Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Tomy


Sudah tiga hari David jauh dari keluarganya ,


menyelesaikan tugasnya di luar negeri


David memenuhi perintah Oma .


Meredakan kegaduhan yang sedang


melanda antar pemegang saham .


David meyakini jika masalah ini terjadi


oleh ulah tangan seorang musuh


bebuyutannya , dia merasa janggal


tentang setiap masalah yang telah di


hadapinya .


Masalah istrinya yang hampir saja


keguguran serta perkara penurunan


saham di perusahaan nya yang tiba-tiba


saja menurun drastis , yang datangnya


beriringan . Seperti ada orang yang


membuat skenario untuk menghancurkan kehidupan David .


Dalam tiga hari berlangsung , David tidak


sekalipun menghubungi istrinya , sengaja


agar tidak mendengar suara sang istri


David tidak ingin perasaan rindunya


mengganggu konsentrasi nya .


Ingin cepat bertemu dengan anak dan


istrinya David mempercepat pekerjaan nya


di kantor cabang .


Bukan tidak memperdulikan keadaan sang


istri , David selalu mencari informasi


tentang kabar keluarganya di Indonesia ,


dia juga masih memantau bagaimana


perkembangan kasus siapa dalang


di balik obat yang hampir merenggut


nyawa kedua orang yang sangat dicintainya .


Setiap menanyakan kabar , dia tidak pernah mendengar kabar buruk tentang anak dan istrinya , hal itu membuatnya tenang dalam bekerja .


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Pukul dua belas siang David merapikan


mejanya , dia hendak keluar kantor untuk


makan siang dengan rekan kerjanya .


Seorang pemimpin perusahaan lain yang


hendak memberikan investasi pada


perusahaan David , agar David bisa keluar


dari masalah .


Masuk kedalam ruangan seorang pria


tinggi muda melangkahkan kakinya


mendekati David . Dia adalah sekertaris


David yang memegang perusahaan saat


David tidak ada .


" Selamat siang pak David , mobil sudah


saya siapkan , sekertaris tuan Tomy


sudah menelfon , memberitahukan jika


mereka sudah menunggu kedatangan kita ."


David mengangguk , kemudian berdiri


" Ayo kita berangkat sekarang !."


sekertaris itu pun menunduk .


" Mari pak David ." mempersilahkan


atasan nya berjln duluan.


Menunggu atasannya berjalan duluan


sekertaris itu mengikutinya dari belakang .


Menuju mobil mereka beriringan ,


membukakan pintu untuk atasannya


sekertaris itu mendahului .


" Silahkan pak ."


Setelah masuk kedalam mobil , David


duduk di kursi belakang dengan sang


sekertaris menjadi supir . Menuju tempat


mereka membuat janji , mobil menerjang


jalanan dalam kebisuan .


Sampai di sebuah restoran bintang lima


sekertaris mengajak atasannya ke tempat


yang sudah dipesan .


Disebuah taman yang hanya ada satu meja


duduk seorang pria seumuran David


sedang membelakangi mereka . Tidak


begitu jelas bagaimana wajah pria itu


David penasaran .


Seperti nya tidak asing .


sekertaris menunggu dari jauh , karena


permintaan sang rekan kerja yang ingin


membahas hanya berdua dengan David .


" Permisi , dengan tuan Tomy boleh saya


duduk ." berdiri didekat kursi , David


menunggu pria itu menjawab .


" Silahkan tuan David Alexander yang


ter- hormat ." berbicara bersamaan dengan


dirinya menoleh menghadap orang yang


mengajaknya bicara .


Bola mata keduanya bertemu .


" Kau ." ucap David syok , mendapati


siapa orang yang mengajaknya makan


siang bersama .


Pria itu mengangkat ujung bibirnya ,


" Kenapa kaget , tidak suka bertemu


denganku ? ," pria itu tertawa .


David tetap berdiri , menghembuskan


nafasnya kasar David meredam amarah .


"Duduklah dulu kita bicarakan dengan


baik - baik ." ucap pria itu enteng .


David terpaksa duduk , menuruti


permintaan sang rekan kerja .


" Apa maumu , katakan !." tidak menjawab


pria itu malah tertawa .


"Jangan terburu- buru kita makan siang


dulu , baru membahas masalah


perusahaanmu yang mau bangkrut ."


David menggertakkan gigi .


Kurang ajar .


David meredamkan amarahnya , karena


hanya pria di depannya inilah yang bisa


membantunya untuk keluar dari masalah


yang menimpa perusahaannya .


" Jangan bertele-tele denganku Tomy


aku tahu jika kaulah dalang dibalik


semua ini , sebutkan apa maksud dari


semua ini , karena aku tahu jika aku tidak


pernah membuat kekacauan di hidupmu ."


Tomy meminum kopi didepannya ,


" Tenang , aku tidak akan berbuat macam


macam , aku hanya ingin bermain dengan


mu , sebentar lagi wanita itu akan pergi


meninggalkan mu , kau bisa mencari


wanita lagi , seperti ayahmu yang sangat


mudah jika mencari wanita ."


David murka ," Apa maksutmu ?, bicara


yang jelas ." David menggebrak meja .


Tomy tertawa terbahak bahak melihat


sasarannya tepat , tak mau kalah dengan


David , Tomy pun ikut menggebrak meja.


" Kau tidak perlu seemosi itu , harusnya


aku yang emosi , karena kau ." Tomy menunjuk David .


" Ayahku meninggalkan aku dan karena


ibumu ayahku membuang ibuku , camkan


itu ." imbuh Tomy , masih duduk didepan


David .


David syok mendengar penjelasan dari


Tomy , entah benar atau salah hanya


orang yang bersangkutan yang tahu .


" Harus kau ingat baik - baik , yang


merusak kehidupan ku itu adalah dirimu ,


jadi tidak salah jika aku merebut


kebahagiaanku , dan sebaliknya kau


harus merasakan apa yang aku rasakan


dulu ."


Tomy berdiri dan meninggalkan meja ,


menyisakan David seorang diri dengan


setiap kejutan yang baru saja dia dengar.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Nyicil oyyyyyy...


Next ๐Ÿ˜