Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
93. Jiwa Suci ( tingkatan di atas Kuasa Sejati)


Saat ini hanya empat orang yang bisa memasuki wilayah berkabut tersebut.


Tetua Ying Mo, pria rambut cerah berbaju hijau, wanita tua berbaju hitam dan Yuang Fengying.


Mereka berhasil masuk setelah melewati celah 'Pagar Penjaga' dengan tak mudah.


Ying Loana yang berniat nekat untuk ikut masuk, hanya mampu bertahan beberapa tarikan nafas saja sebelum akhirnya menyerah keluar lagi.


"Apa yang ada di dalam ketebalan kabut ini?." Ying Mo bergumam pelan.


"Pasti sebuah barang berharga." sahut pria rambut cerah berbaju hijau.


Keempat sosok itu makin maju menerabas ketebalan kabut.


"Hati hati, tekanan kabut ini makin kuat.."


Benar tekanan dalam kabut tebal tersebut makin di rasa kuat, akan menekan orang orang yang memiliki tubuh lemah, namun tidak demikian dengan Yuang Fengying yang memiliki tubuh 'manusia Tubuh Penguasa'.


(Tingkatan kultivasi raga, manusia Biasa, manusia Hebat, manusia Terlatih, manusia Tubuh Baja, manusia Tubuh Emas, manusia tubuh Penguasa, manusia Tubuh Ahli dan manusia tubuh Mistik)


"*Gila anak ini terlihat tak tertekan memasuki wilayah seperti ini."


"Haah..tubuhnya sungguh kuat?, apakah itu Tubuh Penguasa*?."


Ketiga orang dewasa itu melihat Yuang Fengying dengan tatapan tak percaya, Ying Mo pemilik Tubuh Baja dengan kultivasi di ranah Bumi Jiwa sudah merasa bergetar badannya, tapi Yuang Fengying seakan tak merasa kan apa yang di rasa.


Saat ini keempat orang tersebut sudah makin maju kedepan, ketebalan kabut sudah mulai berkurang namun tekanan kini digantikan oleh cahaya yang menyebar dari area pusat makam.


Mereka berempat sudah tiba di pusat area.


"Apa..!, hanya ada makam disini..?." pria rambut cerah berbaju hijau sedikit kecewa, harapan nya mereka akan menemukan benda berharga disana, namun hanya ada makam.


Mereka cukup tahu diri, jika di makam tersebut pasti ada benda berharga, tapi saat ini fokus mereka bukan menjarah makam dan merusak nya, mereka mencari beda berharga yang tampak nyata selain Bunga Salju Tujuh Jiwa tentu nya.


"Apakah kita akan membongkar makam ini?," pria berambut cerah bertanya sedikit kesal.


"Jangan kita tidak boleh merusak tempat ini." Ying Mo berkata tegas.


"Ya, kita tinggalkan saja tempat ini," wanita tua berbaju hitam juga berkata demikian, saat ini mereka berdiri di luar area makam, hanya menatap makam tersebut dari wilayah luar saja.


Yuang Fengying menatap ketiga orang tersebut. "Apakah aku boleh berada disini sebentar?."


Ketiga orang tersebut menatap Yuang Fengying tajam.


"Jangan khawatir, aku tak akan merusak apapun, aku masih memiliki rasa hormat terhadap orang orang pendahulu." Yuang Fengying mengerti kekhawatiran orang orang tersebut.


"Aku akan menunggu tuan Ying kedelapan belas disini, bukankah kalian akan melaporkan temuan ini bukan?."


Akhirnya ketiga orang itu mengangguk sebelum berbalik, "Terserah kau saja, ingat jangan menyentuh apapun."


"Baik senior.."


**


Rombongan tuan Ying kedelapan belas sudah kembali berkumpul, mereka tak menemukan apapun di kastil tersebut.


"Aneh, di sini tak ada apapun yang berharga, secara ini adalah kastil peninggalan tokoh hebat?." Ying Xue Yu bergumam setelah menerima seluruh laporan rombongan tersebut.


"Mungkin tempat ini pernah di rampok, atau di jarah." sahut yang lain.


"Benar, mungkin demikian."


Rombongan tersebut keluar dari area kastil dengan sedikit muram.


"Kita susul kelompok yang ada di taman, mungkinkan bunga itu ada di taman?." kembali harapan muncul di mata tuan Ying kedelapan belas.


Sungguh seluruh keluarga Ying berharap mereka mampu mendapatkan bunga tersebut, karena dengan benda itu Patriark keluarga Ying akan bisa pulih, bahkan mungkin bisa menerobos ke tingkatan yang lebih tinggi.


Sesungguhnya selain tingkatan kultivasi yang di kenal saat ini, ada tingkatan lagi yang lebih tinggi dari yang ada saat ini, tingkatan tingkatan itu di sebut dengan tingkatan Alam Langit.


Tingkatan Alam Langit, terdiri dari enam tingkatan, masing masing tingkatan terdiri dari lima level.


Rombongan tuan Ying kedelapan belas akhirnya meninggalkan kastil dan kini bergerak ke arah taman yang ada di samping kastil.


**


Menatap ke arah area makam dengan seksama.


Anak itu mencoba menggunakan kekuatan visualisasi nya, namun kemampuan itu seperti di tekan oleh kekuatan lain yang tak terbatas kuatnya.


"Baiklah mungkin aku harus masuk ke area makam, mungkin ada jejak niat keinginan yang bisa memberikan sedikit manfaat."


Yuang Fengying melangkahkan satu kakinya.


JREEENG...


Begitu dia menginjakkan kakinya, alam seperti terdistorsi, semua seperti di jungkir balikkan seakan Yuang Fengying tidak berada di area makam.


"Dimana ini?, tempat apa ini?."


Yuang Fengying sangat terkejut, tentu saja dia tak menyangka akan semua ini.


Saat ini dia berada di sebuah alam yang luas dengan suasana yang begitu akrab.


"Hmm, rasanya seperti berada di alam mimpi ku?."


"Apakah ini juga alam yang sama dengan itu?, tapi disini semua terlihat normal, tak tampak seperti di alam itu yang semua serba raksasa."


Yuang Fengying memejamkan matanya, biasanya jika dia keluar dari alam mimpi nya pasti akan meningkat kultivasi nya, dia juga berharap demikian di alam tersebut.


"Selamat datang pengunjung."


Yuang Fengying yang masih memejamkan matanya sungguh sangat kaget, dan hampir terjerembab saking kagetnya.


Aneh, Yuang Fengying tak merasakan aura apapun pada sosok yang menyapa nya, padahal jangankan manusia langkah kaki semut pun mampu dia dengar jika konsentrasi.


Yuang Fengying membuka matanya, dilihat nya sosok transparan tengah berdiri di depannya.


Sosok transparan itu terlihat tersenyum ramah kearahnya.


"S-siapa senior?." Yuang Fengying tergagap, melihat sosok aneh di hadapan nya.


"Ha..ha...ramalan itu sungguh benar adanya." sosok transparan itu malah tertawa melihat Yuang Fengying yang masih terlihat terkejut dengan kehadirannya.


Mata sosok transparan itu menelisik Yuang Fengying dengan tatapan tajam, seakan seperti membelah dan mengorek tubuh anak tersebut.


"Hmm, Cahaya Jiwa Roh Pagoda Dewa."


Yuang Fengying masih terdiam, balas menatap sosok transparan.


"Aku adalah jiwa suci dari pemilik wilayah ini, sungguh takdir surga yang agung bisa bertemu dengan mu anak muda."


"Senior pemilik wilayah ini?."


"Ya bisa di katakan begitu."


"Jika demikian senior tahu dimana Bunga Salju Tujuh Jiwa berada?."


Sosok transparan itu mengangguk dan tersenyum, "Tentu saja."


"Di mana.? di mana?." Yuang Fengying langsung gembira, anak tersebut kini sudah hilang rasa takutnya.


Begitu mendengar benda yang di cari dalam misi nya, anak itu terlihat bersemangat.


Sosok transparan itu terkekeh, "Ada di sini..!." sahutnya sambil menunjuk ke arah kepala nya.


Yuang Fengying ternganga, "Apa maksud senior?."


"Bunga itu ada di dalam jiwa ku."


Yuang Fengying makin ternganga mendengar semua itu.


"Bunga Salju Tujuh Jiwa adalah bunga yang bisa di ciptakan dari kekuatan jiwa, bisa menyembuhkan orang orang yang jiwa nya terluka."


___________


Jangan lupa dukungannya...