
"Hah..!, ada manusia lain di tempat ini..!." pria muda dengan baju warna merah gelap terkesiap untuk sesaat.
Dirinya yang berniat memanen gingseng kelopak darah terkejut dengan kenyataan itu.
"Apa yang kalian lakukan?." Yuang Fengying sedikit gusar dengan itu.
Pria usia dua puluhan dengan baju merah gelap, bersama gadis naga berbaju hitam melesat ke arah Yuang Fengying.
"Dasar berandalan..!, jangan coba coba mencuri harta warisan temuan kami..!." bentaknya.
"Sungguh manusia manusia tak tahu malu..!," balas Yuang Fengying, anak itu meraung tentu saja, karena orang orang itu mengklaim gingseng kelopak darah adalah miliknya.
"Mati kau penyusup..!." Pria usia dua puluhan dengan baju merah gelap langsung mengayunkan pedang yang sudah di genggamnya, senjata itu kini di lapisi api yang siap untuk meledakkan apapun.
Gadis naga baju hitam juga langsung menyerang Yuang Fengying, sementara Ling Fei yang berteriak mengingatkan kedua rekannya tak di hiraukan nya.
"Kemarahan Api Naga..!." pedang yang di selimuti api menebas Yuang Fengying.
Sementara gadis naga berbaju hitam, menghantam dengan pukulan ber-elemen Angin.
Weeng... weeeng...
Dua serangan yang sangat kuat itu membelah udara menyasar tubuh Yuang Fengying, serangan keduanya seakan mampu menenggelamkan lawan yang menjadi sasaran nya.
Tak mau kalah Yuang Fengying langsung mengayunkan tangan nya untuk melakukan balasan terhadap dua serangan tersebut, sebuah gelombang pukulan yang berunsur sama pun langsung bertemu, benturan terjadi menimbulkan riakan tebasan pedang pria berbaju merah gelap itu terhenti.
BAANG...!
Gelombang Api seperti menyapu tebasan pria naga berbaju merah gelap, membuat pria naga itu terlempar hingga beberapa puluh meter.
"Hoeekk..!," pria berbaju merah gelap itu memuntahkan seteguk darah segar, saat dadanya terasa berat.
Sedangkan serangan gadis naga berbaju hitam yang berunsur elemen angin juga bertemu dengan lesatan pukulan Yuang Fengying yang berunsur elemen angin.
BOOM...!
Gadis naga itu terpental beberapa puluh langkah kebelakang, dengan menjerit kecil, "Uuggh..."
"Serangan ku kandas begitu saja." Pria Naga berbaju merah gelap terkejut, Dia adalah salah satu jenius di ras nya namun seranganya kandas begitu saja, bahkan dia terlempar beberapa puluh meter.
Peristiwa tersebut cukup membuatnya terpana, namun tak menyurutkan niat bertarungnya.
"Kekuatan yang menakutkan." Gadis naga berbaju hitam juga sudah kembali bersiap setelah terpental puluhan langkah, meski sedikit jerih di hatinya namun dia juga masih penasaran bertarung dengan lawan.
Kini bukan hanya mereka berdua yang mengerubungi Yuang Fengying, namun ketujuh orang dari ras naga sudah mengepungnya, kecuali Ling Fei tentu saja.
"Kau hebat juga berandalan penyusup..!, pantas saja berani mau merebut temuan harta Karun di sini." pria naga berbaju merah gelap masih saja terus meraung dengan tak puas.
"Tapi kami manusia Naga bukan manusia lemah," sahut pria naga yang lainnya, mencoba membangkitkan semangat kembali.
"Benar, kau akan kami hentikan di sini.'' sahut lainnya.
Orang orang itu lalu makin mendekat, mulai mengaktifkan unsur elemen masing masing untuk menyerang Yuang Fengying.
Alam bergetar saat ketujuh orang itu kembali mengaktifkan kekuatan masing masing, luapan kekuatan itu seperti mengubur aura Yuang Fengying.
Kekuatan mereka yang rata rata di Bumi Jiwa cukup membuat tempat tersebut berderak, seakan di robek dengan kekuatan mereka.
Tak mau kalah, Yuang Fengying langsung melepas aura kekuatan menunjukan domain alam 'Bumi Sejati' nya, sebuah dimensi yang mampu menekan semua orang yang ada di sana.
Kekuatan yang di bangkit kan Yuang Fengying mampu menenggelamkan kekuatan dari lawan lawannya.
"Apa..!, anak semuda ini sudah mampu melepaskan Aura Kekuatan dan dimensi alam jiwa?."
"Sungguh kekuatan yang menakutkan." semua menjadi muram wajahnya.
Domain ciptaan Yuang Fengying itu membuat ketujuh orang tersebut langsung tertekan, badannya terasa berat seperti di himpit kekuatan langit dan bumi, kekuatan dan kecepatan gerakan jauh berkurang.
"Menebas Angin Menghadang Badai - Lesatan Kehancuran..!.'' Yuang Fengying melemparkan lengannya, membentuk sebuah lesatan cincin energi yang langsung menyebar, melebar dan meluas menghantam para pengepung nya.
BAANG... BAAANG....
Serangan itu meledak menghantam orang orang yang mengepung Yuang Fengying, membuat mereka semua terlempar beberapa puluh meter dan terluka.
Kini orang orang itu terlihat pucat, wajahnya muram dengan penuh ketidakpuasan di sana, namun mereka mulai sadar dengan kekuatan orang asing yang di lawan nya.
Ling Fei melesat mendekat, setelah pertempuran selesai, gadis itu menyerahkan gingseng kelopak Darah kepada Yuang Fengying dalam tatapan keheranan semua orang ras Naga.
"Aarggh.. apa yang kau lakukan Ling Fei?."
"Mengapa kau harus menyerahkan herbal berharga itu?.''
Pertanyaan pertanyaan tentang 'ketidakpuasan' mereka lontarkan kepada Ling Fei.
Mereka baru menyadari jika semenjak tadi gadis itu tak ikut berpartisipasi dalam pertarungan tadi.
"Maaf semuanya, herbal ini memang hal milik tuan Fengying, aku hanya membantu untuk memanennya." dengan jujur Ling Fei memberitahu tentang hal tersebut.
Semua terperangah, tak percaya dengan apa yang di katakan ShengLong Ling Fei.
"Milik orang asing??!!."
"Herbal berharga di tempat warisan ini milik orang yang baru di lawannya??!. tak salah...!?!."
Tak berselang lama mereka terkejut.
Tiba tiba...
Seekor ular kepala tujuh datang bergerak ke arah kolam, membuat semua orang ketakutan, termasuk Ling Fei.
"Ular kepala tujuh..!?." pria Naga berbaju merah gelap terkejut, sedikit banyak dia yang sudah menginjak usia senior pernah di beritahukan tentang beberapa hewan penjaga Warisan.
"Penjaga Harta Warisan..??."
Ular kepala tujuh kembali ke tengah danau dan kembali melingkupi kawasan gingseng kelopak darah, binatang itu mengangguk ke arah Yuang Fengying, sebelum menenggelamkan dirinya pelan pelan.
"Tak perlu takut, penjaga tempat ini sudah mengijinkan ku memiliki gingseng kelopak darah ini." Sahut Yuang Fengying kepada Ling Fei.
Yuang Fengying mengambil beberapa gingseng kelopak darah, dan menyerahkan kembali kepada gadis naga tersebut.
"Bagian untuk Nona Ling Fei." kata remaja itu, menyerahkan beberapa herbal tersebut.
Ling Fei terkejut, namun juga senang karena mendapat kan bagian dari kerjasama keduanya.
"Terima kasih tuan Fengying."
"Sama sama," sahut Yuang Fengying sebelum melesat meninggalkan tempat tersebut, karena kini sudah saatnya harus berpisah dengan orang orang ras manusia naga.
Yuang Fengying terus melesat meninggalkan tempat tersebut, masih banyak tempat yang ingin di jelajahi di alam tersebut, sebelum waktu di tempat itu habis dan mengirim nya Kembali.
Yuang Fengying jadi tahu, ternyata sebagian tanah warisan memiliki beberapa pintu yang bisa di masuki dari berbagai tempat.
Jika selama ini dia hanya memiliki pemikiran bahwa tanah warisan hanya milik kelompok tertentu, ternyata itu salah, tanah warisan bisa terhubung dengan siapapun dan di manapun, tak terbatas hanya kelompok tertentu selagi mereka bisa memiliki pintu masuknya.
____________
Jangan lupa dukungannya...