
KRAAAK...!!
Retakan terjadi antara tangan patung dan bejana tersebut, suara itu terdengar sangat mengerikan seperti berasal dari dunia lain.
Suara itu menandakan hancurnya segel yang mengitari bejana tersebut.
Saat ini terlihat bejana tersebut sudah goyang dari pegangan patung manusia kerdil itu, menandakan jika artefak tersebut sudah terlepas dari patung itu.
Begitu benda itu terlepas dari genggaman patung yang menandakan segel struktur penjagaan telah musnah, kekuatan yang sangat dahsyat langsung menyebar ke udara dengan pusat dari benda tersebut.
Yuang Fengying langsung duduk di bawah patung tersebut, mulai bersila tangannya membentuk mudra tertentu, dan mulai menyerap kekuatan spiritual yang meluber dan melonjak lonjak.
Kawasan danau biru terutama wilayah patung adalah tempat terlarang bagi manusia kerdil suku Kulit Biru, makanya tempat itu terasa lengang dan tak ada yang mengetahui peristiwa tersebut.
Meski patung tersebut sudah tidak dianggap magis lagi oleh para kurcaci, namun wilayah itu tetap termasuk Kawasan terlarang.
Bagai kekuatan badai menerjang, aura itu memasuki tubuh Yuang Fengying ibarat banjir bandang.
Jika itu menimpa orang lain pasti badannya tidak akan kuat, bahkan bisa bisa akan hancur dan meledak fisik nya, namun ini Yuang Fengying di tubuhnya dua bola kristal yang mampu menampung kekuatan apapun yang memasukinya, terutama bola kristal inti jiwa pagoda dewa.
Begitu mendapatkan asupan gizi berupa gelombang badai aura kekuatan, kristal inti jiwa pagoda dewa langsung membesar dan gambaran nya makin nyata.
Jika di lihat lebih dalam kristal pagoda dewa tersebut, kini terlihat seperti sebuah dunia tersendiri.
Saat ini Aura kekuatan terus mengalir selayaknya banjir bah, entah sudah berapa lama Yuang Fengying duduk bersila di bawah patung dengan bejana itu.
Kerakusan Kristal pagoda dewa sungguh di luar nalar, seperti binatang buas yang bertemu dengan mangsanya, terus menghisap dan menyedot asupan aura kekuatan yang terus mengalir itu.
Jika sebelumnya bejana itu yang menggelontorkan aura kekuatan nya, makin lama malah terjadi kebalikan nya, kini kristal Pagoda Dewa yang menghisap aura kekuatan yang terpancar tersebut tanpa ada puas puasnya.
WEEENG...
Kristal Pagoda Dewa semakin membesar di relung jiwa Yuang Fengying, benda itu kini sebesar bola raksasa dengan diameter satu meteran.
Kekuatan yang di tampilkan benda itu juga makin mengerikan dengan luapan tenaga yang meletup letup menakutkan.
Aura Kekuatan yang dihisapnya lalu di pancarkan kembali ke arah kristal pelangi yang ukurannya juga makin besar, dari kristal pelangi aura kekuatan itu di teruskan kearah bilik bilik ruang unsur elemen dan kolam tenaga sejati, yang nantinya akan memasok kekuatan dari Yuang Fengying.
BOOM....!
Ranah kultivasi Yuang Fengying langsung menerobos dan meledak, ledakan itu terasa kencang meski hanya kenaikan level.
Level pertengahan...
BOOM....!
Level enam..
Level tujuh...
Gejolak kekuatan yang meledak ledak itu masih terus berputar di sekitar badan remaja tersebut, seakan kenaikan level masih akan terus terjadi.
BOOM....!
Level delapan...
Terobosan itu terus terjadi, meski demikian Yuang Fengying mencoba menekan ledakan kekuatan itu, dia tidak ingin level kultivasi nya meningkat tanpa diiringi pondasi yang kuat, lebih baik kultivasi nya berada di ranah Raja Bumi namun kekuatan tempur nya sepadan dengan Kuasa Sejati.
BOOM....!
Meski terus di tekan, limpahan kekuatan itu memaksa Yuang Fengying menaikan level kultivasi nya di ranah Raja Bumi level sembilan.
Setelah terobosan itu barulah remaja tersebut mampu menyetabilkan kekuatan nya.
Pelan namun pasti gelombang kekuatan yang tadi berputar menggila dan melingkupi tubuh Yuang Fengying berangsur angsur mereda dan akhirnya berhenti seiring lonjakan kekuatan aura spiritual yang kembali stabil.
Ming Tse dan para kurcaci yang berada di pemukiman hanya melihat dari jauh, gulungan gelombang kekuatan yang arahnya berasal dari Danau Biru, gelombang yang sangat dahsyat dan mengerikan itu membuat tanah para kurcaci itu gemetaran.
"Apa yang terjadi dengan bocah itu?, apa mungkin dia melakukan terobosan di sana?." gumamnya pelan.
**
Sementara itu di tempat sedikit jauh dari wilayah para kurcaci namun masih di wilayah Tanah Dalam, beberapa sosok iblis berlari dengan kesetanan.
Mereka adalah anak buah Riong Ma yang berhasil melarikan diri.
Sekitar belasan iblis itu tengah menuju ke sebuah wilayah.
"Ayo cepat..!, mungkin tuan Xuo masih di sana."
Xuo Yang adalah iblis lain yang menjadi kepala divisi ke 236, sedang kan Riong Ma kepala divisi ke 298.
Para iblis dibagi dalam beberapa misi, kekuatan mereka di dasarkan dari urutan angkanya, semakin sedikit urutannya semakin kuat kelompok tersebut.
Jadi kekuatan Xuo Yang jelas lebih kuat daripada Riong Ma.
"Itu kelompok tuan Xuo," teriak salah satu iblis yang bergerak paling depan.
"Tuan..tuan Xuo..."
Sesosok iblis dengan badan tinggi besar dan kulit berwarna kemerahan yang tengah melayang santai di udara bersama kelompok nya menghentikan laju terbang nya.
Sosok itu menoleh sesaat, menatap gerombolan iblis yang masih terbang dalam jarak ratusan meter jauh nya.
Kening Xuo Yang mengerut menelisik rombongan iblis lainnya.
Iblis itu lalu berbalik dan berhenti menghadang.
"Ada apa?!, kalian divisi berapa? siapa pemimpin mu?." Xuo Yang langsung menyembur kelompok yang baru tiba tersebut.
Dengan gugup beberapa iblis itu menangkupkan kedua tangannya, sedikit membungkuk menghormat.
"Kami dari divisi 298, pimpinan tuan Riong Ma."
"Divisi 298, Riong Ma," wajah Xuo Yang sedikit mencibir dan terlihat meremehkan.
Tak hanya manusia, dunia iblis juga penuh dengan kelicikan, dan persaingan, makanya ketika rombongan para iblis mengatakan divisi nya dan ternyata divisi itu berada di bawahnya maka Xuo Yang sedikit meremehkan.
"Sekarang dimana Riong Ma?, kenapa membiarkan pasukan nya cerai berai seperti anak ayam kehilangan induknya." cibir Xuo Yang.
"Pemimpin kami telah tewas."
"Riong Ma tewas?."
"Benar tuan."
Xuo Yang masih terlihat acuh tak acuh, "Mengapa bisa mati."
Iblis itu lalu menceritakan apa yang di alami, bahkan sedikit di tambah tambahi dalam cerita tersebut.
"Pusaka?." Xuo Yang sedikit tertarik saat dalam cerita itu menyebutkan sebuah pusaka.
"Hmm, kurang ajar...!, rupanya Riong Ma ingin mengambil pusaka dari para kurcaci untuk di manfaatkan secara pribadi." dengus Xuo Yang sedikit kesal, menurut aturan jika ada harta temuan maka divisi yang ada di bawahnya harus melaporkan dan mengirim pesan kepada kelompok atasan terdekat nya, tapi itu tak Riong Ma lakukan, itu berarti Riong Ma ingin menyimpan senjata tersebut secara pribadi.
"Dimana Kurcaci yang memiliki senjata pusaka itu?."
Iblis anak buah Riong Ma menunjuk arah tertentu.
"Ayo tuntun aku kesana." Xuo Yang mendengus dan menggeram.
___________
Jangan lupa dukungannya