Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Hasil nya keluar 2


Di kantor...


David yang sudah tahu jika hasil tes DNA antara dirinya dengan anak itu adalah


negatif. Dia mondar-mandir didalam ruangannya, tak sabar menunggu


waktunya pulang.


Seperti apa yang dikatakan Oma , setelah


hasil tes DNA nya keluar , apapun nanti


hasilnya David harus mengundang Sofia untuk makan malam bersama di rumah


Oma dan pada saat itu , David harus


memberikan keputusan nya.


Setelah Joy dikabari hasil tesnya oleh


Roy, dia mengajak Roy ketemuan di


sebuah Cafe . Joy ingin mengajak


sepupunya itu untuk makan siang


bersama sekaligus meminta hasil tes


DNA miliknya .


***


Di sebuah Cafe..


joy yang sedang duduk menikmati


segelas jus alpukat menunggu


kedatangan Roy , yang tak kunjung


terlihat batang hidungnya.


Seorang Pramusaji mengantarkan


pesanan Joy , sepiring roti bakar dan


juga cake rasa coklat bertabur kacang


mete diatasnya.


Disaat Pramusaji meninggalkan meja


tempat Joy duduk , bertepatan saat itu


juga Roy datang.


Roy mendudukkan dirinya di sebuah


kursi yang berada tepat didepan Joy ,


yang satu meja dengannya.


Melihat makanan Joy yang tersaji diatas


meja , tanpa menunggu Joy


menawarinya , Roy segera melahap


roti bakar yang ada di depannya sampai habis.


Joy memandang Roy yang lahap


memakan roti bakar miliknya pun berkata


" Roy,,, kau ini suka atau kelaparan sih?


lahap benar makanmu , pelan - pelan


nanti kau tersedak."


" Aku memang suka roti bakar Joy,


sekaligus juga kelaparan , seharian ini


aku bosan mendengar ocehan David


yang selalu membicarakan dirimu."


melanjutkan menyantap cake milik Joy.


" Roy,,, kau sudah menghabiskan roti


bakarku , sekarang cake milikku juga."


Joy menggeleng kepala.


" Kau kan bisa pesan lagi ," berbicara


dengan mulut penuh makanan .


Seorang Pramusaji datang mengantarkan


segelas jus pesanan Joy yang kedua,


karena satu gelas pertama sudah habis


saat menunggu Roy tadi.


" Joy,,,." Roy menunjukkan wajah memelas


sorot matanya mengarah pada segelas


jus alpukat milik Joy.


Roy memang suka menggoda sepupu


barunya itu.


" Minumlah !." menyodorkan segelas jus


miliknya ,


Joy masih memandang Roy lekat," Roy,


sepertinya selera kita sama , kemarin


saja kau menghabiskan cemilanku."


" Iya , aku baru menyadarinya." berfikir


sejenak , meletakkan gelas kosong


di atas meja.


Kemudian menyodorkan sebuah amplop


di atas meja ," ini milikmu."


" Terimakasih, kau memang sepupuku


yang bisa di andalkan ." mengambil


amplop yang di berikan Roy tadi ,


Joy lalu membukanya.


Joy mengambil kertas yang ada didalam


amplop kemudian membacanya , dia


membaca kata demi kata yang tertera


di atas kertas putih itu , sampai dia


terhenti di sebuah kata yang tercetak


tebal , bertuliskan kata positif di sana.


Yang membuat Joy melukis sebuah


senyuman di bibirnya.


Roy yang penasaran dengan isi yang


tertulis di amplop yang di berikan nya


tadi , mencoba bertanya pada Joy,


"Joy apa isi di dalamnya? , positif atau


negatif ?." memandang gerak gerik Joy.


Joy tak menjawab pertanyaan sepupunya


itu , malah memasukkan amplopnya


kedalam tas miliknya.


" Joy ,, aku bertanya padamu." Joy cuek.


" Joy , kenapa kau tak menjawab


pertanyaanku , aku kan ingin tahu." Roy


mulai kesal.


" Ini tidak ada hubungannya denganmu,


apakah itu positif atau pun negatif, tak


akan mempengaruhi hidupmu." Joy


meminum sisa jus milik nya.


Roy yang kesal dengan jawaban dari


sepupunya , segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Joy


sendirian di mejanya .


Joy yang puas dengan hasil tes DNA


antara Rendi dan anak Sofia , segera


menghubungi Rendi untuk mengajaknya


bertemu. Mereka janjian bertemu di


tempat yang sama seperti beberapa


waktu lalu.


***


Di Taman kota,,


Rendi sedang duduk sendiri, menunggu


bertemu disana .


Dari jauh , joy melambaikan tangannya


dengan mengukir senyum semanis


mungkin pada Rendi , menyapa kalo dia sudah datang dan senyumnya


menandakan jika dia sangat bahagia


bisa bertemu kembali dengan


sahabatnya itu.


Joy mendudukkan dirinya tepat disebelah


Rendi ," Joy seminggu ini kau tak menghubungiku sama sekali , padahal


aku ingin menemuimu , tapi aku tidak


tahu dimana rumahmu." menyodorkan


ice cream coklat kesukaan Joy .


" Terimakasih ." mengambil ice cream


pemberian Rendi.


" Maaf kak, seminggu ini aku sangat


sibuk." membuka bungkus ice cream.


" Iya tidak apa-apa, maaf Joy aku hanya


ingin bertanya padamu."


" Bertanya apa kak?." menikmati


dinginnya ice cream.


" Tentang Sofia ." Joy menoleh pada Rendi.


" Sebenarnya aku mengajak kakak


kesini itu memang untuk membicarakan tentang Sofia juga kak ." Rendi membelalakkan matanya karena terkejut.


" Benarkah ?." Joy mengangguk.


"Kak Rendi, nanti malam datanglah ke


rumahku , lebih tepatnya ke rumah


suamiku , aku mengundang kakak untuk


makan malam bersama keluargaku ."


Rendi bingung , antara datang atau tidak


akhirnya dia menolak secara halus, tapi


Joy menjelaskan padanya jika Rendi


ingin bertemu dengan Sofia , maka


Rendi harus datang nanti malam ke


rumah Oma .


Akhirnya Rendi mengiyakan permintaan


Joy .


***


Di rumah Oma...


Malam ini adalah sebuah malam yang


sudah dinantikan oleh Joy , dimana dia


akan mengungkapkan kebenaran


tentang anak Sofia .


Dimeja makan, sudah tersedia bermacam macam makanan untuk menjamu para


tamu undangan makan malam kecil-


kecilan , yang tak lain adalah untuk Sofia


dan Rendi .


David yang baru pulang dari kantor,


segera mencari keberadaan istrinya,


dia masuk kedalam kamar tamu yang


biasa ditempati oleh istrinya selama seminggu belakangan ini.


Mendengar gemericik air dikamar mandi,


David segera mengunci pintu kamar


tamu dan berjalan mendekati pintu


kamar mandi . Tanpa mengeluarkan


suara David.diam menunggu Joy keluar


dari kamar mandi , dia berdiri bersandar


di dinding tepat didepan tempat Joy


mandi sekarang.


Joy yang baru menyelesaikan mandinya,


melangkahkan kakinya keluar dari kamar


mandi .Dia dikejutkan dengan pelukan


seseorang yang memeluknya dari belakang.


Hampir saja Joy berteriak karena rasa


kagetnya , sebelum sebuah suara yang


berbisik kepadanya.


" Joy kau jangan berteriak , ini aku David."


kemudian mel***t leher belakang Joy ,


tangannya memegang kedua tangan Joy,


tanpa menunggu waktu lama, David


sudah menggendong Joy , memindahkan


nya keatas tempat tidur.


Tok,,tok,, tok,,, suara orang mengetuk


pintu kamar yang mereka tempati kini .


Kedua orang yang berada di dalam


kamar saling berpandangan .


"Nyonya , sekarang di tunggu nyonya


besar di meja makan." ucap seorang ART


memanggil Joy .


David menghentikan kegiatannya," Joy


usir mereka , aku akan bermain cepat."


bisik David yang kini sudah men****hnya.


" Iya , bilang pada Oma aku masih


bersiap." teriak Joy , David pun tersenyum


dan melanjutkan kegiatannya .


Tanpa ada ocehan atau pun perdebatan


diantara keduanya , yang terdengar


hanyalah d***han yang keluar di mulut


keduanya.


Di meja makan Oma geram kepada


David , Oma tahu jika David sekarang


berada di kamar tamu yang Joy


tempati saat ini .


Kenapa David tak mau menunggu


beberapa jam saja , untuk mendekati


istrinya , sekarang adalah waktu yang


tidak tepat , karena membuat Oma ,Roy


dan Sofia menunggu mereka berdua


di meja makan .


_


_


Bagaimana? masih setia menunggu


kelanjutannya , kalau banyak like nya


author tambahin up nya


seperti biasa , jangan lupa ninggalin


jejak y ,,, kritik dan sarannya author


akan setia mendengarkan.


Next