
Suasana makin malam saat Yuang Fengying kembali ke perguruan Bukit Bayangan.
Mulai dari gerbang depan, hingga mendekati bangunan utama ada banyak orang yang berkumpul seperti membahas sesuatu.
Yuang Fengying yang tak merasa berkepentingan hanya melintas, setelah melapor dan menunjukan token murid perguruan Bukit Bayangan, dia berlalu begitu saja.
Makin masuk ke wilayah bangunan utama, makin banyak orang yang seperti melihat ke arahnya.
"Itu anaknya."
"Benarkah?, sekecil itu?."
"Bagaimana bisa anak sekecil itu, melakukan serangan yang mengerikan."
Yuang Fengying mendengar bisik bisik tersebut namun tak di pedulikan nya, dia terus saja melangkah menuju ke tempat hunian master Xingguang.
Saat ini Yuang Fengying sudah tiba di kediaman master Xingguang, di gerbang depan sudah terlihat banyak tetua terlihat mendatangi kediaman tersebut.
"Akhirnya kau datang juga," sebuah suara yang terdengar sinis menyambut kedatangan Yuang Fengying.
"Kau harus di hukum, karena sudah melanggar aturan perguruan."
Yang berkata demikian adalah tetua Sue, bersama dengan sesama tetua rekan nya, dia mendatangi kediaman master Xingguang, murid kesayangan nya kedapatan pingsan di jalanan kota Yinying.
Tetua tersebut pura pura menyelidiki siapa pelaku atas terlukanya sang murid, meski sebenarnya dia tahu pasti Yuang Fengying, kemudian oleh tetua Sue di buatlah sebuah skenario sesuai dugaan nya, jika Yuang Fengying dibantu pihak lain bersama sama menyerang muridnya.
"Katakan kepada kami, kelompok mana yang telah membantu mu menyerang muridku, murid perguruan Bukit Bayangan."
"Benar, katakan kepada kami semua sekarang..!, jangan ada yang kau tutup tutupi..!" seru tetua yang lain.
Yuang Fengying masih terdiam, anak tersebut belum memahami apa yang telah di tuduhkan kepada nya.
**
Master Xingguang yang baru saja kembali ke kediaman kaget.
Hunian tempat tinggal nya di penuhi oleh para tetua lain dari perguruan Bukit Bayangan.
Sedikit masuk di halaman tempat tinggal nya, nampak Yuang Fengying tengah di interogasi oleh para tetua tersebut, salah satunya adalah tetua Sue.
"Ada apa ini..?."
"Mengapa kalian para tetua mendatangi kediaman ku, dan berlaku seperti ini?."
Melihat wajah wajah para tetua itu tak ramah, master Xingguang tahu pasti ada yang salah.
"Tanya saja kepada murid master Xing." Tetua Sue menjawab dengan mendengus, nampak di sini jika tetua Sue tak terlalu menghormati master Xingguang, mungkin ada persaingan tersendiri di kalangan para tetua di sana.
Master Xingguang menatap Yuang Fengying, "Coba jelaskan Fengying, agar mastermu ini tahu permasalahan nya."
Yuang Fengying lalu menceritakan semua yang terjadi, di awali dari perselisihan dengan anggota keluarga An, hingga pertarungannya melawan Nuang Ning.
"Begitulah master, itulah yang sesungguhnya terjadi." sahut Yuang Fengying setelah selesai menerangkan.
Wajah tetua Sue dan yang lainnya merah padam, mereka merasa di tampar wajah nya jika memang seperti itu jalan peristiwa nya.
"Aku tak percaya, murid master Xing pasti berbohong..!."
"Bagaimana mungkin bocah ini mengalahkan murid murid ku..!."
"Coba kita lihat bersama, tingkatan nya bahkan jauh berada di bawah muridku beberapa level, bagaimana mungkin bisa melakukan itu?."
"Jika tak di bantu oleh kekuatan lain.?"
Master Xingguang mengangguk, memang secara tingkatan kultivasi Yuang Fengying berada di ranah yang berbeda dan di bawah Nuang Ning, dan bagi orang kebanyakan itu suatu yang mustahil bisa mengalahkan seseorang dengan tingkatan dan level yang lebih tinggi.
"Bagaimana menurut mu Fengying?." master Xingguang kembali bertanya kepada murid nya tersebut.
"Itu fitnah master, saya tak pernah meminta bantuan kelompok manapun."
"Bohong..!, anak ini berdusta..!, kita harus menghukumnya sesuai peraturan perguruan..!," teriak tetua Sue.
Master Xingguang mengangkat tangan nya, "Maaf tetua Sue, kita jangan gegabah menghukum orang tanpa bukti, bagaimana jika semua ini kita buktikan di arena pertarungan hidup mati?, kita bisa melihat bagaimana muridku bisa mengalahkan murid mu.?!."
Tetua Sue sedikit tercekat, bagaimana dirinya bisa lupa ada arena pertarungan hidup mati yang bisa di pakai sebagai pembuktian.
Arena pertarungan hidup mati adalah sebuah tempat pertarungan dimana orang yang berkonflik bisa melakukan pertarungan hidup dan mati tanpa ada peraturan yang mengikat.
Ini lakukan oleh dua orang atau lebih dalam sebuah arena yang di anggap resmi, di pertarungan tersebut tidak ada aturan yang membatasi, dan di perbolehkan untuk membunuh lawannya jika mau.
"Bagaimana Fengying?, kau tahu kan apa itu arena pertarungan hidup mati?."
Yuang Fengying menatap ke arah master nya, mengangguk. "Saya tahu akan hal itu, dan saya setuju Master."
Master Xingguang balik menatap para tetua, "Murid ku sudah setuju, kapan itu kita laksanakan?."
Tetua Sue kembali mendengus, sebenarnya bukan hal ini yang diinginkan, tapi dia ingin memberi hukuman langsung kepada Yuang Fengying, namun kini permasalahan sudah seperti ini, satu satunya jalan untuk menutupi rasa malu nya yakni menerima tantangan tersebut.
"Murid ku masih terluka, nanti jika sudah pulih, kita bahas lagi pertarungan hidup mati ini," katanya lalu meninggalkan kediaman master Xingguang diikuti oleh yang lainnya.
Master Xingguang menatap kepergian orang orang itu, lalu beralih menatap murid nya, "Kau harus makin giat berlatih Fengying, ada banyak ancaman yang menanti mu."
"Baik master, murid ini akan berlatih lebih giat lagi."
Master Xingguang mengangguk, dirinya percaya akan kemampuan murid nya tersebut.
**
Dua pekan telah berlalu, namun Yuang Fengying masih berada di dalam ruang kultivasi.
Anak itu masih terus memahami unsur elemen lain yang dimiliki, berusaha meningkat kan pemahaman atas semua unsur elemen tersebut.
Ada sebuah teori dalam hidup, kuasai lah satu bidang dengan sebaik baiknya, maka kamu akan menguasai dunia, daripada mempelajari banyak bidang namun tak mampu menguasai nya.
Demikian halnya dengan unsur elemen yang dimiliki Yuang Fengying, jika dia tak mampu menguasai semua nya dengan baik, maka akan sia sia, jika di bandingkan dengan orang yang menguasai satu elemen namun bisa menguasai hingga tingkat puncak.
Kini setelah menyerap inti roh binatang Rubah Iblis ekor Lima, pemahaman tentang unsur elemen angin makin meningkat, tingkatan Kuasa atas unsur tersebut kini makin kuat, berada di tingkat Pengendali level puncak.
Sedangkan pemahaman tentang unsur Air juga makin meningkat setelah menyerap esensi kristal inti Es dari tetua Salju Abadi, Kuasa atas unsur elemen ini juga meningkat tajam pada tingkatan Pengendali level 8 mendekati puncak.
Ranah Kultivasi nya juga sudah menerobos ke ranah Menengah 3 akhir.
Kini kekuatan anak tersebut makin meluap luap, energi di dantian nya makin menggumpal membentuk sebuah bulatan gelembung dengan semacam cairan di dalam nya, meski masih sebesar genggaman tangan.
Sinar di Relung jiwa juga semakin membesar, kini besar wujud nya mendekati telur puyuh, dari semula sebesar kelereng.
Sinar tersebut jika di amati lebih teliti lagi terlihat membentuk sebuah bayangan yang di selimuti oleh cangkang dengan cahaya menyilaukan.
Yuang Fengying membuka matanya, "Kini saatnya aku bertarung di arena pertarungan hidup mati." anak tersebut bangkit dan meninggalkan tempat kultivasi.
________
Jangan lupa dukungannya...
Terimakasih.....