Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Mery dan Bimo 2...


Mery masuk ke dalam kelas barunya ,


dilihatnya setiap orang yang berada di


dalam kelas tidak ada yang dia kenal ,


dia mencari bangku kosong untuk


tempatnya duduk , sampai ada seorang


siswi memanggilnya untuk mengajak


duduk di sebelahnya .


" Hai , sini ..! ." siswi itu memanggil


dengan menunjuk bangku di sebelahnya.


Mery pun memenuhi panggilan siswi


tadi , dan duduk tepat dibangku yang


ditujukan untuknya.


" Duduk di sini saja jangan pindah ,


aku tidak mau duduk berdampingan


dengan murid laki-laki , kau mau ya ?."


suara lirih gadis yang memanggil tadi


sambil berbisik .


Mery mengangguk , dia tidak mengerti


kenapa gadis itu membicarakan tentang


duduk berdampingan dengan laki - laki.


"kita sama- sama murid baru , kenalkan


namaku Patricia , panggil saja aku Cici ."


sambil mengulurkan tangannya.


" Mery ." membalas dengan jabatan tangan Cici .


" Disini duduknya nanti berpasangan ,


nanti kau akan tahu dan aku risih jika


duduk bersebelahan dengan lawan jenis


tidak bisa fokus belajar ." menjelaskan


dengan sesekali tertawa .


Mereka berdua bercanda seperti sudah


lama saling mengenal , karena Cici yang


gampang akrab , sampai suara bel


Sekolah berbunyi tanda jika sudah


waktunya kelas masuk .


Karena hari ini adalah hari pertama masuk


sekolah , para murid tidak menerima


pelajaran , hanya di isi dengan perkenalan


sesama murid dan guru .


Kali ini pembagian bangku , dan benar


dengan apa yang di katakan oleh Cici ,


jika satu bangku di tempati pasangan


untung saja Mery sudah duduk


bersebelahan dengan Cici , tidak perlu


berbagi duduk dengan lawan jenis.


**


Pukul 09 . 30 bel Sekolah kembali


berbunyi , menandakan jika saat ini


memasuki waktu istirahat .


" Oh pantesan .." Mery melihat jam yang


melingkar di pergelangan tangannya.


" Kenapa Mer..?." Cici memutar bola


matanya sekilas , kemudian melanjutkan


menulis .


" Tidak apa-apa Ci , pantesan bel sudah


berbunyi , ternyata sekarang sudah pukul


sembilan lebih ." Mery memasukkan


buku ke dalam tas .


"Kamu mau ke Kantin Mer ?," menaruh


tangannya di dagu dengan satu sikunya


di atas meja , Mery mengangguk.


Satu persatu murid keluar kelas , Mery


berjalan keluar dan Cici paling belakang ,


mereka berdua berjalan bersama mencari


di mana letak Kantin sekolah , karena


belum mengenal seluk beluk tempat


di dalam Sekolah .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di Kantin.....


Mery dan Cici memasuki sebuah tempat


yang terlihat begitu ramai di penuhi


para penghuni sekolah yang datang


untuk memenuhi kebutuhan perutnya.


Mery menengok kesana kemari , melihat


sekeliling ruangan mencari tempat


untuk bisa duduk .


" Kita duduk di sana saja ." Cici menunjuk


satu meja paling ujung yang berisikan


enam kursi yang masih kosong .


" Tapi di sana panas ." melihat dari


kejauhan.


" Justru itu yang membuat tidak ada


orang yang mau menempati , ayo


perutku sudah sangat lapar !." Cici


menarik lengan Mery , mengajaknya


mendekati tempat memesan makanan .


Setelah selesai memesan , Mery dan Cici


menuju ke tempat yang mereka bicarakan


tadi , di tempat paling pojok dan dekat


dengan jendela yang terkena langsung


sinar matahari .


" Enak kan di sini ?, kita bisa lihat


langsung pemandangan luar ." sambil


tertawa cengengesan .


" Iya ,, tapi panas tau ." Mery sedikit


cemberut .


" Mending kita kepanasan , dari pada


kita makan sambil berdiri ." Cici meledek


Mery dengan menjulurkan lidahnya.


Mery yang awalnya kesal menjadi ikut


tertawa , karena ulah usil Cici .


Tak lama makanan mereka datang ,


dua mangkuk mie ayam dengan dua


es jeruk ditaruh di atas meja tepat


di depan mereka oleh bibi yang


menjaga Kantin .


" Terimakasih kakak cantik ." ucap Cici


sambil menggoda bibi yang menyajikan


makanan mereka .


" Cantik darimana , yang cantik itu


cah ayu bukan bibi , bibi mah sudah tua ." menaruh botol kecap di atas meja .


" Bibi bisa saja ." Cici tertawa ria membuat


bibi dan Mery ikut tertawa .


**


Segerombolan siswa masuk kedalam


Kantin , salah satunya Bimo , dia


langsung menghampiri tempat duduk


Mery dan duduk tepat di sampingnya.


" Ehemm.. makan tidak ngajak nih ?."


Mery tersedak , kaget ada orang di sebelahnya , tanpa aba-aba langsung


duduk dan bersuara menyapanya.


Bimo cepat mengambil gelas minuman


untuk Mery , " minum dulu ." memberikan


es jeruk kepada Mery dengan masih


Bimo yang memegangnya .


jeruk yang di berikan Bimo untuknya,


" terimakasih , kenapa kak Bimo


mengagetkanku ?." menatap Bimo


dengan wajah kesal .


" Iya maaf , kamu yang terlalu keasikan


makan , jadi aku pengen ngejahili kamu."


" Jadi kak Bimo sengaja ?." menginjak


kaki Bimo dengan keras .


" Eh , sakit Mery ." memasang wajah


mata melotot yang di buat seakan


marah sungguhan .


" Biarin ." Mery melanjutkan makannya .


Dari tadi Cici menikmati makanannya


sambil memperhatikan tingkah laku


dua orang di depannya , tanpa mau


ikut campur atau pun ikut bicara.


" Boleh kami duduk ?." dua orang murid


laki - laki berdiri disamping meja , Mery


dan Cici diam tanpa mengeluarkan suara


sepatah katapun .


Kedua laki - laki itu langsung duduk ,


" Mereka temanku ." Bimo menegaskan.


" Pantes ." satu kata keluar dari bibir Cici .


" Kenapa ?." teman Bimo yang lain ikut


angkat bicara .


" Tidak , cuma belum kenal saja sudah


berani duduk mepet disini ." Cici bicara


dengan tidak melihat siapa yang


diajaknya bicara .


" Kau ini untung saja cewek , coba saja


kalau cowok , pasti aku tabok ." merasa


tak terima teman Bimo mulai tersinggung.


" Sudah - sudah , ini tempat umum


kalau makan silahkan , tidak usah


berantem , ini tempat umum ." Mery


berkata dengan melihat Cici dan teman


Bimo .


" Kak Bimo , aku ke Toilet sebentar ya ."


Mery pamit setelah menghabiskan minumannya .


Bimo mengangguk dengan mengangkat


jempolnya , begitu pun dengan Cici yang


masih asik melanjutkan makanannya ,


Mery sendirian menuju Toilet , tanpa


dia tahu sejak dari tadi ada sepasang


mata yang memperhatikan setiap


gerak gerik nya , seakan ingin menerkam


mentah-mentah Mery .


Seorang gadis mengikuti Mery dari


kejauhan , menunggu Mery keluar dari


Toilet , dia mau memberi pelajaran karena merasa marah jika ada orang yang berani dekat dengan Bimo .


Dia adalah Clara , gadis yang sudah lama


mendekati Bimo , tapi Bimo tidak


memberi tanggapan apapun padanya,


tiada angin maupun hujan , tiba -tiba


Bimo datang ke Sekolah bersama dengan


seorang gadis berboncengan dengan


keadaan berpelukan pula .


Mery yang selesai keluar dari Toilet


langsung di pojokan oleh Clara ,


" Heh kau gadis jala*g , sudah berani


kau menggoda lelakiku , jauhi dia


atau kau akan mendapatkan pelajaran


yang lebih sadis dari ini ." ancaman


Clara dengan satu tangannya mencekik


Mery dan tangan yang lain menggenggam


tangan Mery .


" Aku tak me ,, mengerti apa yang kamu


bicarakan ." Mery terbata karena menahan sakit dilehernya ,


" Kau tahu Bimo kan ?, jauhi dia !."


melepaskan tangannya yang tadi


digunakan untuk mencekik Mery .


Mery tidak menjawab , hanya mengusap


lehernya yang sakit akibat ulah Clara .


" Hey kau dengar aku tidak ?." Clara


mendorong Mery ke tembok sampai


terbentur .


Mery mulai marah , membalas


mendorong Clara ," hey ,, aku dan kamu


tidak saling kenal , jika kamu marah


Karena aku dekat dengan kak Bimo ,


memang kamu siapa nya kak Bimo ?."


Clara diam .


" Kenapa tidak jawab , kamu mau aku


cekik juga baru mau jawab , ha ?."


bentak Mery .


Mery dan Clara saling menatap dalam


diam , " kalau kamu suka sama kak Bimo


bilang sama orangnya langsung , jangan


maen belakang kayak gini , mau


mengajak saingan ? , ayok ."


" Asal kamu tahu saja , aku sama kak


Bimo itu sudah sering kemana mana


bareng , kalau kamu pernah ngapain


saja sama dia ." mendorong Clara


dengan keras dan pergi meninggalkan Toilet .


Dengan perasaan marah Mery kembali


ke Kantin , mendekati meja yang dia


duduki tadi , " Ci.. aku mau kembali


ke Kelas ." menatap Cici , kemudian Mery


meminum es teh milik Bimo tanpa permisi .


Bimo dan kedua temannya menatap


tingkah aneh dari Mery , yang berubah


drastis setelah kembali dari Toilet.


" Kak nanti aku pulang sendiri , urus


pacar kak Bimo dulu , aku takut bisa jadi


dia menerkamku jika tahu kalau aku


pulang bareng kakak ." berbicara dengan


ketus dan berlalu meninggalkan Kantin.


Cici mengikuti Mery , Bimo memandang


kedua temannya dengan wajah yang


kebingungan , " pacar , kapan aku


punya pacar ?." kedua temannya juga


tidak mengerti , hanya menggeleng


dan mengangkat bahunya berbarengan.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


_


_


Maaf ya author cuma mau menceritakan


tentang Mery dan Bimo , cuma beberapa


episode saja , biar tidak bosen dengan


cerita Joy dan David ..


Langsung saja ,,, NEXT πŸ€πŸ€πŸ€