Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
136. Kekacauan Di mulai


Yuang Fengying masih berkeliaran di pecahan wilayah alam dimensi kuno.


Mencoba mencari apapun yang berharga di tempat tersebut.


Alam yang tak berubah karena tak ada siang atau malam itu seperti sebuah tempat yang tak memiliki waktu.


"Kapan aku bisa di kirim kembali?, di sini aku sudah memperoleh beberapa benda berharga." Yuang Fengying melihat di ruang penyimpanan nya, ada bermacam macam inti jiwa binatang, serta banyak tanaman herbal yang sudah di dapatkannya, termasuk gingseng kelopak Darah.


Bukan itu saja, secara pribadi Yuang Fengying juga memperoleh manfaat selama di alam tersebut, yakni penambahan kekuatan dengan kembali pulih nya kristal pelangi yang nanti bisa di serap nya balik.


Saat ini Yuang Fengying masih meloncat loncat dari satu pohon ke pohon yang lain, jika bosan dia akan kembali terbang di udara, melakukan perjalanan dengan mengarungi angkasa.


"Hmm, sudah cukup lama aku berlari maupun terbang, namun bentang alam ini belum juga bisa ku susuri sepenuhnya, bahkan aku belum bisa melihat ujung dari daratan ini."


Kembali Yuang Fengying meloncat ke udara dan melesat, kali ini anak itu terbang di udara karena ingin melihat lebih jelas tentang bentang alam di sana dari ketinggian.


Belum ada lima tarikan nafas dalam melesat terbang, dari jarak beberapa kilometer Yuang Fengying merasakan ada aura kekuatan yang bergerak mengikutinya.


"Aura ini?."


Itu adalah aura seseorang yang cukup kuat, bukan aura binatang buas yang berevolusi atau binatang iblis yang berevolusi.


"Apakah ada orang lain selain kelompok Ling Fei?." remaja itu sedikit penasaran namun tak menghiraukan itu, dia tetap terbang menuju ke arah sebelah kanan nya.


**


Beberapa kilometer dari Yuang Fengying, tampak terbang dua orang ras Naga.


Mereka sebenarnya adalah 'tetua muda' yang tugaskan mengawal dan mendampingi generasi muda nya, memasuki tempat warisan dimensi wilayah kuno.


Tetua muda adalah tetua yang paling yunior, mereka diangkat dari generasi murid berbakat di ras tersebut.


Dua orang itu berusia lima puluhan tahun, di usia seperti itu sudah menjadi tetua muda tentu saja sebuah prestasi yang mencengangkan, karena biasanya untuk menjadi jajaran tetua usianya sudah ratusan tahun, bahkan tetua senior ada yang berusia ribuan tahun.


"Aku merasa kan aura ini menuju ke sana..!." salah satu tetua yang bertubuh tinggi menunjuk ke arah kanan.


"Ya aku juga merasa kan aura itu, mungkin salah satu dari generasi muda yang terpisah." sahut yang lainnya.


Mereka memang dikirim ke warisan pecahan alam dimensi kuno sebanyak sepuluh orang, mereka terpisah saat portal dimensi tersebut memindahkan nya.


Kini dua tetua muda itu nampak mencari anggota nya yang terpencar.


"Ayo kita susul."


Kedua nya melesat cepat ke arah yang di tuju.


**


Di dunia luar, tepatnya di wilayah istana Bintang, khususnya provinsi Lembah Naga.


Keributan mulai terpercik di mana mana.


Keributan keributan itu mulai melanda kota kota kecil seperti kita Yinying dengan berbagai penyebab nya.


Beberapa kelompok yang tak di kenal mulai membuat kekacauan di dalam kota tersebut.


"Maaf tuan aku tak bisa menaikan pajak sesuka hati seperti yang anda inginkan." terlihat tuan Dewan kota sedang berbincang dengan tamu nya.


"Kenapa tidak bisa ?, bukankah dengan kenaikan pajak itu, tuan Dewan kota yang nanti akan menikmati nya?."


Pria tua itu menggeleng dan tertawa pelan, " Bukan tak mau menikmati kenaikan pajak, tapi di kota ini masih ada pejabat lain selain aku, sebut saja gubernur yang bahkan di angkat oleh raja kerajaan Istana Bintang."


Pria tua itu kembali menggeleng kembali, "Aku tak bisa begitu saja mengusulkan kenaikan pajak, tanpa persetujuan mereka. " keluh tuan Dewan kota.


Pria tua itu kembali menggeleng dan tersenyum kecut, "Tuan..., di kota ini masih banyak kekuatan yang akan tetap menentang ku, selain gubernur dan kelompok nya, masih ada beberapa keluarga kuat seperti keluarga An, Keluarga Qin serta cabang keluarga lainnya."


"Bukan itu saja, perguruan bela diri di sini juga pasti akan menentang itu, karena mereka juga akan terbebani dengan pungutan pajak yang melambung."


Dua pria itu tersenyum, " Tuan Dewan kota tak perlu mencemaskan apapun, beberapa keluarga bahkan sudah bergabung dengan kami, sebut saja keluarga Qin, Lan dan masih banyak yang lainnya, sedangkan keluarga An masih terlihat ragu, namun mereka pasti akan mengambil sikap jika kita mampu menekan gubernur."


Pria tua yang menjadi Dewan kota sedikit terkejut mendengar berita itu, "Keluarga Qin dan Lan sudah bergabung?."


"Ya benar, bahkan jika tuan Dewan kota tahu siapa saja yang sudah bergabung di aliansi ini, anda pasti akan terkejut." tamu tuan Dewan kota yang memakai baju mewah itu, terlihat mencoba meyakinkan pria tua tersebut.


"Sekuat apakah aliansi ini..?." tuan Dewan kota bergumam pelan, namun masih bisa di tangkap dua tamunya.


"Sangat kuat, bahkan kekuatan nya mungkin tak pernah ada dalam bayangan tuan Dewan kota."


"Sekuat itu..?."


"Ya, tentu saja, sangat kuat untuk menghancurkan sebuah kerajaan sekalipun.''


**


Dua bayangan melesat cepat mendekat ke arah Yuang Fengying.


"Hmm, itu bukan generasi muda ras Naga." mata pria naga yang berbadan tinggi terlihat terkejut.


"Mengapa bisa masuk alam ini?." sahut pria naga yang berbaju hijau di sampingnya.


"Mungkinkah alam ini memiliki komunitas manusia?."


Keduanya makin cepat melesat mengejar Yuang Fengying, "Ayo kita hampiri..!."


Remaja itu masih terbang dengan tenang, namun tiba tiba dia merasa aura orang yang ada di belakang nya bergerak begitu cepat mulai mendekatinya.


Dua orang ras naga makin mendekati, bahkan kini mereka menyusul Yuang Fengying.


Begitu melihat sosok manusia yang di kejar nya masih sangat muda, keserakahan terpancar dari wajah dua manusia naga.


"He..he..ternyata hanya bocah berandalan."


"Kita bisa memerasnya.."


Dua manusia Naga itu kini memotong jalur terbang Yuang Fengying dan terlihat berdiri mencegat di tengah jalur.


"Berhenti...!."


Dua sosok yang tinggi besar terlihat menghadang Yuang Fengying, manusia naga memang secara alami memiliki fisik yang tegap dan kuat.


Yuang Fengying dengan wajah kesal akhirnya berhenti, menatap dua sosok manusia naga yang menghalangi jalurnya.


"Ada apa senior mengehentikan ku?." masih dengan sopan Yuang Fengying bertanya.


"Siapa kau, mengapa bisa masuk ke tempat warisan bangsa kami..!."


Yuang Fengying hanya mendengus acuh tak acuh, "Kenapa kalian menyebutkan ini warisan bangsa kalian?, tempat ini bisa di masuki dari jalan manapun jika kalian tahu."


"Omong kosong, dasar penyusup..!." bentak manusia naga itu.


Kini dua orang itu sudah menyebarkan aura kekuatan mencoba menekan Yuang Fengying.


_________


Jangan lupa dukungannya