
Rombongan keluarga Ying pengemban misi mencari Bunga Salju Tujuh Jiwa sudah tiba di pusat kediaman keluarga Ying.
Mereka di sambut dengan penuh suka cita, apalagi selentingan kabar jika misi tersebut berhasil.
Saat ini semua tamu yang menjadi anggota tim misi sudah kembali ke tempat yang sudah di sediakan oleh keluarga Ying.
Yuang Fengying kembali bersama dengan master Seribu Ketrampilan menempati sebuah rumah yang di sediakan.
"Bagaimana kau bisa menemukan bunga itu?." tanya master Seribu Ketrampilan yang sejujurnya sangat penasaran.
Dia adalah seorang ahli alkemis dan mekanik tentu saja berharap bisa menemukan bunga sejenis itu lagi.
"Keberuntungan.." Yuang Fengying berkata sambil tersenyum.
Memang benar keberuntungan lah yang bisa membuat semua itu terjadi, tanpa keberuntungan bertemu dengan pohon suci dan sosok transparan, maka tak akan mungkin semua terwujud.
"Hmm, baiklah aku tahu kau memang anak yang di pilih surga." Fei Hung atau master Seribu Ketrampilan menghela nafasnya.
Yuang Fengying tersenyum mengangguk.
"Sekarang ajari yunior ini untuk membuat beberapa pil, dengan langsung di bimbingan master aku yakin pasti mampu."
Master Seribu Ketrampilan tersenyum senang, sudah lama dia ingin berbagi ilmu dengan seseorang yang cocok dengan nya, dan baru kali ini semua itu terwujud.
Entah mengapa, begitu mengenal Yuang Fengying dia merasa sangat senang dan cocok, sang master terkesan mudah untuk berbagi ilmu, padahal semua ilmu yang di kuasainya adalah pengetahuan yang langka dan hebat.
Biasanya dia akan tertutup dan tak senang berbagi ilmu yang di kuasainya, karena itu adalah rahasia bagi nya.
"Kau bukan muridku," kata sang master pura pura acuh tak acuh. "Jika kau bersedia menjadi murid ku, aku akan mengajari semua yang ku ketahui."
Yuang Fengying terdiam dengan lesu, "Aku sudah memiliki guru di perguruan Bukit Bayangan."
Master Seribu Ketrampilan terkekeh, "Memang nya ada larangan memiliki banyak guru?."
"Jika kau mau menjadi muridku aku akan mengajari mu tentang Alkemis dan mekanik, bagaimana?."
Yuang Fengying terdiam sejenak, jujur dia tertarik dengan tawaran tersebut, namun ada satu yang di khawatir kan.
"Apa syarat yang harus ku lakukan jika menjadi murid master?."
Master Seribu Ketrampilan tertawa, dia bukan kultivator dan tak terlalu memperdulikan tentang semua hal itu.
"Kau cukup mengamalkan pengetahuan mu di jalan kebajikan, selanjutnya kau hanya perlu bersikap seperti murid pada umumnya."
"Hanya itu?." Yuang Fengying terkejut dengan persyaratan yang menurutnya ringan, karena tak bertentangan dengan prinsip hidup nya.
"Tentu saja masih ada lainnya." senyum master Seribu Ketrampilan terkembang, "Bagaimana kau bisa menemukan bunga salju tujuh jiwa."
**
Di dalam sebuah kamar khusus dimana Patriark keluarga Ying berada tengah duduk Ying Xue Yu.
Di sana juga ada beberapa saudara dari Ying Ke-delapan belas itu, antara lain Ying pertama, Ying ketiga dan beberapa lagi.
Di atas tempat tidur yang sangat mewah terbaring sosok sangat tua dengan badan kurus dan terlihat sangat lemah.
Matanya cekung dan selalu tertutup, nafasnya hanya tinggal satu satu, seperti hidup segan mati tak mau.
"Ayah aku berhasil mendapatkan bunga salju tujuh jiwa, aku harap ayah benar benar bisa pulih dan bangkit kembali."
Mata tua itu bergetar sesaat seperti menemukan setitik cahaya, lalu terbuka dengan pelan.
Ying Xue Yu memperlihatkan sebuah bunga yang langsung memancarkan kekuatan beku dan kekuatan jiwa, membuat kamar tersebut terlihat berkilau dengan dua kekuatan yang menyeruak tersebut.
Patriark keluarga Ying terlihat gemetaran, jelas kebahagiaan terlihat di wajah tuanya.
Tangan yang gemetaran itu mengambil kuncup bunga yang terlihat sangat luar biasa itu.
Ying pertama yang mengetahui arti pandangan itu mengangguk kearah Ayah nya, sang Patriark keluarga Ying.
"Aku akan mengamankan kediaman ini, Ayah bisa melakukan proses pemulihan dan terobosan jika memungkinkan dengan tenang."
"Benar Ayah, kami akan menjaga tempat ini, agar tak ada yang mengganggu proses tersebut." Ying ketiga juga berkata, menegaskan niatan itu.
Patriark keluarga Ying mengangguk dengan lemah.
"Aku akan mulai, kalian bisa meninggalkan tempat ini." suara yang lemah dan berat terdengar pelan.
Anak anak Patriark keluarga Ying lalu keluar untuk menjaga tempat tersebut agar tak ada yang mengganggu selama proses penyembuhan, pemulihan dan mungkin terobosan.
**
"Aku setuju menjadi murid master." akhirnya Yuang Fengying menyetujui untuk menjadi murid sang master Seribu Ketrampilan.
Tawa panjang terdengar dari sosok tua tersebut, ada rasa gembira yang meluap luap begitu anak yang dianggap 'Anak Surga' mau menjadi murid nya.
"Sekarang ceritakan bagaimana kau mendapatkan bunga salju tujuh jiwa itu," kata Master Seribu Ketrampilan." Sekarang kau sudah menjadi murid ku."
Yuang Fengying tersenyum lalu menceritakan apa yang di lalui di hutan area kastil, hingga ke dalam area makam, namun tak menjelaskan apapun selain itu.
"Kau menemukan bunga itu diantara makam?."
"Benar Master, bunga tersebut milik penguasa kastil itu."
Master Seribu Ketrampilan tersenyum dan mengangguk angguk.
Keduanya tersenyum, "Ayo kita belajar membuat beberapa pil, kau yang mengendalikan tungku Alkemis dan aku akan membimbing mu."
**
Dengan sisa tenaga nya Patriark keluarga Ying duduk dari posisi tidurnya.
Mengambil posisi lotus dengan mudra tertentu, lalu mulai memakan satu kelopak dari Bunga Salju Tujuh Jiwa yang terdiri dari tujuh kelopak.
Begitu pria tua itu memakan satu kelopak dari bunga salju tujuh jiwa, hawa dingin langsung mengaliri seluruh tubuh nya, seperti mengisi tempat ruang kosong dan sel sel di tubuhnya yang mati dan sekarat.
Cahaya kehidupan langsung terlihat melonjak dari dalam tubuh nya, usianya langsung bertambah beberapa puluh tahun.
Jiwanya yang terluka sedikit demi sedikit mulai pulih, kekuatan jiwa nya juga mulai tumbuh kembali seperti sedia kala.
Sungguh luar biasa kekuatan dari bunga penyembuh tersebut, pantas saja bunga sejenis ini akan selalu di buru dan di cari di manapun berada, jika dijual akan bernilai ratusan juta koin emas penukar, atau bahkan lebih.
Sosok Patriark keluarga Ying kini melayang di udara, masih dengan posisi yang sama, setelah memakan kelopak keempat dari bunga salju tujuh jiwa, kekuatan tubuh dan jiwanya sudah kembali dan bahkan melebihi kekuatan sebelum dia mengalami kemalangan.
Udara di sekitar wilayah tersebut kini sudah bergolak, kabut tebal yang sangat dingin sudah berkumpul di kota Teratai Salju, terutama di atas atap kediaman Patriark keluarga Ying.
"Apakah Patriark keluarga Ying, sudah pulih kembali?."
"Ya, aku rasa begitu, bahkan jika tak salah saat ini tengah menerobos ke ranah yang lebih tinggi."
"Benar, itu benar, pasti pemimpin tertinggi keluarga itu tengah bersiap menerobos ke ranah Kuasa Sejati."
"Apa ranah Kuasa Sejati?, bukankah itu ranah tertinggi di benua ini?."
Suara suara bermunculan dari orang orang di kota Teratai Salju, semua bisa merasakan bagaimana proses seseorang menerobos ke ranah yang lebih tinggi.
Biasanya alam akan menunjukan tanda tanda itu, jika seseorang akan menerobos ke ranah yang lebih tinggi.
Udara dan energi akan terkumpul di sekitar orang yang berniat menerobos, maka dari itu semua yang ada di kelompok nya akan menjaga wilayah tersebut mati matian dari serangan lawan lawannya, karena kesalahan sedikit akan menggagalkan usaha tersebut.
___________
Jangan lupa dukungannya...