Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
231. Bertarung dengan Monster Alam Peta Dimensi


Sosok dengan bentuk yang tak biasa terlihat bergerak dalam jumlah besar ke lokasi pertarungan Yuang Fengying.


Mereka adalah para monster atau binatang iblis yang telah di taklukkan oleh pria berbaju katun lalu di jadikan piaraan pria tersebut di alam Peta Dimensi.


Beberapa monster itu di pimpin oleh tiga monster superior yakni sosok dengan wujud tubuh bagian atas mirip manusia berwajah mengerikan dan bagian pinggang ke bawah seperti gurita, sosok itu bernama Zuo.


Sementara dua sosok lainnya diberi nama Zing dan Zang, itu adalah sosok bagian atas mirip manusia namun dengan taring yang panjang hingga leher, dan bagian bawah seperti harimau dengan corakan yang abstrak, mereka adalah kembar.


Tiga sosok tersebut memimpin ribuan mahluk dengan perwujudan mengerikan dan kini mulai bergerak ke arah dimana Yuang Fengying bertarung.


**


Sementara Yuang Fengying yang masih menghadapi tiga orang berjubah hitam mulai terlihat menguasai keadaan.


Semua itu di awali saat Kristal Pagoda Dewa mulai bergetar hebat seperti memberikan tanda dan menunjukkan daya magis nya, di mana saat ini benda itu mulai mampu menyerap kekuatan spiritual yang ada di alam itu.


Alam Peta Dimensi yang menyerap kekuatan Yuang Fengying, balik di serap oleh kristal tersebut sebelum di salurkan kembali ke tubuh remaja tersebut, sehingga kekuatan tersebut seperti berputar saja, dan itu sama dengan memulhkan kekuatan Yuang Fengying bahkan ke tingkat puncak nya.


Tiga pria berjubah hitam yang mulai merasakan jika kekuatan lawan makin meningkat kini sedikit gemetaran.


Jaminan pria tua berbaju katun untuk mengontrol dan mengendalikan alam itu seperti hanya bualan saja, namun ketiga pria itu tentu saja tak berani mempertanyakan hal itu.


SLAAASSH..


Tebasan pedang Pelangi kembali melintas membelah serangan piringan lempeng Cakra yang di lepaskan oleh pria berjubah nomer satu.


Piringan yang tercipta dari energi itu terbelah menjadi dua bagian dan pecahan itu terus melaju menghantam apapun di jalurnya.


Energi itu menghancurkan alam sekitar yang ada di sana, membuat wilayah tersebut kini sungguh hancur hancuran.


"Giliran ku..!," Yuang Fengying menyeringai menatap tiga orang berjubah hitam dengan tatapan mencibir.


SLAAASSH..


Kembali pedang pelangi melintas menciptakan lesatan cahaya putih, serangan itu semakin terasa sangat cepat bagi tiga orang tersebut, membuat ketiga orang itu dengan tergagap mencoba menangkisnya.


Traaak...!


Traaak...!!


Dengan senjata ciptaan dari unsur elemen masing masing, tiga orang itu mencoba melindungi tubuh nya.


"Sial.. kekuatan nya makin mengerikan."


Tiga orang itu terlempar karena mencoba menahan serangan tersebut, membuat ketiganya bergulingan hingga menghancurkan pepohonan di sana.


Orang orang itu kini sudah benar benar ketakutan, sekujur tubuh nya sudah banyak terdapat luka luka yang mengerikan sebab terserang dan tertekan semenjak tadi.


Jangankan memberikan balasan, untuk sekedar menangkis serangan itu saja mereka harus berjuang mati matian.


"Ha..ha... Dasar para sampah..!," Yuang Fengying tertawa seram, mengejek ketiga orang tersebut.


"B.. bagaimana mungkin.. k..kau masih bisa bertahan?." pria berjubah hitam dengan simbol nomer satu membelalakkan matanya tak percaya.


Kekuatan remaja yang menjadi lawanya benar benar tak berkurang malah kian mengerikan.


Seperti yang sudah di ketahui bersama, senjata artefak Peta Dimensi adalah salah satu pusaka yang menjadi kartu andalan tuan nya, selama ini tak pernah ada yang bisa selamat dari alam penjebakan tersebut, biasanya setelah mangsa di taklukkan akan di bunuh atau menjadi budak pemilik artefak tersebut.


"Kalian pasti kaget, mengapa kekuatan ku pulih kembali setelah terjebak di alam ini, bukan?." Yuang Fengying melipat tangannya di dada dengan penuh percaya diri, "Itu karena aku kesayangan surga..!."


Saat itulah tiba tiba bumi alam itu mulai terasa bergetar, getaran itu bahkan mampu membuat bukit bukit yang selama pertarungan terpotong, kini kembali longsor menjatuhkan material tanah nya.


Rupanya getaran itu di sebabkan oleh langkah kaki ratusan monster yang mendekat ke arah itu.


Tiga pria dengan jubah hitam yang semula sudah pucat pasi, kini terlihat tersenyum miring mencemooh Yuang Fengying.


"Ha..ha.. Kesayangan Surga..?, tak salah?," salah satu pria berjubah hitam itu sudah kembali berani membalas cemoohan Yuang Fengying, "Bukan kesayangan surga tapi kesayangan neraka, karena sebentar lagi kau akan segera mati."


Saat itulah beberapa sosok monster mulai terlihat bergerak sangat cepat menuju tempat itu.


Mereka di pimpin oleh tiga sosok tinggi besar yang terlihat sangat superior.


Melihat kedatangan lawan dengan jumlah tak terhitung membuat Yuang Fengying kembali muram.


"Sialan..!, aku musnahkan dulu kalian..!." dengan sangat cepat remaja tersebut melesat ke arah tiga pria berjubah hitam, Pedang Pelangi kembali muncul dalam genggaman nya diiringi luapan kekuatan yang menyebar ke segala arah.


"Tarian Naga Foniks - Langkah pertama...!."


Begitu pedang Pelangi di tebas kan, gelombang kekuatan langsung meledak dalam bentuk lesatan cahaya dari bilah senjata itu.


Lesatan cahaya itu terus memotong apapun di jalurnya termasuk badan ketiga pria berjubah hitam.


"Arghh..!"


"Auughh.!"


Tubuh ketiga pria itu langsung terbelah dan hancur seketika meski sudah di halangi oleh pertahanan yang mereka ciptakan.


Bahkan lesatan itu terus melaju menebas ratusan monster yang masih bergerak menuju ke sana.


Serangan yang mengerikan itu berhasil memakan korban begitu banyak, hingga ratusan jiwa hanya dalam satu kali tebasan.


Namun nampaknya kekuatan Yuang Fengying belum mampu mengimbangi kehebatan jurus tersebut, itu terbukti saat ini nafas remaja itu terlihat tersengal sengal di sertai dengan penurunan energi sejati nya.


"Ugh.., jurus ini jika di kerahkan secara maksimal memang mengerikan tapi juga sangat menguras energi," dengan tersengal remaja itu sedikit mengeluh.


Ratusan monster yang terkena Lesatan energi tersebut langsung terpotong dan mati, itu membuat sosok sosok monster lainnya meraung murka.


"Ggrrthh..aku cincang kau ..!."


"Arghh akan ku jadikan makan malam ku...kau .."


Monster monster itu makin cepat bergerak dan mengurung tempat itu, ibarat Yuang Fengying sebutir gula sekeliling nya sudah di kepung ratusan semut yang siap memakannya.


Remaja itu makin muram wajahnya, ribuan monster yang mengepungnya sungguh sangat banyak, hingga sejauh mata memandang hanya ada monster yang memenuhi seluruh daratan itu.


Pria tua yang ada di dunia luar kini kembali tersenyum melihat keadaan di alam Peta Dimensi, "Kau harus membayar dengan nyawa mu, berandalan.."


Di kedalaman Jiwa Yuang Fengying Pagoda Dewa kembali bergetar, menampakkan sinar yang tak biasa nya.


Dari dalam bangunan tersebut keluar bayangan samar yang terlihat transparan, bayangan itu terbentuk dari asap yang menguar dari Pagoda Dewa.


__________


Jangan lupa dukungannya..