Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
39. Kekuatan Lain


Yuang Fengying kini sudah resmi menjadi 'murid dalam' dari perguruan Bukit Bayangan.


Murid di perguruan itu di bagi dua golongan yaitu murid dalam dan murid luar.


Murid dalam nanti tinggal nya di dalam pusat perguruan tersebut, sedangkan murid luar tinggal di lingkungan luar pusat perguruan, meski demikian mereka juga terjamin kebutuhan nya.


Murid murid di wilayah dalam itu di bagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu murid utama dan murid pribadi.


Murid utama adalah murid yang tidak memiliki master khusus, mereka di bimbing oleh banyak master dengan metode standar yang ditetapkan di perguruan tersebut.


Sedangkan murid pribadi tentu saja murid dari para Tetua yang ada di sana, selain di bimbing oleh guru atau master umum, murid murid ini secara khusus di bimbing oleh master pribadi nya.


Menjadi murid pribadi tentu saja lebih banyak memiliki keuntungan nya, karena pasti akan memperoleh pasokan sumber daya yang melimpah dari masternya tersebut.


Namun berbeda dengan murid Utama biasa, mereka hanya bisa mendapatkan sumber daya jika memiliki koin penukar, atau melakukan misi untuk mendapatkan poin kontribusi .


Poin kontribusi tersebut nanti bisa di tukar dengan koin penukar yang berujud kepeng emas, perak atau perunggu.


Satu koin emas senilai seratus koin perak , dan seribu koin perunggu.


Setiap murid utama sebenarnya mendapat jatah koin penukar setiap bulannya dari perguruan, masing masing berbeda beda tergantung tingkatan golongan murid tersebut.


Untuk golongan murid utama di bagi lagi menjadi dua yaitu golongan tua dan golongan muda, golongan tua adalah murid yang berusia 25 tahun keatas, sedangkan golongan murid muda usianya di bawah 25 tahun. masing masing golongan memiliki sepuluh tingkatan, tingkatan itu berdasarkan kekuatan dan kemampuan nya.


Mereka bisa mengikuti pengujian jika ingin naik peringkat menjadi golongan yang lebih tinggi.


Untuk Yuang Fengying, karena masih anak anak tentu saja berada di golongan murid muda dan berada di tingkat satu karena belum menunjukan kualitas kemampuan nya, dia mendapatkan jatah koin penukar dari perguruan sebanyak 10 koin perak atau 100 koin perunggu, nanti jika golongan nya meningkat maka pendapatan koin nya pun bisa bertambah.


Jika hanya untuk bersenang senang koin penukar sebanyak itu mungkin sudah cukup bagi anak sekecil Yuang Fengying, karena para siswa di sana sudah tercukupi semua kebutuhan nya, namun jika untuk membeli sumber daya maka akan sangat kurang sekali.


"Aku dengar dalam waktu satu bulan ini akan ada kenaikan peringat."


"Namun ujian kenaikan peringkat kali ini di adakan di luar perguruan, yaitu melakukan sebuah misi yang merupakan pesanan dari pihak luar."


"Apa ..!, misi keluar perguruan?."


Yuang Fengying mendengar percakapan dari beberapa murid yang ada di perguruan itu.


Melaksanakan misi ibarat pisau bermata dua, satu sisi akan menemui banyak bahaya, namun di sisi lain akan melatih daya tempur dan mendapatkan imbalan yang tidak sedikit.


Namun dengan tingkatan kultivasi yang di miliki nya saat ini Yuang Fengying pasti di pandang sebelah mata oleh anggota tim lainnya, jika dia mengajukan diri mengikuti misi tersebut.


Maka untuk saat ini, dia belum berani mengambil misi, apalagi misi kelompok yang merupakan pesanan pihak lain.


"Aku harus meningkat, setelah itu mungkin mengambil misi tingkat rendah dulu," gumam Yuang Fengying sambil meninggalkan tempat itu.


Untuk saat ini demi menambah pundi pundi koin penukar Yuang Fengying bisa melakukan pekerjaan sebagai 'sukarelawan' di ruang pengujian.


Sukarelawan di sini bukankah benar benar tanpa bayaran, tapi tetap ada imbalan koin penukar yang di dapat.


Tugas Sukarelawan itu adalah menjadi lawan tanding bagi anak anak orang kaya atau anak para petinggi baik dari anggota kerajaan atau anak petinggi kelompok tertentu yang belajar di perguruan tersebut, latih tanding tersebut di lakukan di ruang pengujian.


Ada banyak aturan dalam latih tanding tersebut khususnya bagi seorang 'sukarelawan' itu, salah satunya yaitu tidak boleh menyerang balik para pengguna jasa itu, dan saat latih tanding kedua belah pihak wajib memakai topeng agar kerahasiaan keduanya terjaga.


**


Di benua Tanah Tengah, selain beberapa kerajaan yang sudah di jelaskan dan beberapa ras yang juga memiliki istana, tentu saja ada kelompok, perguruan ataupun keluarga yang memiliki kekuatan hebat.


Keluarga itu antara lain keluarga Ming, Keluarga Xue, dan keluarga Ying, ketiga keluarga ini sangat hebat dan kuat, mereka sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.


Sedangkan perguruan yang hebat antara lain adalah perguruan Petir Langit yang menjadi penguasa wilayah selatan, perguruan Api Suci yang menguasai wilayah timur, serta Perguruan Teratai Salju yang menempati wilayah Utara.


Sedangkan kelompok yang di anggap terkuat di benua itu ada sepuluh kelompok salah satunya adalah yang berada di wilayah istana Bintang, kelompok itu menamakan dirinya Menara Surga.


Keluarga, kelompok dan perguruan tersebut lah yang selama ini menjadi penyeimbang bagi kekuatan yang ada.


Di sebuah puncak gunung yang tinggi, berdiri bangunan kokoh yang menggapai langit.


Bangunan bangunan itu terlihat sangat megah namun juga menakutkan.


Dari tujuh bangunan tersebut ada satu bangunan yang paling tinggi dan berada di tengah tengah, di kelilingi oleh enam bangunan lainnya yang terlihat lebih rendah.


Bangunan itulah markas dari kelompok Menara Surga.


Saat ini kelompok Menara Surga di pimpin oleh seseorang yang berada di ranah kultivasi Raja Bumi, konon pada puncak kejayaan nya kelompok ini pernah di pimpin oleh seseorang yang berada di ranah Kuasa Sejati atau puncaknya kultivator di benua Tanah Tengah.


Seorang yang terlihat tua sedang duduk di kursi yang terbuat dari gading dan bulu bulu.


Sosok itu di kelilingi enam orang dengan berbagai usia yang duduk di kursi yang sama namun lebih rendah kaki kursi-nya, penampakan beberapa orang terlihat lebih muda usia-nya, meski sesungguhnya usia mereka tak jauh berbeda, sama sama berusia ratusan tahun.


"Kali ini kita akan berada di mana tuan Dong?." tanya sosok seperti anak muda usia tiga puluhan, meski sesungguhnya usianya sudah ratusan tahun.


Laki laki tua yang duduk paling tinggi dari yang lain melihat semua yang hadir satu persatu, kemudian berkata, "Masih banyak waktu sebelum kita mengambil keputusan tuan Yang."


Lima sosok yang lain juga mengangguk.


"Tapi kita juga harus memilih, bukan.?" kata tuan Yang lagi, nampak nya tuan ini sudah tak sabar dengan keputusan yang diambil.


"Kita pasti memilih, terutama yang nanti akan menguntungkan kelompok kita." sosok rambut merah menimpali pembicaraan tersebut.


"Pasti ..pasti.. kita akan memilih.."


"Kita akan lihat seberapa kuat kekuatan mereka, apakah benar benar bisa menaklukan Benua ini dan memberikan kita keuntungan."


__________


Jangan lupa dukungannya...