
Ledakan yang terjadi sungguh dahsyat.
Inti energi sejati dari seseorang yang di bakar dan di ledakan memang terlalu mengerikan.
Meski sudah menghantam pukulan, mengusir gelombang Ledakan yang mengarah kepadanya, Yuang Fengying tetap terlempar juga, terdorong jauh oleh momentum bertemu nya dua kekuatan tersebut.
"Apa bocah itu mati?." Ming Tse menatap angkasa, dimana sisa pertempuran hanya terlihat seperti asap tebal yang terbentuk di langit.
"Mungkin saja itu terjadi, ledakan tersebut bahkan terasa kuat dari sini." Dong Yu menyahuti nya.
Kurcaci kurcaci lainnya juga saling berbisik bisik mengungkapkan apa yang ada di pikiran nya.
Jauh di atas awan, Yuang Fengying yang terlempar akibat dorongan kekuatan ledakan, masih menggenggam tombak lidah api biru, senjata itu ikut terlempar dan terpental di sekitarnya dan mampu di tangkap olehnya, itu terjadi karena senjata itu belum menyatu dan menjadi milik si iblis.
Sementara seluruh harta benda yang sudah menjadi milik si Iblis ikut lenyap seiring jiwa raga iblis itu meledak musnah.
Saat ini Yuang Fengying sudah menguasai keadaan, tubuhnya sudah stabil melayang di angkasa, lalu remaja itu melesat menembus tebalnya asap sisa pertarungan.
Ming Tse dan Dong Yu yang masih menatap di ketinggian melihat sebuah cahaya menembus ketebalan awan, makin lama bayangan itu makin mengarah ke para kurcaci dan sisa pasukan iblis berada.
"Hah.., bocah itu selamat?!."
"Apa..!?, dia selamat..?!
Para iblis anak buah Riong Ma langsung pucat pasi, tanpa di komando mereka langsung melarikan diri meninggalkan tempat tersebut begitu menyadari sosok yang melesat keluar dari ketebalan awan adakah lawan kepala divisi nya.
Sementara itu para kurcaci juga terkejut, remaja itu mampu mengalahkan pemimpin iblis dan menjadi dewa penolong bagi para kurcaci.
Yuang Fengying melesat dan turun ke arah para kurcaci dengan gagah nya, tangan kanan remaja itu memegang tombak lidah api biru.
"Senjata ku.." Ming Tse sedikit tercekat, ada rasa haru dan juga bahagia saat melihat senjata itu berhasil di rebut dari para iblis.
"Tuan muda sungguh hebat," Ming Tse menangkupkan dan mengepal kan tangannya, menyanjung Yuang Fengying.
Sedikit membungkuk menerima tombak lidah api biru, senjata dari nenek moyang, leluhur nya.
Yuang Fengying saat ini berada di wilayah Danau biru, sebuah wilayah dimana ras manusia kerdil suku Kulit Biru tinggal.
Ming Tse dan seluruh kelompok nya ingin mengucapkan terima kasih dengan benar, maka saat ini menjamu Yuang Fengying di sana.
"Dahulu kala danau biru adalah tempat pemurnian Meridian bagi kultivator yang membutuhkan," Ming Tse mengajak Yuang Fengying mengelilingi wilayah manusia kerdil ras kulit biru dan bercerita.
"Tapi semenjak beberapa ribu tahun yang lalu, kekuatan spiritual di sini mulai menghilang entah kemana."
Ming Tse menunjuk sebuah patung yang terlihat di tumbuhi beberapa lumut hijau, "Itu adalah patung leluhur, tapi kini sudah rusak karena dimakan usia."
Yuang Fengying menatap patung dengan bentuk pose yang aneh, dimana patung manusia kerdil tengah menuangkan bejana, ke arah danau.
"Saat dahulu kala, kata kakek dari Kakek ku, patung itu mampu mengeluarkan air dari bejana itu, dan dari sana lah sumber kekuatan spiritual berasal."
Yuang Fengying masih mengangguk mendengar cerita tetua tersebut.
Lalu remaja itu mencoba melihat dengan kekuatan visualisasi nya, memang terlihat masih ada jejak spritual dari tempat itu, meski sangat lemah.
"Dahulu kala leluhur manusia kerdil sangatlah kuat, namun makin kesini kekuatan kami makin menurun dan berkurang."
Yuang Fengying mengangguk angguk, "Mungkin kalian kurang berlatih dan berkultivasi, sehingga menjadi makin lemah."
"Bukan, bukan itu penyebab nya," pria tua dengan tubuh setinggi Yuang Fengying itu menggeleng dengan wajah muram.
"Kami sudah di kutuk dan di segel."
"Di kutuk? di segel?."
_____________
Maaf hari ini hanya sedikit... tetap dukung ya....