
Yuang Fengying keluar dari area hutan Seribu Bayangan, setelah berada di dalam hutan kecil Larangan yang ada di dalam hutan Seribu Bayangan selama hampir dua minggu.
Di cincin ruang nya ada banyak hewan buruan, yang dia buru nya selama di perjalanan, juga beberapa tanaman herbal lainnya.
Sebelum kembali ke perguruan, dia berencana akan ke toko Pundi Emas terlebih dahulu.
Saat ini Yuang Fengying sudah berada di depan toko Pundi Emas, selama beberapa bulan terakhir toko tersebut nampak mengalami stagnan, apalagi kini ada toko sejenis yang bernama toko Bintang Tinggi.
"Selamat datang tuan muda Fengying," sambutan ramah di berikan oleh pria paruh baya kepala pelayan Pundi Emas yang biasa di panggil tuan Li.
Kedatangan Yuang Fengying memang sudah di tunggu tunggu karena anak itu sudah tak pernah ke toko tersebut hampir dua bulan lebih.
"Terima kasih paman Li, aku memang lama meninggal kan kota Yinying." Pandangan Yuang Fengying berputar ke sekitar.
Ada gambaran sedikit aneh, yakni toko sedikit sepi jika di banding dengan waktu beberapa bulan yang lalu.
"Mengapa toko terlihat sepi?."
Mei Mei yang berada di samping Tuan Li, dengan sedikit muram menjawab, "Sekarang kita memiliki kompetitor."
Yuang Fengying menaikan satu alisnya.
"Ada toko sejenis di ujung kota," tuan Li menerangkan.
"Toko sejenis?."
"Benar tuan muda, namanya toko Bintang Tinggi, saat ini toko tersebut memiliki banyak ahli alkemis dan mereka banyak memproduksi pil yang di klaim mampu meningkatkan kekuatan seseorang."
Tuan Li dan nona Mei Mei silih berganti menerangkan apa yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini.
"Oh begitu," Yuang Fengying mengangguk anggukkan kepala, mengerti dengan situasi yang ada.
"Kebetulan tuan muda ada di sini, dalam akhir pekan ini tuan Chang Yi Feng akan kemari, mungkin kita akan membahas apa yang mesti di lakukan." kata tuan Li.
"Baik, kabari aku jika nanti tuan Yi Feng datang, aku akan kesini." Yuang Fengying kemudian menyerahkan sebuah cincin penyimpanan yang berisi aneka herbal, dan beberapa binatang buruannya.
Semua di terima oleh Mei Mei dan tuan Li, dengan hati berbinar, hanya pasokan seperti ini yang membuat toko Pundi Emas mampu bertahan.
Tuan Li juga menyerahkan sebuah cincin penyimpanan yang berisi koin penukar, di mana di dalamnya ada banyak koin emas, perak dan perunggu, hak milik Yuang Fengying.
Yuang Fengying menerima dengan tersenyum lebar.
**
Yuang Fengying sudah berada di perguruan Bukit Bayangan.
Kedatangan nya langsung di sambut master Xingguang.
"Kamu datang tepat waktu Fengying." kata master Xingguang, "Pekan depan pemilihan murid pilar sudah di mulai."
Kemudian master Xingguang menerangkan sedikit peraturan di dalam pemilihan murid pilar, dan Yuang Fengying hanya mengangguk angguk saja mendengar nya.
"Aku yakin kamu akan mampu menjadi salah satu dari dua puluh murid pilar utama."
"Aku harap juga demikian guru," Yuang Fengying tak ingin terlalu meninggikan diri sendiri, dia tetap merendah dan penuh kewaspadaan.
Banyak di perguruan Bukit Bayangan yang juga mengalami peningkatan kultivasi gila gilaan seperti dirinya.
**
Hari yang di nanti kan telah tiba, yakni hari di mana akan di pilih murid pilar dari perguruan Bukit Bayangan, yang nantinya akan di kirim dalam pemilihan Putra Naga di provinsi Lembah Naga.
Ratusan anak sudah berkumpul di lapangan luas yang ada di perguruan Bukit Bayangan, tepatnya ada 980 anak.
Mereka adalah murid murid yang berusia di bawah 20 tahun, karena memang seperti itu syarat utama nya.
Dari Ratusan murid itu, nanti akan di pilih 100 anak untuk mewakili perguruan tersebut.
Di lapangan besar itu sudah di bagi dalam lima arena agar tak terlalu lama antriannya.
Jadi masing masing arena nanti ada 196 anak yang berkompetisi.
Dan seperti biasa, kompetisi ini akan di langsungkan dalam kompetisi penuh, arti nya semua akan saling bertemu dan bertarung untuk lebih menjaga kesetaraan.
Peserta dengan kemenangan terbanyak lah yang nanti akan di pilih untuk menjadi pemenang nya, masing masing arena akan di pilih dua puluh pemenang terbanyak.
Yuang Fengying, Song Yang, Bao Yu dan Liu Changhui berada di kelompok yang berbeda beda.
Itu malah lebih baik bagi Yuang Fengying, karena mereka tak bertemu dalam satu pertarungan.
Selain itu harapan untuk menang tanpa menyingkirkan sesama murid satu guru juga makin besar, dengan demikian mereka berharap semua bisa maju mewakili perguruan tersebut ke pemilihan Putra Naga di provinsi.
"Saudara Fengying..!, kau di arena berapa?." Annchi yang sudah lama tak terlihat menghampiri Yuang Fengying.
Gadis yang kini berusia 12-13 tahun itu mendekat, kecantikan nya makin terpancar dari anak tersebut.
"Ah.., Nona An lama tak bertemu." Yuang Fengying menatap tajam gadis tersebut, kecantikan Annchi sedikit membuatnya takjub, membuat Annchi yang di tatap tajam memerah pipinya.
Sesungguhnya Annchi juga menatap Yuang Fengying yang makin terlihat tampan dan dewasa.
"Anda di arena berapa?," kembali Annchi bertanya, mengalihkan perasaannya yang merasa gugup seketika.
"Aku di arena satu, nona An di arena berapa?." balas Yuang Fengying yang kini tersipu dan memalingkan wajahnya, karena tanpa sadar kekuatan visualisasi nya tiba tiba 'aktif' dan pandangan matanya menangkap sesuatu hingga menembus pakaian itu
"Aku di arena lima." jawab gadis itu sambil tersenyum.
"Ok, berarti kita bukan lawan, semoga nona An meraih kesuksesan nanti nya." goda Yuang Fengying.
Annchi pun tertawa, tentu saja apa yang di katakan Yuang Fengying ada benarnya.
"Baiklah, aku kesana dulu, semoga kita bisa bersama sama mewakili perguruan ini ke provinsi." kata Annchi sebelum meninggalkan Yuang Fengying yang masih berdebar dadanya.
Selama ini anak tersebut tak pernah menyadari kekuatan matanya itu, namun kini dirinya memasuki masa 'pubertas' itu akan menjadi masalah baginya.
"Aarggh," Yuang Fengying mendesah, merasa tersiksa dengan getaran di salah satu bagian tubuh nya, jika mengingat hal tersebut.
**
Yuang Fengying sudah berada di sekitar arena satu, dimana arena itulah yang akan menjadi ajang pertarungan nya.
Selain dirinya juga ada beberapa peserta yang sudah berkumpul di sana.
Panitia yang bertugas di sana masih mengundi siapa yang akan bertarung terlebih dahulu.
Seorang pria paruh baya naik keatas panggung, nampaknya dia adalah juri pertandingan.
Pria itu nampak memeriksa pinggiran arena memastikan segel formasi penjagaan terpasang dengan benar dan berfungsi dengan benar pula.
Jangan sampai saat pertarungan nanti ada kekuatan yang menerabas dan keluar dari arena hingga membahayakan yang lain nya.
Pria paruh baya menunjuk kan jari jempol nya kepada pria lain berbaju coklat, yang merupakan panitia penyelenggara juga
Pria berbaju coklat langsung berdiri dan berkata, "Hmm, baiklah semua sudah aman sesuai dengan prosedur nya, saat ini akan aku panggil peserta yang akan melakukan pertarungan pertama."
Pria paruh baya juri pertandingan itu mengangguk mendengar panitia lainnya berkata.
Saat ini sudah ada dua peserta yang berdiri di atas panggung.
___________
Jangan lupa dukungannya...