Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
105. Ranah Bumi Dasar (penj.alam ruang jiwa)


"Tapak Kayu Kehancuran..!."


Tangan Bao Yu terulur, lengan yang terlihat lembut itu memancarkan gelombang energi kayu yang langsung menyerang Yuang Fengying.


Sebuah perwujudan cakar dari unsur elemen kayu melesat kearah Yuang Fengying.


Tiba tiba


KRAAAK..!


Cakar dari unsur elemen kayu itu di tangkis oleh penampakan gambaran lengan dari kayu yang di ciptakan oleh Yuang Fengying.


Seperti air menabrak karang, cakar kayu ciptaan Bao Yu langsung hancur begitu berbenturan dengan lengan kayu yang di ciptakan oleh Yuang Fengying.


Bao Yu langsung terpental, akibat senjata ciptaan nya hancur oleh kekuatan yang jauh di atasnya.


Setetes darah mengalir di sudut bibirnya.


"Aku menyerah..." dengan berani gadis cantik itu mengakui kekalahan nya.


Song Yang kini gantian maju kedepan, anak dari pemimpin Tameng Jiwa itu sudah bersiap untuk menguji kekuatan Yuang Fengying.


Tingkatan kultivasi yang lebih baik dari Liu Changhui dan Bao Yu, membuat anak usia 17-18 tahun itu nampak percaya diri menghadapi Yuang Fengying.


"Mari kita mulai saudara Fengying."


Song Yang mulai mengedarkan unsur elemen api yang di kuasai nya.


Tempat itu langsung terasa panas dengan aura kekuatan yang di ciptakan oleh Song Yang.


"Badai Api Menerjang..!."


Song Yang memutar tangannya, membentuk sebuah bola bola api yang menghajar ke arah Yuang Fengying.


Yuang Fengying tersenyum kecil, tangannya di ulurkan ke atas kemudian tangan itu mengeluarkan pendar yang makin lama makin terang dan mencipta kan gambaran kekuatan api, lalu tangannya melambai seperti meraup bola bola api yang menerjangnya itu, kemudian seperti menelan bola bola api ciptaan Song Yang menggabungkan dengan unsur api yang dimiliki nya.


Semua orang terpana dengan kekuatan tersebut, itu menandakan kekuatan 'Kuasa' atas unsur elemen api Yuang Fengying lebih tinggi, hingga mampu menelan kekuatan yang lebih kecil di sekitarnya.


Setelah menelan bola api tersebut Yuang Fengying melepaskan kekuatan itu dan menciptakan ledakan yang cukup membuat segel formasi pengamanan area pertarungan bergetar.


DAAR...!


Tubuh Song Yang terlempar, menabrak pelindung arena yang di pasang di tempat tersebut.


"Sekuat itu kekuatan Yuang Fengying."


"Bahkan para yunior yang lain kini bukan lagi tandingannya."


Master Xingguang mengangguk anggukan kepala nya, melihat kehebatan murid paling muda yang dimiliki nya.


Mereka telah menghentikan latihan, kini hanya ada Yuang Fengying dan para senior, berdasar tiga pertandingan itu semua menjadi sungkan untuk mencoba melawan Yuang Fengying, karena jika menang hanya akan di anggap biasa saja, tapi jika kalah akan terlihat memalukan.


"Fengying kekuatan mu sungguh melampaui apa yang kami pikir kan, bahkan gurumu ini tak akan mudah untuk mengalahkan mu jika bertarung dengan mu."


Semua mengangguk, termasuk para senior di sana.


"Aku mungkin tak bisa membimbingmu lagi, salah satu kesempatan mu untuk makin berkembang adalah mengikuti seleksi Putra Naga di provinsi."


"Di sana kau akan mendapatkan dukungan untuk berkembang lebih baik, atau kembali ke keluarga Ying yang kini sudah menjadi keluarga mu." master Xingguang nampak memberikan pendapat nya.


"Terimakasih guru, semua berkat guru dan semua senior disini, saat ini hanya tempat ini yang membuatku bisa nyaman selayaknya rumah bagi ku."


**


Seperti yang sudah di katakan oleh Yuang Fengying, jika dia merasa sangat nyaman tinggal di kediaman master Xingguang, anak itu memang tetap tinggal di sana, meski jika mau dengan hartanya dia bisa membangun hunian sendiri, yang bahkan lebih megah dan hebat dari yang lain.


Yuang Fengying memasuki ruang latihan khusus yang ada di kediaman master Xingguang, di sana dia lebih mudah mendapatkan apa yang diinginkan di banding dengan tempat lainnya, termasuk ruang latihan khusus perguruan Bukit Bayangan.


Yuang Fengying sudah duduk dengan relaks, mulai mengeluarkan beberapa benda serta herbal dan mengkonsumsi nya, beberapa benda itu mampu menyokong peningkatan kultivasi nya, anak itu lalu mengatur pernafasan dan mulai menyerap esensi dari alam sekitarnya.


Makin lama dia tenggelam dalam meditasi nya makin banyak unsur esensi alam yang mengalir kearahnya.


Kesadaran Yuang Fengying kini berada di ruang jiwa nya, menatap semua yang ada di sana.


Bola cahaya yang menerangi alam jiwanya masih tetap sama seperti bola bekel yang paling besar dengan guratan gambar Pagoda di dalamnya, tampak seperti sebuah alam dengan hukum tersendiri nya.


Di bawahnya ruang ruang unsur elemen terlihat berjajar dengan bentuk melingkar di antara Kegelapan yang menjadi batasnya.


Ruang logam masih terlihat sama, nampak sebuah cerukan sebesar tempayan yang berisi elemen unsur logam cair di dalamnya.


Cairan logam itulah yang menjadi sumber kekuatan dari unsur elemen logam yang di miliki nya.


Di sebelah nya unsur unsur lain juga menampakkan beberapa cadangan sumber kekuatan di sana, seperti unsur Kayu yang kini tertanam pohon suci yang mulai tumbuh setinggi lutut dengan beberapa daun di rantingnya.


Kamar unsur elemen petir yang terlihat ada batu keping petir terletak di sana dengan kilatan kilatan petir yang menjadi sumber kekuatan nya.


Dan kamar kamar lainnya.


Dari semua nya kini ruang unsur elemen Tanah yang paling tertinggal dan masih meredup di banding yang lainnya, meski bagi orang lain ruang elemen tanah itu sudah sangat baik.


Yuang Fengying kembali menatap bola cahaya, semakin di lihat cahaya itu seakan semakin menarik kesadaran Yuang Fengying untuk masuk ke dalam nya.


Yuang Fengying kini sudah berada di dalam dunia cahaya, wujud transparan dirinya terlihat sangat kecil di tempat itu, bahkan Yuang Fengying merasa hanya seperti setitik debu yang terbang melayang di dunia itu, semua bahkan terlihat seperti raksasa baginya.


Namun demikian aura tempat itu sangat kuat, memberikan tekanan dalam setiap aspeknya.


Hanya dari tarikan nafasnya saja membuat Yuang Fengying mampu menguatkan keseluruhan aspek kehidupan nya.


BOOMM...!


Kultivasi Yuang Fengying memasuki ranah Bumi Dasar.


**


Saat ini Yuang Fengying kembali ke hutan Seribu Bayangan, hutan yang terletak di sisi selatan dari perguruan Bukit Bayangan tersebut terlihat membentang sejauh ratusan kilometer hingga batas bibir pantai di bagian selatan.


Hutan yang masih alami dengan pepohonan nya.


Yuang Fengying kembali menajamkan kekuatan visualisasi, melihat tiga wilayah area terlarang, sisi barat, sisi timur dan sisi selatan.


"Aku akan ke hutan kecil Larangan terlebih dahulu, dengan kekuatan ku saat ini semoga bisa mengungkap apa yang ada di hutan tersebut."


Yuang Fengying bergerak kearah sisi barat itu, di sanalah letak hutan kecil Larangan, yang berbatasan langsung dengan bukit Ular.


Gerakan Yuang Fengying sangat cepat, dalam waktu sekejap saja dia sudah sampai di wilayah luar hutan kecil Larangan yang terselimuti kabut tebal.


___________


Jangan lupa dukungannya..