Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Bicara


Andreas masuk ke ruang UGD dengan seorang Dokter bersamanya , dia berlari


menghampiri David setelah melihat


keributan Anggi yang sedang marah dan memukuli David .


" Anggi hentikan , David baru siuman


ini di Rumah Sakit sayang , " ucap


Andreas memegang tangan kekasihnya.


" Jangan hentikan aku Dre, biarkan aku


memukulnya sampai puas , dia pantas


mendapatkannya , dia laki -laki ba*****n


yang pernah ku temui." Anggi membuang


bantal yang dia gunakannya untuk


memukul David .


" Anggi David sekarang sedang sakit ,


nanti saja kalau dia sudah sembuh , kau


boleh memukulkannya lagi ." bujuk


Andreas lirih.


" Cukup Dre, kau membelanya ?, kau


membela pedebah itu , aku muak


denganmu Dre,, bisa- bisanya kau lebih


memilih untuk membela dia daripada


aku." Anggi berkata dengan nada kesal.


Anggi kesal segera keluar dari sana, tapi sebelum melangkahkan kakinya dia mengambil bantal yang di buangnya tadi


dan melemparkannya pada David .


" Anggi tunggu ." Andreas mengikuti


Anggi yang pergi dengan kesal.


Diluar Andreas berpapasan dengan Roy ,


" Kau cepatlah kedalam David sendirian


disana , dia sudah siuman . Aku mau


mengejar Anggi dia marah pada David ."


ucap Andreas tergesa-gesa.


" Kenapa ?." Roy memegang lengan


Andreas , mencegahnya pergi .


" Aku juga tidak tahu, ." melepas paksa


genggaman tangan Roy .


Roy terpaksa membiarkan Andreas pergi,


dan dia masuk ke dalam mencari


keberadaan David.


" Hay David bagaimana keadaanmu?,


kata Andreas Anggi marah padamu ,


kenapa ?." Roy bertanya saat dokter


baru saja pergi .


David diam , malu untuk menjelaskan.


" Apa karena Joy ?."


" Entahlah , aku tak tahu ." jawab David


dengan wajah murung .


" David kata Joy , tadi yang melukaimu


adalah Rosa , apa itu benar ?." David mengangguk " benar , kau cepat urus


wanita itu , kalau bisa buat dia tak bisa


berbuat macam-macam lagi denganku."


" Baiklah ,aku akan membereskannya."


" Aku hampir lupa mengatakan padamu,


aku diminta Joy untuk mengurus


perceraian kalian ." menatap David tajam.


David kaget " Lalu kau menyetujuinya ?."


" Terpaksa mau bagaimana lagi , kalau


aku tidak menurutinya , dia akan


menyuruh orang lain ."


David menghirup nafas dalam-dalam.


" Aku akan berbicara padanya , tapi aku


butuh bantuanmu ." bisik David di telinga


Roy .


" Apa ?." tanya Roy penasaran.


" Besok buatlah Joy sendirian di


kamarnya , aku akan bicara dengannya."


" Baiklah , itu gampang." Roy tersenyum.


Dua orang perawat datang menghampiri David , mereka bertugas untuk


memindahkan David keruang perawatan .


πŸ€πŸ€πŸ€


" Anggi , ku mohon kau jangan marah


padaku ." berlari mengejar Anggi .


" Kau tak tahu apa yang telah David


lakukan ." menarik tangan Anggi ,


terpaksa dia berhenti.


" Mana aku tahu , kau tidak


menjelaskannya padaku ." mengajak


Anggi duduk di kursi Taman Rumah Sakit.


" Apa kau tahu Dre, kenapa Joy masuk Rumah Sakit ." Andreas menggeleng.


" Itu karena perbuatan David , dia dengan


teganya memper**** Joy lagi ." Andreas


terkejut.


" Apa aku tidak salah dengar sayang ?."


" Apa kau tidak percaya padaku ?, aku


mendengar nya sendiri dari mulut


David ." suara Anggi lirih , takut ada


orang yang mendengar.


" Tunggu , David kan sedang hilang


ingatan ." ucap Andreas seperti


mengingat sesuatu.


" Tidak Dre , hilang ingatan tidak bisa


di jadikan alasan , bisa kan David


memintanya dengan baik - baik , tidak


harus memaksanya , apa kau lupa Joy


juga sedang hamil ? , bisa - bisanya dia


berbuat seperti itu pada Joy ." Anggi


mulai marah.


" Tenanglah Anggi , pasti ada alasan


di belakang itu semua." Andreas akan


memeluk Anggi agar lebih tenang , tapi


didorongnya.


" Kalian memang para lelaki, tidak bisa


memahami wanita , kau jangan


mendekatiku jika kau masih membela


temanmu , karena disini aku juga


membela temanku ." Anggi berdiri meninggalkan Andreas sendirian di kursi Taman.


Andreas menggaruk kepalanya yang tidak


gatal , merasa tidak mengerti dengan keadaannya saat ini , karena semua


perkataan nya salah di mata Anggi .


πŸ€πŸ€πŸ€


Keesokan harinya...


David di antar oleh Roy menuju ruangan


Joy dengan menggunakan kursi roda ,


dia berhenti tepat di depan pintu .


" David kau tunggu di sini , aku akan


masuk dulu ." Roy masuk kedalam dan


David masih di luar .


Didalam ruangan ada Joy yang sedang


berbaring dengan ditemani Mery yang


duduk di sebelahnya.


" Hai Joy bagaimana keadaanmu , apa


sudah lebih baikan ?." tanya Roy yang


berjalan mendekati ranjang Joy .


" Terimakasih Roy kau sudah datang ,


seperti yang kau lihat sendiri aku mulai


yang di kupaskan oleh Mery .


Roy duduk di samping Mery , " Roy , kau


jangan duduk disini , aku merasa gerah


sekarang , duduklah di samping ibu."


ucap Joy yang melihat gelagat aneh Roy .


" Baik nyonya bos , aku akan selalu


mematuhimu." ibu Wulan tertawa


melihat perdebatan Roy dan putrinya.


Roy pindah duduk di samping tantenya.


" Tante di luar ada David , dia mau bicara


dengan Joy berdua , apa Tante mau


keluar denganku sebentar ." ibu Wulan tersenyum dan mengangguk.


" Mery tolong antarkan ibu ke Minimarket


sebentar ." ajak ibu Wulan dengan


menggandeng tangan Mery.


" Untuk apa Bu ?." tanya Joy ingin tahu.


" Ibu mau membeli beberapa cemilan


untuk nanti malam , kau disini sama Roy


ya sayang , ibu cuma sebentar saja ."


mengelus pucuk kepala Joy.


" Tenang saja Tante , Joy pasti aman


denganku ." mengantarkan tantenya


keluar , kemudian membawa David


masuk kedalam .


" Joy ,, ." panggil David , yang sekarang


dihadapan Joy .


Joy kaget melihat David di depannya,


David duduk di kursi roda dengan slang


infus yang masih menyambung di


tangannya.


" Mau apa kau kesini ." Joy berpaling dari


pandangan David.


" Aku kesini untuk meminta maaf padamu,


aku tahu kau tidak mungkin dengan mudahnya memaafkan diriku , tapi aku


sangat memohon padamu, jangan pernah mempunyai keinginan untuk bercerai denganku , karena itu tidak mungkin."


David berbicara dengan nada datar dan sedikit memelas.


" Ini omong kosong , kau kesini untuk


minta maaf atau untuk mengancamku ."


teriak Joy marah.


" Aku tidak mengancammu sayang ,


aku hanya menegaskan padamu , sekali


kau menjadi istriku selamanya akan


tetap menjadi istriku , karena istriku


hanya satu yaitu Joyyana dan tidak akan


pernah tergantikan." Joy tersenyum masam.


" Kau jangan konyol David , berulang kali


kau melukai hati dan ragaku ." teriak Joy,


kesal karena merasa di permainkan.


" Aku minta maaf sayang , itu semua


diluar kesadaranku , kau tau sendiri jika


saat itu aku tidak mengingat dirimu ."


" Apa kecelakaan itu kemauanku , tidak


sayang aku tidak sedikit pun mempunyai


niat untuk menduakan dirimu , sungguh


di dalam lubuk hatiku yang paling dalam


hanya kaulah wanitaku ."


David berusaha berdiri dan berjalan


pelan mendekati ranjang istrinya.


" Joy ,,, kau tau sendiri kan kalau aku


tidak akan bisa melakukannya jika tidak denganmu , dan saat di Kantor itupun


yang ada di bayanganku adalah dirimu ,


bukan wanita ****** itu ."


David mengangkat tangannya untuk menghapus air mata Joy , tapi Joy memegang tangan David agar tidak bisa


menyentuh wajahnya.


" Tapi kau kejam padaku David ." air


mata Joy mulai menetes.


" Kejam ? , maaf sayang saat itu aku


terbawa emosi , karena aku mendengar


dirimu berbicara mesra dengan pria lain


di dalam telfon." ingin memeluk tapi


Joy mendorongnya.


" Aku tidak semudah itu David untuk bisa


memaafkan dirimu , tidak hanya dengan


penjelasan semua masalah beres , itu


tidak mungkin , penjahat saja menerima


hukuman , kalau kau tidak mau menerima


hukuman penjahat yang ada di penjara


akan iri padamu ." mendorong David


lebih keras.


" Aku akan menerima semua hukuman


darimu , asalkan kau tidak berpisah


denganku ."


Joy menutup mulutnya , dia tertawa


hambar " enak saja , kau yang menerima


hukuman tapi kau sendiri yang


menentukannya ? itu konyoool."


" Terserah padamu aku akan menerimanya."


Joy tersenyum sadis , memikirkan


sebuah hukuman yang tepat untuk David.


" Baiklah dengarkan baik-baik apa yang


aku katakan , " David mengangguk.


" Aku akan tetap tinggal di Rumah Oma ,


tapi kau dan aku tidak akan saling


bertemu satu sama lain , sekalipun


untuk sekedar makan , kita akan tidur


terpisah , sampai anak kita lahir ."


David melotot Karena kaget " Joy ..."


panggilnya memelas seperti hampir


menangis .


Joy mengangkat tangannya" aku tidak


menerima penolakan David , jika kau


melanggar hukumannya kita akan


bercerai , titik kau cepat keluar dari


kamarku ."


Dengan perasaan yang kalut David


berjalan menghampiri kursi rodanya,


dan keluar dari sana .


*


*


Masih setia membaca, bagaimana


kelanjutannya , Author nantikan


kritik dan sarannya 😊


untuk dukungan like komen dan votenya


author ucapin terimakasih banyaaak


author seneeeeng pake banget deh


pokoknya tidak bisa di ungkapin dengan


kata "


Jangan lupa ninggalin jejaknya


author tunggu πŸ₯°βœŒοΈ


salam cinta dari author 😘😘


Next β˜€οΈ