
Joy kini berada didepan meja rias ,
memoles wajahnya agar terlihat cantik
saat makan malam . David berdiri
di belakang istrinya sedang memakai
pakaiannya , setelah menyelesaikan
urusan yang sempat tidak terlaksana
seminggu terakhir.
" David siapkan dirimu untuk memberi
keputusan pada kekasih cinta
pertamamu ." ucap Joy saat memakai
lipstik di bibirnya.
David berjalan mendekati istrinya,
" Sayang , aku tidak akan memilihnya,
anak itu bukan anakku." mendekatkan
wajahnya di samping bibir istrinya.
" Tapi dia sudah mengklaim dirinya
sebagai kekasihmu , dia berharap penuh
padamu kan cinta pertamamu."
mendorong wajah David agar menjauh darinya.
Joy yang sudah selesai bersiap , berdiri
dan berjalan menuju pintu , dia
menghentikan langkahnya .
"Kau cepat bersiaplah aku menunggumu
di meja makan , ada kejutan menantimu."
membuka pintu.
" Kejutan?." Joy tak menjawab , berlalu
meninggalkan David yang dipenuhi
rasa penasaran atas kata terakhir yang
di ucapkan istrinya.
***
Di meja makan...
Disana sudah duduk Roy ,Oma, Sofia
beserta anaknya . Sedang menunggu
kedatangan si empu rumah yang tak
kunjung keluar .
" David kemana , Oma ?." tanya Roy yang
sudah mulai lapar .
"Dia di kamar sebentar lagi pasti dia
akan keluar ." jawab Oma asal.
Tak berapa lama Joy datang dan berjalan
mendekati meja makan ," Selamat malam , maaf sudah menunggu terlalu lama." ikut serta duduk bersama mereka.
" Dimana David , Joy ?." Oma mulai angkat
bicara .
" Dia bersiap Oma , tadi David ketiduran."
Roy tak terima dengan jawaban dari Joy ,
" Yang benar saja kau Joy ? ketiduran ,
sudah mengundang orang malah
di tinggal tidur ." dengan nada kesal ,
Joy diam tidak menjawab semua
perkataan Roy , dia hanya bisa melempar
tatapan horor pada sepupunya itu.
Roy yang mendapat tatapan dari Joy pun
langsung terdiam tak berkutik , takut jika
membuat Joy tersinggung bisa berakibat
fatal , karena nanti bisa berpengaruh
pada David .
Disela menunggu David datang , Joy
resah , berulang kali dia melihat sebuah
jam yang menempel di dinding ,
menunggu.kedatangan Rendy yang tak kunjung datang.
Sofia duduk disebelah Roy , dia duduk berdampingan dengan anaknya , menanti
keputusan final dari David , yang
menentukan masa depan anaknya.
" Mama , kok lama sih aku sedang lapar ."
ucap anak Sofia yang mulai mengoceh
karena lapar.
" Joy apa David masih lama?." tanya Oma
setelah mendengar ucapan anak kecil itu.
Yang di tanya tidak menjawab , malah
mengalihkan pandangannya ke atas
kearah David yang sedang berjalan.
Joy memandang anak kecil di depannya,
dalam diam dia memikirkan bagaimana
nanti perasaan Sofia jika dia tahu kalau
lelaki yang tidur bersamanya bukan
David melainkan Rendi .
Tapi dalam hatinya Joy sempat muncul pikiran , apa mungkin Sofia sudah tahu
kebenarannya dan dia sengaja ingin menjebak David .
David yang sudah selesai , segera turun
ke lantai bawah menuju meja makan
dan duduk di kursi sebelah istrinya.
David menyempatkan mencium sebelah
pipi istrinya , sengaja menunjukkan
keromantisannya di depan Sofia .
Roy merasa mual melihat tingkah David
yang terkesan dibuat- buat .
" Kita mulai saja makan malamnya ,
si kecil pasti sudah lapar ." Oma berkata
dengan memandang anak kecil yang
duduk di sebelah Sofia.
Anak itu pun mengangguk ,
membenarkan apa yang di katakan
Oma .
Mereka memulai malam nya dengan
khidmat dan keheningan , hanya suara
dentingan sendok yang memenuhi
suasana makan malam mereka.
Sampai satu suara mengagetkan semua
yang ada di sana , yaitu suara salah satu
Art di rumah Oma ,
" Maaf saya mengganggu , di luar ada seorang tamu yang katanya telah
di undang oleh nyonya Joy ."
Semua yang ada dimeja makan
memandang Joy serentak, Joy segera
berdiri meninggalkan meja makan ,
melangkahkan kakinya keluar rumah
sedari tadi.
Melihat Rendi yang berdiri
membelakanginya Joy langsung
mendekati nya .
" Kak Rendi ayo masuk !, aku sudah
menunggumu." menggandeng Rendi
menuntunnya masuk ke dalam rumah.
" Maaf aku datang terlambat , aku tak
tahu jika suamimu orang yang terpandang."
Rendi melihat sekeliling Rumah Oma .
" Tidak usah bicara begitu." Joy masuk
ke dalam rumah , dia berhenti di dekat
meja makan dengan tangannya yang
masih menggandeng tangan Rendi .
" Perkenalan ini Kak Rendi , dia temanku
tapi sudah seperti seorang kakak
bagiku." ucap Joy , memperkenalkan
Rendi pada orang yang ada di sana ,
semua memandang Joy , merasa kaget
dengan tamu yang menjadi teman Joy.
" Rendi ." ucap David dan Sofia bersamaan,
kaget dengan kedatangan orang yang
mereka kenal.
," Apa kalian sudah saling mengenal?."
tanya Joy , memandang mereka bertiga
secara bergantian.
Akhirnya David yang angkat bicara ,
menceritakan jika Rendi adalah
temannya yang satu kampus saat
dia di Inggris dulu .
Roy yang tak tahu menahu hanya bisa
diam menikmati makanannya.
Tapi lain dengan Oma , dia tidak kaget
maupun terkejut , karena Joy sudah
memberitahukan pada Oma sebelum
acara makan malam mereka.
**
Flashback on
Saat Joy baru sampai rumah , dia segera
menemui Oma , Joy menunjukkan hasil
tes DNA yang dilakukannya antara anak
Sofia dan Rendi . Dan juga mengatakan
pada Oma tentang rencananya membuka
kebenaran anak Sofia.
Oma mendukung semua rencana Joy ,
" Aku akan selalu mendukungmu ,
aku yakin , aku tidak pernah keliru telah
memilihmu menjadi pendamping David."
menggenggam tangan Joy , memberi
semangat padanya.
Flashback off
**
Oma menyuruh Joy untuk mengajak
temannya duduk , menikmati makan
malam bersama satu meja dengan
mereka.
Joy sengaja mempersiapkan tempat
duduk untuk Rendi tepat di sebelah
anak Sofia .
" Sofia bagaimana kabarmu , lama kita
tidak bertemu , apa ini anakmu ?." Rendi
bertanya pada Sofia kemudian
mengalihkan pandangannya pada anak
kecil yang duduk di sebelahnya.
" Iya ." menjawab dengan singkat atas
pertanyaan Rendi.
" Siapa ayahnya?." tak menjawab , Sofia
malah memandang David , dengan
wajah muramnya .
Rendi memandang anak laki - laki
kecil yang ada di sebelahnya, dia sempat kagum kemudian tersibak hatinya ,saat menyadari jika anak itu mirip dengannya.
Rendi sempat memandang Joy , tapi
Joy malah tersenyum dan mengangguk
seakan berbicara jika dia adalah anakmu.
" Uncle aku mau sosis itu ." ucap anak
kecil , berbicara pada Rendi.
Sofia menoleh karena heran , tidak
biasanya Daffin akrab dengan orang
yang baru dia kenal.
" Daffin kau tidak boleh mengganggu
uncle , sama mama aja ya uncle sedang
makan." Sofia memarahi Daffin tapi
di cegah oleh Rendi.
" Biarkan saja Sofia , aku tidak merasa
di repotkan ." mereka yang ada di satu
meja hanya bisa melihat perdebatan
antara Sofia dan Rendi .
Sepertinya ada ikatan batin antara
Rendi dan Daffin , yang membuat anak
itu merasa nyaman bila berada didekat
Rendi .
_
_
Bagaimana , sudah baper atau
belom , kalau belom author gregetin
dulu sebentar lagi ,,
buat yang udah mampir like ,komen
dan vote author ucapin terimakasih.
Author seneeeeng pake banget dah
pokok nya.
Seperti biasa jangan lupa ninggalin
jejaknya yang banyak ya ๐๐ ,
biar Author tambah semangat ๐ช
Next โ๏ธ