Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
197. Mengalahkan pengacau


Empat orang sudah menyebar mengurung Yuang Fengying dan Ying Zhi Dao, Sementara pria muda berdiri sedikit jauh.


"Sekali lagi aku perintahkan untuk menyerahkan batu kristal itu, bocah..!." salah satu laki laki yang mengawal pria muda itu berkata, laki laki ini memiliki cabang dan kumis yang tebal.


"Benar..!, jika kau masih menyayangi nyawamu." sahut pria lainnya yang memiliki tinggi badan paling jangkung.


"Memang apa hebatnya kalian berani merampok ku..?." Dengan acuh tak acuh Yuang Fengying menatap para pengepung nya.


Kali ini orang orang sudah mengerubungi tempat itu, mereka seperti melihat sebuah tontonan di pinggir jalan.


"Dari keluarga mana kedua kelompok yang berseteru ini?."


Orang orang mulai saling bertanya tanya dan berbisik bisik.


"Yang dua orang itu tak di ketahui entah dari kelompok mana, namun yang mengurungnya jelas dari keluarga Jin."


"Keluarga Jin?." sahut yang lain dengan sedikit terkejut.


"Ya benar, Keluarga Jin."


"Maksudmu keluarga Jin yang ada di pusat kerajaan monster?."


"Benar, keluarga Jin yang itu."


Semua orang kaget begitu di sebutkan nama keluarga orang orang itu.


"Terus siapa kedua orang itu? Berani sekali mencari masalah dengan keluarga Jin." orang orang mulai mencibir dan meremehkan Yuang Fengying dan Ying Zhi Dao.


"Ya..benar, nampak nya kedua nya tak tahu betapa hebatnya keluarga Jin ini, berani mencari masalah dan macam macam dengan keluarga itu."


Keluarga Jin adalah salah satu keluarga yang terkenal di istana Monster, meski di wilayah pecahan ini keluarga itu tak terlalu di kenal, namun banyak orang masih bisa mengenali identitas keluarga tersebut.


"Aku dari keluarga Jin, salah satu keluarga penting di istana monster, namaku Jin Jia Feng." pria muda itu mencoba menekan Yuang Fengying dengan ketenaran keluarga nya.


"Lalu apa peduli ku? Jika kalian ingin merampok ku, maka akan ku hentikan." sahut Yuang Fengying acuh tak acuh.


"Kurang ajar..!," pria dengan cambang dan kumis langsung bergerak menyerang dan di susul yang lainnya.


Pria paling jangkung sudah melepas serangan ke arah Ying Zhi Dao, sebuah serangan berupa pukulan yang menyebarkan kekuatan panas membakar sekitarnya.


Serangan itu melesat menjadi sebuah gelombang pukulan menerjang Ying Zhi Dao.


Keluarga Ying adalah pemilik dan pengguna elemen Air-Es maka dengan adanya serangan itu, uap dingin langsung berputar di sekitar tubuh Ying Zhi Dao.


Lengan pria itu lalu di gerakkan membuat alam sekitar langsung membeku, mengikis kekuatan panas yang tadi menyebar bebas.


"Musnah...!." Ying Zhi Dao berteriak.


Sementara pria dengan cabang dan kumis yang menyerang Yuang Fengying sedikit terperanjat, saat lengannya terayun ke depan menciptakan gelombang serangan malah dirinya yang terdorong kebelakang saat pukulannya membentur benteng transparan ciptaan remaja tersebut.


"Apa..?!, serangan ku berhasil di tanah bocah ini?."


Pria dengan cambang dan kumis tebal itu sesaat terdiam, lalu tangannya kembali bergerak menghantamkan pukulannya.


"Guntur menghantam..!.'


Kilatan cahaya berkelebat dengan suara gemuruh membelah udara saat serangan pria itu mengudara.


Yuang Fengying tersenyum sinis, lalu dengan acuh tak acuh menggerakkan tangannya.


"Guntur menghantam..!." teriak remaja itu sambil mengaktifkan kekuatan Petir nya.


Para penonton yang ada di sisi tempat itu tercengang.


"Hah, serangan anak ini lebih dahsyat dari anggota keluarga Jin?."


"Ini jurus Guntur yang sesungguhnya, kekuatan petirnya begitu nyata."


BAAANG...!!


Dua serangan berkekuatan petir itu bertemu, pria dengan cambang dan kumis lebat terdorong beberapa langkah jauhnya.


Tap..


Tap....


Tap....


"Serang bocah itu..!." teriak pria itu, memberikan perintah kepada dua orang lainnya.


Dua orang yang tadi menyerang dengan aura kekuatan, kini langsung meloncat.


"Tendangan Keagungan..!." satu dari pria yang meloncat itu melepaskan tendangan nya.


Kakinya yang memakai sepatu warna keperakan sungguh menciptakan sebuah serangan kaki yang menakutkan.


"Itu adalah sepatu senjata Bertuah, mampu meledakkan batu jika di pakai oleh orang yang tepat."


"Keluarga Jin memang kaya, bahkan memiliki artefak sepatu pusaka."


Pria lainya juga melayangkan pukulannya yang mengandung kekuatan api ke arah Yuang Fengying.


Serangan pria ini juga tak kalah menakutkan.


Siu..


Siu....


Yuang Fengying meloncat maju, tak lagi mengambil jarak, lalu dengan cepat menyongsong tendangan orang yang memakai sepatu perak.


BOOM...


Kraakk..


Sepatu itu langsung retak begitu tendangan dan pukulan tangan bertemu, namun gelombang hantaman Yuang Fengying tak berhenti di sana, kekuatan serangan itu bablas menghantam pria tersebut.


"Pffttt....."


Pria yang memakai sepatu perak terlempar, kakinya terasa kebas dan bergetar hebat, ingin rasanya pria itu menjerit kesakitan namun ditahannya.


Sementara pria yang menyerang dengan kekuatan api hanya ditahan dengan satu lambaian tangan.


BAANG..!


Dua kekuatan itu meledak melempar pria itu.


Jin Jia Feng yang berada di pinggiran membelalakkan matanya, saat ini pria muda itu baru menyadari kesalahannya, mengusik kelompok yang tak mudah di kalahkan.


Empat pengawalnya tak mampu mengalahkan dua lawan yang masih di hadapinya.


Pria Jangkung yang masih bertarung dengan Ying Zhi Dao tak menunjukan progres yang baik, demikian pula tiga orang bawahannya yang menghadapi Yuang Fengying terlihat sudah berhamburan terpental setelah beradu serangan.


Yuang Fengying masih menahan untuk tidak membunuh lawan lawanya, bagaimana pun lawan hanya menampakkan niat bertarung tak mengeluarkan niat membunuh terhadap nya.


Selain itu juga permasalahan keduanya tak cukup kuat untuk mencabut nyawa seseorang.


"Bagaimana?, apakah masalah ini masih perlu di perpanjang?." Yuang Fengying berdiri tegak menantang tiga pria yang masih terlempar.


Jin Jia Feng sedikit muram wajahnya, namun kesombongan pria muda itu tak mau hilang begitu saja.


"Ayo pergi..!," teriak Jin Jia Feng, lalu berbalik diikuti oleh para pengawalnya.


"Pergi begitu saja..?!." kembali para penonton menjadi riuh dan berbisik bisik.


"Mereka tak bertarung hingga tetes darah terakhir?."


"Mana mungkin mereka bertarung hingga mengadu nyawa, masalah ini tak seperti hutang nyawa." sahut lainnya.


Yuang Fengying memang tak menurunkan tangan kejamnya, mereka hanya sedikit bermasalah, tapi tak sampai ingin membunuh lawannya, butuh alasan kuat untuk itu.


Selain itu Yuang Fengying juga makin dewasa cara berpikir nya, tak ingin menambah masalah dengan menjadi musuh keluarga Jin.


Ying Zhi Dao menarik nafasnya pelan, lawannya sudah melarikan diri bergabung dengan tuannya.


"Kau sungguh hebat nak," puji Ying Zhi Dao kepada Yuang Fengying.


Beberapa kali melihat cara bertarung Yuang Fengying, membuat tuan Ying ke sembilan belas itu makin kagum.


"Aku masih lemah paman, masih perlu banyak berlatih lagi." remaja itu merendah, lalu meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah penginapan yang semula di tuju nya.


___________


Jangan lupa dukungannya...