAAR...!."
"GROORR..!."
Dua monster itu meraung lalu mengayunkan lengannya.
Dua buah serangan yang sangat kuat dan mengerikan.
Wuus... Wuuuss....
Serangan itu melesat penuh daya kehancuran.
Yuang Fengying melesat meloncat untuk menghindari serangan itu, namun lengan dua monster tersebut seperti mengejar dirinya.
"Sial..!, kecepatan ku masih kalah dengan dua raksasa ini." wajah Yuang Fengying mulai muram.
Saat ini dua cakar monster itu sudah berada beberapa meter di belakang nya.
Meski Yuang Fengying sudah melakukan gerakan tercepat nya, namun seperti nya jarak nya makin terkikis dan mendekat.
Yuang Fengying sudah akan berhenti bergerak dan akan bertarung langsung berhadapan dengan dua sosok itu meski itu tak menguntungkan bagi nya.
Tiba tiba alam jiwanya bergerak dan bergetar, Boa moo yang selama ini terlihat hanya meringkuk kini meloncat keluar dari ruang jiwa Yuang Fengying.
Boa Moo adalah Griffin yang aneh, jika lainnya memiliki wajah singa namun tidak dengan makhluk tersebut, Boa moo memiliki wajah ikan hiu.
"Aaaoooo....!." Boa Moo berteriak melolong dan memekik.
Boa Moo yang kini badannya terlihat lebih besar dan lebih gagah sudah keluar dari ruang jiwa Yuang Fengying, saat ini binatang itu badannya sebesar kambing dengan sayap selebar empat meter, saat ini binatang aneh itu menyambar Yuang Fengying dan melesat menghindari serangan dua monster raksasa.
Kecepatan Boa moo sungguh di luar perkiraan, secepat kilatan petir sehingga mampu menghindari dua sergapan lawan.
Saat ini Yuang Fengying sudah berada di punggung Boa moo, menunggangi nya selayaknya kuda terbang.
Meski terlihat hanya sebesar kambing dewasa namun Boa moo merasa terbebani saat Yuang Fengying berada di punggung nya.
"Ngaak...ngaakk...!."
Seperti mengajak berkomunikasi Boa moo menatap Yuang Fengying.
Yuang Fengying menggeleng seperti memahami apa yang di katakan binatang tersebut, Boa Moo mengajaknya lari meninggal kan pertempuran, namun Yuang Fengying menggelengkan kepalanya.
"Aku mampu menghadapi nya jika kau membantu ku."
Boa Moo masih terdiam, seakan berfikir apa yang akan dilakukan Yuang Fengying.
"Kita serang jarak dekat, dengan aku naik di punggung mu dan kecepatan mu seperti ini, kita bisa menyerangnya." Yuang Fengying juga sudah mengeluarkan Sabit Dewa dan menggenggam nya di tangan kanannya.
Seperti memahami perkataan Yuang Fengying Boa moo mengangguk angguk.
____________
Jangan lupa dukungannya