
Di kantor...
David yang sudah tahu jika hasil tes DNA antara dirinya dengan anak itu adalah
negatif. Dia mondar-mandir didalam ruangannya, tak sabar menunggu
waktunya pulang.
Seperti apa yang dikatakan Oma , setelah
hasil tes DNA nya keluar , apapun nanti
hasilnya David harus mengundang Sofia untuk makan malam bersama di rumah
Oma dan pada saat itu , David harus
memberikan keputusan nya.
Setelah Joy dikabari hasil tesnya oleh
Roy, dia mengajak Roy ketemuan di
sebuah Cafe . Joy ingin mengajak
sepupunya itu untuk makan siang
bersama sekaligus meminta hasil tes
DNA miliknya .
***
Di sebuah Cafe..
joy yang sedang duduk menikmati
segelas jus alpukat menunggu
kedatangan Roy , yang tak kunjung
terlihat batang hidungnya.
Seorang Pramusaji mengantarkan
pesanan Joy , sepiring roti bakar dan
juga cake rasa coklat bertabur kacang
mete diatasnya.
Disaat Pramusaji meninggalkan meja
tempat Joy duduk , bertepatan saat itu
juga Roy datang.
Roy mendudukkan dirinya di sebuah
kursi yang berada tepat didepan Joy ,
yang satu meja dengannya.
Melihat makanan Joy yang tersaji diatas
meja , tanpa menunggu Joy
menawarinya , Roy segera melahap
roti bakar yang ada di depannya sampai habis.
Joy memandang Roy yang lahap
memakan roti bakar miliknya pun berkata
" Roy,,, kau ini suka atau kelaparan sih?
lahap benar makanmu , pelan - pelan
nanti kau tersedak."
" Aku memang suka roti bakar Joy,
sekaligus juga kelaparan , seharian ini
aku bosan mendengar ocehan David
yang selalu membicarakan dirimu."
melanjutkan menyantap cake milik Joy.
" Roy,,, kau sudah menghabiskan roti
bakarku , sekarang cake milikku juga."
Joy menggeleng kepala.
" Kau kan bisa pesan lagi ," berbicara
dengan mulut penuh makanan .
Seorang Pramusaji datang mengantarkan
segelas jus pesanan Joy yang kedua,
karena satu gelas pertama sudah habis
saat menunggu Roy tadi.
" Joy,,,." Roy menunjukkan wajah memelas
sorot matanya mengarah pada segelas
jus alpukat milik Joy.
Roy memang suka menggoda sepupu
barunya itu.
" Minumlah !." menyodorkan segelas jus
miliknya ,
Joy masih memandang Roy lekat," Roy,
sepertinya selera kita sama , kemarin
saja kau menghabiskan cemilanku."
" Iya , aku baru menyadarinya." berfikir
sejenak , meletakkan gelas kosong
di atas meja.
Kemudian menyodorkan sebuah amplop
di atas meja ," ini milikmu."
" Terimakasih, kau memang sepupuku
yang bisa di andalkan ." mengambil
amplop yang di berikan Roy tadi ,
Joy lalu membukanya.
Joy mengambil kertas yang ada didalam
amplop kemudian membacanya , dia
membaca kata demi kata yang tertera
di atas kertas putih itu , sampai dia
terhenti di sebuah kata yang tercetak
tebal , bertuliskan kata positif di sana.
Yang membuat Joy melukis sebuah
senyuman di bibirnya.
Roy yang penasaran dengan isi yang
tertulis di amplop yang di berikan nya
tadi , mencoba bertanya pada Joy,
"Joy apa isi di dalamnya? , positif atau
negatif ?." memandang gerak gerik Joy.
Joy tak menjawab pertanyaan sepupunya
itu , malah memasukkan amplopnya
kedalam tas miliknya.
" Joy ,, aku bertanya padamu." Joy cuek.
" Joy , kenapa kau tak menjawab
pertanyaanku , aku kan ingin tahu." Roy
mulai kesal.
" Ini tidak ada hubungannya denganmu,
apakah itu positif atau pun negatif, tak
akan mempengaruhi hidupmu." Joy
meminum sisa jus milik nya.
Roy yang kesal dengan jawaban dari
sepupunya , segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Joy
sendirian di mejanya .
Joy yang puas dengan hasil tes DNA
antara Rendi dan anak Sofia , segera
menghubungi Rendi untuk mengajaknya
bertemu. Mereka janjian bertemu di
tempat yang sama seperti beberapa
waktu lalu.
***
Di Taman kota,,
Rendi sedang duduk sendiri, menunggu
bertemu disana .
Dari jauh , joy melambaikan tangannya
dengan mengukir senyum semanis
mungkin pada Rendi , menyapa kalo dia sudah datang dan senyumnya
menandakan jika dia sangat bahagia
bisa bertemu kembali dengan
sahabatnya itu.
Joy mendudukkan dirinya tepat disebelah
Rendi ," Joy seminggu ini kau tak menghubungiku sama sekali , padahal
aku ingin menemuimu , tapi aku tidak
tahu dimana rumahmu." menyodorkan
ice cream coklat kesukaan Joy .
" Terimakasih ." mengambil ice cream
pemberian Rendi.
" Maaf kak, seminggu ini aku sangat
sibuk." membuka bungkus ice cream.
" Iya tidak apa-apa, maaf Joy aku hanya
ingin bertanya padamu."
" Bertanya apa kak?." menikmati
dinginnya ice cream.
" Tentang Sofia ." Joy menoleh pada Rendi.
" Sebenarnya aku mengajak kakak
kesini itu memang untuk membicarakan tentang Sofia juga kak ." Rendi membelalakkan matanya karena terkejut.
" Benarkah ?." Joy mengangguk.
"Kak Rendi, nanti malam datanglah ke
rumahku , lebih tepatnya ke rumah
suamiku , aku mengundang kakak untuk
makan malam bersama keluargaku ."
Rendi bingung , antara datang atau tidak
akhirnya dia menolak secara halus, tapi
Joy menjelaskan padanya jika Rendi
ingin bertemu dengan Sofia , maka
Rendi harus datang nanti malam ke
rumah Oma .
Akhirnya Rendi mengiyakan permintaan
Joy .
***
Di rumah Oma...
Malam ini adalah sebuah malam yang
sudah dinantikan oleh Joy , dimana dia
akan mengungkapkan kebenaran
tentang anak Sofia .
Dimeja makan, sudah tersedia bermacam macam makanan untuk menjamu para
tamu undangan makan malam kecil-
kecilan , yang tak lain adalah untuk Sofia
dan Rendi .
David yang baru pulang dari kantor,
segera mencari keberadaan istrinya,
dia masuk kedalam kamar tamu yang
biasa ditempati oleh istrinya selama seminggu belakangan ini.
Mendengar gemericik air dikamar mandi,
David segera mengunci pintu kamar
tamu dan berjalan mendekati pintu
kamar mandi . Tanpa mengeluarkan
suara David.diam menunggu Joy keluar
dari kamar mandi , dia berdiri bersandar
di dinding tepat didepan tempat Joy
mandi sekarang.
Joy yang baru menyelesaikan mandinya,
melangkahkan kakinya keluar dari kamar
mandi .Dia dikejutkan dengan pelukan
seseorang yang memeluknya dari belakang.
Hampir saja Joy berteriak karena rasa
kagetnya , sebelum sebuah suara yang
berbisik kepadanya.
" Joy kau jangan berteriak , ini aku David."
kemudian mel***t leher belakang Joy ,
tangannya memegang kedua tangan Joy,
tanpa menunggu waktu lama, David
sudah menggendong Joy , memindahkan
nya keatas tempat tidur.
Tok,,tok,, tok,,, suara orang mengetuk
pintu kamar yang mereka tempati kini .
Kedua orang yang berada di dalam
kamar saling berpandangan .
"Nyonya , sekarang di tunggu nyonya
besar di meja makan." ucap seorang ART
memanggil Joy .
David menghentikan kegiatannya," Joy
usir mereka , aku akan bermain cepat."
bisik David yang kini sudah men****hnya.
" Iya , bilang pada Oma aku masih
bersiap." teriak Joy , David pun tersenyum
dan melanjutkan kegiatannya .
Tanpa ada ocehan atau pun perdebatan
diantara keduanya , yang terdengar
hanyalah d***han yang keluar di mulut
keduanya.
Di meja makan Oma geram kepada
David , Oma tahu jika David sekarang
berada di kamar tamu yang Joy
tempati saat ini .
Kenapa David tak mau menunggu
beberapa jam saja , untuk mendekati
istrinya , sekarang adalah waktu yang
tidak tepat , karena membuat Oma ,Roy
dan Sofia menunggu mereka berdua
di meja makan .
_
_
Bagaimana? masih setia menunggu
kelanjutannya , kalau banyak like nya
author tambahin up nya
seperti biasa , jangan lupa ninggalin
jejak y ,,, kritik dan sarannya author
akan setia mendengarkan.
Next