
Mery masuk ke dalam kelas barunya ,
dilihatnya setiap orang yang berada di
dalam kelas tidak ada yang dia kenal ,
dia mencari bangku kosong untuk
tempatnya duduk , sampai ada seorang
siswi memanggilnya untuk mengajak
duduk di sebelahnya .
" Hai , sini ..! ." siswi itu memanggil
dengan menunjuk bangku di sebelahnya.
Mery pun memenuhi panggilan siswi
tadi , dan duduk tepat dibangku yang
ditujukan untuknya.
" Duduk di sini saja jangan pindah ,
aku tidak mau duduk berdampingan
dengan murid laki-laki , kau mau ya ?."
suara lirih gadis yang memanggil tadi
sambil berbisik .
Mery mengangguk , dia tidak mengerti
kenapa gadis itu membicarakan tentang
duduk berdampingan dengan laki - laki.
"kita sama- sama murid baru , kenalkan
namaku Patricia , panggil saja aku Cici ."
sambil mengulurkan tangannya.
" Mery ." membalas dengan jabatan tangan Cici .
" Disini duduknya nanti berpasangan ,
nanti kau akan tahu dan aku risih jika
duduk bersebelahan dengan lawan jenis
tidak bisa fokus belajar ." menjelaskan
dengan sesekali tertawa .
Mereka berdua bercanda seperti sudah
lama saling mengenal , karena Cici yang
gampang akrab , sampai suara bel
Sekolah berbunyi tanda jika sudah
waktunya kelas masuk .
Karena hari ini adalah hari pertama masuk
sekolah , para murid tidak menerima
pelajaran , hanya di isi dengan perkenalan
sesama murid dan guru .
Kali ini pembagian bangku , dan benar
dengan apa yang di katakan oleh Cici ,
jika satu bangku di tempati pasangan
untung saja Mery sudah duduk
bersebelahan dengan Cici , tidak perlu
berbagi duduk dengan lawan jenis.
**
Pukul 09 . 30 bel Sekolah kembali
berbunyi , menandakan jika saat ini
memasuki waktu istirahat .
" Oh pantesan .." Mery melihat jam yang
melingkar di pergelangan tangannya.
" Kenapa Mer..?." Cici memutar bola
matanya sekilas , kemudian melanjutkan
menulis .
" Tidak apa-apa Ci , pantesan bel sudah
berbunyi , ternyata sekarang sudah pukul
sembilan lebih ." Mery memasukkan
buku ke dalam tas .
"Kamu mau ke Kantin Mer ?," menaruh
tangannya di dagu dengan satu sikunya
di atas meja , Mery mengangguk.
Satu persatu murid keluar kelas , Mery
berjalan keluar dan Cici paling belakang ,
mereka berdua berjalan bersama mencari
di mana letak Kantin sekolah , karena
belum mengenal seluk beluk tempat
di dalam Sekolah .
πππππ
Di Kantin.....
Mery dan Cici memasuki sebuah tempat
yang terlihat begitu ramai di penuhi
para penghuni sekolah yang datang
untuk memenuhi kebutuhan perutnya.
Mery menengok kesana kemari , melihat
sekeliling ruangan mencari tempat
untuk bisa duduk .
" Kita duduk di sana saja ." Cici menunjuk
satu meja paling ujung yang berisikan
enam kursi yang masih kosong .
" Tapi di sana panas ." melihat dari
kejauhan.
" Justru itu yang membuat tidak ada
orang yang mau menempati , ayo
perutku sudah sangat lapar !." Cici
menarik lengan Mery , mengajaknya
mendekati tempat memesan makanan .
Setelah selesai memesan , Mery dan Cici
menuju ke tempat yang mereka bicarakan
tadi , di tempat paling pojok dan dekat
dengan jendela yang terkena langsung
sinar matahari .
" Enak kan di sini ?, kita bisa lihat
langsung pemandangan luar ." sambil
tertawa cengengesan .
" Iya ,, tapi panas tau ." Mery sedikit
cemberut .
" Mending kita kepanasan , dari pada
kita makan sambil berdiri ." Cici meledek
Mery dengan menjulurkan lidahnya.
Mery yang awalnya kesal menjadi ikut
tertawa , karena ulah usil Cici .
Tak lama makanan mereka datang ,
dua mangkuk mie ayam dengan dua
es jeruk ditaruh di atas meja tepat
di depan mereka oleh bibi yang
menjaga Kantin .
" Terimakasih kakak cantik ." ucap Cici
sambil menggoda bibi yang menyajikan
makanan mereka .
" Cantik darimana , yang cantik itu
cah ayu bukan bibi , bibi mah sudah tua ." menaruh botol kecap di atas meja .
" Bibi bisa saja ." Cici tertawa ria membuat
bibi dan Mery ikut tertawa .
**
Segerombolan siswa masuk kedalam
Kantin , salah satunya Bimo , dia
langsung menghampiri tempat duduk
Mery dan duduk tepat di sampingnya.
" Ehemm.. makan tidak ngajak nih ?."
Mery tersedak , kaget ada orang di sebelahnya , tanpa aba-aba langsung
duduk dan bersuara menyapanya.
Bimo cepat mengambil gelas minuman
untuk Mery , " minum dulu ." memberikan
es jeruk kepada Mery dengan masih
Bimo yang memegangnya .
jeruk yang di berikan Bimo untuknya,
" terimakasih , kenapa kak Bimo
mengagetkanku ?." menatap Bimo
dengan wajah kesal .
" Iya maaf , kamu yang terlalu keasikan
makan , jadi aku pengen ngejahili kamu."
" Jadi kak Bimo sengaja ?." menginjak
kaki Bimo dengan keras .
" Eh , sakit Mery ." memasang wajah
mata melotot yang di buat seakan
marah sungguhan .
" Biarin ." Mery melanjutkan makannya .
Dari tadi Cici menikmati makanannya
sambil memperhatikan tingkah laku
dua orang di depannya , tanpa mau
ikut campur atau pun ikut bicara.
" Boleh kami duduk ?." dua orang murid
laki - laki berdiri disamping meja , Mery
dan Cici diam tanpa mengeluarkan suara
sepatah katapun .
Kedua laki - laki itu langsung duduk ,
" Mereka temanku ." Bimo menegaskan.
" Pantes ." satu kata keluar dari bibir Cici .
" Kenapa ?." teman Bimo yang lain ikut
angkat bicara .
" Tidak , cuma belum kenal saja sudah
berani duduk mepet disini ." Cici bicara
dengan tidak melihat siapa yang
diajaknya bicara .
" Kau ini untung saja cewek , coba saja
kalau cowok , pasti aku tabok ." merasa
tak terima teman Bimo mulai tersinggung.
" Sudah - sudah , ini tempat umum
kalau makan silahkan , tidak usah
berantem , ini tempat umum ." Mery
berkata dengan melihat Cici dan teman
Bimo .
" Kak Bimo , aku ke Toilet sebentar ya ."
Mery pamit setelah menghabiskan minumannya .
Bimo mengangguk dengan mengangkat
jempolnya , begitu pun dengan Cici yang
masih asik melanjutkan makanannya ,
Mery sendirian menuju Toilet , tanpa
dia tahu sejak dari tadi ada sepasang
mata yang memperhatikan setiap
gerak gerik nya , seakan ingin menerkam
mentah-mentah Mery .
Seorang gadis mengikuti Mery dari
kejauhan , menunggu Mery keluar dari
Toilet , dia mau memberi pelajaran karena merasa marah jika ada orang yang berani dekat dengan Bimo .
Dia adalah Clara , gadis yang sudah lama
mendekati Bimo , tapi Bimo tidak
memberi tanggapan apapun padanya,
tiada angin maupun hujan , tiba -tiba
Bimo datang ke Sekolah bersama dengan
seorang gadis berboncengan dengan
keadaan berpelukan pula .
Mery yang selesai keluar dari Toilet
langsung di pojokan oleh Clara ,
" Heh kau gadis jala*g , sudah berani
kau menggoda lelakiku , jauhi dia
atau kau akan mendapatkan pelajaran
yang lebih sadis dari ini ." ancaman
Clara dengan satu tangannya mencekik
Mery dan tangan yang lain menggenggam
tangan Mery .
" Aku tak me ,, mengerti apa yang kamu
bicarakan ." Mery terbata karena menahan sakit dilehernya ,
" Kau tahu Bimo kan ?, jauhi dia !."
melepaskan tangannya yang tadi
digunakan untuk mencekik Mery .
Mery tidak menjawab , hanya mengusap
lehernya yang sakit akibat ulah Clara .
" Hey kau dengar aku tidak ?." Clara
mendorong Mery ke tembok sampai
terbentur .
Mery mulai marah , membalas
mendorong Clara ," hey ,, aku dan kamu
tidak saling kenal , jika kamu marah
Karena aku dekat dengan kak Bimo ,
memang kamu siapa nya kak Bimo ?."
Clara diam .
" Kenapa tidak jawab , kamu mau aku
cekik juga baru mau jawab , ha ?."
bentak Mery .
Mery dan Clara saling menatap dalam
diam , " kalau kamu suka sama kak Bimo
bilang sama orangnya langsung , jangan
maen belakang kayak gini , mau
mengajak saingan ? , ayok ."
" Asal kamu tahu saja , aku sama kak
Bimo itu sudah sering kemana mana
bareng , kalau kamu pernah ngapain
saja sama dia ." mendorong Clara
dengan keras dan pergi meninggalkan Toilet .
Dengan perasaan marah Mery kembali
ke Kantin , mendekati meja yang dia
duduki tadi , " Ci.. aku mau kembali
ke Kelas ." menatap Cici , kemudian Mery
meminum es teh milik Bimo tanpa permisi .
Bimo dan kedua temannya menatap
tingkah aneh dari Mery , yang berubah
drastis setelah kembali dari Toilet.
" Kak nanti aku pulang sendiri , urus
pacar kak Bimo dulu , aku takut bisa jadi
dia menerkamku jika tahu kalau aku
pulang bareng kakak ." berbicara dengan
ketus dan berlalu meninggalkan Kantin.
Cici mengikuti Mery , Bimo memandang
kedua temannya dengan wajah yang
kebingungan , " pacar , kapan aku
punya pacar ?." kedua temannya juga
tidak mengerti , hanya menggeleng
dan mengangkat bahunya berbarengan.
πππππππππππ
_
_
Maaf ya author cuma mau menceritakan
tentang Mery dan Bimo , cuma beberapa
episode saja , biar tidak bosen dengan
cerita Joy dan David ..
Langsung saja ,,, NEXT πππ