
Yuang Fengying langsung meloncat dan muncul di sebuah hutan luas.
Itu sudah bukan area hutan seribu bayangan, di mana wilayah sungai Larangan berada.
Bahkan itu sudah berada di luar provinsi lembah Naga, ibu kota provinsi dari distrik sebelas.
Dengan kekuatan alam Berdaulat, fungsi dari gelang giok cahaya juga semakin menakutkan, jarak perpindahan nya semakin cepat dan tentu saja lebih jauh.
"Masih perlu satu kali lompatan." Yuang Fengying berkata demikian setelah meneliti bentang alam dimana remaja itu muncul.
Remaja itu lalu kembali meloncat dan menghilang dari tempat itu.
**
Di sebuah tempat.
"Aneh, kenapa Wang Ji, Lui Fe dan Cen Laun tidak segera kembali?." Tsu Ba, kepala dari kelompok Ujar Hijau terlihat sedikit gelisah dan geram.
"Apa mereka bersenang senang di tempat dan lupa kembali?," sahut pria lain dengan mata sebelah kiri di tutup kain, yang juga merupakan petinggi kelompok tersebut.
"Mungkin bisa jadi." sambung sosok tinggi kurus dengan hidung bengkok layaknya paruh seekor burung elang.
"Jika berani bertindak seperti itu, pasti aku hukum mereka," Tsu Ba terlihat makin geram, pria itu terlihat memikirkan sesuatu.
"Tak seperti biasanya mereka lupa waktu dan tak memberi kabar kepada kita."
"Jika memang mereka ingin bersenang-senang pasti akan mengabari kita."
"Apa mungkin ada sesuatu yang terjadi?."
Dua pria yang ada di sebelah Tsu Ba menatap tetua utama Ular Hijau itu dengan seksama.
"Tapi siapa yang berani ikut campur urusan kita?."
"Benar, saat ini semua sibuk dengan urusan serangan dari benua lain."
Dua pria di samping Tsu Ba saling mengeluarkan pendapat nya, mereka saling menduga dan menerka, namun tak ada yang tahu dengan apa yang telah terjadi sesungguhnya.
**
Yuang Fengying berdiri di ujung markas Ular Hijau, remaja itu menatap tajam wilayah yang lumayan luas itu.
"Hmm, sebuah markas yang lumayan luas."
"Sayangnya bukan markas kebajikan, namun markas kejahatan yang harus di musnahkan."
Remaja itu melangkah memasuki gerbang dari kelompok Ular Hijau tersebut.
"Heii.. Berhenti..!." Beberapa orang langsung menghadang langkah Yuang Fengying untuk maju dan masuk lebih dalam.
"Siapa kau bocah?, ada urusan apa kemari..?." satu penjaga gerbang menatap Yuang Fengying, menelisik dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Namun yang di tanya hanya menatap acuh tak acuh, seakan tak menghiraukan orang orang tersebut,
"Apa benar ini markas Ular Hijau ..?."
"Ya benar," sahut salah satu pria yang menjaga tempat tersebut, masih sambil mengawasi remaja itu, "Jika kau ingin bergabung, aku rasa harus di tunda dulu, kau masih terlalu muda dan lemah."
"Ya benar, kita tak butuh orang orang lemah macam kau nak..!." sahut lain nya.
"Jadi benar ini markas bajingan ya.." gumam Yuang Fengying dengan suara pelan namun cukup di dengar semua orang.
"Apa katamu...!, kau mengatakan kami bajingan..?."
"Keparaat kau bocah..!, meski kami bajingan, tapi tak perlu kau ucapkan..! dasar berandalan tengik..!."
Yuang Fengying tersenyum, lalu tangannya terayun dengan sangat cepat.
Praaak...!
Satu pria yang ada di depan Yuang Fengying dalam jarak tiga meter langsung pecah kepala nya, kepala itu meledak seperti sebuah semangka terkena palu.
"Aah.." semua orang terbelalak dengan apa yang terjadi dalam waktu sekejap.
"Apa yang terjadi?, siapa yang melakukan itu?."
"Keparaat..!, siapa berani menyerang kita..!."
Semua penjaga itu tak bisa mengikuti kecepatan gerakan tangan remaja itu.
Yuang Fengying hanya mengangkat wajahnya, menatap kekacauan di depan nya dengan tangan di simpan di punggung nya.
Sikap anak itu menunjukkan dominasinya.
"Katakan kepada tetua mu, penegak keadilan sudah di sini.''
Semua orang menatap Yuang Fengying.
"Apa..?!."
"Mungkinkah semua ini ulah remaja di depan mereka?."
Kembali Yuang Fengying mengayunkan lengannya, namun kali ini di perlambat.
Sebuah lesatan muncul dari tangan remaja itu dan menghantam dada salah satu pria di sana.
"Uuaagggh..!." terdengar jeritan salah satu pria yang dadanya terbelah dan memancarkan darah di sekujur tubuhnya.
Semua kini menyadari itu dan menurunkan dagunya, tak percaya dengan yang di lihatnya.
"Hah..?, sekuat itu.."
"PERGII...!." Yuang Fengying mengibaskan tangannya, gelombang kekuatan melempar orang orang dengan sangat kuat.
Mereka yang masih terpana kini terlempar bergulingan, kemudian orang orang langsung bangun dan kocar kacir kabur ke markas utama dengan wajah ketakutan untuk melaporkan semua itu.
**
Di sudut pantai tanah tengah, tepatnya di sisi barat laut terlihat sebuah kapal menepi dengan sangat cepat.
Dari kapal itu berloncatan beberapa orang, keluar dari armada laut tersebut.
Meraka adalah kelompok Bayangan Kegelapan, yang terdiri dari sepuluh orang.
"Hmm, benar kah ini tempatnya?," Ye Cuang, pria tinggi besar dengan anting itu mendengus merasakan alam sekitarnya.
"Wilayah yang sungguh miskin dengan kekuatan alam." pria di sebelah pria itu juga bergumam pelan.
"Ya, memang wilayah yang miskin, namun anehnya warisan itu ada di sini." sahut yang lain lagi.
Ye Cuang sejenak menatap langit, pria itu seperti sedang memikirkan sesuatu, "Ayo kita cari Jinhu.."
Sepuluh orang itu langsung meloncat ke udara dan terbang meninggalkan tempat tersebut.
Kelompok Bayangan Kegelapan sudah tiba di tanah tengah dan berniat memburu 'harta warisan' sesuai berita yang di kirimkan Jinhu si pria berbaju katun bersih.
**
Tsu Ba dan dua pemimpin Ular Hijau sudah berdiri di depan Yuang Fengying dengan ribuan anak buahnya.
"Apa yang kau inginkan bocah..?." Tsu Ba menatap remaja yang katanya memiliki kekuatan hebat itu.
"Menghancurkan kalian dan kelompok sejenis ini.!." balas Yuang Fengying dengan tatapan dingin.
Mendengar perkataan Yuang Fengying hampir semua orang tertawa.
Mereka menganggap remaja di depannya sudah hilang akal.
Hanya beberapa orang yang tadi berjaga yang tidak tertawa, bahkan kelompok penjaga gerbang itu sedikit bergeser ke pinggiran.
"Tertawa lah kalian selagi kepala masih bersatu dengan tubuh mu." Yuang Fengying menatap acuh tak acuh dengan tangan masih di simpan di punggung.
"Ha..ha.. Kau sungguh lucu nak, apakah kau masih waras..?," pria yang berdiri di samping Ye Cuang dan merupakan salah satu pemimpin kelompok itu tertawa dan mengejek remaja tersebut.
"Hmm," Yuang Fengying hanya mendengus lalu mengedarkan pandangannya menatap sekeliling nya, "Sekali lagi aku katakan, jika ada yang ingin pergi aku persilakan, jika kalian tetap di sini jangan lagi menyesal."
Namun orang orang itu masih tak bergeming, dan diam di tempat.
"MATI....!!."
Yuang Fengying melempar tangannya, gelombang mengerikan langsung melesat dari tangan remaja itu.
Gelombang energi kekuatan yang berunsur logam dengan panas dan lonjakan petir itu menerjang ke arah ribuan orang yang ada di sana.
KLAATAAAARRR.....
Semua orang yang ada di sana langsung membuka matanya lebar lebar, kekuatan yang sungguh sangat mengerikan menghantam dan menghancurkan apapun yang ada di depannya.
BAAAMM.....
Hanya letupan keras yang mereka sadari sebelum semua di terjang kekuatan panas luar biasa dengan ledakan petir dan daya kehancuran logam yang mematikan.
WUUUSSS...
Semua yang di lewati lesatan itu langsung menjadi debu tanpa ada yang berhasil menghindari nya, kecuali beberapa orang yang semula menjaga gerbang karena sudah menyingkir semenjak tadi.
"Haah... Benar benar kekuatan dewa kehancuran...!."
Yuang Fengying memang sengaja tak membunuh semua anggota kelompok itu, remaja tersebut memang membiarkan orang orang itu hidup agar menyebarkan ke dunia luar.
Agar semua kelompok semacam Ular Hijau menjadi jera dan tak mengulangi perbuatannya.
_____________
Terima kasih saya ucapkan kepada semua yang sudah mendukung cerita hingga sejauh ini.
Percayalah semua komentar positif reader semuanya, memacu author semangat dalam berkarya.
Tanpa dukungan dari kalian cerita ini hanyalah sebuah tulisan yang tak ada artinya.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya, kepada para reader yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.
Jangan lupa dukungan juga warisan penguasa alam book 2.