Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
207. Masih Bertarung


Roa meloncat mendekat ke arah Bong, saat ini dua orang itu bersiap bertarung mengeroyok Yuang Fengying.


Melihat kekuatan remaja yang menjadi lawannya itu membuat dua orang itu gusar, karena jika tak bisa membunuhnya maka akan jadi batu sandungan nanti nya.


Bong sudah mengeluarkan sebuah senjata, tombak pendek kini tergenggam di tangan kanannya.


Sementara itu Roa juga ikut mengeluarkan senjata nya, sebuah pedang hitam legam siap untuk di tebas kan.


"Aku akan membunuhmu berandalan tengik, akan berbahaya jika kau masih hidup..!." Bong mengacungkan tombaknya ke arah Yuang Fengying.


"Itu juga yang ingin aku katakan pada kalian, bajingaan..!." Balas Yuang Fengying dengan acuh tak acuh, kali ini sebuah cambuk ekor naga sudah tergenggam di tangan nya.


Alam makin terdistorsi dengan pancaran kekuatan dari ketiga orang itu.


"Mati kau...!." Bong meloncat maju, menusukkan tombak nya ke arah Yuang Fengying.


Begitu Bong meloncat, kekuatan unsur elemen logam langsung kembali bergolak.


Dari badan Bong keluar kekuatan logam yang kemudian berkumpul di lengan pria itu.


Lengan pria itu terlihat berkilau dan memutih, lalu cahaya yang memutih itu merayap ke arah badan tombak hingga ke ujung nya.


PLAASS..


Cahaya yang berkilau melesat menerjang ke arah Yuang Fengying.


Semetara itu Roa juga berlari mendekati Yuang Fengying sambil mengayunkan pedang nya.


Udara makin bergolak saat dua serangan itu membelah kehampaan tersebut.


Melihat dua serangan lawannya dalam waktu yang bersamaan, Yuang Fengying mengayunkan lengannya yang sudah memancarkan cahaya, karena kekuatan logam, petir dan api sudah menumpuk di sana.


"Menebas Angin Menghadang Badai - Tinju Kehancuran..!."


Yuang Fengying menghantamkan pukulannya menghadang lesatan cahaya tombak Bong.


Sebuah gelombang kekuatan yang berasal dari pukulan tangan kosong remaja itu menembak menerjang dan menyongsong serangan pria tersebut.


Semetara cambuk ekor naga yang berada di tangan kirinya terlihat di putar putar membentuk sebuah perisai dari berbagai unsur elemen.


Rupanya jurus Seribu Perisai sudah di tanamkan dalam gerakan putaran cambuk ekor naga tersebut.


BAAMM...


BAAMM....


Serangan Bong yang mengerikan bertabrakan dengan lesatan pukulan tangan kosong Yuang Fengying, sementara tebasan pedang Roa yang juga menakutkan membentur perisai yang di ciptakan dari putaran cambuk ekor naga.


Bong terdorong ke belakang, Lesatan serangan tombak nya seperti membentur Kekuatan yang sungguh mengerikan, membuat pria itu langsung muram wajahnya.


Sedangkan Roa terperanjat karena genggaman pedang nya hampir terlepas begitu tebasan nya menghantam perisai yang sanggup memantulkan kekuatan hantamannya.


"Ugh, kuat sekali hantaman ini."


"Aah, sungguh mengerikan pertahanan berandalan ini."


Bong dan Roa kembali mengatur kuda kuda serangannya, meski serangan sebelum nya gagal, dua orang itu tak patah semangat.


*


Ying Zhi Dao yang sudah keluar gua menunggu tak jauh dari pintu gua itu.


Karena kemampuan nya yang lemah, maka Yuang Fengying memerintahkan kepada pria paruh baya itu untuk menyingkir, karena akan menjadi beban jika tetap di dalam gua.


"Apa yang sudah terjadi?, goncangan goncangan terasa sangat kuat, bagaimana dengan Fengying?."


Ying Zhi Dao mulai merasa sedikit cemas, merasakan getaran yang begitu kuat meluber dari dalam gua membuatnya memikirkan remaja itu.


Dirinya tak mengira jika perjalanan mereka di ikuti oleh orang tak di kenal, meski sebenarnya hanya kebetulan saja.


"Siapa sesungguhnya dua orang tadi? Mungkin kah mereka dari benua lain?."


"Sesungguhnya apa yang mereka cari di benua ini?, jika menginginkan wilayah ini untuk di kuasai sesungguhnya itu tidak mungkin, karena jika di banding wilayah lain tempat ini sungguh gersang."


Gersang bagi benua Tanah Tengah bukan merujuk pada tanah yang tak bisa di tanami, namun sebuah tempat yang tak memiliki wilayah untuk berkultivasi dengan benar, tempat yang tak memiliki kekuatan spiritual yang bisa menumbuhkan kekuatan seseorang dengan hebat.


Ying Zhi Dao masih menunggu dengan penuh ketakutan sambil merasakan goncangan goncangan hebat yang berasal dari pertempuran di gua.


*


Roa kembali menebaskan pedangnya, gelombang kekuatan membelah kehampaan dan menyambar Yuang Fengying.


Setelah berkelit menghindar tiba tiba Yuang Fengying muncul di belakang Roa yang masih terpana karena lawannya menghilang dari tempat nya.


"Mati kau..!."


Sebuah suara mengagetkan pria tinggi besar itu, begitu tiba tiba di rasakan nya aura membunuh muncul di belakang punggung nya.


Pria itu mencoba menghindar, namun itu sedikit terlambat saat sebuah serangan tinggal berjarak beberapa centimeter saja.


BAAMM..


"Aargh..!." Roa meraung saat punggung nya terhantam pukulan yang sangat kuat.


Tubuh Roa terpental hingga menghantam tanah dan menimbulkan cekungan hampir satu meter dalamnya.


Bong yang melihat sebuah kesempatan, saat lawannya tengah menyerang rekannya, menusukkan tombak pendek nya.


Traaak..!


Tiba tiba tombak itu memanjang hingga tiga kali panjang sebelum nya. Menghujam ke arah pinggang Yuang Fengying yang masih menghantam Roa. "Ugh bahaya.." Lesatan serangan tombak menerjang ke arah remaja itu.


"Mati kau..!." dengan penuh kemenangan Bong berseru.


Namun saat lesatan serangan itu hampir mengenai badan remaja itu kembali cambuk ekor naga berputar dan membentuk perlindungan, itu di luar perkiraan Bong.


"Cck, kau pikir aku tak memikirkan itu." seru remaja tersebut mencibir Bong yang masih tak percaya serangan nya di gagalkan.


"Bangsaat..!, tak bisa di biarkan..!." Bong makin meraung marah, meloncat mundur dan mengaktifkan garis darah keturunan nya.


Tindakan itu membuat kekuatan pria itu menjadi berlipat ganda.


Begitu pria itu mengaktifkan garis darah keturunan, samar samar terlihat bayangan sosok raksasa logam setinggi lima meter berdiri di belakang pria itu.


"Hancurkan..!."


Bong kembali mengarahkan tusukan tombak nya, menyerang Yuang Fengying.


Gelombang yang bergemuruh mengikuti serangan tersebut, saat bayangan raksasa logam ikut melesat menghantam.


Saat ini kolam logam di ruang jiwa bergetar seperti mendidih, mengalirkan kekuatan logam pada serangan Yuang Fengying, seiring dengan itu Kristal Pagoda Dewa dan Kristal Pelangi juga mengalirkan simpanan tenaga sejati keseluruhan badan remaja tersebut.


Kekuatan Yuang Fengying meledak menyambut serangan Bong.


BLAAMM...


Suara benturan kembali terdengar kian mengerikan, membuat gua itu berguncang keras, bahkan sebagain dindingnya kini mulai runtuh.


Yuang Fengying terlempar beberapa meter, Bong juga demikian.


Bukan cuma terlempar lebih jauh, Bong bahkan terluka lebih parah karena pukulan Yuang Fengying bercampur dengan petir dan api yang cukup memiliki kekuatan merusak.


"Aargh..!." pria itu menjerit pilu saat dadanya ikut terbakar dan tersambar petir.


"Kekuatan mengerikan," Roa yang masih memulihkan diri karena terluka terkena hantaman tadi, menatap dengan ketakutan.


Ketiga orang tersebut sama sama terluka, namun tentu saja luka Yuang Fengying paling ringan.


Ketiganya segera mengkonsumsi beberapa pil penguat raga, menyembuhkan luka masing masing sebelum kembali bertarung.


"Tak ku kira bocah berandalan ini benar benar kuat."


"Ya, bahkan aku sudah mengaktifkan kekuatan garis darah keturunan ku, namun masih juga kewalahan."


Dua pria dari benua lain itu mulai terlihat ketakutan dari wajahnya.


"Bocah berandalan, bagaimana jika kita akhiri kesalahan pahaman ini, kau ambil apa yang ingin kau ambil dan aku akan pergi dari sini." Roa menawarkan sebuah kesepakatan.


"Ck, kau pikir aku sebodoh itu?." Begitu selesai berkata Yuang Fengying melesat dengan Langkah Angin.


Setelah mengkonsumsi beberapa pil pemulih raga kekuatan nya kembali dengan cepat, dan saat ini remaja itu sudah meloncat dan melecut kan cambuk nya.


Semetara tangan yang lain sudah melempar Sabit Dewa yang sudah berada di genggaman nya.


Siuu... Siuu....


Dua pria yang belum benar benar pulih itu membelalakkan matanya saat dua serangan sangat cepat menghampiri nya.


___________


Jangan lupa dukungannya..