
Pria botak dengan hidung bengkok layaknya paruh burung itu memandu Yuang Fengying dan Ying Zhi Dao ke arah markas nya.
Demi keselamatan nyawanya terpaksa pria ini menuruti apa yang diinginkan lawan yang sudah mengalahkan nya, jika dia masih perhitungan dengan hartanya maka bisa di pastikan nyawanya akan melayang.
"Lewat sini tuan muda," pria itu terus membimbing Yuang Fengying, melewati celah perbukitan, sungai dan belantara.
"Itu markas kami," meski enggan namun pria itu tetap mencoba ramah dan berbasa basi.
Yuang Fengying menatap sebuah gua yang ada di lereng bukit, jaraknya masih sangat jauh, sekitar tiga kilometer namun pandangan Yuang Fengying yang tajam mampu menangkap jelas yang ada di sana.
"Cih, sialan ini mencoba menjebakku dengan segel formasi penjagaan di gua nya?."
Meski Jauh Yuang Fengying mampu melihat jika tempat itu tersegel oleh semacam kekuatan 'Penjagaan'.
Sekitar mulut gua terdapat formasi segel yang berwarna kuning kemerahan, jika itu orang lain maka akan sangat kesulitan menangkap jebakan tersebut.
"Jika kau mencoba membohongi kami, kau akan mendapat balasan yang lebih kejam dari ku." sengaja Yuang Fengying mengeluarkan gertakan, agar pria dengan hidung bengkok itu menyadari sesuatu.
"Eeh," pria itu makin pucat wajahnya, lalu tanpa di minta pria itu membuka segel formasi penjagaan yang ada di gua tersebut, meski dengan wajah yang muram.
"Ini adalah gudang harta kelompok kami." katanya dengan sedikit enggan.
Yuang Fengying tersenyum lebar saat memasuki tempat tersebut, ada bermacam harta benda dan tumpukan koin penukar di sana.
**
"Kembalilah.. Aku akan lama disini." pria tua dengan baju katun bersih terlihat memerintahkan kepada kapten kapal untuk kembali membawa kapal tersebut ke asalnya.
Saat ini pria itu telah tiba di sebuah markas yang berada di sebuah bangunan yang berada di perbukitan dengan belantara mengelilingi nya.
Sepuluh orang termasuk Li Chung terlihat berada di belakangnya, mereka baru saja turun dari armada terbang.
Di depan mereka sudah berkumpul ratusan orang yang merupakan anggota kelompok Aliansi Penyerang, mereka adalah anggota kelompok yang akan memuluskan rencana penaklukan wilayah tersebut di bawah kuasa Tuan Penguasa.
"Selamat datang tuan utusan, kami sudah menunggu kedatangan anda selama ini." terlihat pria dari ras iblis berkata.
"Benar tuan," kali ini manusia dari ras raksasa yang menyahut nya.
Dari semua ras yang ada di benua Tanah Tengah, hanya ada dua ras yang mendukung pergerakan dari pria dari benua lain itu (Tuan Penguasa)
"Tak perlu terlalu bersopan santun, aku senang kalian masih tetap setia dengan rencana kita." pria dengan baju katun bersih tersenyum sambil mengibaskan tangan di depan wajahnya.
"Mari tuan, saya persilahkan masuk ke markas kita." pria lain dari ras manusia kali ini mempersilahkan rombongan itu memasuki gedung markas.
"Ya benar.., mari tuan Utusan.. kita istirahat dan berbincang di dalam."
**
Yuang Fengying dan Ying Zhi Dao sudah meninggalkan tempat dimana ruang harta para perampok.
Tentu saja setelah menguras harta dari para perampok itu.
Saat ini mereka sudah bergerak menuju ke arah kota Teratai Salju di mana kediaman keluarga Ying berada.
Masih butuh waktu sekitar empat hari dengan berlari di hutan yang lumayan luas itu.
"Hari mulai gelap, lebih baik kita mencari tempat menginap."
"Benar paman, kita cari tempat yang nyaman, aku ingin menikmati makanan yang sudah aku beli dari penginapan kemarin."
"O hoo.. nampak nya kemarin ada yang memborong makanan siap saji." Ying Zhi Dao terlihat tertawa mengingat kemarin Yuang Fengying memang banyak membeli makanan cepat saji dan menyimpan di ruang penyimpanan nya.
"Yap benar sekali." remaja itu tersenyum dengan bangga, terbukti tindakan nya itu sangat berguna.
Semenjak memiliki artefak penyimpanan dan tahu fungsi fungsinya Yuang Fengying memang selalu menyimpan berbagai kebutuhan di sana, termasuk saat ini berbagai makanan dan buah buahan.
Kembali Yuang Fengying memberikan informasi yang membuat Ying Zhi Dao terkagum kagum dengan kemampuan itu.
"Pandanganmu sungguh jeli nak."
Mereka berdua melesat menuju tempat yang di maksud, yakni sebuah gua yang cukup lebar dan dalam, meski demikian gua itu cukup bersih untuk ukuran sebuah gua di hutan.
Mereka sudah duduk dan menikmati makanan yang sudah di keluarkan dari ruang penyimpanan.
Ternyata yang di beli Yuang Fengying sungguh menu menu yang sangat enak, apalagi dengan suasana yang mendukung seperti ini, duduk di depan gua dekat perapian sambil menatap senja yang mulai tenggelam.
"Apa rencana paman selanjutnya?, setelah tiba di keluarga Ying?."
"Eum," Ying Zhi Dao terdiam sejenak, dirinya bukan orang yang terbiasa diam di rumah, melanglang buana adalah salah satu kesenangan nya.
Sehingga jika di ijinkan oleh Patriark keluarga Ying pasti nya dia ingin kembali menjelajahi bentang alam ini, jika perlu keluar dari benua tersebut.
"Sejujurnya aku ingin kembali bertualang, kalau kamu?." Ying Zhi Dao balik bertanya kepada Yuang Fengying.
"Aku ingin kembali ke desa asal ku, memastikan keluarga ku aman disana."
"Bagus itu, jangan sampai melupakan asal usul kita."
Yuang Fengying hanya terkekeh, tentu saja itu tidak mungkin, bagaimana pun juga keluarga adalah segala nya dan tempat kembali, bukan?
**
Di waktu yang hampir bersamaan di tempat lain.
"Tuan ijinkan kami berpatroli di tempat baru ini, mungkin ada yang menarik yang bisa kami temukan nanti."
Dua orang dari benua lain terlihat meminta ijin kepada pria tua berbaju katun bersih, mereka bernama Bong dan Roa.
Keduanya memiliki bentuk tubuh yang berkebalikan, jika Bong sedikit pendek namun Roa sangatlah tinggi.
Meski demikian kekuatan keduanya sesungguhnya berimbang.
"Ya, laporkan jika ada yang terlihat mencurigakan." pria tua berbaju katun bersih melemparkan sebuah lempengan artefak yang mampu untuk mengirimkan pesan, benda ajaib itu memang di miliki oleh kelompok tersebut.
Setelah membungkuk dan menghormat, keduanya melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.
Mereka tak takut tersesat karena mereka sudah meninggalkan jejak spiritual di markas itu, sebagai tanda untuk kembali.
Bong dan Roa terbang bersebelahan menyisir bentang alam itu sambil mengawasi sekitarnya.
"Cih..!, alam yang sangat suram, kekuatan spiritual disini sangat tipis."
"Benar katamu bro, tempat ini sungguh miskin, pantas saja kultivasi penduduk nya rendah..ha..ha.."
"Tapi aneh, mengapa tuan Penguasa mau menguasai tempat sejelek ini."
"Hush..!, kau jangan meremehkan kekuatan intuisi tuan Penguasa, pasti ada yang berharga disini."
"Ya benar.. pasti ada yang bisa di manfaatkan di tempat ini."
Mereka terus mengelilingi angkasa benua itu sambil berbincang bincang tak tentu arah.
"Eh, aura apa ini?."
___________
Jangan lupa dukungannya