Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
36. Menyerap unsur elemen logam


Begitu Yuang Fengying memasuki salah satu mulut lorong yang ada di dalam gua, aura penolakan terhadap kehadiran nya langsung terasa menerpa nya.


Kekuatan yang sangat kuat seperti ingin mendorongnya keluar dari tempat tersebut, semakin masuk ke dalam Kekuatan itu makin pekat dan kian hebat.


"Apa ini?, apa yang membuat lorong ini berwarna keperakan dan penuh kekuatan penolakan? pasti ada unsur logam yang kuat disini."


"Setidaknya ada inti kekuatan unsur elemen logam di sini."


Pandangan Yuang Fengying memutari tempat tersebut, semua dinding terlihat berwarna keperakan, aura keperakan membuat tempat tersebut seperti di lapisi cangkang logam yang sangat kuat.


Saat ini kekuatan tekanan yang meluap-luap masih terus menekan badan Yuang Fengying, kekuatan itu serasa mengiris iris kulit nya, namun anak itu tetap menguatkan tekadnya untuk makin maju dan mencari tahu keanehan ruang tersebut sambil mengaktifkan unsur elemen logam yang di miliki nya.


Begitu makin masuk ke dalam, dapat di lihat nya di ujung tempat tersebut terdapat sebuah kolam dengan air berwarna keperakan.


Air itu memancarkan cahaya keperakan menerpa ke seluruh ruang tersebut.


Pancaran cahaya nya saja bisa membuat seluruh ruang tersebut menguat unsur elemen logam nya, bahkan merembes hingga ke luar.


Wajah Yuang Fengying langsung berbinar, "Aah kolam inti perak?." serunya dengan riang.


Bagi pemilik unsur elemen logam, berendam di kolam inti perak akan sangat bermanfaat bagi tubuhnya.


Berendam di kolam dengan elemen logam seperti itu akan menguatkan kepemilikan unsur elemen logam yang tentu saja akan meningkat kan Kuasa atas unsur tersebut.


"Aku sungguh beruntung, surga benar benar baik kepada ku." anak itu tanpa ragu menceburkan diri ke dalam kolam dengan warna keperakan tersebut.


BYUUURRR..


**


Pertarungan di luar gua makin dahsyat, kedua belah pihak saling menggempur lawannya dan tak ada yang mau mengalah.


Meski di keroyok namun Piton sisik perak tak terlihat kewalahan.


Kulitnya yang keras, menyulitkan anak anak itu menyerangnya, apalagi kebanyakan tingkatan kultivasi nya hanya di ranah Dasar, dan yang terbaik dari kelompok itu adalah Zhao Hong, kultivasi nya di ranah Menengah awal.


Sraaak... BOOM..!


Kembali ekor dari ular piton sisik perak melambai lalu menghantam kearah gerombolan lawannya.


"Aaaarrhhh..!."


Jeritan terdengar dari beberapa anak pengikut Zhao Hong, mereka terkena hantaman ekor ular yang ujungnya berbentuk seperti bola duri tersebut.


Beberapa anak itu badannya langsung hancur terkena serangan ekor ular yang terkadang datangnya tak di duga tersebut.


"Piton Keparaat..!, kau melukai pengikut ku..!," Zhao Hong meraung dengan marah, lonceng di tangannya makin bergetar dengan keras, dari getaran tersebut terlihat sebuah gelombang tipis di sertai hawa panas yang makin meningkat.


Sementara si gemuk sudah memutar tangannya, dari balik badannya batu sebesar gajah sudah melayang terangkat atas kuasa anak tersebut.


Sementara anak tinggi kurus sudah menciptakan pisau pisau angin yang kini siap di luncurkan.


"Mati...!."


Hampir berbarengan anak anak itu melepaskan serangan nya, menyasar badan piton sisik perak.


Zhao Hong melambaikan tangannya, gelombang panas bersatu dengan getaran lonceng itu mengurung ular piton sisik perak.


WEEEENG...


Di sisi lain si gemuk menghantam kan batu sebesar gajah itu.


Bruaaakk....!


Crak...! craak...! craakk...!


Pisau pisau angin juga menghujani kepala dari ular piton sisik perak tersebut.


Namun semua serangan itu nampaknya masih tak dirasa ular tersebut.


Seperti ayam kehujanan yang mengibaskan bulu nya, ular tersebut juga menggetarkan seluruh badannya membuat semua serangan itu terlempar dan rontok dari badannya.


"Benar Kak, banyak anggota kita yang sudah terluka.." sahut si gemuk.


Zhao Hong mengangguk, sebenarnya dia juga sudah memikirkan hal itu.


"Baiklah..!, kalau begitu kita serang untuk yang terakhir bersama sama, lalu kita tinggalkan tempat ini begitu kita bisa bebas dari ancaman nya."


**


Di dalam gua.


Yuang Fengying yang sedang berendam di kolam inti perak saat ini tengah menyerap unsur elemen logam tersebut.


Jika Yuang Fengying bukan pemilik unsur elemen logam, mungkin saat ini tubuh nya sudah hancur, selain itu Yuang Fengying juga sudah belajar penguatan raga dengan seni Seribu Jiwa Seribu Raga, jadi dia bisa melakukan penyerapan unsur tersebut.


Meski demikian dalam proses itu tak semudah dan segampang yang orang bayangkan.


Saat ini badan anak itu seperti di tusuk tusuk ribuan jarum yang masuk melalui pori pori tubuh nya, rasanya badannya seperti di cincang oleh ribuan benda tajam.


Tulangnya seperti di remas, dilumat dan dihancurkan.


"Aaaarrhhh.."


Jeritan keras Yuang Fengying menggema mengisi sudut ruang di dalam lorong gua tersebut.


Saking hebatnya rasa sakit itu hingga membuat Yuang Fengying hampir kehilangan kesadaran nya.


Tiba tiba...


Seberkas sinar di alam jiwanya berpendar, sinar di alam jiwa yang masih sebesar pasir itu terlihat menyinari, memindai dan menelusuri seluruh tubuh nya.


Meski hanya setitik pusat cahaya, namun dari sanalah semua kekuatan yang di rasa oleh Yuang Fengying berasal.


Yuang Fengying kini lebih merasa tenang, rasa sakit seperti mulai berangsur menghilang.


Anak itu masih berendam di kolam inti perak, tanpa di sadari air kolam tersebut sudah tak seputih dan se-keruh sebelum nya, semua unsur elemen logam itu sudah di serap dan masuk ke dalam badan Yuang Fengying.


"Ah, rasa ini..."


Yuang Fengying merasa seluruh tubuh nya lebih berisi dan memadat, jika di lihat di kedalaman jiwanya, disana ada sebuah ruang yang berwarna keperakan dan terlihat lebih luas dari ruang yang lainnya.


"Hah... Penguatan Raga ku sudah berada di manusia Baja?." Yuang Fengying terpana dengan hasil yang di dapatkan nya, meski kultivasi nya masih tetap saja di ranah Dasar tiga.


Semua ini seperti menentang surga, biasanya penguatan raga akan seiring sejalan dengan kultivasi, kecuali bagi orang-orang tertentu yang memang berfokus pada Seni Penguatan Raga.


Yuang Fengying makin lebar tersenyum, entah sudah berapa lama dirinya berendam di kolam inti perak tersebut.


**


Di luar gua pertarungan sudah terhenti.


Anak anak yang mengeroyok ular piton sisik perak sudah berhamburan melarikan diri.


Setelah di timbang dan di pikir akan sangat susah untuk menaklukan binatang super tersebut, maka kelompok tersebut memutuskan menghindari dan lebih memilih untuk melarikan diri.


Dari lima belas anak hampir separuh lebih yang mengalami cidera cukup parah, akibat pertarungan itu.


Annchi yang melihat semua itu hanya bisa tercekat, apalagi saat sosok ular piton sisik perak kembali lagi menuju ke arah gua dan masuk kedalam nya, Annchi makin khawatir.


Namun tak ada yang bisa di lakukan oleh gadis muda itu, segerombolan anak dengan tingkatan lebih baik saja tak mampu mengalahkan binatang super tersebut apalagi dirinya yang hanya seorang diri.


"Ya, Tuhan apa yang harus kulakukan?." Gadis itu meninggal kan tempat tersebut dengan wajah muram.


"Maaf saudara Fengying, semoga kau memperoleh keberuntungan mu." gumamnya pelan sambil meloncat meninggalkan tempat tersebut.


____________


Jangan lupa dukungannya.....